Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Ke Tokyo


__ADS_3

Arka mengamati kemana dua orang itu akan pergi. Ternyata hanya di restauran yang letaknya di sebarang kantornya.


Mika hari ini hanya merasa bahagian saja karena akan mendapatkan bonus tambahan dari bosnya tadi. Sehingga dia berbagi sedikit kebahagiaan bersama Icha dengan mentraktirnya.


"Kau bisa makan sepuasmu kali ini" kata Mika percaya diri.


"Benarkah" Icha sangat antusias mendengar kata itu.


Tak berapa lama pelayan datang membawa buku menu dan kertas kosong. "Silahkan nona, mau memesan apa." tanya pelayan perempuan yang berdiri di samping mereka.


Icha memesan bibimbap makanan khas korea selatan. Mika mengikuti Icha saja kali ini. Bibimbap merupakan Hidangan berupa nasi campur dengan beberapa sayuran diatasnya, cara makannya diaduk dengan beberapa macam aneka lauk pauk yang berada di atasnya.


Biasanya ada tujuh macam jenis sayuran yang terdapat dalam bibimbap ini dan kemudian dicampur dengan daging, tahu serta telur. Minumannya memesan dua Yuja cha, yang terbuat dari varian teh korea yang diberi tambahan sitrus dan madu.


Icha lama tinggal di Korea membuatnya kangen dengan makanan khas Korea itu ketika dirinya saat ini sedang berada jauh dari negeri ginseng itu.


Untung saja restauran di seberang kantor mereka menyediakan berbagai menu dari beberapa negara, salah satunya dari korea selatan ini.


"Bagaimana ini cara makannya" tanya Mika yang tak tahu menahu soal makanan khas Korea itu.


"Cek kau ini, lihatlah aku, dan kau bisa menirukan" jelasnya pada Mika.


Mika mengamati Icha dari awal sampai akhir hingga hidangan akan masuk ke mulutnya.


"Sekarang cobalah sendiri, jangan terlalu lama melihatku, nanti air liurmu bisa menetes di mangkukmu" canda Icha.


"Tidak akan, aku kan hanya mengamatimu saja bagaimana cara makan makanan seperti ini" sambil mengaduk makanannya seperti Icha tadi.


Lalu Mika mengambil dengan sumpit dan memasukkan ke dalam mulutnya.


"Bagaimana, enak bukan rasannya" kata Icha mengamati Mika dengan alis yang naik turun, menunggu jawaban dari Mika.


"Lumayan, sepertinya cocok dengan lidahku" kata Mika.


Lalu Mika makan lebih cepat dari Icha, mungkin karena lapar atau karena enak. Icha sendiri jadi bingung melihatnya.


"Kau ini kelaparan atau makanannya terlalu enak di mulutmu" tanya Icha penasaran.


"Ehmmm dua-duanya" Mika menjawab dengan mulut penuh.

__ADS_1


"Berhati-hatilah tak usah terburu-buru seperti dikejar anjing, aku tak akan meminta makananmu, nanti kau bisa tersedak" Icha memperingatkan.


Sedangkan berbeda dengan Icha, Icha makan dengan santai dan menikmati, lalu ditengah menikmati makan siangnya itu tiba-tiba terdengar telephon di ponselnya. Dilihatnya siapa yang telah menelpon dikala siang begini.


Ternyata yang menelpon nenek buyutnya yang berada di Tokyo. dirinya diminta pulang ke sana. Kakek dan nenek buyutnya telah merindukannya.


"Siapa" tanya Mika penasaran.


"Itu kakek dan juga nenek buyutku telah menelponku, dan katanya kangen denganku."


"Oh iya aku akan mengambil cuti satu minggu untuk pergi ke Tokyo, apa tidak apa-apa nanti" tanya Icha pada Mika.


"Tak apa kau buat saja surat ijin cuti magangmu satu minggu" Mika menjelaskan.


Makan siang kali ini di isi dengan banyak cerita, hingga mereka kembali. Sedangkan Arka makan di dalam ruangannya sambil sesekali melihat layar di laptopnya yang menampakkan Icha di sana.


"Rupanya dia bekerja dengan begitu cekatan" gumam Arka pelan sambil mengunyah makanannya.


***


Hari yang di tentukan telah tiba, Icha sudah menitipkan surat ijin pada Mika teman sekantornya itu. Hari ini Icha akan pergi ke kota Tokyo dengan menaiki pesawat komersil. Icha menaiki pesawat dari bandara Internasional Airport di kota London menuju kota tokyo. Di bandara Haneda internasional Tokyo sudah mobil jemputan suruhan kakek buyutnya Icha. Perjalanan memakan waktu empat belas jam lima menit.


"Hai gadis cantik" sapa Pria paruh baya itu menyapanya.


Icha sendiri tidak tahu siapa pria itu, "Kamu pasti lupa, kalau aku adalah orang yang kamu tolong beberapa tahun lalu" kata pria paruh baya itu.


"Oh iya maafkan saya saya lupa, kira-kira saya pernah menolong anda dimana ya tuan" tanya Icha terus terang. Memang benar adanya selama beberapa tahun ini dirinya telah menolong banyak orang. Terkadang juga ada lupa dengan wajah orang yang di tolongnya.


"Aku yang kamu tolong saat berada di hotel Hoshinoya Fuji nona."


"Oh iya siapa nama anda, selama ini saya sangat menyesal, karena anda menolong saya, tetapi malah saya tak mengetahui orang yang menolong saya, lucu bukan" ungkapnya sambil tersenyum tipis.


"Oh iya tuan perkenalkan nama saya Arumaysa" sambil berjabat tangan dengan lelaki paruh baya itu.


"Kalau boleh tahu nama anda siapa iya" tanya Icha sopan.


"Saya Felix nona"


"Terserah anda mau memanggil saya apa."

__ADS_1


"Ehmmm bagaimana kalau saya memanggil anda om saja, supaya lebih akrab" kata Icha memberi usul.


"Boleh juga, tak apa"


"Tetapi anda, ehmm om panggil nama saya saja supaya lebih enak di dengar" Icha.


"Baiklah, Arumaysa... nama yang indah" gumamnya pelan.


"Apa nona Arumaysa menunggu mobil jemputan" tanya tuan Felix.


"Iya kata kakek buyut aku sudah berangkat dari tadi, tapi entah mengapa, aku tak menemukannya dari tadi" Icha masih saja menoleh kesana dan kemari.


Sambil menunggu mobil jemputan Icha dan tuan Felix mampir ke caffe, disana mereka berbicara banyak hal.


Sedangkan yang tinggal di apartemen Icha saat ini Megan. Icha telah menyuruh Megan untuk tinggal di apartemennya selama dirinya tak ada. Sore hari seperti biasa Arka yang malas keluar dirinya berniat akan pergi ke unit sebelah.


Kemana lagi jika bukan ke tempat Icha. Tetapi belum mengetok pintu dirinya telah bertemu Megan lebih dulu di depan pintu apartemen.


" Maaf apa anda mencari Icha prof.?" tanya Megan.


"Ehmm iya, apakah Icha ada di dalam" tanya balik Arka.


"Maaf prof. saat ini Icha sedang tak ada" jelasnya.


"Tidak ada, memangnya dirinya pergi kemana?" Arka.


"Lho berarti Icha tak memberitahu anda prof. jika saat ini Icha pergi ke Tokyo" Megan.


"Pergi ke Tokyo, sejak kapan" tanya Arka penasaran. Memang selama Icha tinggal di sebelahnya tak pernah pergi kemana-mana. Apalagi pergi sejauh ini, dan dirinya tak pernah bercerita soal keluarganya.


Sehingga hal ini menimbulkan banyak pertanyaan di dalam pikiran Arka.


"Icha pergi ke Tokyo sejak semalam prof. dirinya diminta oleh kakek dan nenek buyutnya datang ke sana" Megan seolah mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh Arka.


"Baiklah terimakasih, nanti aku akan menghubunginya" Arka berlalu dari hadapan Megan. Lalu dirinya pergi mencari ponselnya....


dan


Bersambung

__ADS_1


Minal Aidin Walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin semuanya. Semoga kalian sehat selalu dan bisa bertemu bulan Ramadhan berikutnya 🙏🥰


__ADS_2