
"Kenapa berhenti." Hyun ikutan berhenti ketika Icha pertama kali berhenti di tengah pintu.
"Sedang lampu merah," Hana menyahut sambil mengisyaratkan matanya melirik kearah Icha.
"Sepertinya ada sesuatu disana." Yuju bersuara sambil menoleh kearah Megan. Sedangkan Megan hanya mengedikan bahunya tak tahu.
Hyun menengok dari balik punggung Icha, tetapi tetap saja tak kelihatan karena terhalangi oleh punggung tinggi Icha, sedangkan tinggi Hyun juga dibawah tinggi Icha.
Beberapa menit pandangan Icha bertemu dengan Arka disana, mereka saling bertatapan bahkan tatapan mereka sempat terkunci beberapa saat.
Setelah Icha menguasai keterkejutannya ia kembali lagi melangkahkan kakinya memasuki ruangan meeting itu.
"Selamat datang, perkenalkan inilah artis member girl gruop band K-Pop kita," Ceo Wendi memperkenalkan mereka satu persatu pada Arka.
"Ini namanya Icha, suaranya yang lembut dan sangat detai dalam tariannya, kalau ini Hana yang sangat jago dance, ini Yuju suaranya yang khas dan menjadi power untuk grup mereka, kalau ini Hyun si kalem, dan ini Megan asisten Icha." Mereka berkenalan satu persatu dan berjabat tangan dengan Arka. Tak terkecuali Icha juga berjabat tangan mau tak mau.
Selain itu mereka juga menyebutkan namanya satu persatu,
"Baiklah silahkan duduk."
"Ini adalah Tuan Arka dia pengusaha muda dan sukses di bidangnya, banyak yang ia geluti salah satunya di bidang entertainment,"
"Kedepannya kita akan bekerja sama dan tuan Arka ini ikut serta dalam hal kegiatan apa pun yang kita lakukan nanti."
Icha hanya diam saja mendengarkan penjelasan dari Ceo Wendi ini. Dalam hatinya ia merasa keberatan tetapi kerjanya juga tak sembarangan bahkan sudah terikat kontrak selama lima tahun ke depan.
"Baiklah apa ada yang kalian tanyakan?"
"Saya rasa ada, ehmm itu tuan Wendi apakah tuan Arka ini sudah memiliki pacar atau tunangan mungkin?" Tanya Hyun random.
"Kalau itu masalah pribadi bisa ditanyakan langsung nanti setelah rapatnya selesai."
Mereka berempat sontak saja menoleh ke arah Hyun, ini adalah pertanyaan yang sensitif mengenai masalah pribadi.
"Ehhmm tidak apa tuan Wendi, saya akan menjawabnya disini," Arka.
Hyun mendapatkan pembelaan seperti itu sontak saja memasang muka sombongnya. "Tuhh kam, jadi apa jawabannya tuan Arka."
Semua orang menunggu jawaban dari mulut Arka, jawaban apa yang akan Arka keluarkan nanti,"Kalau itu sudah," bohong Arka.
Icha tak menghiraukan jawaban dari Arka, dirinya hanya cuek saja berusaha pura-pura tak mendengarkan apa pun kali ini.
__ADS_1
"Baiklah tuan jika rapatnya sudah selesai aku pamit keluar lebih dulu, karena sedang ada kepentingan lain." Icha pamit undur diri lebih dulu dari sana.
Arka tentu saja melihat gerak gerik Icha saat ini, tetapi pandangannya sulit diartikan.
Setelah Icha keluar dari sana disusul oleh Megan dan yang lainnya. "Kau tak usah masukkan ke dalam hati soal tadi." Megan.
"Memangnya aku kenapa, semua tak ada urusannya denganku." Icha.
"Ehmm iya aku percaya, tetapi jawabanmu dengan nada ngegas seperti ini menandakan yang lainnya, kau tenanglah."
"Jika seperti ini akan sangat kentara jika kau sedang cemburu buta." Megan.
"Siapa yang cemburu buta?" Hyun yang baru saja menyusul mereka.
"Sudahlah tak usah membahas yang tak penting, ayo kita membeli marsmallow." Hana mencairkan suasana. Ia tahu jika Icha sedang tidak baik-baik saja hatinya.
"Ehmm iya kau benar, kali ini Hana akan mentraktir kita." Hyun.
"Ehmm ya iya.. ya kalian ambillah sepuas kalian, nanti aku yang akan membayarnya." Hana.
Mereka berjalan menuju kedai jajan yang menjual berbagai macam kudapan manis dan aneka manisan.
.
.
"Ini adalah pertama kalinya untukmu, apa kau bisa menanganinya?" Tanya Wendi pada Arka.
"Apa om tak mempercayaiku?"
"Ehmm baiklah, aku akan menyerahkan proyek kali ini kepadamu sepenuhnya." Wendi akhirnya memberikan kesempatan pada Arka.
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin agar menjadi sempurna." Ucapnya penuh keyakinan.
"Setelah ini apa rencanamu?"
"Belum ada om,"
"Oh iya aku dengar tadi jika kau sudah memiliki pasangan, siapa itu?" Tanya Wendi Penasaran.
"Nanti jika waktunya tiba akau akan mengumumkan semuanya om." Arka.
__ADS_1
Namun tak berselang lama Arka mendapatkan telepon dari ibunya, dan ia pamit undur diri untuk mengangkat telepon dari orang tuanya.
Ternyata ibunya memintanya pulang ke jepang lebih cepat, ada hal penting yang tak bisa diabaikan, akhirnya malam itu juga Arka pulang kerumah dengan pesawat pribadinya.
Tiba di rumahnya dini hari, dan seluruh penghuni rumahnya sudah pada terlelap dalam mimpinya.
Pagi hari menyambut ibunya Arka membangunkan Arka dan memberitahukan hal ini pada Arka. Jika Arka harus mau bertunangan dengan wanita pilihan ibunya.
"Apa yang ingin mommy bicarakan?" Arka masih mengumpulkan kesadarannya.
"Kau harus mau bertunangan dengan Vaya Arka."
"Maafkan mommy tak memberitahukan kamu lebih dulu, dan hari ini adalah hari pertunanganmu."
"Apa maksud mommy melakukan semua ini, apa mommy tak menganggap aku ini anak mommy?" Kesal Arka turun dari ranjangnya dan membuang selimutnya.
"Dengarkan mommy dulu nak, ini juga bukan kemauan mommy, tetapi dad bilang kalau hanya dirimu yang bisa membalas budi keluarga Vaya."
"Dad yang hampir saja kehilangan nyawanya, karena mereka nyawa dad bisa tertolong, apa kau tak bisa sedikit saja membalas keluarga mereka nak." Suara lirih nyonya Felix, iya pilihan calon menantu nyonya Felix jatuh pada Vaya gadis manis anak konglomerat, dari keluarga terpandang yang kekayaannya jika di sandingkan dengan Arka hampir sejajar.
Selain karena anak konglomerat juga Vaya lah yang menolong ayahnya Arka kala mengalami kehabisan darah akibat kecelakaan lalu lintas yang dialaminya satu bulan lau tanpa sepengetahuan Arka.
Arka bahkan tak bisa berfikir saat ini, hatinya buntu tak bisa mengambil keputusannya sendiri. Dirinya terdiam beberapa saat. "Baiklah mom jika ini memang jalan terbaik." Lirihnya.
Ia sudah pasrah dengan nasih jalan takdirnya, "Sekarang mandilah nak, sebentar lagi tamu akan datang."
Karena acara ini dari dua keluarga besar sekaligus ini sama-sama acara pertama kalinya untuk mereka, sehingga acara ini didatangi para wartawan dan disiarkan langsung di televisi nasional.
Seorang pengusaha muda berbakat telah bertunangan, Arka pengusaha sukses telah bertunangan dengan anak konglomerat. Begitulah para wartawan penyebar berita itu. Mereka menulis artikel sesuka hatinya.
Bahkan berita itu terdengar sampai ke telinga Icha, Icha tak menghiraukan tentang berita yang sudah kemana-mana itu. Tetapi ketika dirinya asyik membuka sosial medianya ternyata benar jika Arka telah bertunangan dengan anak pengusaha konglomerat dan sangat cantik wanita yang akan menjadi calon istrinya itu.
Seketika ia mematikan data di ponselnya, supaya tak ada notifikasi apa pun yang masuk ke dalam ponselnya.
Ia bukan cemburu, tetapi hanya ingin menenangkan diri saja.
Bahkan semua teman-temannya membicarakan berita hangat pertunangan itu.
dan
Bersambung
__ADS_1