Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Malunya Aku


__ADS_3

"Tetapi aku harus menunggu dua hari lagi untuk bisa masuk kak" Terangnya lagi pada Arka


"Hemm iya bersabarlah kau juga harus bersungguh-sungguh ketika magang nanti" Arka menasehati seperti menasehati orang tua pada anaknya saja...


Setelah makan malam mereka berdua kini duduk di sofa menonton tv bersama lebih tepatnya Arka yang menemani Icha menonton tv drama kesukaanya. Lagi seru-serunya nonton tv tiba-tiba saluran tv itu mati dan siapa lagi biang masalahanya jika bukan Arka dosennya yang suka usil itu. "Kak kenapa tv nya mati" Icha merengek sambil mengelap air matanya ya g keluar itu.


"Sudahlah ngapain juga menangisi drama tak jelas begitu" omel Arka pada Icha


"Ichh lagi seru-serunya tahu"


"Seru-serunya apaan dengan menonton drama tentang perselingkuhan begitu kau anggap seru-serunya, lama-lama nanti otakmu jadi konslet karena terkontaminasi film tidak jelas begitu"


"Ahk kak Arka ini tidak seru banget mana remotnya siniin"


"Tidak akan selama kamu termehek-mehek seperti itu"


"Kak Arka siniin remotnya aku mau nonton jangan ganggu aku kenapa"


Akhirnya apa yang terjadi mereka malah rebutan remot dan setiap kali Icha akan hampir menangkapnya Arka selalu berhasil menjauhkan remot itu hingga tanpa sadar kini tubuh Icha berada tepat di atas tubuh Arka seperti pangku-pangkuan.


Icha tak peduli itu yang ia pedulikan nanti ia bisa tertinggal drama kesukaannya sehingga semakin gencar merebut remot di tangan Arka itu.


"Hey hentikan kamu ini seperti macan jika seperti ini" Arka


"Biarin aku tak peduli" ketus Icha sambil meraih remot yang tak kunjung ia dapatkan itu


"Icha apa yang kamu lakukan" Teriak Arka pada Icha


"Kamu tahu tidak sekarang berada di mana" Teriak Arka yang ke dua kalinya


"Iya aku tahu" Jawab Icha asal


"Kalau kamu kayak gini terus bisa-bisa aku berbuat lebih padamu" Arka masih berbicara dengan berteriak sambil menjauhkan remot itu


Icha tersadar apa yang ia lakukan saat ini berada di atas tubuh Arka dengan saling berdempetan seperti suami istri yang sedang bermesraan. Setelah sadar apa yang ia lakukan detik berikutnya Icha langsung turun dan berlari ke kamar menutup pintu kamar dan menguncinya saking malunya dengan perbuatanya tadi pada Arka.


Arka menggelengkan kepalanya lalu berdiri dan mengetuk pintu kamar Icha. Tokk...tok "Icha buka pintunya"


"Icha kamu marah padaku"

__ADS_1


Arka berdiri di depan pintu kamar Icha sambil mengetuk pintu berulang-ulang. Merasa tak ada sahutan dari dalam ia anggap kalau Icha marah padanya.


Arka yang berdiri terlalu lama itu akhirnya duduk lagi di sofa ruang tamu hingga ketiduran sampai pagi.


Ke esokan paginya saat Icha sudah membersihkan diri dan berniat akan membuat makanan di dapur ia kaget setengah mati hampir ingin berteriak ketika ada seseorang yang tertidur di sofa ruang tamu itu.


Icha memandangi wajah Arka lama. "Tampan" Satu kata yang ada dalam hati Icha.


"Hais aku ini memikirkan apa ceih" Menggelengkan kepalanya sambil berjalan ke arah dapur dan membuat sarapan paginya.


Selang beberapa menit sudah siap semua dan ia berniat akan membangunkan Arka tetapi tak berani akhirnya yang ia lakukan dudu di sofa seberang Arka tidur sambil tiduran menscroll ponselnya ke atas dan kebawah.


Setengah jam lamanya Icha menunggu akhirnya Arka bangun juga. Arka mengucek kedua bola matanya dan badanya terasa kaku dan pegal-pegal. "Ehh kaka sudah bangun"


"Apa kau menungguku" Tanya Arka


"Ehmm bisa bisa di bilang iya ceih"


"Ehmm bu..bukan ceih aku tadi sedang pengen tiduran saja" Jawab Icha tergagap


Awalnya Arkan percaya dengan alasan Icha tetapi setelah ia berdiri dan melihat meja makan penuh Arka jadi tak percaya sambil tersenyum sendiri. "Ehh tapi aku mau mengajak sarapan bareng kakak, ya itupun kalau kakak mau" Tawar Icha belum juga mendapat jawaban sudah seperti menolak saja


Arka pergi ke kamar mandi yang ada di dekat dapur itu sambil berkata "Siapa bilang tidak mau, tunggu aku dulu, aku akan mencuci muka sebentar" Sambil berlalu memasuki kamar mandi


"Aku pasti sudah gila" Icha sambil menepuk keningnya sendiri


"Masih mau berdiri di situ" Arka setelah dari kamar mandi dan berdiri di samping meja makan itu.


"Ehh iya kak aku jalan"


"Bangun jam berapa, jam segini sudah selesai memasak sebanyak ini"


"Bangun pagi lah, kakak aja yang tidurnya bangkong tidak mau bangun " Cemooh Icha


"Benarkah"


"Iya coba lihat jam tangan kakak" Tanyaknya pada Arka sambil mengambilkan makanan di piring Arka dan piringnya sendiri.


"Ini semua kakak habisin, tidak boleh ada yang tersisa" Sambil menyodorkan makanan yang sudah terisi penuh dengan makanan itu.

__ADS_1


Mereka makan dalam diam, diakhir makannya Arka membuka percakapan lebih dulu "Setelah lulus kuliah ini apa rencanamu" tanya Arka pada Icha


"Tidak tahu"


"Bekerja atau lanjut S2 atau membuka usaha sendiri mungkin" Tanya Arka yang masih penasaran itu


"Semuanya" Jawab random Icha sambil menghabiskan makanannya itu


"Kau itu tidak bisa apa di ajak bicara serius sekali saja" Arka


"Aku dua rius malah"


"Ceck kau ini"


Arka berdecak malas sambil berdiri mencuci piringnya di wastafel . "Dibilangin tidak percaya" Icha


"Ini kakak aku nitip cuci piring sekalian, aku mau beres-beres yang lainnya"Icha sambil meletakkan piringnya di depan Arka yang sedang mencuci piring itu.


"Habis ini kakak mau ke kampus atau kemana" Tanya Icha sambil membereskan ruang tamu dari debu-debu itu


"Aku akan ke kampus, kenapa" Arka


"Tidak ada karena aku tak ada pekerjaan apa-apa hari ini, jika kakak tak kemana-mana aku ingin jalan-jalan sama kakak"


"Hemm sayangnya aku ada jam mata kuliah mengajar"


"Ya sudah aku nanti akan jalan-jalan sendiri berkeliling kota" jawab Icha


"Kau jangan sembarangan kenal orang baru jika jalan sendiri, jangan mudah percaya sama orang baru, karena kita tak tahu apakah orang itu baik atau tidak"


"Kalau tidak ikut aku saja ke kampus nanti setelah itu aku akan menemanimu jalan-jalan bagaimana " Tawar Arka


"Apa aku tidak mengganggu kakak nanti jika aku ikut kakak ke kampus"


"Tidak kamu bisa membaca buku-buku di lemari yang ada di ruanganku atau kamu bisa bermain sesukamu menggunakan laptopku nanti"


"Hemm baiklah aku akan ikut kakak ke kampus, kalau begitu tunggu aku, aku akan bersiap-siap sebentar"


"Hemm iya dan aku harus mandi dulu dan ganti baju jika sudah selesai bersiap kau bisa menungguku di tempatku nanti" Arka yang sudah selesai mencuci piringnya itu mengelap tangannya lalu berpamitan pada Icha untuk membersihkan diri dulu

__ADS_1


dan


Bersambung....


__ADS_2