Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Tour Atlanta part 2


__ADS_3

"Ah iya kau benar juga, baiklah kalau begitu."


Icha melakukan seperti yang diminta Yuju, jari jari lentiknya ia celupkan ke dalam gelas yang berisi air putih, lalu Icha angkat dan mulai meneteskannya di wajah Megan.


Pyuukkk pyuukkkk


"Hujaaaan hujaaaaan." teriak Megan.


"Aahhhhhh hujaaaan." teriak Hyun.


"Wahaaaahaaaahaaaaa kalian kenapa bisa barengan begitu sih." tawa Icha menggema memenuhi isi ruangan kamar itu.


"Dasar anak nakal, kalian mengerjai kami." ucap Megan berapi api.


Salah satu tangan Megan mengusap wajahnya yang basah, begitu pun sama dengan yang di lakukan Hyun. "Iya kenapa kalian mengerjai kami." ucap Hyun ikut ikutan.


"Tidak ada, aku hanya meneruskan niat Yuju saja." ucap Icha, menyilangkan kedua tangannya dengan santai.


"Hah kenapa aku, tidak tidak, kau jangan ngaco iya." jawab Icha mukanya terlihat panik.


"Memangnya Yuju apain kamu?" tanya Hyun. Salah satu kakinya ia turunkan dari ranjang.


Icha mengangkat bahunya tak tahu, "Apa kau tak mau bangun tadi? sehingga Yuju memberikan air ke muka kamu?" tanya Megan menyelidik.


"Ya begitulah, ayo kalian mandi sana kita akan melakukan persiapan perjalanan menuju Bandara." kata Icha.


Yuju sejak tadi pura pura sibuk, takut mendapatkan penghakiman dari Hyun dan Megan, memegang ponselnya menscroll ke atas ke bawah tidak jelas.


Hyun lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Megan masuk ke dalam kamar mandi yang ditempati Yuju dan juga Icha.


Kini tinggallah Icha dan Yuju duduk di kursi sofa berdampingan. "Cha."


"Ya."


"Kira kira tuan Alex sama Hana lagi ngapain ya?"


"Ya mana aku tahu?"


"Lagi pengambilan gambar paling." jawab Icha santai.


"Oh iya kenapa aku merasa jika tuan Alex sedang mendekati Hana." kata Icha lagi.


Seketika membuat Yuju terdiam, tak menjawab ucapan Icha baru saja. "Ahh ma masak sih?"


"Iya, coba saja amati bahasa tubuh tuan Alex jika kau tak percaya."


"Tapi aku tidak begitu memperhatikan tuan Alex,"


Seketika itu detak jantung Yuju berdetak lebih kencang dari biasanya, seperti seseorang yang sedang menahan cemburu dan juga jatuh cinta.

__ADS_1


"Yah lain kali jika bertemu maksud aku."


"Ehmmm." jawab Yuju hanya menggumam.


"Oh iya aku tadi tidak sengaja melihat ponselmu sedang ada banyak panggilan masuk tak terjawab, disana bertuliskam my wife,"


"Memangnya siapa dia?" tanya Yuju memandang manik hitam Icha.


Membuat Icha baru menyadari jika sejak semalam dirinya sama sekali belum menghubungi suaminya, apa lagi semalam sedang asyik menonton drama, pastilah suaminya itu kesusahan menghubunginya.


"Cha kenapa malah melamun, siapanya kamu?"


"Oh iya aku tahu, atau jangan jangan dia pacar kamu iya?"


"Ti tidak tidak, aku tidak ada pacar, dia kakak aku."


"Benarkah?" tanya Yuju pada Icha.


"Iya, kenapa kamu tak percaya padaku?" Icha.


"Bukan begitu, masak iya sampai kau tulis kakak kamu my wife segala."


"Yah kan dia memang kakak kesayangan aku."


"Kakak kesayangan." Yuju membeo.


Icha menganggukkan kepalanya, matanya menatap balik Yuju, seolah meyakinkan Yuju jika kontak itu memang kakaknya.


"Ada dua."


"Kenapa aku baru tahu jika kamu memiliki dua kakak."


"Ya memang aku kan jarang cerita soal kakak kakak aku, jadi ya wajar saja kalau kamu tidak tahu, jangankan kamu, Megan saja juga baru tahu."


"Ck, keterlaluan kamu, memangnya kakak kamu yang satunya itu laki laki apa perempuan?"


"Kakak aku ada dua laki laki semua tahu."


"Dan kau tahu, kedua kakakku sangat tampan tampan, jika kalian melihatnya pasti akan jatuh ke dalam pesonanya."


Ucap Icha meninggikan marwah kakaknya, agar Yuju tak menanyakan perihal soal pertanyaannya tadi.


"Ck, lebay sekali kamu."


"Eh terserah mau percaya atau tidak sih, yang jelas jika kakak kakakku menikah nanti, seleksi calon istrinya harus aku dulu yang memilihnya."


"Kenapa bisa begitu?"


"Iya lah, Kakakku kan sangat kaya, aku takut jika kakak aku salah langkah dan malah mendapatkan perempuan matre yang nantinya malah menghabiskan harta kakak aku."

__ADS_1


"Sampai segitu takutnya kamu, sama calon istri kakak kamu nanti."


"Iya lah harus, nih ya biar aku kasih tahu sama kamu, aku tidak mau melihat kakak aku menderita, karena wanita, sama seperti kakakku yang tidak mau melihatku menderita karena lelaki."


"Apa sih yang kalian bicarakan?" sahut Megan yang tiba tiba saja nongol.


"Ada lah, kau masih kecil jadi tidak perlu tahu." ucap Icha pada Megan.


"Kecil apanya, aku sudah bisa mengurus kalian semua begini dibilang kecil."


Megan menjatuhkan tubuhnya di kursi sofa seberang, "Mana Hyun?"


"Dia belum selesai mandinya." jawab Yuju.


"Oh Tuhan, itu dia mandi apa sedang berendam sih, kenapa lama sekali." ucap Megan keheranan.


"Apa Hana tidak ada menghubungi kalian?" tanya Megan pada Icha dan Yuju.


"Tidak ada, dia kan kerja sambil kencan, mana ada hubungi kita." jawab Icha asal.


"Mana ada begitu, dia pergi bekerja bukan kencan." ketus Yuju tak terima.


Megan melihat Icha dan Yuju bergantian, sepertinya ada yang tidak beres, tetapi sayangnya Megan belum menemukan benang merahnya apa.


"Terserahlah, yang penting waktunya konser nanti kalian harus sudah berkumpul semua." Megan.


Sore hari mereka sudah siap dengan perjalanan selanjutnya menuju Atlanta, kali ini minus Hana. Suasana tetap sama, ramai banyak fans yang menyapa mereka, memotret bahkan mengambil gambar mereka. Tidak lupa juga teriakan para fans yang terkadang mengganggu mobilitas.


Tetapi ketiga member PinkV itu tetap tersenyum dan melambaikan tangannya menyapa para fans. "Huhh akhirnya bisa duduk tenang juga." keluh Icha menarik nafas panjang, lalu membuangnya kasar.


"Yah jangan heran, kita kan Aktris global gaes, jadi ya harus terima kalau dimana mana ketemu fans." Hyun.


"Hah kau benar." Icha.


Saat ini mereka sudah masuk ke dalam kabin Pesawat yang akan membawa mereka terbang ke tour selanjutnya, bersama para penari latar baik laki laki maupun perempuan.


Sejenak mereka mengatur nafasnya masing masing, diam diam Icha membuka ponselnya sebelum Pesawat lepas landas, memberikan kabar pada Arka suaminya.


Rasa rindu yang membuncah tentu saja menghinggapi seluruh tubuhnya, rindu wajah tampan suaminya, rindu bermanja, bahkan rindu aroma ketek suaminya ketika di pagi hari belum mandi.


Jika mengingat hal hal manis itu, membuat Icha tersenyum sendiri dan menggelengkan kepalanya pelan. Sayangnya Hyun tidak menyadari.


"Hati hati, jangan macam macam." balasan pesan singkat Arka pada Icha.


"Tidak macam macam, hanya satu macam saja." balas Icha menggoda suaminya.


Lalu tidak ada lagi balasan dari Arka membuat Icha kesal setengah mati, dari pada marah lebih baik mematikan ponselnya ke mode pesawat pikir Icha.


Lalu memejamkan matanya, dan menaruh kembali ponselnya ke dalam tasnya.

__ADS_1


Sedangkan Megan pandangannya curi curi pandang ke arah sebelahnya.


__ADS_2