
"Katakan, apa yang membuatmu shock?" Cecar Devan langsung pada intinya.
Icha menggelengkan kepalanya pelan,"Tidak ada kak."
Walaupun Icha mengelak tak urung juga Devan tau apa yang Icha sembunyikan darinya,"Baiklah sekarang istrihatlah." Devan menaikkan selimut Icha sebatas dada, lalu dirinya duduk di kursi sofa yang ada di dalam kamar itu.
Icha memejamkan matanya untuk menghindari tatapan kakaknya, akan sangat kelihatan jika dirinya berbohong jika Icha membuka matanya nanti. Walaupun sulit ia pejamkan juga tetap ia paksakan.
"Tidak, aku harus bangkit dari semua ini, kau tak boleh lemah Arumaysa." Bisik Icha pada dirinya sendiri.
Walaupun sulit ia jalani, tetapi Icha harus menguatkan hati. Hanya saja waktu yang akan merubah semuanya, Icha hanya butuh waktu untuk merubah semua keadaan yang ada, seperti suasana hatinya saat ini.
Hingga dirinya tertidur sampai malam dan menjelang pagi-pagi buta baru bangun.
"Oh Tuhan, aku tidur terlalu lama sepertinya." Icha bergumam melihat jam dinding dikamar itu, perlahan melangkahkan kakinya turun dan menyelimuti kakaknya yang sedang tertidur di sofa panjang di dalam kamarnya.
"Kakak, selama ini aku sudah menyusahkan kakak, aku selalu saja membuat kakak repot." Lirihnya. Icha memandang kakaknya dengan perasaan bersalah. Lalu berbalik pergi ke kamar mandi.
***
.
.
Suasana masih sangat pagi, bahkan sebagian pelayan saja yang baru mengerjakan tugasnya, yang lainnya mungkin saja masih tertidur mendapatkan shift malam hari. Icha berjalan mengelilingi setiap sudut ruangan dengan perasaan bahagia.
"Masih sepi,pada kemana orang-orang?" Tanya Icha pada salah satu karyawan yang sedang bersih-bersih.
"Masih beristirahat nona, karena sebagian baru saja berganti shift jam kerja."
Icha mengangguk mengerti lalu menanyakan ruangan gym. Pagi ini dirinya akan merefresh diri untuk gym, supaya hati dan pikirannya menjadi fresh kembali. Mengeluarkan toksik dalam tubuhnya. Ternyata di sana sudah ramai pengunjung.
Icha melakukan gym water rower lalu mengambil ponselnya dan memotret dirinya, ia post ke salah satu akun sosial medianya. "Gym di pagi buta." Itulah tag caption yang pakai.
Dalam beberapa menit berikutnya saja banyak komentar yang masuk. "Kau sedang berada di mana nona, sepertinya tidak di rumah?" Yuju komen pertama kali.
"Liburan dinikmati sendiri, tak mengajak asisten yang selalu setia mendampingi, dasar bos luknut kau ini." Megan komen nyinyir.
__ADS_1
"Aku tahu, sepertinya ini berada di kapal pesiar." Hana yang sok tahu.
"Cielah kalau liburan di kapal pesiar mewah kayak gini mah aku juga mau." Hyun yang sepertinya ingin ikutan.
Dan masih banyak lagi komen dari para fans fanatik Icha, tak urung juga selain sahabat dan fans Icha ada juga Arka yang diam-diam selalu memantau keberadaan Icha, dengan menggunakan nama akun palsu.
"Rupanya dia sudah melupakan semuanya." Begitulah isi pikiran Arka pada Icha. Dirinya yang salah paham dirinya pula yang diam-diam memantau.
Setelah memotret capture dirinya, Icha kembali meneruskan olahraga paginya, dilanjut dengan fitnes dan juga dengan Pull-up Asist dan masih banyak lagi, sekita satu jam setengah dirinya melakukan olahraga itu.
Lalu dirasa sudah cukup dan lelah, Icha duduk memanjangkan kakinya santai dan merogoh ponselnya kembali, melihat banyak komentar masuk yang sudah memenuhi kolom komentar di statusnya.
"Ini sungguh gila, aku merasa seperti sedang di serbu mereka saja." Gumamnya.
Icha lalu berpindah ke gruop yang dihuni oleh Yuju, Hyun, Hana, dan juga Megan. Mengirim kembali gambar dirinya sedang melakukan banyak aktivitasnya selama di kapal pesiar.
"Kalian tahu aku ada dimana?"
"Ehmm iya sudah kubilang jika kau berada di kapal pesiar, benar bukan tebakanku." Hana.
"Ehmmm iya, sepertinya dia sedang cari pacar baru." Yuju di iringi emoticon ketawa.
"Anak satu ini memang benar-benar membuatku kesal, tak mengajak asistennya berlibur." Megan di iringi emoticon menangis.
"Hahhahahaha, cup cup sayangku, kapan hari kita liburan lagi ke sini, oke." Icha membalas Megan.
"Hana kau sepertinya pernah berlibur menaiki kapal pesiar iya, kau ini sangat membuatku terkejut dengan pengetahuan kamu." Icha
"Kapan hari jika libur lagi kita keliling naik kapal pesiar, Hyun."
"Pacar baru belum terlihat, masih di awang-awang, kalian tahu tidak jika disini banyak sekali lelaki tampan dan kaya, rata-rata mereka bos besar semua." Icha.
"Ehmmm iya ... ya...!!! aku percaya jika disana banyak lelaki tampan dan kaya, tapi sisakan satu untukku iya." Hana.
"Dasar kau ini, kenapa tak ikutan denganku saja jika ingin berkenalan." Icha.
Di iringi emoticon tertawa dari Yuju, Hyun, dan Megan. Chattingan itu membuatnya asyik, hingga Icha lupa waktu, tak terasa dirinya sudah berada satu jam berada disana selepas bermain gym.
__ADS_1
"Oh Tuhan, aku sepertinya terlalu lama berada di dalam ruangan ini, aku akan pergi dulu iya, bye..."
"Dasar pelupa, belum juga nenek-nenek." Cibir Megan.
Icha berjalan keluar dari ruangan gym, dan mencari keberadaan kakaknya, jika ini sudah waktunya sarapan pagi, pasti kakaknya akan sangat kerepotan hanya mencari dirinya saja.
Ketika Icha sudah mencari ke setiap sudut ruangan yang biasa kakaknya tempati, tidak sengaja ia melihat Devan dan juga Alex asisten Arka sedang berbincang akrab.
Icha yang semula sudah akan menghampiri dan berteriak pada kakaknya ia urungkan juga, "Itu kan kak Alex, apa kak Devan mengenal kak Alex iya?" Tanya Icha pada dirinya sendiri.
"Hah lebih baik aku menunggu saja di sini."
"Akan sangat membosankan, " Kebetulan di saat dirinya akan duduk Icha berjalan di balik pintu dan mencari perlindungan agar tak terlihat langsung oleh pandangan Alex.
Sungguh akan sangat tak enak hati untuk Icha jika dirinya bertemu dengan Alex, tetapi sudah terlambat, Devan yang sudah mengetahui Icha akan kabur memanggilnya.
"Cha... Icha ....!!! kemarilah." Devan.
"Nah, itu adikku, kenalkan ini adikku namanya Icha." Devan memberitahu Alex.
Alex yang tadi melihat punggungnya tidak mengira jika itu adalah Icha, "Jadi, ...ini adik kamu." Ucapan Alex sempat terjeda.
Lalu mereka berkenalan saling berjabat tangan dan menyebutkan nama masing-masing. Meskipun sudah saling mengenal.
"Ehmm iya, kenapa." Devan mencondongkan tubuhnya mengamati Alex yang sepertinya terkejut.
"Ti... tidak, hanya saja cantik sekali." Alex beralasan. Padahal dirinya juga sudah mengenal Icha lebih dulu, tetapi belum tahu jika Icha adalah adiknya Devan.
"Tentu saja cantik, tapi jangan coba-coba untuk naksir padanya, kau tahu kau sedang berhadapan dengan siapa." Devan mengintimidasi Alex. Seketika keluar muka arogan tak terkalahkan.
"Hah... mana berani aku," Alex.
"Sungguh kakak yang tampan, dan adik yang sangat cantik, kau sangat bodoh Arka sudah melepaskan berlian secantik ini." Batin Alex bermonolog.
Tetapi Alex tak mau ikut campur akan hal ini, biarkan saja sahabatnya ini menyelesaikan masalahnya sendiri. Batin Alex.
"Baiklah, ayo kita sarapan bersama kakak." Icha.
__ADS_1