Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Keluar Belakangan


__ADS_3

"Apa rapatnya sudah bisa dimulai?" tanya Arka menatap mereka satu persatu.


Rapat dimulai, banyak hal yang mereka bicarakan mulai Around the World hingga konser di Negara terdekat, serta job mereka yang memiliki brand ambasador masing masing.


Mungkin bagi mereka rapat ini berjalan menyenangkan lantaran diwarnai candaan, tetapi tidak bagi Icha, dirinya tidak begitu berani bercanda hanya sekedar hoho hihi. Bukannya takut akan keberadaan Arka, tetapi lebih ke salah tingkah sendiri.


Atau bahkan akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri, sesekali kaki Arka menyenggol kakinya.


Rapat berlangsung kurang lebih dua jam lamanya, dan diakhiri dengan pembahasan konser di studio. Serta pembuatan MV untuk film vidio clip mereka nanti setelah debut singel terbarunya.


Mereka membubarkan diri, Icha sengaja keluar paling akhir, lantaran agar ia bisa menyapa suaminya. "Apa kamu tidak kangen dengan suami kamu ini."


"Kak, eh sayang kamu, aku pikir kamu tidak ada disini."


"Bagaimana bisa." Icha menggaruk kepalanya yang tak gatal. Perjalanan dari New York ke Seoul tidak bisa ditempuh hanya dengan waktu satu dua jam, tetapi kenapa suaminya ini tiba tiba saja muncul. Ah ini membingungkan.


"Tidak usah berpikir banyak, mulai sekarang kantor utama ku sudah berpindah di dekat sini." bahkan Arka rela menggelontorkan dana untuk membeli lahan di dekat asrama istrinya hanya untuk mendirikan kantor utamanya bekerja, agar jika dirinya kangen tidak perlu jauh jauh ketika ingin menemui istrinya.


Begitu orang orang keluar, Arka menarik pinggang Icha, dan melahap bibir manisnya yang sekarang membuatnya candu.


"Kakak nanti ada orang kak." bisik Icha pelan.


"Tidak, aku sudah memastikan tempat ini kosong." bisiknya lagi.


Awalnya Icha diam tak merespon, tapi lama kelamaan dirinya membalas ******* ******* kecil, semakin lama semakin memancing gairah keduanya.


Akhirnya Icha mengakhiri ciuman mesra mereka, dengan nafas terengah engah.


Lalu menempelkan keningnya di kening suaminya, Arka membungkuk untuk menyesuaikan dengan tinggi tubuh istrinya.


"Sudah kak, atau Megan dan yang lainnya akan menyadari tidak ada keberadaanku." bisiknya lagi.


"Baiklah, berikan aku pelukan hangatmu, supaya aku nanti dapat tidur nyenyak."


Tanpa banyak bicara lagi, Icha melakukan apa yang diminta oleh suaminya, memeluk erat dan memberikan ciuman bertubi tubi di pipi kanan dan kiri suaminya.


Sudah melangkah satu langkah, namun sepertinya Icha melupakan sesuatu, "Apa lagi?" tanya Arka.


"Kak aku lupa, apa tadi perbuatan kita direkam oleh..."


"Tidak, tidak ada cctv disini, jangan khawatir."


Hah barulah Icha bisa bernafas lega ketika mendengarkan jawaban suaminya yang menurutnya sangat memuaskan.


"Dari mana saja kamu?" tanya Hyun setelah menyadari Icha tak ada bersama mereka.

__ADS_1


"Aku tadi ke toilet sebentar." kilahnya beralasan.


"Aku sempat khawatir kalau kamu tadi lupa jalan pulang." canda Hyun lagi.


"Mana ada seperti itu." jawab Icha cuek, berusaha menutupi kegugupannya.


"Iyah loh, kan siapa tahu saja." Hyun lagi, kini mereka sudah berada dilantai dasar.


"Aku lapar, apa ada makan malam tersisa di asrama?" berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Ada lah, tapi makanan ringan." Yuju.


"Tapi aku ingin makan makanan yang membuatku kenyang." memegang perutnya sendiri, untuk kali ini memang dirinya sangat lapar.


"Baiklah ayo kita ke sana mencari jajanan." Megan.


"Kalau kalian mau duluan juga tidak apa apa, aku akan menuruti bosku dulu." Megan menarik tangan Icha.


"Ehhh apa apaan." Icha.


"Sudah ayo, jangan kelamaan mikir sebelum penjual makanan pada tutup." omel Megan lagi.


"Aku ikutan lah." Hana sudah nyelonong saja.


Di ikuti Yuju dan juga Hyun. Mereka berjalan kaki malam, suasana kota semakin malam semakin ramai ternyata.


"Memangnya Icha punya pengawal?" tanya Hyun.


"Iya lah,memangnya kalian belum tahu iya?" ejek Yuju mulai memakan makanannya menggunakan sumpit.


"Kok aku tidak tahu, memangnya sejak kapan?" tanya Hana ikut menimpali.


"Besuk besuk deh, dia baru akan menampakkan dirinya, atau sekarang juga mengikuti diam diam iya." tebak Yuju asal.


"Ha ha lucu sekali, bukan anak kecil lagi tapi kalau kemana mana di ikutin lagi." canda Hana.


"Iya namanya juga mengantisipasi sesuatu yang terjadi." jawab Megan asal.


"Sesuatu apa memangnya?" tanya Hyun.


"Udahlah makan aja, nanti kalian bakal tersedak loh." Megan memperingati.


Padahal dirinya hanya sedang mengalihkan pembicaraan saja.


"Hemmm iya juga, ahhh jadi ingin cepat cepat besuk." kata Hyun.

__ADS_1


"Mau kemana memang?" Hana menyenggol lengan Hyun.


"Iya pengen ketemu pengawal Icha, mau kemana lagi memang."


"Ahh kamu ini, selalu saja membuatku penasaran." Hana, detik berikutnya mereka tertawa bersamaan. Menganggap apa yang mereka bicarakan ini adalah hal yang lucu.


"Baiklah terserah kamu saja." Hyun.


"Sebentar aku mau beli tanghulu." Icha yang sudah menghabiskan makanan di tangannya.


"No, tidak ada makan makanan Tanghulu malam ini, ini sudah malam iya, kesehatanmu dan bentuk keindahan tubuhmu adalah aset." Megan lebih dulu memberikan peringatan pada Icha.


"Ahh kamu asisten yang kejam." Icha mencebik, kembali lagi ke tempat duduknya dengan kesal.


"Jiah dia lagi ngambek, seperti anak bayi yang yang tidak dituruti jika menginginkan sesuatu." goda Hyun.


"Kamu diamlah, atau kamu tidak akan boleh ketemu pengawalku." ketusnya.


"Yahh apa hubungannya juga, coba." Hana hampir saja meledak tertawanya, namun masih bisa ia tahan dengan menutup mulutnya.


"Sudah sudah, jika kalian sudah selesai ayo kita kembali, atau kalian akan kebablasan makan makanan yang berlemak dan banyak mengandung gula yang dapat memicu menaikkan berat badan kalian." omel Megan sudah bangkit dari duduknya.


"Dihh apaan, dia mengomel seperti emak emak." kesal Icha mengerucutkan bibirnya.


"Aku sudah selesai, ayo kita kembali." kata Yuju ikut merapikan sampah bekas makanannya.


"Tunggu dulu, aku akan menghabiskan makananku dulu." Hana.


"Iyah jangan lama lama." Icha bersedekap dada lantaran masih kesal keinginannya dicegah oleh Megan.


"Jangan cemberut seperti itu, atau akan ada seseorang yang akan menembakkmu besuk pagi." sumpah Megan yang melihat raut wajah Icha terlihat tidak sedap dipandang.


"Ehmmmm iya juga," Hyun.


Mereka kembali sebelum larut malam, sesampainya didalam kamarnya, kamar yang memiliki dobel bad untuk ditempati lima orang.


Terdapat bunyi notifikasi, "Sebelum konser aku akan mengajakmu ke suatu tempat." isi didalam chat yang ada di ponsel Icha.


Hal itu sukses menarik kedua sudut bibirnya, eh sekarang dirinya memikirkan bagaimana caranya ijin dari ke empat teman temannya.


Atau kalau alasannya tidak tepat akan dicecar, dan itu membuatnya pusing kepala.


"Berikan aku alasan agar aku bisa pergi bersama kamu suamiku." dengan memberikan tanda emoticon love.


"Biar itu menjadi urusanku." balasnya lagi.

__ADS_1


"Ehhh tadi aja ngambek, cemberut, sekarang udah senyum senyum aja, apa nona manis sedang memiliki kekasih?" tanya Hyun random.


__ADS_2