Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Jamuan makan malam


__ADS_3

"Tapi nanti saja saat semua bukti-bukti sudah terkumpul" pinta Alex. Hingga tak terasa perjalanan mereka telah sampai di restauran yang sudah mereka reservasi.


Rupanya tuan Gunawan orang yang sangat tepat waktu. Meskipun dirinya juga tepat waktu tetapi masih di dahului oleh tuan Gunawan.


"Apa kabar tuan" sapa Arka sambil berjabat tangan pada rekan bisnisnya itu, dan di ikuti Alex.


"Baik tuan" jawab tuan Gunawan


"Oh iya bolehkah saya memiliki satu permintaan" tanya Arka


"Iya baiklah apa itu, jika aku bisa akan aku kabulkan" tuan Gunawan


"Anda tak usah memanggilku tuan, sepertinya lebih enak memanggil nama saya saja tuan" Arka


"Baiklah aku akan mengabulkan permintaan anda, tetapi anda juga tak usah memanggilku tuan juga"


"Bagaimana kalau panggil paman saja" tawar tuan Gunawan dengan mengangkat alisnya tanda meminta persetujuan dari Arka


"Baiklah tak buruk sepertinya" Arka


"Lalu bagaimana dengan saya memanggil anda tuan" usul Alex


"Sama juga anda bisa memanggilku paman" tuan Gunawan


"Baiklah mulai saat ini aku akan memanggil anda dengan sebutan paman" Alex


lalu mereka tertawa bersama, hingga ditengah pembicaraan mereka pesanan telah datang dan di sajikan di atas meja.


"Silahkan dinikmati tuan hidangan dari kami, semoga hari anda menyenangkan" kata pelayan laki-laki restauran itu


"Terimakasih" Arka


Lalu pelayan itu pamit undur diri dari sana setelah mempersilahkan tamunya.


"Saya pikir anda akan mengajak keluarga anda paman" tanya Arka pada tuan Gunawan


"Tidak nak Arka, istri saya sibuk begitu juga anak saya, sehingga saya telah meminta ijin darinya jika akan ada perjamuan malam ini"


Arka begitu pun juga Alex menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang di ucapkan oleh tuan Gunawan itu.


"Jika anda berada di daerah kami, Indonesia kami akan mengundang kalian berdua sebuah perjamuan"


"Baiklah paman jika kapan hari kami ada perjalanan ke Indonesia kami akan menghubungi anda" Alex memberikan idenya.


"Sebuah ide yang bagus" Arka


Kemudian mereka makan bersama diselingi cerita ringan antara orang tua dan dua anak muda itu.


"Sudah berapa lama nak Arka dan nak Alex menjalani usaha ini" tanya tuan Gunawan sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Sekitar sepuluh tahun paman" jawab Alex


Tuan Gunawan menganggukkan kepalanya, "Berarti asam garam sudah kalian lewati"

__ADS_1


"Itu betul paman, tak sedikit kita menemukan rekan bisnis yang curang" Arka


"Di jaman sekarang seperti sepertinya sulit menemukan irang yang benar-benar dan hanya pura-pura baik" tuan Gunawan


"Lalu bagaiman caranya anda menangani rekan bisnis kita yang berlaku curang paman" tanya Alex


"Kalian harus memiliki prinsip supaya tak di remehkan kemampuan kalian padanya"


"Contohnya" tanya Arka yang masih memahami ucapan tuan Gunawan itu


"Jika kalian menemui seorang klien baru yang akan mengajak bekerjasama dengannya, usahakan membawa teman, kalau bisa teman yang bisa menilai seseorang"


"Ehmm supaya teman kita bisa memberikan penilaian terhadap rekan bisnis kita begitu paman" Arka


"Ehmm iya seperti itu maksud paman"


Pembicaraan mereka jauh dari kata bisnis dan pengalaman jatuh bangunnya usaha mereka.


Hingga ditengah-tengah pembicaraan mereka tiba-tiba terdengar bunyi ponsel tuan Gunawan berdering.


"Apa boleh paman mengangkat telpon sebentar" ijin tuan Gunawan


"Silahkan paman" Arka


Ternyata panggilan itu bukan telepon melainkan vidio call. Tuan Gunawan segera membuka tombol hijau itu dan di sana terlihat putri bungsunya itu.


"Hallo papa apa kabar" sapanya dengan nada ceria khas milik Rara


Alex dan juga Arga sejenak terdiam mendengarkan ayah dan anak itu saling menyapa didalam ponselnya. Sejenak Arka seperti mengenali suara itu.


"Bukankah itu suara milik Icha" batin Arka. Detik berikutnya dirinya menajamkan pendengarannya.


"Apa papa hari ini sedang berada diluar" Icha


"Hemm iya sayang"


"Rara belajarnya hari ini baik-baik saja pa, tetapi selama Rara magang di sini belum pernah sekalipun melihat bos Rara itu, padahal kata temanku bos Rara ini sangat tampan"


"Oh iya, belajarlah yang rajin supaya kamu bisa lulus tepat waktu" nasehat papanya


"Baiklah aku akan belajar dengan rajin, eh ngomong-ngomong papa lagi dimana ini" tanya Rara


"Papa lagi bersama dengan rekan bisnis papa nak" suara tuan Gunawan ini terdengar lembut. Padahal rumor yang beredar bahwa tuan Gunawan ini orang yang kaku, sulit ditaklukkan dan cenderung jeli dalam memilih teman berbisnis.


"Ternyata benar adanya jika tuan Gunawan ini sangat berwibawa jika bersama dengan rekan bisnisnya dan hangat ketika bersama keluarganya" begitulah batin Arka


Tuan Gunawan memperlihatkan siapa rekan bisnisnya sekilas, mengarahkan ponselnya pada dua orang yang berada di hadapannya itu.


Sedangkan Icha yang berada disana seketika menajamkan penglihatannya. "Lhoo kok seperti" ucapan Icha menggantung tak bisa diteruskan


Ketika camera mengarah padanya Arka tak begitu memperhatikannya sehingga dirinya mendengar suaranya saja.


Tak berapa lama panggilan itupun berakhir. "Apa itu putri anda paman" tanya Arka yang sudah menyimpan pertanyaannya dari tadi.

__ADS_1


"Iya betul nak Arka, dia putri bungsuku"


"Ehm dimana putri paman sekarang" tanya Arka ragu-ragu


"Dia masih kuliah nak, berada di Inggris sekarang"


Seketika Arka seperti menyimpulkan dugaannya, tetapi itu tidak mungkin karena data diri Icha ia masih ingat betul jika nama walinya bukan tuan Gunawan melainkan Indrarwan. Ah jadi pusing sendiri jika memikirkan ini.


"Kenapa nak Arka"


"Tidak ada paman, aku hanya seperti mengenali suara putri paman" Arka menggelengkan kepalannya pelan dan mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya.


Seketika dirinya ingat jika terakhir kali mengirim chat pada Icha saat dirinya pelatihan.


"Apa nak Arka belum menikah" tanya tuan Gunawan itu hati-hati


"Ehm belum paman" Arka


"Kalau nak Alex" Belum paman


Seketika pandangan mereka jadi salah tingkah, "Tetapi kita lelaki normal kok paman" ucap Alex terbata, takut jika lelaki paruh baya didepannya ini berfikir macam-macam tentang dirinya dan juga Arka bosnya itu.


Tuan Gunawan menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum, " Saya percaya karena kalian ini orang yang sangat sibuk, hingga belum memikirkan soal pendamping" tuan Gunawan.


"Iya sepertinya dugaan paman tepat sekali" Arka


"Calon yang bagaimana yang menjadi impian nak Arka dan nak Alex" tanya tuan Gunawan basa basi


"Kalau aku belum ada gambaran paman" Arka


"Kalau Arka ini sepertinya seleranya tinggi tuan" Alex hanya menebak asal.


"Cek kau ini sok tahu sekali" Arka


"Aku hanya menebak saja" Alex


"Ya semoga kalian berdua mendapatkan jodoh perempuan yang baik, yang bisa menjaga kehormatannya untuk suaminya, bukan perempuan yang pernah di tiduri banyak lelaki"


"Tentunya yang bisa mengurus kalian dan juga anak-anak kalian kelak" petuah tuan Gunawan


Obrolan mereka semakin lama jadi membahas masalah keluarga, hingga larut malam. Meskipun restauran ini buka dua puluh empat jam tetapi mereka sangat menikmati waktu makan malam ini.


"Baiklah karena ini sudah larut, mungkin jika kalian berkunjung ke negara kami, bisa bertemu lagi di hari berikutnya" tuan Gunawan


"Dan terimakasih banyak nak Arka dan nak Alex atas jamuan makam malam ini"


Mereke menyelesaikan pertemuan makan malam ini dan berpisah pulang kerumah masing-masing


dan


Bersambung


Aku sudah mengantuk lanjut besuk aja. iya

__ADS_1


__ADS_2