Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Icha Arka


__ADS_3

Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat tujuh tahun sudah keempat member itu dinaungi oleh sebuah agensi yang bergerak di bidang industri musik.


Setelah mereka mengadakan tour kedua kalinya di beberapa negara di belahan dunia seperti Atlanta, Jepang, Amerika serikat dan belahan dunia lainnya. Bahkan keempat member itu saat ini menjadi pembicaraan hangat karena telah menjadi headliner di tiga festival musik terbesar di dunia yaitu di Osaka Jepang, di Choacella Amerika serikat dan di London BST.


Kini tinggal tiga bulan lagi kontrak mereka akan habis dan keempat member itu sedikit demi sedikit membuka siapa orang yang dekat atau yang menjadi kekasih diantara Hyun Yuju, Hana dan juga Icha.


"Hei apa kau tidak melihat berita, bahwa saat ini di sosial media sedang ramai karena Yuju berkencan dengan seorang idol pria."


"Ya aku tahu, bahkan disusul sampai ke Amerika serikat ketika sedang ada festival di Choacella kemarin." kata salah seorang netizen.


Tidak berselang lama Yuju seolah membenarkan adanya berita mengenai dirinya berkencan dengan salah satu member laki-laki, tetapi mereka beda agensi.


Disusul juga dengan berita Hana yang berkencan dengan salah satu lelaki tampan, ketika menghadiri sebuah makan malam di restoran mewah. Hana kedapatan tengah menikmati makan malamnya dengan lelaki tampan. Belum diketahui siapa latar belakangnya. Tapi jika dilihat dari siluet orang tersebut bukan orang sembarangan.


Saat ini Icha tengah berkencan bersama Arka diam-diam, awalnya Icha hanya datang sendirian di Cina, untuk memperluas pemasaran perhiasan yang dinaungi oleh perusahaan Tiffany & co. Arka yang sibuk bolak-balik mengecek beberapa perusahaannya di beberapa negara di Eropa hanya untuk mengaudit. Mendengar kabar bahwa istrinya akan pergi ke Cina, tidak berselang lama dirinya menyusul ke Cina.


"Hei sayang lihatlah ini fotonya siapa? Aku rasa dia ini Hana. Aku sangat hafal sekali dengan bentuk tubuhnya." kata Icha, ketika dirinya tidak sengaja membuka sosial medianya dan memperlihatkannya pada Arka.


Arka tidak begitu mendengarkan cerita ocehan Icha, tangan Arka dan hidungnya sibuk menciumi seluruh wajah Icha.


"Aku tidak tahu Honey, dan aku tidak mau tahu." kata Arka cuek, hidungnya masih sibuk ke sana kemari travelling di seluruh wajah Icha.

__ADS_1


"Sayang berhentilah. Aku ingin bermain ponsel sebentar." kata Icha melayangkan protes pada Arka, karena merasa kegelian dengan jambang yang tumbuh tipis di area rahang Arka.


"Apa kau tidak rindu padaku? kau lebih merindukan ponselmu itu? padahal setiap hari ponselmu itu bertemu denganmu. Ck, mengesalkan, jika begini aku rasanya ingin menjadi ponselmu saja." kata Arka pura-pura memayunkan bibirnya.


"Tak usah cemburu lah, ini hanya sebuah ponsel. Aku rasa aku lebih menyayangi suamiku." kata Icha, lalu menaruh ponselnya di atas meja yang ada di sebelahnya saat ini.


Mereka sedang bersantai di pinggir kolam renang pribadi. Mereka hanya tinggal beberapa hari di China, di salah satu hotel mewah yang memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan sangat privat, sehingga tidak bisa diendus oleh wartawan keberadaan mereka berdua.


Icha mengalungkan kedua tangannya di leher Arka. Pakaian Icha yang hanya menggunakan bikini saja membuat Arka menyusuri seluruh tubuh Icha, tangan yang awalnya hanya meraba perut Icha berubah di area dada Icha, hingga membuat empunya melenguh. Merasakan sensasi seperti tersengat listrik. Sedangkan bibir Arka sudah menjelajah.


Turun di area leher dan berganti posisi Icha yang berada di atas Arka. Tentu saja naluri seorang lelaki dan perempuan otomatis akan menuntunnya apa yang harus mereka lakukan. Pakaian keduanya sudah entah ke mana letaknya, penyatuan itu terjadi begitu saja dipinggiran kolam renang.


"Sayang apakah ini kursi malasnya masih kuat menanggung beban kita?" bisik Icha ditelinga Arka, suara Icha terdengar parau dikuasai oleh nafsu yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun.


Icha mempercepat gerakan menarinya di atas tubuh Arka. Semakin lama semakin terdengar bunyi dari kursi malas yang lebih mirip seperti dipan untuk bersandar itu. Terdengar bunyi kriiettt krieettt, sepertinya sebentar lagi akan patah kakinya. Karena ulah mereka berdua.


Tetapi Icha sama sekali tidak menghentikan kegiatannya. Malah semakin lama Icha mempercepat gerakan menarinya, yang mereka rasakan sebentar lagi akan sampai pada puncaknya, hingga ketika sampai pada puncaknya. Beberapa menit kemudian kursi malas itu ambruk dan mereka berdua saling berpelukan dengan tidak merubah posisinya.


Suara ******* yang awalnya terdengar menggelikan itu berubah jadi suara tawa yang menggema. "Honey aku rasa aku harus membeli hotel ini, karena sudah merusak kursinya."


"Terserah kau saja, tapi aku berkunjung kemari tidak sesering Aku berkunjung di Korea. Apa kau tak masalah."

__ADS_1


Arka tidak menjawab. Hanya mengedikkan bahunya tidak tahu. Icha malah tertawa terbahak dengan posisi masih memeluk tubuh Arka yang sama-sama polos dengan dirinya.


"Sayang aku rasa ini bercinta paling ekstrem yang pernah kita lakukan."


"Ya tapi malah yang seperti ini yang berkesan menurutku."


"Ck, berkesan apanya!!! sama sekali tidak lucu, bercinta dalam keadaan was-was. Kenapa malah berkesan? ah aku jadi kesal sendiri." ungkap Icha, lalu mengurai tubuhnya, Icha menggunakan handuk bathrobe yang ada di sandaran kursi di sebelahnya, disusul Arka. Mereka berdua masuk ke dalam untuk membersihkan diri.


Setelah sampai di dalam kamar mandi, baru saja Icha akan melanjutkan berendamnya dengan santai. Tetapi Arka malah masuk ke dalam sana, dan mereka melanjutkan bercinta di dalam sana hingga 1 jam lagi.


Tidak terasa mereka berdua berada di Cina satu minggu lamanya. Icha mengadakan kampanye Tiffany and co dan beberapa kali mengadakan pertemuan dengan para petinggi Tiffany and co.


Icha dibuat terkejut, ketika suaminya juga berada di sana. Pasalnya Ia seperti merasa diawasi oleh bodyguard. Dan bodyguard itu berganti dengan suaminya sendiri, bagaimana tidak. Kemanapun ia pergi selalu ada Arka hal itu terkadang membuatnya kesal dan kebebasannya terenggut.


"Aku rasa sebentar lagi akan terkurung di dalam rumah saja jika begini." gumam Icha dalam hati. Saat ini gerak gerik Icha tidak lepas dari pandangan Arka.


Salah satu staf yang mempresentasikan perkembangan perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan itu menjelaskan, dan tanpa sengaja staf itu memberitahukan pada seluruh orang yang ada di ruangan rapat. Bahwa Arka adalah pemegang saham tertinggi di sana. Otomatis Arka tahu segala alur kampanye di negara mana saja dan siapa modelnya.


"Adakah model selain dia?" tanya Arka.


Staf yang ditanya seperti itu langsung tahu siapa model yang dimaksud. Model yang dimaksud adalah Icha.

__ADS_1


"Maaf tuan, saat ini posisi jewelry Tiffany and co mengalami penjualan kenaikan drastis berkat Global Ambassador kita, dan nona Icha ini memiliki kontribusi yang sangat besar di perusahaan kita untuk saat ini karena kepopuleran yang dimiliki, kecantikannya dan masih banyak lagi yang dipertimbangkan. Ini jika kita berbicara secara gamblang tanpa ada yang kita tutup-tutupi." jawab staf itu berusaha memberikan pengertian pada Arka.


Bersambung


__ADS_2