Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Frans dan Megan


__ADS_3

Konser di Atlanta berlangsung selama lima hari, dan ini adalah hari kedua konser mereka. Tidak ada hal lain yang membuat mereka menarik selain keliling kota dan mencari tempat-tempat kulineran khas kota.


Begitu konser selesai, mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap, "Lelahnya tapi menyenangkan sih." ungkap Hana sambil meregangkan otot ototnya.


"Ehmmm ya rasanya aku ingin berendam di air hangat semalaman," ungkap Hyun.


"Kau akan masuk angin jika itu sampai terjadi." sahut Icha, merebahkan tubuhnya disandaran sofa.


"Biarkan saja apa yang dia mau, mungkin itu salah satu cara yang membuatnya bahagia." Yuju.


"Oh iya kenapa sepanjang pentas tadi aku sama sekali tidak melihat pengawalmu?" tanya Hyun.


"Kau mencari Frans?" tanya Icha, mulai menegakkan punggungnya dari sandaran sofa.


"Ehmmm aku hanya tidak melihatnya bukan mencarinya." bantah Hyun pada Icha.


"Itu sama saja tahu." Hana.


"Oh iya ada berita baru apa saja yang tidak aku tahu?" tanya Hana antusias.


"Itu teman kamu sedang pendekatan sama pengawal Icha." jawab Yuju pada Hana.


"Hei kalian ini berhenti menjodoh jodohkan orang kenapa." ketus Hyun.


Pembicaraan yang begitu heboh ini terjadi mengalir begitu saja hingga setengah jam lamanya. Megan hanya menimpali sesekali saja.


Tapi banyak diam tidak ikutan heboh seperti biasanya. Di akhiri mereka yang mandi sebelum akhirnya mereka tidur.


malam hari semua member PinkV sudah kembali ke ranjangnya masing-masing begitu pula dengan Megan mereka sudah terlelap ke alam mimpi bawah sadarnya, akibat rasa lelah yang mendera tubuhnya karena mereka begitu aktif di atas panggung hingga rasa lelah merayap ke seluruh tubuhnya, tetapi tidak dengan Megan, Megan tidak bisa tidur memejamkan matanya. Dirinya hanya membolak-balikkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Padahal beberapa kali Megan mencoba memejamkan matanya, tetapi sama sekali tidak bisa terpejam mungkin karena pikirannya masih terus memikirkan ucapan Hyun tadi sewaktu berkumpul bersama teman-temannya.


" Mungkinkah Hyun menyukai Frans beneran, jika itu terjadi maka perasaan ini tidak boleh tumbuh begitu saja. Aku harus mampu menekan perasaan ini." batin Megan bermonolog.


"Cinta tidak bisa dipaksakan, tetapi perasaan cinta ini juga tumbuh dengan sendirinya, padahal sebelumnya aku juga pernah jatuh cinta." gumam Megan pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Pagi hari menjelang udara dingin bercampur salju turun membuat siapa saja malas beranjak dari tempat tidurnya. Seperti saat ini keempat member itu masih terlelap di alam mimpinya. Tetapi tidak dengan Megan, Megan sama sekali tidak bisa memejamkan matanya sejak semalam. Akhirnya ia memutuskan terbangun dari tidurnya untuk menghalau rasa pusing pada dirinya Megan berjalan ke arah pantri dan membuat segelas kopi hangat, lalu berjalan keluar dari kamar untuk melihat salju dari atas kamar hotelnya Megan begitu terpaku melihat suasana kota Atlanta di pagi hari yang begitu sejuk dan indah. Beberapa kali dirinya mengambil gambar-gambar itu dengan ponsel pintarnya.


"Wow saljunya begitu indah, ini sangat menakjubkan, berbeda dengan di kota New York atau di kota lainnya." gumam Megan.


"Biasa saja, tidak usah norak seperti itu dasar kampungan."


Tiba-tiba saja terdengar suara bariton yang memecahkan fokus Megan. Tentu saja Megan tahu suara siapa itu. Itu adalah suara orang yang sangat ia kenali, bahkan hanya dengan mendengar suaranya saja membuat detak jantung Megan bekerja dua kali lebih cepat dari biasanya.


Seketika Megan menarik nafas dalam, dan membuangnya perlahan. Lalu mengatur detak jantungnya, agar kembali normal untuk menghadapi orang yang membuat jantungnya bergetar.


"Kamu, ada apa kamu ke sini?" Megan bertanya pada Frans.


Frans melihat ke arah belakang, tidak ada orang sama sekali di belakangnya, lalu jari telunjuknya menunjuk pada dirinya sendiri. "Kamu bertanya padaku?"


"Siapa lagi yang aku tanya, memangnya di sini ada orang lain selain dirimu?"


"Dasar aneh." gumam Megan pelan tapi masih bisa didengar oleh Frans.


"Aku masih bisa mendengar umpatanmu." kata Frans.


"Sial, dia memang sangat tampan." gumam Megan dalam hati.


"Kau jangan mengumpatiku nona, aku tahu jika kamu sedang mengumpat."


"Ehh ehhh, sejak kapan dia bisa membaca pikiran orang, emang dasar dia itu seperti cenayang yang bisa membaca pikiran orang deh." batin Megan bermonolog.


" Apa kamu bilang? aku mengumpat, mana ada aku mengumpat, jangan sok kegeeran deh." ketus Megan memasang muka yang tidak bersahabat pada Frans.


"Ckk sensi sekali, padahal kan aku hanya bertanya, tidak ingin mengajakmu bertengkar, tapi jawabanmu seperti orang yang ingin mengajakku bertengkar."


Seketika itu membuat Megan terdiam membeku di tempatnya. Melihat Frans yang berjalan mendekat ke arahnya, Megan secara tidak sadar menggeser tubuhnya padahal Frans hanya ingin berdiri di samping Megan.


" Aku tahu jika kamu sedang memikirkan sesuatu."

__ADS_1


"Sok tahu sekali kamu." jawab Megan tergagap.


"Apa pekerjaan ini menurutmu sangat berat?" tanya Frans pada Megan.


" Apa maksud kamu?"


"Aku tidak berbicara dan mengulang kata-kataku yang kedua kalinya."


Megan terdiam mencerna setiap kata yang ditanyakan oleh Frans tadi. "Aku sudah lama bekerja dengan nona Icha, dia dulu temanku kuliah satu universitas, dia orangnya humoris dia tidak pelit, baik hati, suka berbagi, bahkan apa yang dia beli aku juga dibelikan, apa yang dia makan aku juga makan. Jadi berat dari mananya, menurutku tidak berat sama sekali bahkan Aku dan Dia terlihat seperti saudara."


" Kau tahu, bahkan di saat aku sakit dia merawatku, begitu pula sebaliknya." secara tidak sengaja Megan menceritakan perihal tentang dirinya dan juga Icha.


Frans terdiam mendengar cerita dari Megan, lalu menganggukkan kepalanya perlahan.


"lalu apa menurutmu yang membuat tuan Arka sampai tergila-gila pada nona Icha?"


" Apakah karena dia cantik, berprestasi atau karena dia seorang idol k-pop atau karena dia memiliki karir yang cemerlang? aku rasa kamu tahu alasan di balik semua itu." tanya Frans pada Megan.


"Sebentar sebentar, sebenarnya kamu ini mau wawancara atau mau bertanya padaku? kenapa aku merasa jika kamu ini sedang mewawancaraiku, bertanya tentang suatu hal mengenai nona Icha bertubi-tubi."


"Apa jangan-jangan karena kamu."


"Aku hanya ingin tahu saja." jawab Frans memotong ucapan Megan.


"Mereka dulunya murid dan dosen, mengenai apa yang membuat tuan Arka jatuh cinta pada nona Icha, Aku tidak tahu, kau tanyakan saja pada mereka." ketus migan pada.


"Susah memang berbicara pada orang sensi, baiklah terima kasih atas informasinya." lalu Frans berbalik memasukkan salah satu tangannya ke dalam saku celananya lalu berjalan melesat meninggalkan Megan sendiri di balkon itu.


"Tunggu dulu." teriak Megan pada Frans.


Frans menghentikan langkahnya, badannya berbalik namun masih tetap berdiri di tempatnya. "Apa?"


"Tadi malam kamu di mana? Kenapa teman-temanku tidak melihatmu."

__ADS_1


"Hanya itu yang ingin kamu tanyakan?"


Megan menganggukkan kepalanya


__ADS_2