
Sudah sehari semalam Icha ditemani oleh Arka suaminya, selama itu pula Ia tidak banyak bicara, hanya diam. Begitu pula Arka, tetapi Arka masih banyak membantu Icha di kala Icha menginginkan sesuatu.
Mungkin Arka juga merasa Jika ada yang aneh dengan diri Icha, nanti siang Arka berniat akan menemui dokter dan meminta penjelasan apa yang terjadi dengan Icha.
Begitu Icha terlelap dalam tidurnya, Arka pergi keluar dan meminta Frans untuk menunggunya di depan ruangan saja, yang terlihat dari kaca transparan.
"Maaf dokter, apa yang terjadi dengan istri saya? apakah ada sesuatu yang membahayakan dirinya?" tanya Arka pada dokter yang menangani Icha selama perawatan.
"Istri anda hampir saja kehilangan nyawanya tuan."
"Untung saja seseorang segera membawanya kemari, jika tidak. Salah sedikit saja mungkin istri anda sudah tiada sekarang."
Arka menajamkan pendengarannya, dan juga fokusnya pada dokter. Ia begitu terpukul mendengar penjelasan dokter baru saja, setelah apa yang terjadi dengan Icha selama ini, ternyata Icha selama ini begitu menderita.
"Mungkin sekarang ini istri anda mengalami masa-masa sulit tuan, tetapi anda sebagai suaminya lah penyemangat hidupnya. Saya harap anda tidak meninggalkan istri anda sekarang ini barang sedetik pun."
Begitu selesai mendengar penjelasan dari dokter. Pikiran Arka melayang kemana-mana, hampir saja ia kehilangan dua orang yang sangat ia sayangi. Pertama calon anaknya dan kedua istrinya, kenapa semua ini bisa terlambat ia mengetahui.
Arka berjalan sepanjang koridor rumah sakit dengan pikiran yang entah ke mana kemudian berhenti. "Katakan padaku kenapa kau terlambat memberitahuku?" kata Arka pada Frans, matanya sudah menajam bagaikan elang yang siap memangsa musuhnya.
"Maaf tuan, saya tidak tahu mengenai hal ini." jawab Frans berusaha jujur.
"Seharusnya kamu bisa mengenali tanda-tandanya. Jika dia mengalami hamil muda atau tidak." kata Arka menarik satu tarikan nafas, matanya masih inten menatap Frans, mencari satu kebohongan dari mata Frans. Tetapi sepertinya Frans menjawab dengan jujur. Sama sekali Arka tidak menemukan kebohongan di sana.
__ADS_1
"Saya kan bukan suaminya, masa iya harus menjadi bodyguard dan mengetahui semua detail dari seorang wanita. Hah yang benar saja." gumam Frans dalam hati.
"Kau jangan mengumpat, kalau kau tidak mau celaka." ancam Arka pada Frans.
"Hah saya tidak berani tuan."
Tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Frans. Arka masuk kembali ke ruangan istrinya, sepertinya Icha hanya pura-pura tidur. Arka langsung duduk di samping Icha dan mengambil kedua tangannya, berbicara pada Icha yang pura-pura tidur.
"Sayang maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti ini, aku hanya mencari partner dalam pekerjaanku. Aku tidak bermaksud demikian, aku menyesalinya. Mulai saat ini apapun keputusanmu aku akan menerimanya, aku akan mendengarkan."
" Tolong kamu kuat untuk dirimu sendiri dan untuk semua orang yang kau sayangi." gumam Arka, satu tetesan air matanya mengenai tangan Icha, membuat Icha membuka matanya.
"Aku tidak menyalahkanmu, semua sepenuhnya salahku. Kesalahan terbesarku adalah, kenapa aku menikah denganmu. Padahal aku masih ingin melanjutkan karirku. Sejak kecil aku juga tidak pernah bermimpi menjadi seorang penyanyi dan idol k-pop"
"Aku hanyalah gadis kecil yang suka bermain piano dan gitar. Bernyanyi di malam hari, membuat semua orang terganggu dan berisik dengan suaraku, hingga membuatku terusir dari rumah."
"Saat pengumuman diumumkan, aku begitu terkejut. Ternyata akulah yang mendapatkan juara pertama dari ribuan peserta. Yang mereka semua berbondong-bondong mendaftarkan diri, berharap mereka semua bisa masuk di sebuah agensi besar yang mengadakan audisi pada saat itu."
"Belum berhenti di sini, aku harus melakukan trainee selama 4 tahun dengan pelatih yang sangat ketat, ada seleksi mingguan akhir bulan."
"Dengan penilaian yang sangat ketat, dan di sana aku bertemu dari orang-orang hebat yang datang dari berbagai negara dan berbagai suku. Saat itu aku sering mengeluh di setiap malam. Aku selalu menelpon mama. Dan Mama selalu bilang pulang, tapi aku malu karena aku sudah bercerita dengan temanku bahwa aku akan menjadi seorang artis."
"Kau tahu semua ceritaku dari awal, bukan itu semua yang ingin aku ceritakan padamu tapi intinya."
__ADS_1
"Seharusnya mental ku sudah terlatih, dan aku sudah sekuat baja, karena setelah 4 tahun jadi trainee di agensi sebesar itu. Aku sudah berhasil debut bersama ketiga temanku lainnya. Aku juga tidak akan melupakan perjuangan hidupku. Seharusnya mental ku sudah sekuat baja dengan banyaknya terpaan pada saat aku hidup jauh dari kedua orang tuaku dan juga kakak-kakakku, tapi nyatanya aku masih bisa rapuh."
Mendengarkan cerita Icha baru saja. Arka tidak tahu sama sekali kenapa istrinya ini malah bercerita tentang kisah hidupnya dari awal menjadi idol k-pop. Karena memang pada saat menjadi mahasiswanya dulu Arka sibuk dengan urusannya sendiri yang Arka tahu istrinya itu datang dari keluarga kaya, terlihat dari apartemen yang dia sewa di kalangan elit dan bersebelahan dengannya. Tak jarang pula seringkali meminta makan padanya. Ketika malam sudah larut dan Icha kelaparan.
Tanpa membalas curhatan Icha, Arka mendekatkan tubuhnya. Menggeser tubuh Icha dan naik di ranjang yang sempit itu, memeluk Icha dengan erat, seolah memberikan ketenangan dan juga harapan di sana.
"Jika aku bukan jodohmu lagi, kembalikan aku dengan orang tuaku dengan secara baik-baik."
"Aku sudah banyak bicara dan aku sudah kelar berbicara, kenapa kamu sama sekali tidak merespon omonganku? Aku kesal denganmu." rajuk Icha memanyunkan bibirnya.
Hal itu malah membuat Arka gemas pada Icha. Tak banyak kata lagi Arka malah melahab bibir mungil itu, merasainya dengan perasaan antara rindu kasmaran jadi satu. Detak jantungnya bekerja lebih cepat dari biasanya, Ia seperti baru pertama kali mengenal istrinya.
Icha yang terbuai dengan suasana ciuman di dalam ruangan itu, sekilas melirik Frans. Seharusnya ia tidak senang, tetapi kenapa tubuhnya berkata lain, seolah menerima ajakan Arka. Ciuman panas dengan disaksikan Frans di luar ruangan.
Detik berikutnya Icha melepaskan diri dan mengomel-ngomel pada Arka, memukul dada Arka brutal tanpa ampun. "Sayang berhentilah kau bisa membuatku terjatuh dari brankar ini jika terus memukulku."
Setelah Arka puas melihat Icha memukulnya. Salah satu tangan Arka menangkap kedua tangan Icha, lalu menciumnya.
"Seharusnya kamu tidak melakukan ini padaku, jika setelah ini kita akan berpisah. Kau jangan membuatku terus berharap. Aku tidak suka perlakuanmu yang seperti ini berhentilah."
Arka sama sekali masih belum bisa menangkap omongan dari Icha. "Sayang kau ini berbicara apa? berbicaralah yang baik, siapa yang ingin berpisah denganmu? katakan dengan jelas."
terimakasih kalian sudah menemani Arka dan juga Icha sampai pada bab ini. Sebentar lagi akan tamat kisah mereka dan akan berganti dari sudut pandang sisi gelap idol k-pop lainnya dengan buku baru. Tetapi tidak jauh dari kisah mereka ber empat.
__ADS_1
Jika kalian menjadi fandom Icha dan Arka. maka tinggalkanlah jejak like, komen dan share ke teman2 kalian. Cerita yang aku buat tidak jauh dari idol k-pop. karena author sangat menyukai idol k-pop
thank you.