
" CK, habis belanja makanan atau habis cari gebetan baru sih?" tanya Icha yang kepo.
" Dua duanya lah, kamu tahu istilah menyelam sambil minum air?"
"Nah seperti itulah perumpamaannya." kata Hana membuka snack yang ada ditangannya.
Entah kenapa ingatannya malah kembali pada Alex yang tadi menabraknya. Padahal tidak biasa biasanya Hana memikirkan lelaki.
"Aku melihatmu ada di depanku, tapi pikiranmu sedang ada di tempat lain." tebak Hyun.
"Biarkan saja. Mungkin dia lagi sedang kasmaran." sahut Yuju.
"Ehhh tapi pada siapa?" tanya Icha merapatkan duduknya berpindah posisi di samping Hana.
"Apaan sih kalian ini, tidak ada yang aku pikirkan. Aku hanya memikirkan bagaimana konsel selanjutnya." alibinya.
"Tak usah kamu pikirkan, itu bukan urusanmu kan, urusanmu hanya memelihara kesehatanmu, untuk bagian yang lainnya sudah ada yang mengurus." bantah Icha.
Mereka berbincang bincang banyak sebelum tidur. Membicarakan banyak hal, mulai dari fans, makanan khas negara tertentu hingga warga lokal. Konser mereka kali ini berkonsep tur dunia PinkV yang bertajuk Pink the World, konser ini menjadi konser kedua PinkV yang bertema tur dunia. Mengenai harga tiket masuk. Tentu saja tiap negara berbeda patokannya. Dimulai dari yang paling murah Bronze, Jade, Silver, dan Gold tiketnya para sultan.
Banyak dari kalangan selebriti yang menjadi Pink Panda ke empat member PinkV itu. Lantaran penampilan mereka dinilai sangat sempurna.
Padahal juga banyak girl gruop K-Pop yang lahir dari korea selatan. Tetapi yang paling mendunia girl gruop PinV. Dan memiliki fans terbanyak berdasarkan data majalah Forbes.
"Sudahlah ini lewat tengah malam, ayo tidur, besuk kita jalan jalan mencari kulineran." kata Yuju berjalan menuju ranjangnya.
"Benar juga apa kata kamu, aku akan mencari makanan terenak besuk." Hyun menimpali.
"Mencari makanan terenak saja, tidak mencari cowok terganteng dan terkaya." kata Icha bercanda.
"Kalau itu mah sebuah keberuntungan." Icha.
Mereka tidur dan bangun pagi pagi sekali, kecuali Icha masih tidak mau beranjak dari tempatnya. Yuju, Hyun dan Hana berjalan jalan pagi mengelilingi daerah Osaka dan mencari kulineran terdekat.
"Ayo kita kesana, itu ada restauran yang sepertinya menunya enak enak." Yuju menunjuk sebuah restauran yang tidak jauh dari mereka.
"Ah kamu pandai memilih tempat." puji Hyun.
Restauran itu terlihat biasa saja jika dilihat dari luarnya. Namun didalamnya terdapat banyak tempat duduk yang nyaman ala anak remaja. Juga makanan disana kebanyakan menu jepang yang disajikan.
"Aku pilih menu Sashimi." Kata Hyun.
"Aku Sushi dan juga Ramen kalau begitu." Hana.
Yuju juga memilih menu yang sama dengan Hana. Mereka bercerita banyak hal. "Hai kalian disini juga?" sapa Alex yang baru saja datang mengenakan training panjang dan juga Hoodie di tubuh Atletisnya.
__ADS_1
"Ah tuan Alex." kata Hyun.
"Iya bolehkah aku ikut bergabung bersama kalian?"tanya Alex.
"Silahkan." Hana.
Lalu tanpa sengaja Alex duduk disebelah Hana. Ikut memesan Semua menu yang menurut Alex spesial.
"Anda memesan menu sebanyak ini tuan?" tanya Yuju.
"Ah iya ini juga buat kalian juga, silahkan dimakan."
"Benarkah?" kata Hyun tidak tahu malunya. Hyun tidak bisa basa basi. Apa yang ditawarkan itulah yang diambil.
"Iya nona Hana, silahkan nona memilih juga menu mana yang nona sukai" kata Alex agar tidak merasa canggung.
"Ah iya terimakasih tuan Alex."
Begini saja Alex terlihat sangat tampan, dan cool dengan wajahnya yang terlihat garang. Namun membuat kaum Hawa berkesan.
"Setelah ini apa agenda kalian?" tanya Alex. Selesai makan dan mengambil tisu untuk mengelap mulutnya.
"Istirahat mungkin." jawab Hana sekenanya.
"Icha, anak itu masih asyik dibawah selimutnya." kata Hyun menimpali.
Alex mengangguk mengerti,"Anak itu pasti sedang bermesraan dengan suaminya." batin Alex.
"Kalau tuan Alex sendiri?" tanya Yuju.
"Masih ada meeting dengan relasi bisnis dari sini,"
"Oh iya, semuanya sudah aku bayar, aku duluan dulu iya." pamit Alex pada mereka.
Dilain tempat, Icha baru saja membuka matanya ketika ketiga sahabatnya itu pergi entah kemana. Ia membuka ponselnya jika Megan pergi ke supermarket untuk belanja barang barang yang ia butuhkan seperti maks up dan lain sebagainya.
"Anak itu ternyata hobinya belanja juga." Icha berbicara pada dirinya sendiri. Lalu bergegas turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi, berganti pakaian dan sudah wangi, ponselnya menyala terdapat panggilan dari suaminya. "Kemarilah, aku tadi melihat teman temanmu pergi keluar." lalu sambungan telepon dimatikan sepihak.
"Apaan sih, katanya kemari mau kerja, mau kerja apa mau membuntutiku."
"Ah kesal sekali aku." Icha mengacak rambutnya yang tidak gatal. Menghentakkan langkah kakinya keluar kamar.
Setelah sampai dikamar suaminya, ternyata kamarnya dan kamar suaminya itu letaknya bersebelahan. Pantas saja Arka sangat tahu pergerakan Icha dan teman temannya. Arka lebih terlihat seperti penguntit.
__ADS_1
"Kakak apaan sih, katanya mu kerja."
"Aku memang mau kerja." jawab Arka mendekat ke arah Icha. Lalu berbisik dengan suara sensual.
"Mau mengerjai istriku." mulutnya mencium leher wangi Icha. Yang malah membuat Icha melenguh.
"Ahh Kakak jangan seperti ini."
Jika sudah begini, Icha sudah pasti lepas kendali, akal sehatnya hilang. Dikuasai oleh hasrat bercinta yang membara. Terjadilah kamar yang semula sangat dingin karena cuaca dari luar itu. Berubah menjadi panas lantaran dua orang yang saling memadu kasih.
"Kakak ini kemari mau bekerja apa mau membuntutiku sih." Kata Icha kesal. Ia menoleh kearah suaminya.
"Dua duanya, menyelam sambil minum air." jawab Arka asal.
"Ck, apaan itu, kata kata kakak seperti kata kata Hana tadi malam."
"Benarkah?"
"Iya."
"Kalau begitu Hana juga sambil mencari sesuatu?" tanya Arka.
"Tidak tahu ahhh, jangan menyebut namanya." jawab Icha kesal.
Setelah kegiatan bercinta mereka selesai. Icha kembali memunguti pakaiannya dan membawanya ke kamar mandi.
"Istriku sedang cemburu." gumam Arka. Lalu mengikuti perginya Icha ke kamar mandi.
"Oh dia memang tahu caranya membuatku bingung." kata Arka lagi.
Ternyata pintu kamar mandi itu dikunci dari dalam. Icha begitu marah dan sangat kesal. Keluar lagi dengan pakaian yang sudah rapi. Melewati Arka yang berdiri diambang pintu.
"Sayang, kamu marah padaku?" tanya Arka, mengikuti Icha.
"Sayang, katakan apa yang membuatmu marah padaku?"
"Bukankah kamu sendiri tadi yang memulainya menyebut perempuan lain."
"Tadi aku hanya menimpali omongan kamu saja kan." kata Arka lagi membela dirinya sendiri.
Icha sama sekali tidak menjawab. Mendengar kata apa saja yang diucapkan oleh Arka. Dirinya duduk di kursi cermin untuk mengeringkan rambutnya.
Benar juga kalau tadi dirinya yang memulai pembicaraannya, lalu kenapa dirinya bisa marah marah. Begitulah dalam hati Icha berkata.
Lalu Arka mengambil Hairdryer dari tangannya, berganti Arka yang mengeringkan rambut istrinya.
__ADS_1