
Tinggal satu hari lagi perjalanan tour akan dilanjutkan ke Atlanta, kini mereka sudah berkumpul, karena memang malam hari, biasanya mereka akan memasak bersama, bercerita, bahkan menonton drama kesukaan mereka bersama. Tetapi kali ini minus Hana.
"Tidak ada Hana rasanya seperti ada yang kurang." kata Hyun menjatuhkan tubuhnya di sofa depan televisi.
"Hemmm kau benar." Icha menimpali, lalu menyruput menuman yang baru saja di sajikan Yuju di atas meja.
"Padahal besuk sore kita sudah harus cekout." Yuju.
"Kira kira kapan pekerjaan Hana selesai?" tanya Hyun menoleh pada Icha dan Yuju bergantian.
"Sepertinya mereka akan lama disini, dan akan kembali menyusul kita ke Atlanta sendirian." sahut Megan yang baru saja nongol dari arah pantry.
"Ahh mana bisa begitu, perjalanan kita kurang seru kalau anggota kita berkurang." kata Hyun, menopang tangannya di dagu.
"Yah mau bagaimana lagi, dia bilang besuk baru pengambilan gambar untuk produk yang akan dia sponsori." Megan.
"Dia bilang begitu?" Kata Yuju pada Megan.
Megan mengangguk mengerti, lalu Yuju terdiam, seperti memendam kekecewaannya. Namun detik berikutnya Yuju sudah menguasai dirinya kembali.
"Baiklah, aku rasa aku harus tidur lebih awal, dan harus packing packing dari sekarang." kata Yuju pamit undur diri dari hadapan mereka.
"Hei kau terlalu awal untuk tidur, apa kau tidak ingin menonton drama bareng kita." teriak Hyun pada Yuju, namun seolah Yuju menulikan pendengarannya. Ia sama sekali tak menyahut teriakan Hyun.
"Kenapa dia?" tanya Hyun pada Icha dan Megan bergantian.
Icha menggelengkan kepalanya, begitu pula Megan mengangkat bahunya tak tahu, "Entahlah, dia memang sulit ditebak." sahut Megan.
"Biarkan saja dia seperti itu, mungkin dia memiliki masalah pribadi yang tidak ingin kalian tahu." jawab Icha santai.
"Yah tapi setidaknya dia bisa berbagi masalahnya dengan kita." kata Hyun.
"Sudahlah berikan dia waktu sendiri dulu, sekarang ayo kita mulai menonton dramanya." ajak Icha.
Rupanya mereka menonton drama film romantis yang mengandung bawang, ketiga orang itu fokus dengan cerita film, hingga membuat ketiganya menangis bersama kala ada adegan sedih, dan tertawa dengan kencang kala adegan lucu.
satu episode film memakan waktu dua jam, mereka menonton dari jam tujuh malam, mulai dari episode satu hingga empat episode, itu artinya jam tiga dini hari baru mereka sudahi, "Jam berapa ini? kenapa aku mengantuk sekali." kata Icha, matanya bahkan sudah berair, karena beberapa kali terus menguap.
__ADS_1
"Sebentar ini seru, satu episode lagi." kata Hyun.
"Sudah ayo tidur, ini sudah jam tiga dini hari, waktu istirahat kalian nanti akan berkurang," Megan.
"Tapi ini masih seru." Hyun.
Bukannya menyudahi acara menonton dramanya, tapi malah adu mulut di jam dini hari. "Sudah terserah kalian saja mau nonton drama sampai pagi, tapi jangan salahkan aku jika kalian akan tertinggal Pesawatnya nanti." omel Megan kesal.
Teriakan Megan mampu membuat Hyun dan Icha terdiam, lalu dengan langkah gontai Icha dan Hyun pergi menuju tempat tidurnya masing masing.
"Uhh ranjangku yang empuk." kata Icha, begitu sampai langsung menelungkupkan tubuhnya, tanpa memeriksa ponselnya yang sedari sore tadi ia letakkan di meja nakas.
Megan menggelengkan kepalanya melihat Icha dan juga Hyun, "Huhhh apa iya harus diomelin dulu baru nurut, kenapa aku jadi merasa seperti emak emak yang sedang mengomel iya." kata Megan berbicara pada dirinya sendiri.
"Ahh masa bodoh lah, yang penting mereka nurut untuk saat ini."
Lalu Megan menyusul mereka, menuju tempat tidurnya, merebahkan tubuhnya dan menarik selimut sebatas dada, matanya ia pejamkan, namun sepintas muncul wajah tampan Frans.
"Dia lagi." gumam Megan.
"Ahhhhh hujan hujan.." teriak Icha terbangun dari tidurnya, kali ini Yuju bersikap jahil.
"Apaan, banguuun, ini sudah siang." Yuju menyilangkan kedua tangannya didada, seolah tak terjadi apa apa.
"Oh Tuhan, ternyata kamu yang menetesi air dimuka aku, aku kira ada hujan lagi." kata Icha mengusap wajahnya yang basah dengan selimut tidurnya.
"Ya lah, abisnya juga diteriakin dan di goncang goncang tubuhnya tak mau bangun juga." kata Yuju santai.
"Sana mandi dan cuci muka kamu."
"Apa barang barang kamu sudah kamu packing?" tanya Yuju.
Icha tak menjawab, namun dirinya melihat ke arah kopernya yang berada di sudut ruangan. Rupanya semuanya sudah beres, pekerjaan Megan memang patut mendapatkan penghargaan darinya.
"Oh iya aku lupa kalau kamu kan memiliki asisten pribadimu." Megan.
"Ehmm iya, dia memang sangat pengertian."
__ADS_1
Icha turun dari ranjang menuju kamar mandi, sedangkan Megan duduk di meja rias Icha. Pandangannya menelisik ke meja rias, ada satu benda yang membuatnya reflek menyentuh dan membuka dari depan.
Ternyata ada banyak panggilan tak terjawab, dari nama kontak yang bertuliskan My Wife. "Apa Megan dan Hyun sudah bangun?" tanya Icha yang baru saja keluar dari kamar mandi dan menggosok rambutnya yang basah dengan handuk membuat Yuju menaruh ponsel Icha kembali ke tempat semula sebelum ketahuan empunya.
"Sepertinya belum, makanya cepetan pakai bajumu, ayo kita bangunkan mereka."
"Baiklah tunggu aku sebentar kalau begitu."
Kali ini Icha memakai bajunya dengan kilat, karena ada Yuju yang menunggunya, jangan sampai temannya itu bosan menunggu dirinya, itulah prinsip Icha, karena dirinya sendiri juga tidak suka menunggu.
"Sudah ayo."
"Hemm."
Sepertinya tak ada waktu untuk bertanya banyak pada Icha kali ini, mungkin nanti saja Yuju akan bertanya banyak hal pada Icha.
"Apa kau akan melakukan hal yang sama, seperti tadi?" tanya Icha pada Yuju.
Yuju yang terdiam dengan lamunannya masih belum konek kemana arah pembicaraan Icha. "Ihh kau tidak adil, tadi saja kamu membawakanku segelas air untuk membangunkanku."
"Ayo lakukan hal yang sama seperti tadi," perintah Icha pada Yuju.
"Baiklah siapa takut." jawab Yuju. Setelah konek kemana arah pembicaraan Icha.
"Sepertinya dia masih berada di alam mimpinya." ucap Icha pelan. Lalu menutup mulutnya sendiri.
"Hei kenapa kau tertawa?" tanya Yuju menoleh pada Icha.
"Tidak, aku hanya membayangkan saja bagaimana ekspresi Hyun dan Megan ketika kau tetesi air diwajahnya ketika masih di alam mimpinya."
"Tidak tahu, ayo sekarang aku yang menetesi Hyun dan kau Megan."
"Kenapa aku?" tanya Icha, menunjuk dirinya sendiri.
"Kamu ini bagaimana sih, kalau Megan aku tetesi sekarang, lalu dia berteriak, otomatis akan membangunkan Hyun juga, apa kau tidak lihat jika mereka satu kamar begini." jelas Yuju pada Icha.
"Ah iya kau benar juga, baiklah kalau begitu."
__ADS_1