
"Dia sudah pergi, jangan mencarinya." chat yang dikirim Megan ke ponsel Icha. Ketika Icha matanya sibuk menelisik ke seluruh ruangan Restauran.
Perjalanan dilanjutkan, rombongan mereka menuju hotel, ketika sudah sampai, Icha begitu kesal sendiri, kenapa suaminya tadi diam saja saat mengetahui rombongan mereka. Bahkan terlihat dingin.
"Jangan banyak cemberut, disana banyak fans yang membawa kamera pribadinya." bisik Megan lagi ditelinga Icha.
Kebetulan sekali Icha dan Megan duduknya bersebelahan, sehingga Megan bisa melihat gerak gerik bosnya ini. Termasuk ekspresi air muka Icha.
Icha melihat obyek yang ditunjuk Megan tadi, dan ternyata benar juga, jika disepanjang jalan menuju Hotel bintang tujuh, sudah dipenuhi para fans mereka yang diberi julukan Pink Panda.
Akhirnya Icha menaikan sudut bibirnya, dan menurunkan kaca jendela, tangannya terangkat ke atas menyapa para fans yang berteriak teriak memanggil nama ke empat member idola mereka.
"Ichaaaaaa."
"Hanaaaaaa."
"Yujuuuuuu, Yujuuuu."
"Hyuuun, itu Hyunnn, cantik sekali."
Kira kira begitulah para fans sedang meneriakkan nama nama idola mereka, nanti malam acara akan dilanjutkan siaran live televisi nasional. Karena mereka meneruskan kontrak kerjasama dengan perusahaan lokal yang berada di Tokyo.
Kabarnya perusahaan tersebut semakin hari semakin berkembang, berkat kerjasama mereka sebelumnya, siapa lagi jika wajah baru yang menjadi brand ambasador sebuah produk kecantikan tersebut.
"Jangan lupa kalian segera istirahat, karena nanti malam akan ada acara live yang disiarkan di televisi Nasional," Megan mengingatkan.
Begitu mereka sampai, Hyun langsung merebahkan tubuh lelahnya disalah satu twin bad, Icha mandi berendan dengan air hangat, sedangkan Hana sibuk dengan ponselnya.
"Eh foto siapa itu yang ada diponselmu?" tanya Yuju yang tidak sengaja mendapati foto seorang lelaki memakai tuxedo berwarna navy.
"Ehhh kamu, apaan sih, bukan siapa siapa," jawab Hana reflek langsung menagkup layar ponselnya ke dada dengan menggunakan kedua tangannya, seolah olah takut ada yang akan mengambilnya.
"Cie cie, main rahasaia rahasiaan iya sekarang," kata Yuju masih tak percaya.
"Bukan apa apa, udah ahh aku mau menyusul Icha mandi," kata Hana langsung melesat meninggalkan Yuju.
"Ada apa kalian ribut ribut?" tanya Megan yang melihat keduanya seperti sedang rebutan sesuatu.
" Tidak, aku hanya penasaran saja, foto lelaki siapa yang ada diponsel Hana," kata Yuju.
"Foto siapa memangnya?" tanya Megan mengehentikan kegiatannya sejenak.
"Iya mana aku tahu, kalau aku sudah tahu kan pasti aku memberitahu kalian tanpa kalian tanya," kata Yuju.
__ADS_1
"Hah jadi..." ucapan Megan terhenti, salah satu jari telunjuknya terangkat kearah Yuju lalu ke arah pintu kamar mandi lewat bahasa isyaratnya.
"Iya, jadi aku penasaran siapa lelaki tampan yang beruntung di idolakan Hana itu," jawab Yuju langsung to the point.
"Baikalah, kita cari tahu saja nanti," jawab Megan lagi.
"Eh tapi masalahnya dia membawa ponselnya masuk kedalam kamar mandi," jawab Yuju.
"Semoga saja dia lengah nantinya, terus kita buka buka ponselnya," ucap Yuju girang seperti menemukan mainan baru,"
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Icha yang baru saja keluar dari kamar mandi, menggosok rambutnya dengan handuk.
"Tidak ada," jawab Yuju memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Tadi aku mendengar ponsel yang akan kalian buka, memangnya ponsel siapa?" tanya Icha.
Lalu duduk di sofa tunggal yang ada di dalam ruangan itu. Yuju dan Megan terdiam saling pandang. "Ehmmm itu loh aku penasaran sama foto foto kita tadi," jawab Yuju terbata, tetapi mampu menutupi rasa gugupnya.
"Benarkah?" tanya Icha lagi.
"Iya, coba mana ponselmu?" tangan Yuju menengadah.
"Nanti saja biar aku kirimkan di gruop kita." jawab Icha santai.
Untuk saat ini belum saatnya rahasianya terbongkar. Setelah berbicara demikian Icha kembali lagi mengecek kontak suaminya. Terlihat online tapi sama sekali tidak mengabari dirinya.
" Ini makanlah, jangan sampai kamu kelaparan." kata Megan, menaruh sepotong sandwich di hadapan Icha.
"Apaan, buat aku mana? kenapa cuma Icha saja yang kamu kasih?" tanya Yuju mengerucutkan bibirnya.
"Kamu ambil sendiri di lemari pendingin sana iya, aku mau mandi." jawab Megan berlari ke kamar mandi, dan menjulurkan lidahnya ke arah Yuju.
"Heiii kamu, awas saja iya iyaa."
"Bosku kan Icha say." teriak Megan lagi
***
Hari berlalu begitu cepat, tidak terasa mereka sudah berada di Tokyo selama dua hari, hari ini adalah hari kedua mereka konser di Tokyo.
Sejak kejadian kemaren di restauran, Icha sama sekali belum dihubungi suaminya, membuat Icha terkadang kesal setengah mati.
"Konser nanti sampai jam berapa?" tanya Icha yang mendudukkan tubuhnya di samping Hana.
__ADS_1
"Sampai jam satu paling." jawab Hana cuek, dirinya masih sibuk memandangi ponsel pintarnya.
"Oh iya, besuk pagi kita cari kulineran di sekita sini yuk." ajak Icha pada Hana.
Namun Hana sama sekali tidak merespon ajakan Icha, hingga membuatnya penasaran. Apa sih yang dilihat oleh Hana pikirnya penasaran. Lalu Icha diam dan pura pura mengeluarkan ponsel disaku dressnya.
Sesekali matanya melirik ke arah ponsel Hana, namun betapa terkejutnya Icha. Ketika matanya menangkap sosok yang tidak asing baginya.
Iya tidak salah lagi, sangat jelas di penglihatannya jika ia lihat tadi adalah gambar suaminya. Seketika Icha kepalanya mendadak pusing, tangannya gemetaran. Hal hal buruk bersarang dalam pikirannya.
"Han foto siapa sih itu?" tanya Icha setelah berhasil menguasai dirinya.
"Eh ehmm tidak foto siapa siapa kok." jawab Hana. Segera menutup layar ponselnya dan tersenyum canggung ke arah Icha.
"Tapi aku seperti sedang melihat foto seorang lelaki tampan di layar ponselmu loh tadi? memangnya siapa? dan ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya Icha, menatap Hana penuh selidik.
"Baiklah baiklah, karena kamu sudah melihatnya aku akan bercerita padamu."
"Kamu pernah tidak jatuh cinta pada seseorang?"
"Jatuh cinta?" Icha membeo.
"Iya, jatuh cinta, aku saat ini sedang jatuh cinta sama lelaki tampan, tapi aku hanya bisa mengaguminya diam diam."
"Kenapa harus diam diam?"
"Iya aku malu lah kalau aku duluan yang mengungkapkan perasaanku ke dia, nanti kalau ditolak bagaimana?"
"Iya setidaknya kamu ada usaha dulu."
"Coba saja, kamu dekati dia secara perlahan." kata Icha seolah membuka jalan untuk Hana berdekatan dengan Arka suaminya.
"Tapi kamu belum menjawab pertanyaanku." kata Hana.
"Aku sudah pernah jatuh cinta, tapi orang itu malah menyakitiku, dia menyalahkan aku, kalau aku berselingkuh darinya." jawab Icha.
Pikirannya langsung menerawang pada saat saat dimana dia diputuskan Arka secara sepihak, laku Arka hampir saja menikah, dan membuatnya kecewa. Namun dalam hati, dirinya masih memendam cinta untuk Arka.
Lika liku jalan cintanya bahkan tidak mulus, banyak cobaan dan rintangan, walaupun kini akhirnya bisa bersama.
"Lalu lalu?" Hana menajamkan pendengarannya, menaruh ponsel di meja kaca. Bersiap mendengarkan cerita dari Icha.
Jangan lupa mampir di "wanita simpanan tuan Rey iya"
__ADS_1