
"Apa kamu akan meninggalkanku sendiri?" kata itu begitu saja meluncur keluar dari bibir Arka.
"Aku hanya bekerja, jangan rewel seperti bayi, kamu juga bisa menyusulku jika mau, tidak usah pakai drama lagi." Icha mengatakan demikian karena sedang buru buru.
"Baiklah, sepertinya aku akan menjadi lelaki jablay."
"Hei istilah apa lagi itu, ayolah sayang jangan ngambek begitu."
Arka menekuk wajahnya tak bersemangat, "Aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan,"
"Lalu?" tanya Icha, tangannya sibuk merapikan barang barangnya.
"Bagaimana jika aku merindukan istriku." keluhnya.
"Ada ponsel pintar sayang, kau bisa menelponku, lagian ini jaman modern, bukan jaman purba yang apa apa serba susah."
"Tapi itu beda, aku tak bisa memelukmu langsung."
"Kau bisa menyusulku, kamu kan memiliki pesawat pribadi, dan juga memiliki pilot pribadimu sendiri."
"Aku rasa tak masalah kan." ucap Icha santai, memoleskan liptint merah menyala di bibirnya.
"Ihhh kenapa diusap sih sayang."
"Ahh aku kesal sekali, mana sedang buru buru begini lagi."
"Kau ingin menggoda siapa?"
"Suamimu ini mau kau tinggal, dan kau berdandan begitu cantik, aku rasa aku tidak akan rela jika milikku dipandang dengan tatapan memuja oleh laki-laki brengsek."
"Hah mana ada begitu, jadi pucat begini kan kalau tidak pakai ini."
"Boleh pakai, tapi jangan lagi gunakan warna merah yang menyala."
"Atau aku akan menghentikan karirmu." ancam Arka yang membuat Icha tahan nafas.
"Baiklah baiklah sayang, kasihanilah artismu ini iya, aku tahu kamu salah satu bos disana juga."
"Tapi jangan berlebihan iya, aku akan menuruti semua kemauanmu." Icha memeluk suaminya reflek.
"Apa kau sedang merayuku?" tanya Arka datar.
"Menurutmu?" mengerling manja, mendongak mematap wajah suaminya.
***
.
.
"Kau sangat lelet sekali dandanmu."
"Kau tahu, kita hampir saja ketinggalan pesawat,"
"Ehmm iya iya maafkan aku."
"Kartuku sudah kau bawa kan."
"Sudan, bisa kena cas kita kalau kartunya ada di kamu."
"Kamu sekarang kan memiliki kesibukanmu sendiri." Megan mencebik.
"Itu kamu tahu." Icha tertawa renyah.
Setelah mereka melakukan boarding pass, lalu memasuki pesawat High Class.
__ADS_1
"Gunakan sabuk pengamanmu," Megan mengingatkan.
"Aku jadi tidak yakin, bagaimana bisa seorang Icha mengurus suaminya."
"Dia bisa mengurus dirinya sendiri, aku rasa aku tak mau meributkan hal itu." ucap santai, sambil mengenakan sabuk pengamannya.
"Jangan diteruskan, atau kamu akan menyesal nanti."
"Menyesal kenapa?"
"Icha dengarkan aku baik baik."
Icha menoleh kearah Megan. lalu menegakkan posisi duduknya. "Dosen Arka itu dia sangat tampan, kaya, dan memiliki postur tubuh yang sangat bagus."
"Dia di idolakan banyak kaum perempuan."
"Lalu..."
"Ihh kamu ini, ingin sekali aku menggetok kepala kamu, supaya lebih ecer dikit."
"Iya apaan, kalau mau bicara jangan muter muter kenapa?"
"Aku kan tidak tahu apa intinya yang bicarakan."
"Kamu nanti akan menyesal nona, jika ada perempuan yang lebih perhatian sama suami kamu nanti."
"Aku yakin, walaupun dia sudah memiliki istri dan anak kelak, masih banyak perempuan yang mau melemparkan tubuhnya di ranjangnya dosen Arka."
"Ahh itu sih terserah dia saja, aku tak peduli."
"Oh Tuhan, aku begitu ingin menggetok kepalamu pakai palu." Megan menepuk jidatnya sendiri.
"Ahh sudahlah terserah kamu, yang penting aku sudah mengingatkan, dan jangan meminta tolong padaku jika terjadi sesuatu dengan rumah tangga kalian."
"Tidak akan."
"Susah iya berbicara dengan orang bucin itu." gumam Megan melihat Icha lekat.
Kali ini Icha akan kembali ke asrama, dimana tempat tinggal para K-pop berada.
Kontrak kerjanya selama lima tahun ke depan sudah ia tanda tangani, beserta para gruop member lainnya, namun statusnya saat ini berubah, Icha sudah tak singel lagi, tapi harus ia sembunyikan dari publik, karena akan menghancurkan karirnya. Atau ia akan membayar penalti nanti.
"Wahhh ada yang datang, lihatlah." kala member lainnya sedang santai tiduran menonton dan membaca yang mereka sukai. Suara Hyun menginterupsi dua member lainnya.
"Kau datang, kangen sekali, bagaimana liburan kalian." tanya Yuju menoleh ke arah Megan dan Icha bergantian, setelah cipika cipiki dan memeluk, menyalurkan kerinduan.
"Menyenangkan." jawab Icha.
"Ada apa dengan dirimu Megan, apa kamu kecapekan?" tanya Hana.
"Ehmmm iya, perjalanan yang jetlag membuat moodku hancur."
"Kau benar, baiklah kalau begitu kalian bisa beristirahat." Yuju memberikan ruang pada mereka.
"Hah aku ingin disini saja." Icha sudah merebahkan tubuhnya di sofa. Alhasil barang barangnya diangkut Frans pengawal Icha.
"Siapa lelaki tampan yang menyeret kopermu tadi?" tanya Yuju.
Seketika Icha yang tadinya memejamkan matanya kembali terbuka.
"Dia pengawal baruku yang dikirim kakak untukku."
Seketika ketiga perempuan itu pecah tawanya,"Hei kenapa kalian malah menertawakanku." kesal Icha.
"Kebebasanmu akan terenggut nona." celetuk Hana.
__ADS_1
"Aku tak peduli padanya, biarkan saja dia melakukan tugasnya, dan aku akan melakukan sesuka hatiku."
"Baiklah, lihat saja nanti." Hyun.
"Bagaimana dengan liburan kalian?" tanya Icha balik.
"Liburanku sangat menyenangkan, aku mengunjungi beberapa tempat bersama adikku."
"Tapi aku juga kesusahan menyembunyikan wajahku."
"Hah miris sekali kamu." cibir Icha menertawakan Hana.
"Tapi tak apa apa lah, yang penting adikku senang, walaupun aku harus menggunakan pakaian superman."
"Mana ada pakaian superman untuk orang dewasa." sahut Hyun.
"Pakai Hoodie nona." gemas Hana mencubit kedua pipi Hyun.
"Lalu kamu Hyun?"
"Aku aku juga sama kayak yang dilakukan Hana, jalan jalan mengunjungi beberapa tempat dengan kakakku."
"Aku bahkan teringat kalian jika sedang mengunjungi tempat tempat seru."
"Ternyata ditepi pantai ada jajanan yang murah dan enak enak loh."
"Ayo kapan kapan kita berkunjung kesana."
"Iya kita jadwalkan nanti jika sedang free." jawab Icha lagi.
"Kalau Yuju kemana saja?"
"Aku ke Paris."
"Waaauuhhhh." teriak mereka bertiga secara bersamaan.
"Keren sekali." Hana mendengarkan dengan antusias.
"Iyah, padahal sedang liburan, tetapi masih melakukan pemotretan." Yuju.
"Iya tak apa lah, liburanmu kan unik, sambil dapat cuan." Hyun.
"Kalau kamu sendiri bagaimana?" mereka bertiga menoleh kearah Icha.
"Hei kenapa kalian melihatku begitu." Icha yang ditatap secara bersamaan itu merasa tak enak.
"Kita kan juga ingin tahu cerita liburanmu."Hyun.
"Aku sedang membantu perusahaan kakek,"
"Dan jalan jalan juga ketempat yang baru." sambil tersenyum, seketika dirinya mengingat hal konyol kala perjodohan dan pernikahan mendadak itu terjadi.
"Apa sebegitu menyenangkannya membantu perusahaan kakek kamu, sampai sampai kamu ketawa begitu?" tanya Hyun polos.
"Hemmm iya lumayan, aku bisa mempelajari banyak hal disama."
"Termasuk bercinta dengan berbagai gaya." batin Icha merasa konyol sendiri dengan pemikiran mesumnya.
"Berasa jadi orang pekerja kantoran itu sih." Yuju.
"Oh iya bagaimana deng singel terbaru kita nanti?" Icha mengalihkan pembicaraan.
"Akan dirapatkan nanti malam."
Menganggukkan kepalanya mengerti
__ADS_1
dan
Bersambung