
"Aku akan membantumu mengatasi masalah ini, kau jangan khawatir" Icha memberikan ketenangan pada Mika yang sudah berkeringat dingin ini terkait laporan keuangan
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi" Ujarnya
Pekerjaan hari ini berjalan lancar tak ada kendala hanya ada laporan keuangan yang menurut Icha sangat janggal, Icha juga akan membantu Mika mengatasi masalah ini.
Hari sudah sore Arka yang masih di kampus membuka MecBooknya dan melihat keadaan di kantor lewat cctv yang terhubung langsung dengan Mecbooknya yang selalu ia bawa kemana pun pergi.
Awalnya Arka tak begitu memperhatikan percakapan mereka. Namun setelah mendengarkan dengan seksama ia sangat terkejut, siapa dalang di balik semua ini.
Ia harus bertindak lebih cepat. Sepertinya ada seseorang yang meretas data-data perusahaanya. Dengan sigap Arka menghubungi seseorang "Hallo" suara seseorang di sebarang sana
"Ya hallo ada apa" Tanyanya acuh tak acuh
" Bagaimana kabarmu" Arka
"Aku baik, langsung saja pada intinya ada apa kau menghubungiku" Suara seseorang di seberang sana
"Aku butuh bantuanmu"
"Cek sudah ku duga"
"Aku berbicara serius"
"Hemm baiklah katakan kau meminta bantuanku yang seperti apa" Teman Arka itu tak suka basa basi sifatnya hampir sama dengan Arka bisa di bilang sebelas dua belas
Dingin tak tersentuh, sedikit bicara, banyak bertindak, dan sangat arogan jika orang yang tak mengenalnya dengan baik. Hanya dengan orang-orang tertentu mereka bisa bersikap hangat.
"Aku mengalami masalah pada perusahaan ku yang berada di Oxford"
"Masalah" Devan yang mulanya duduk bersandar pada kurdi kebesarannya sambil mengecek file-file di mejanya itu langsung menegakkan tubuhnya ketika mendengar sahabatnya itu mengalami masalah serius di perusahaannya.
"Iya aku percaya kau bisa membantuku"
"Cek apa yang membuatmu percaya kalau akau bisa membantumu" Tanya Devan berdecak
"Aku serius kali ini"
"Hemm iya baiklah kau tak akan menghubungiku jika hidupmu tak ada masalah" Sindirnya halus pada sahabatnya itu
__ADS_1
"Hemm iya baiklah kapan hari kita akan adakan reuni" tawar Arka akhirnya
"Bukan begitu, katakan kau mengalami masalah apa di perusahaan mu itu" Devan yang sudah diliputi rasa penasaran
"Begini masalahnya terlalu rumit"
"Aku memintamu untuk bertemu di London bagaimana" Usul Arka lagi
"Hemm baiklah, kau tentukan harinya" Devan
"Dua hari lagi apa kau bisa"
"Baiklah kita akan bertemu di sana" Devan menjawab sambil menandatangi beberapa file dokumen di hadapannya itu.
Sesuai janjinya Devan dan Arka akan bertemu di kota London tepatnya di restauran Aviary Rooftop. Tempat ini sangat indah dan menenangkan. Rooftop yang satu ini terletak di lantai 10 dari Montcalm Royal London House Hotel. Berada di puncak tertinggi membuat rooftop yang satu mini menawarkan keindahan tersendiri. Dari sini kita bisa melihat dan menikmati beberapa lokasi tempat wisata gratis di London yang berupa taman-taman kota.
Tempat yang satu ini sendiri mengadopsi konsep open bar. Jadi disini memang kebanyakan ruangannya berupa outdoor yang luas. Serta kita bisa menikmati pemandangan tiga ratus enam puluh derajat derajat kota london yang indah. Selain itu design yang disajikan tempat ini sendiri tergolong unik. Dengan mengusung tema retro glamour ini, kita taka akan terlalu banyak menemukan berbagai macam pernak-pernik interior yang berlebihan. Bahkan bisa digolongkan tempat ini lebih terasa kesan sederhana dengan konsep yang dibuat. Tapi untuk kenyamanan sendiri tempat ini bisa dijadikan pilihan untuk menghabiskan waktu di london.
Menu makanan yang disajikan sendiri memiliki kualitas yang tak usah di ragukan. Berbagai menu modern dengan bahan-bahan terbaik dan di masak oleh para chef handal, pastinya akan memberikan cita rasa makanan yang sangat nikmat. Selain itu juga berbagai pilihan wine yang disajikan juga sangat beragam dan dengan kualitas nomor satu.
Disinilah sekarang mereka berada. "Bagaimana kabar kamu" Tanya Devan kala ia baru datang dan berjabat tangan dengan sahabatnya itu
"Bagaimana dengan kabar kamu sendiri" Tanya Arka balik
"Aku juga sama seperti yang kamu lihat ini" Lalu mereka tertawa bersama. Sungguh merupakan keindahan kaum hawa melihat mereka berdua tertawa. Karena memang jarang sekali tertawa. Entahlah apa yang membuat mereka seperti itu jarang bicara dan tertawa mungkinkah pola asuh atau banyaknya tanggung jawab yang harus ia emban sebagai pemimpin tertinggi di perusahaanya. Atau bahkan mungkin bisa jadi keduanya.
"Apa yang ingin kau ceritakan" Tanya Devan
Sang pelayan datang dengan membawa buku menu, mereka memilih minuman wassail. Wassail yaitu Minuman khas Inggris. Bisa dibilang minuman ini adalah salah satu minuman tertua di Inggris karena telah ada sekitar tahun 1400an. Awalnya minuman ini disajikan setiap tradisi wassailing orang Inggris, yaitu sebuah tradisi untuk menyampaikan harapan serta doa untuk keluarga atau teman.
Wassail mirip dengan mulled wine yang terbuat dari rempah-rempah, buah dan irisan lemon yang direbus dengan minuman beralkohol. Minuman beralkohol yang digunakan dari jenis ale atau bir yang memiliki rasa buah. Setiap daerah di Inggris memiliki rasa wassail yang berbeda, hal ini dikarenakan buah yang digunakan juga berbeda, tergantung dari setiap daerahnya.
Minuman ini biasa disajikan hangat dan sering menjadi sajian saat malam perayaan natal di Inggris. Wassail memiliki tekstur yang kental dengan rasa manis segar dari sari buah.
Karena memang cuaca sedang dingin. Setelah pelayan itu pergi Arka memulai ceritanya "Sepertinya ada yang tidak beres dengan laporan keuangan perusahaan" Arka
Devan menautkan sebelah alisnya" Itu artinya ada yang meretas dan mencuri data perusahaanmu"
"Sepertinya begitu "
__ADS_1
Darimana kau tau kalau laporan itu ada yang tidak beres" Tanya Devan
"Aku mendengarkan percakapan karyawan baruku bersama karyawan lama, karyawan baruku berniat akan mempelajari keuangan itu, namun itu menemukan ada yang tidak beres"
"Lalu selama ini apa yang kau lakukan, sehingga baru ketahuan sekarang"
"Hemm iya aku mempercayakan semua itu pada bagian divisi keuangan sepenuhnya" Arka
"Jadi artinya kau tak pernah melihat laporan keluar masuk itu secara rinci" Tanya Devan lagi menyimpulkan pembicaraan Arka
"Hemm iya kau benar"
Kemudian Devan tak tahan untuk tak menahan senyumnya." Bagaimana mungkin seorang Arka yang hebat bisa kecolongan soal ini"
"Hey aku menyuruhmu datang kemari untuk membantuku bukan menertawakanku" Kesal Arka
Tak berapa lama pelayan itu datang dengan membawa dua buah minuman yang membuat pembicaraan mereka berhenti sejenak.
"Silahkan diminum tuan" Pelayan itu kemudian pergi
"Aku tau itu, aku kira kau tak akan kecolongan soal ini"
"Lalu apa tindakanmu selanjutnya" Tanya Devan
"Bantu aku siapa yang menyerang data-data di perusahaanku" ucapnya penuh dengan kepastian
"Apa kau mencurigai seseorang" Devan
"Hemm ada dua kemungkinan jika orang yang meretas data perusahaan adalah suruhan pamanku sendiri, dan yang ke dua ada orang dalam pada staf bagian pembayaran bajak" Ucapnya menerawang
"Hemm baiklah, kau jangan buru-buru untuk bertindak lebih dulu"
"Jika orang itu main halus, makan kau harus bisa bermain mengikuti mereka" Devan
"Dan iya anak baru itu libatkan dalam kegiatan pelaporan pembayaran pajak, sejauh mana mereka memanipulasi data-data itu"
"Baiklah aku akan menggunakan saranmu"
"Tetapi kau jangan ceroboh, semua harus penuh perhitungan dan hati-hati"
__ADS_1
"Jangan sampai mereka curiga" Devan mengingatkan lagi