
Konser di Choacella berlangsung dengan sangat lancar selama dua Minggu berturut-turut, dulu girl grup band PinkV juga pernah konser sekitar 4 tahun yang lalu, tetapi para pemuda di sana masih belum tahu dengan keempat member itu. Icha dengan khas rambutnya yang sering dicat warna blonde membuat sosial media dari Amerika serikat penuh dengan pencarian girl group band wanita yang berasal dari Korea. Terutama member yang berambut blonde.
Sedangkan ketiga member lainnya jarang mengecat rambutnya, lebih identik warna hitam ketika mereka konser di atas panggung. Kali ini penonton di Choacella mencapai lebih dari 25.000 ribu orang memasuki area tempat diadakannya konser. Setelah keempat member itu turun dari panggung dan berada di back stage ketiga member itu menangis bersama kecuali satu member yang bernama Hyun.
"Hei ini konser yang mengharukan kedua kalinya, kita sudah sukses melakukannya kenapa kau tak menangis? Aku bahkan ingin menangis dan tidak ingin berhenti, karena terharu." kata Icha mengusap air matanya.
Mereka berempat berpelukan saling menyayangi satu dengan yang lainnya, bahkan Icha paling erat memeluk Yuju. Ia merasa bersalah sudah memiliki pikiran yang buruk pada Yuju. Bahkan ketika Yuju setelah melakukan pemotretan itu mengirim pakaian dalam yang ia bintangi sebagai Global ambassadornya. Tidak hanya Icha saja yang ia kirim, tetapi ia juga membagikannya kepada dua member yang lainnya dan saat itu juga mereka langsung memposting di media sosial mereka masing-masing. Hal itu Arka juga melihat di sosial media Icha, tetapi Arka tidak memfollow ketiga member yang menjadi partner Icha dalam girl grup band itu. Karena Arka memang dingin tidak mau tahu urusan orang lain dan dan cuek saja jika ada orang lain yang kepo dengan kehidupannya.
"Aku ingin menangis, tetapi sayangnya air mataku tidak mau keluar, lalu aku harus bagaimana." kata Hyun tertawa cengengesan, kemudian tangannya melambai-lambai pada beberapa dancer yang tadi menari bersama ketika mereka menyanyi.
Lalu keempat member itu foto bersama para dancer laki-laki, setelah itu bergantian foto bersama dengan para dancer perempuan. Tidak lupa juga berfoto dengan CEO yang menaungi festival di musik Choacella.
Begitu festival musik itu selesai, mereka kembali ke tempat hotel di mana mereka menginap, keempat member itu terpisah karena Jang Hana akan ada pemotretan bersama dengan Bulgari, sedangkan Yuju akan ada event penting selanjutnya dengan Channel, begitu juga dengan Hyun akan ada pemotretan dan event dengan Dior karena pada dasarnya keempat member itu sudah memiliki Global Ambassador dari brand masing-masing.
Icha berjalan gontai dengan sisa-sisa tenaganya yang masih ada, tetapi masih belum ingin memejamkan matanya. Sepanjang jalan di koridor hotel bintang 5 itu Icha bersenandung ria hingga terdengar seperti teriakan. Mungkin orang di sekelilingnya akan sangat berisik jika mendengar suara Icha, tetapi tidak dengan Megan dan Frans dan beberapa staf pengawalnya karena sudah terbiasa mendengar suara melengking Icha yang tidak jelas itu ketika tidak sedang konser.
Ketika tiba di depan hotel, Icha membuka pintu dan menoleh ke belakang. Icha begitu terkejut ternyata semua staf yang mengawalnya tadi tiba-tiba saja tidak ada.
__ADS_1
" Kemana mereka?" gumam Icha.
"Aku tidak mungkin berjalan keluar sendirian, ah tapi aku sangat tidak suka dengan situasi seperti ini." gumam Icha berbicara pada dirinya sendiri, lalu dengan cuek masuk ke dalam kamar mewahnya.
Icha langsung masuk ke dalam kamar mandi membuang semua pakaiannya dan berendam dengan air hangat, sejenak ia memejamkan matanya untuk menikmati dari sensasi aroma sabun yang harumnya sangat wangi seperti permen asem.
Baru saja dirinya akan memejamkan matanya, terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. "Kau dari mana saja? kenapa tadi tiba-tiba kau menghilang seperti hantu kuntilanak? Aku bahkan tidak suka dengan situasi sangat sepi seperti ini." kata Icha masih memejamkan matanya, tangannya terlentang pada sisi kanan dan kiri bath up.
Yang masuk ke dalam kamar mandi bukanlah Megan, tetapi Arka suaminya yang entah sejak kapan tiba di di hotel bintang 5 tempat Icha menginap, tadi ketika di jalan Megan bertemu dengan Arka, dan Arka memberikan isyarat pada Megan dan beberapa staf yang lainnya agar tidak mengikuti jalannya Icha. Sedangkan Icha jalan dengan langkah yang sangat cepat dan bersenandung ria sampai tidak memperhatikan kawan-kawan yang ada di belakangnya, yang menghilang bagaikan ditelan bumi.
"Honey benarkah ini kamu ?" kata Icha salah satu tangannya meraba wajah Arka, kemudian mencubit hingga membuat empunya mengaduh kesakitan.
"Awwww sayang, kau melukaiku. Apakah aku boleh membalasnya?"
" Balas saja jika kau mau?" kata Icha menantang Arka lalu tertawa dan menutup mulutnya.
Tanpa basa-basi lagi Arka membuang jas mahalnya yang masih menempel di tubuhnya, melucuti pakaiannya satu persatu. Lalu menyusul Icha yang ada di dalam bath up. Ikut berendam di dalam sana, Arka yang posisinya duduk di belakang Icha melingkarkan tangannya ke perut Icha. meraba-raba perut rata Icha dan bibirnya mengacup tengkuk halus Icha, membuat Icha tubuhnya meremang seperti tersengat listrik.
__ADS_1
"Sayang kau membuatku geli." belum sempat Icha membuka mulutnya untuk melayangkan protes, Arka sudah melahapnya tanpa ampun hingga terjadilah pergumulan panas di dalam kamar mandi itu.
Sekitar 1 jam lamanya mandi plus-plus itu terjadi, Icha keluar dari kamar mandi dengan muka ditekuk. Baru saja ia selesai manggung biasanya ia akan berendam berlama-lama di dalam kamar mandi, lalu merebahkan tubuhnya untuk merilekskan pikiran dan juga fisiknya. Tapi kali ini bagian itu sudah diambil alih oleh Arka.
"Jangan memayunkan bibirmu jika tak ingin dilahap." ucap Arka telak, membuat Icha tersenyum dengan terpaksa.
"Sayang Aku penasaran kapan kau datang kemari? kenapa kau tak mengabariku? ah Aku bahkan tidak menyiapkan tubuhku agar selalu fit untuk melayanimu kapan saja." kata Icha merayu Arka.
Lalu melingkarkan kedua tangannya pada leher Arka, wajahnya mendongak karena walaupun Icha memiliki postur tubuh dengan tinggi 163 cm tetapi masih kalah jauh dengan Arka, jika disandingkan dengan Icha hanya sebatas bahunya saja.
"Itu menjadi kejutan untukmu, bagaimana apa kok terkejut dengan kehadiranku yang tiba-tiba."
"Bukan lagi terkejut, aku bahkan sangat terkejut karena kau datang tanpa mengabariku, aku tadi sempat mengira bahwa kehadiranmu tadi adalah kuntilanak."
Ucap Icha random yang membuat Arka menggigit hidung mancung Icha dengan sangat gemas.
Bersambung
__ADS_1