
"Ada apa dengan mukamu?" tanya Megan pada Icha. Sedari tadi iya bangun, sama sekali tidak melihat muka Icha yang seperti biasanya, ceria.
"Iya ada apa denganmu?" tanya Hyun juga.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang tidak mood saja hari ini."
"Biar kutebak, pasti ada hubungannya dengan lelaki kali ini?" tanya Hana sedikit menggoda Icha
"Tau ah, aku malas membahasnya, bagaimana kalau kita jalan-jalan sore hari ini."
" Kau jangan konyol, tenagamu harus dihemat karena nanti malam akan ada konser lagi."
" Kamu baru boleh jalan-jalan, ketika nanti konsermu sudah berakhir." Megan mengingatkan Icha.
Seketika yuju yang berada di sampingnya, menutup mulutnya, untuk menahan tawanya. Sedangkan Hyun asyik dengan cemilan keripik kentang di tangannya.
" Tenang saja, nanti setelah konser berakhir pasti kita akan jalan-jalan mengelilingi kota, bagaimana?" Hana memberi usul sambil menyenggol lengan tangan Icha.
"Yapi aku bad mood nya sekarang, masa iya jalan-jalannya nanti. Yang benar saja."
" Kalian ini sama sekali tidak mengerti perasaan temannya. Aku jadi bertanya-tanya, sebenarnya kalian ini teman aku apa bukan sih." Icha melipat kedua tangannya di dada.
Tiba-tiba saja tanpa disadari mereka semua, Hyun meletakkan keripik kentangnya di atas meja, lalu berdiri.
" Baiklah aku akan mengajakmu jalan-jalan di depan sini dan membeli es krim ayo."
Hanya hal sederhana, tapi mampu mengembalikan mood Icha yang berantakan. Akibat tadi konflik perang dingin dengan suaminya. Beginilah kalau memiliki suami tapi teman-temannya tidak ada yang tahu, sehingga mati-matian Icha harus memendam masalahnya sendiri.
"Hah Kau memang temanku sejati, Baiklah ayo."
" Aku ikut," Hana ikutan berdiri dan mengikuti Icha dan juga Hyun.
"Yuju, Apa kamu tidak mau ikut?"
" Aku mau ikut Hyun dan juga Icha membeli es krim." tawar Hana.
" Baiklah aku juga ikutan."
Kini tinggallah Megan yang masih terdiam di tempatnya. "Kamu nggak ikutan?" Hyun menawari Megan, namun Megan masih tidak memberikan responnya sama sekali.
"Tidak, aku akan berjaga di sini saja."
__ADS_1
" Baiklah terserah kamu saja." kata Icha.
"Kenapa asisten kamu itu kaku sekali jika memiliki peraturan?" keta Hana pada Icha. Tetapi Icha malah mengangkat baunya tidak tahu.
"Mungkin dia memegang prinsip yang kuat kali." jawab Hyun.
"Kau benar, Dia memegang prinsip yang kuat." Yuju menimpali.
"Tapi tidak begitu juga keles." Hyun.
"Sudah sudah kok kalian malah lagi gibah seperti ini sih, ah malas aku. Kita kan mau refreshing. Lupakan masalah yang tidak tidak, dan kita bersenang-senang." ajak Icha pada mereka bertiga.
Baru saja jalan sampai ke lobi bawah, ternyata di sana mereka berempat bertemu dengan Frans. Pengawal Icha.
"Hei lihatlah itu, bukankah itu Frans." Hana.
"Itu orang yang kamu cari, sekarang ada di sana." tunjuk Hana pada Frans, ia memperlihatkannya pada Hyun.
Dengan otomatis, ketiga orang itu, melihat ke arah yang ditunjuk Hana, "Sedang apa dia di sana?" gumam Icha pelan.
"Sepertinya dia sedang bersantai." jawab Yuju.
"Baiklah, ayo kita samperin dia di sana." Hyn berjalan lebih dulu, mendahului ketiga orang itu.
"Jatuh cinta memang membuat seseorang melupakan segalanya, lihatlah itu Hyun, bahkan dia melupakan kita semua." Hana.
"Biarkan saja, dia kan lagi kasmaran." kata Icha.
"Ini mata aku bilek atau kenapa ya, kenapa akhir-akhir ini aku melihat pengawal kamu jauh lebih tampan dari pada biasanya."
"Hah benarkah?" jawab Icha kaget dengan ucapan Hana baru saja.
"Perasaan aku tidak ada yang berubah dari penampilan Frans, dari dulu memang seperti itu kan penampilannya. Rambut cepak, dada bidannya, wajah datarnya." kata Yuju.
"Ah masa sih?" Hana.
Perjalanan mereka semakin mendekat ke arah Frans, Icha tetap pada tujuan awalnya, yaitu membeli es krim di kedai yang dekat dengan hotel yang mereka tinggali. Begitupun sama dengan Hana dan yuju, tetapi tidak dengan Hyun. Hyun lebih dulu menyapa Frans yang duduk sendirian dengan ponsel di hadapannya.
"Hei kamu. Kamu di sini juga ya rupanya? dari mana saja? dari kemarin Aku tidak melihatmu." suara cempreng Hyun menginstrupsi.
Namun untungnya orang-orang di sana begitu cuek, tidak memperhatikan lingkungan sekitar sehingga walaupun suara Yun berbicara dengan nada yang keras tidak ada yang komplain. Sedangkan Frans yang fokus dengan layar ponselnya, mendengar suara cempreng itu membuatnya mendongakkan wajahnya, ia melihat siapa si pemilik suara. Tentu saja ia sangat mengenali suara itu.
__ADS_1
"Apa kau tidak melihat? aku sedang apa?" jawab Frans datar.
"Ck, hanya itu jawabanmu, bisa tidak menjawab yang lebih manusiawi?"
"Memangnya jawaban yang bagaimana yang manusiawi dan tidak manusiawi?" tanya Frans pada Hyun.
"Yang lebih lembut, lebih manis atau apa itulah." jawab Hyun sekenanya.
"Memangnya kamu selain manggung, tidak ada pekerjaan lain selain menggangguku."
"Pekerjaanku memang suka mengganggu orang-orang. Termasuk kamu orang yang suka aku ganggu. Kenapa? Apa kamu tidak suka." Hyun memelototkan matanya ke arah Frans.
"Dasar gadis aneh."
" Apa kamu bilang? gadis aneh, kau tidak tahu? bahwa girl grup band ku itu dijuluki aktris global."seketika Hyun mengeluarkan aura sombongnya, sebagai wanita karir yang sudah sukses.
"Aku tidak peduli hal itu."
"Hyun ini aku sudah pesankan Kamu satu cup es krim kesukaan kamu, rasa durian kan." Icha.
Icha, Hana dan juga Yuju berjalan menuju ke arah dua orang yang saling adu mulut itu, namun ketiganya pura-pura tidak mendengar dan tidak tahu.
" Hah Kau memang temanku yang paling baik,"
Icha hanya menjawab dengan senyuman kecil. "Bolehkah kita ikut bergabung di sini?" tanya Icha pada Frans.
"Silahkan nona." jawab Frans begitu sopan pada Icha.
"Rupanya bisa manis juga kamu, jika berbicara pada bosmu."sindir Hyun dengan maksud tertentu.
"Sudahlah Frans, kamu jangan jual mahal seperti itu. Ini teman aku ini sangat baik loh, walaupun dia sangat cerewet sekali." kata Icha membela Hyun.
Frans sama sekali tidak menghiraukan ucapan Icha, Yuju yang melahap es krimnya tidak sengaja menik matanya bertemu dengan manik mata Frans, dan mereka saling mengunci untuk beberapa saat. Tetapi sayangnya teman-temannya tidak ada yang menyadari hal itu. yuju yang lebih dulu mengakhiri pandangannya.
"Apaan sih, Kenapa pandangannya seperti itu." batin Yuju bermonolog.
Frans berdehem untuk beberapa saat, lalu berbicara pada Icha. Dan meminta izin pada teman-temannya, jika Frans ada perlu berbicara empat mata saja dengan Icha.
"Enak sekali ya jadi Icha, memiliki pengawal yang sangat tampan seperti itu. Jika aku menjadi Icha, sudah aku embat saja sih itu lelaki tampan." gumam Hyun.
"Apaan sih kamu, lelaki tampan itu masih banyak tahu. Kau jangan mempermalukan dirimu, di mana-mana itu yang merayu duluan itu lelaki, bukan perempuan." ceramah Yuju pada Hyun.
__ADS_1
"Yuju benar itu." kata Hana.
"Aku tidak beneran menggodanya, aku kan hanya iseng-iseng saja menggodanya. Eh ngomong-ngomong apa sih yang mereka bicarakan? Kenapa lama sekali?"