
"Manis sekali suamiku." kata Icha, kedua tangannya bertumpu di atas meja untuk menopang dagunya.
Melihat kegiatan suaminya seperti ini serasa dirinya menjadi ratu untuk saat ini. "Ini makanlah." Arka menyodorkan makanan di depan Icha.
Ada Mochi, Natto, Sushi dan masih banyak lagi hidangan khas jepang. "Ehmmm ini semua kelihatannya enak enak, oh Tuhan aku jadi kangen sama nenek dan juga kakek buyut aku,"
"Besuk besuk kita kunjungi mereka."
"Benarkah?" tanya Icha girang.
"Iya."
"Sekarang makanlah, dan jangan banyak bicara jika sedang makan."
"Ehmm baik boskuhh."
"Aku bukan bosmu."
"Ehmmm maksud aku suamiku." ucap Icha meralat omongannya.
***
.
.
"Sejak tadi aku tak melihat Icha, dimana anak itu?" tanya Hyun pada Megan.
Saat ini mereka sedang berkumpul menonton drama. Yuju sibuk membuat minuman untuk mereka, sedangkan Hana memakan keripik kentang dan sudah standby di depan televisi.
"Mana aku tahu, pergi cari pacar mungkin." jawab Megan mengangkat kedua bahunya asal.
"Hei dia kan bos kamu, kenapa malah kamu tak tahu, jika terjadi sesuatu dengan Icha bagaimana?" tanya Yuju.
"Tidak, apa kalian lupa, jika tugasku lumayan berkurang sekarang, karena ada Frans yang membantuku mengurus Icha."
"Hah kau benar juga." sahut Hana.
"Tapi entah mengapa aku merasa jika Icha akhir akhir ini seperti menjauhiku." kata Hana.
"Masak sih?" tanya Megan menegakkan duduknya, menoleh pada Hana.
"Iya, aku merasa begitu, apa kalian tak menyadarinya?" tanya Hana menoleh ke arah Yuju, Hyun dan Megan bergantian.
"Ahh mungkin itu hanya perasaan kamu saja." jawab Hyun.
"Atau mungkin dia mau kedatangan tamu bulanannya kali iya." kata Hyun.
"Bisa jadi begitu." Yuju.
__ADS_1
"Bukan, salah semua, biang masalahnya karena foto foto suaminya ada di ponselmu Hana." batin Megan berteriak.
"Ehmmm iyah, semoga saja hanya karena masalah itu." ucap Hana lagi.
"Kamu jangan berpikiran buruk lagi tentang dia. Aku rasa kalian juga bersama dengannya tidak hanya sehari dua hari, bahkan sudah bertahun tahun juga kan." kata Megan mengingatkan.
"Hah iya, kamu benar juga." kata Hyun menimpali.
"Hanya masalah sepele kan, aku rasa bisa diselesaikan baik baik." kata Yuju. Lalu berjalan ke arah mereka dan menaruh minuman di atas nampan itu dimeja.
"Iya, aku juga berharap, kalau pertemanan kita ini jangan sampai pecah, teruslah seperti ini, walaupun suatu hari nanti gruop band kita sudah bubar." ucap Hyun bijaksana.
"Kami hari ini makan apa, tumben otak kamu tiba tiba brilian begini." ucap Yuju pada Hyun.
"Aku makan Sashimi, Ramen dam masih banyak lagi, asal kalian tahu, kalau makanan khas Jepang itu bisa membuat orang pintar." jawab Hyun percaya diri.
"Hah iya terserah kamu saja." kata Yuju.
"Apa filmnya sudah dimulai?" tanya Yuju lagi.
"Baru juga akan dimulai." jawab Megan. Lalu dirinya menyeruput minuman jus Lemon yang dibuatkan Yuju baru saja.
Mereka berempat sudah menegakkan punggungnya untuk menonton drama favorit mereka. "Kamu jangan baper, siapkan tisu kala baper." kata Hana menoleh ke arah Hyun.
"Tidak, aku rasa aku harus menebalkan hatiku." jawab Hyun.
"Apaan itu, kayak karpet saja tebal." jawab Megan.
"Tidak akan." Hyun.
Mereka menonton film drama yang menceritakan dua orang persahabatan, lalu menikah dan suaminya si A selingkuh dengan si B diam diam. Kisah yang menurut mereka bisa membuat perasaan Hana, Yuju, Megan dan jangan lagi ditanya soal Hyun.
Dia sudah habis tisu entah berapa lembar untuk mengelap air matanya dan juga ingusnya. "Dasar sahabat laknat, tidak tahu malu, ingin aku bu**h saja kamu." teriak Hyun kesal.
Sedangkan, Hana dan Megan masih fokus menyimak adegan adegan yang diperankan oleh pemainnya. "Jika aku punya sahabat seperti itu, aku tidak akan pernah bisa terima, aku tidak akan mengakui lagi dia temanku." ucap Hyun berapi api.
"Yang brengs** itu lakinya, mereka adalah dua orang yang menjadi korban." jawab Hana.
"Tetap saja, aku tidak akan terima penghinaan seperti itu, keduanya salah." ucap Hyun menggebu gebu.
"Iya kau benar, keduanya salah, palakor ketemu pengkhianat." Yuju.
"Semoga saja tidak akan pernah terjadi pada kita." ucap Yuju.
"Jangan sampai, bisa aku cabik cabik jika sampai ketemu yang seperti itu." kata Hyun sambil tangannya menonjok ke udara, seperti memperagakan sedang menonjok seseorang.
"Kamu juga menangis kan." tunjuk Hyun pada Hana.
"Huuuhuuu aku tidak tega melihat hidupnya si A, pasti dia akan menderita." ucap Hana.
__ADS_1
Seketika Megan teringat akan Icha, jika Arka di sukai oleh Hana. Namun masalahnya Arka tidak tahu dan juga Hana juga sama.
"Ini tidak boleh terjadi." batin Megan menggelengkan kepalanya.
Braaakkkkk
"Hei kalian, apa yang kalian tonton sampai menghabiskan tisu sebanyak ini?" tanya Icha yang tiba tiba saja datang dengan membawa banyak makanan ditangannya.
"Hah kamu, dari mana saja kamu?" cecar Hyun.
"Hei aku habis jalan jalan dan belanja ini semua." kata Icha memperlihatkan paper bag dan kantong plastik ditangannya.
"Apaan ini?" tanya Hyun menyahut barang bawaan Icha dan melihat isinya.
"Lihat saja sendiri." jawab Icha. Lalu mendudukkan tubuhnya di karpet bulu.
"Memangnya jalam jalam membeli ini semua membutuhkan waktu setengah hari?" tanya Hana tak percaya.
"Hemmm."
"Aku berkeliling tadi, oh iya aku pernah bilang pada kalian jika kita liburan di Tokyo aku akan mengajak kalian jalan jalan naik heli bersamaku." ucap Icha mengingat kata katanya dulu.
"Hah iya, akhirnya kamu ingat juga dengan janjimu." sahut Hyun.
"Tunggu tunggu dulu." kata Icha menyahut paper bag dan kantong plastik lagi ditangan Hyun dan Hana.
"Apaan?" tanya Mereka.
"Cuci tangan dulu sana, jorok sekali habis mengusap ingus mau pegang makanan."
"Bersihkan juga tisu kalian, ini hotel bintang tujuh jadi seperti kapal pecah saja." omel Icha pada Megan, Hyun, Hana dan juga Yuju.
Dan anehnya mereka ikut saja apa kata Icha. Memunguti tisu tisu bekas mereka dan membersihkan dengan cleaner ruangan yang tersedia. Lalu setelah selesai mencuci tangannya, mereka berebut membuka isi dari oleh oleh yang dibawa Icha tadi.
"Wauuu ini buah Peach termanis yang pernah aku makan." kata Yuju heboh.
"Benarkah, cobak sini aku juga ingin."
Mereka memakan buah buahan yang sebelumnya dicuci lebih dulu, berbagai buah buahan dan juga cemilan yang dibeli Icha.
"Buah apa lagi ini?" tanya Hyun pada Icha.
"Itu namanya buah Kesemek."
"Apa buah Keselek, aku juga mau cobak ahh kalau begitu, mana pakai bedak begini lagi buahnya?" kata Hana.
"Hei apa kata kamu tadi? bukan Keselek tapi Kesemek." kata Hyun tak terima.
"Ah iya apa lah itu namanya, pokoknya itu." jawab Hana.
__ADS_1
"Waaauu aku juga baru pertama kali melihat buah yang pakai bedak seperti ini, atau jangan jangan dipakein bedak kali iya." kata Yuju menimpali, lalu mencium aromanya.
"Tidak ini asli." bantah Megan.