Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Tujuan Arka


__ADS_3

Bahkan pembahasan soal kerja sama mereka menjadi terabaikan, karena yang mereka bahasa menjadi hal lain.


"Lalu bagaimana bisa kamu berpacaran dengannya selama itu, dan kau sama sekali tak mengenal kedua orang tuanya."


"Ehmm iya, tapi nyatanya bisa." Alex.


"Dan aku rasa dia bukan orang bodoh yang tak bisa melakukan apa pun." Alex.


"Jika kau mau, aku akan meminta Aksara membantu menyelidiki siapa kekasihmu." Devan memberikan ide cemerlangnya pada Arka.


"Tidak, itu sudah tidak perlu, karena aku sudah tak memiliki hubungan apa pun lagi padanya."


"Dan aku rasa datang kesini bukan mau membahas soal percintaan, tetapi soal pengembangan bisnis dan kerjasama." Arka menolak bantuan Devan.


"Hemm baiklah terserah padamu saja, tapi jika kau membutuhkan bantuan pada kami jangan sungkan-sungkan."


"Baiklah, aku rasa pembahasan ini sudah tidak perlu lagi."


Lalu mereka membahas banyak hal mengenai kerjasama mereka.


"Bagaimana kalau kita mendirikan organisasi pengusaha muda, siapa saja bisa bergabung, dalam artian orang yang terlibat kerjasama dengan kita."


Alex menawarkan idenya, entah di terima atau bukan juga tak masalah, "Aku rasa itu ide yang bagus."


Devan menyetujui usulan Alex, dan mereka akan mengadakan pertemuan lagi berikutnya, "Kau nanti yang akan menjadi ketuanya." Alex menunjuk Devan.


"Bukan begitu caranya, tetapi persetujuan bersama." Devan.


"Hemm iya, jika aku memiliki banyak suara, maka aku akan mendukungmu sepenuhnya."


Arka dan Devan memiliki kemiripan, sama tak mau dikalahkan dan arogan, sedikit bicara selain dengan orang-orang tertentu, dan jika menyukai seseorang akan menjadi over protective.


"Pertemuan selanjutnya akan di adakan di villa kebun teh milik kakekku." Usul Devan.


"Baiklah aku setuju." Alex sudah mendahului jawaban Arka.


Mereka berencana akan membuka cabang tambang batu bara bersama, dan membuka siapa yang ingin menanam saham bersamanya.


Lalu dari jajaran komisaris itu akan di bentuk sebuah organisasi. Sejauh ini sudah ada lima pengusaha pendaftar. Sehingga bulan depan proyek mereka sudah dimulai.


"Apa untuk acara nanti tak membutuhkan perempuan sebagai iconnya?" Tanya Alex random, tetapi ada benarnya juga.


"Aku rasa tidak perlu, urusan akan menjadi ribet jika berurusan dengan wanita." Suara datar Arka menginterupsi.


"Ck.. kau ini hanya sedang patah hati bukan, jadi jangan membawa orang pada jalan pikiranmu." Alex tak terima.


"Terserah kalian saja bagaimana baiknya." Kepercayaan penuh sudah Devan berikan pada mereka.


"Aku rasa pertemuan kita sampai di sini dulu."


Mereka lalu berpisah, Devan kembali ke tempat kerjanya dan Arka pergi ke kamarnya lagi, begitu juga dengan Alex.

__ADS_1


Arka berjalan cepat menuju ruangan dimana dirinya menginap di sana. Lalu memasukkan beberapa file yang dianggapnya penting. Tetapi sebuah benda terjatuh dari sana.


Klunting...


Benda itu berkilauan dan terjatuh di kakinya, lalu dirinya membungkuk dan mengambilnya.


"Gelang, punyak siapa ini?" Tanyanya pada dirinya sendiri.


Pasalnya Arka merasa tak pernah membeli dan ada yang memberikan padanya. Ini gelang langka dan limited edition. Menurut penglihatannya.


Nanti dirinya akan membawanya ke pengrajin emas dan berlian. Akan menanyakan hal ini.


Sekarang tubuhnya lelah, butuh istirahat. Bukan tubuhnya tetapi pikirannya.


Bayangan Icha bersama lelaki itu terus terngiang-ngiang di kepalanya. Beberapa kali mencoba memejamkan matanya, tetapi masih saja tak bisa terpejam. Hingga dirinya bangkit dari tidurnya dan mengingat-ingat.


Aku seperti mengenali postur tubuh lelaki itu." Gumamnya pelan.


"Tapi tidak mungkin." Ia menggelengkan kepalanya.


Ah sudahlah ini sudah berlalu kejadiannya dan ia sudah memutuskan tentang hal ini.


"Hallo iya tuan, ada yang bisa saya bantu?"


"Awasi terus kemana saja perempuan itu pergi dan bergaul,"


"Baik tuan,"


Arka belum sepenuhnya lepas dari bayangan Icha, bahkan ketika akan tidur saja ia selalu memutar vidio kenangan indah bersama Icha dan membuka foto-foto diamana saat dirinya sedang jalan-jalan berdua dengan penuh canda tawa.


"Kamu memang hebat, sudah membuatku gila seperti ini." Arka tersenyum pada dirinya sendiri. Menertawakan dirinya, bahkan ia yang ingin memutuskan hubungan ini, lalu kenapa malah dirinya yang sepertinya tak bisa melupakan hal ini.


Sekali lagi sepertinya ia harus memastikan hal ini langsing pada Icha.


"Siapkan penerbanganku sore nanti ke Korea Selatan." Pintanya dalam Chat yang ia kirimkan ke Alex.


"Kenapa kau begitu terburu-buru?"


" Tak usah banyak tanya. Lakukan saja yang aku perintahkan."


Detik berikutnya terdengar panggilan telepon Arka, ternyata Alex yang memanggilnya melalui sambungan ponselnya.


"Bagaimana dengan pertemuan lanjutan mengenai organisasi tadi."


"Itu bisa kau atur ulang dengan Devan."


"Baiklah."


Alex menduga jika Arka pergi ke Korea Selatan karena Icha, namun tak ia tanyakan langsung pada Arka.


***

__ADS_1


Sore hari sudah tiba saat ini Arka sedang melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan, ia menemui CEO agensi yang menanungi Icha.


Hari ini hanya bertemu dengan sekretarisnya saja, jika sebelum bertemu dirinya harus membuat janji terlebih dahulu.


Besuk sekretaris itu menyuruhnya kembali, Arka hanya bisa pulang dengan tangan kosong kali ini. Karena dirinya belum mengenal siapa CEO agensi yang menanungi Icha.


Malam ini bahkan dirinya sudah tidak sabar lagi untuk menunggu hari esuk agar segera tiba. Bahkan Arka tak bisa memejamkan matanya.


Tetapi ia paksakan karena besuk dirinya harus terlihat fresh kesan pertama bertemu CEO WG itu.


"Anda bisa langsung masuk tuan."


Sekretaris tadi bahkan mengantarkan Arka sampai ke ruangan pemilik agensi ini.


Sebelum memasuki ruangan tentu saja mengetuk pintu lebih dulu. "Maaf tuan ada tamu yang ingin bertemu anda."


"Iya masuklah."


Betapa terkejutnya Arka ternyata agensi yang menaungi Vio adalah teman ayahnya sendiri. Bahkan menjadi kolega bisnis ayahnya juga.


"Om Wendi."


"Kamu, bukankah kamu Arka."


"Masuklah, silahkan duduk."


"Ada kepentingan apa yang membawamu kemari?"


"Ehmm begini om, ada yang ingin aku ajukan pada om."


"Bicaralah jangan sungkan-sungkan."


"Saya ingin menanam saham di bidang entertainment om, apa om bisa menerima pengajuan saya."


"Bahkan saya sudah membawa proposal."


Arka menyodorkan proposal yang sudah ia buat semalaman, bahkan tak bisa membuatnya tidur.


"Kenapa kamu jadi tertarik di bidang entertainmen?"


Om Wendi jadi tersenyum dengannya, "Tentu saja om akan menerima proposalmu, tapi kau harus memahami juga apa saja yang ada di dalamnya."


"Karena dunia entertainmen ini memiliki banyak saingan, maka kita harus bekerja keras melatih artis-artis kita agar menjadi lebih berkualitas."


"Baik om, nanti saya akan mempelajarinya."


Arka melakukan ini diam-diam, tujuannya hanya satu, agar dirinya punya alasan untuk kemari dan bertemu Icha. Jika ada event-event besar nanti yang di adakan oleh perusahaan WG entertainment.


dan


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2