
"Selanjutnya apa yang akan kau lakukan??" Tanya Alex asistennya pada bosnya
"Entahlah aku belum tau".....
Dengan ekspresi wajahnya yang penuh teka teki . Wajah Arka yang sulit ditebak oleh orang. Jika dilihat ia seperti tak memiliki ekspresi sekali pun. Tersenyum pun jarang terlihat.
Saat ini Arka dan Alex tinggal di apartemen Shinjuku, Tokyo, Jepang. Apartemen ini baru saja dibelinya beberapa bulan yang lalu ketika ia berencana membuka cabang anak perusahaannya di sana . Apartemen ini memiliki fasilitas yang lengkap di lokasi yang strategis. Kamar bisa menampung hingga delapan orang, dengan empat ranjang besar, dapur lengkap, dan ruang keluarga kecil. Tamu juga mendapatkan fasilitas mesin cuci dan pengering, serta bak air panas yang nyaman. Apartemen Shinjuki ini juga memiliki fasilitas seperti Taman Okubo, Museum Samurai, Taman Peringatan Koizumi Yakumo serta Taman Nishi Okubo.
Malam hari saat ini Arka keluar akan membeli keperluan rumah di supermarket karena seperti bahan makanan sayuran, buah dan masih banyak lagi. Ia lebih suka memasak sendiri dirumah dari pada makan diluar.
Disinilah ia saat ini sedang mendorong trolinya berkeliling. Brak tak sengaja trolinya telah ditabrak gadis belia menurutnya.
"Hei apa kau tak punya mata nona" Tanyanya sambil menatap tajam perempuan cantik itu. "Memangnya kenapa, yang menabrakku kan kamu duluan kenapa salahin aku" Jawab Arumaysa dengan menunjukkan dirinya sendiri.
"Apa kau tak lihat nona jika tadi aku berjalan lurus"
"Ya kau berjalan lurus tetapi kau tak melihat kemana arah jalanmu, kau kan tadi menoleh kesana sini sehingga menabrakku" Dengan beraninya Arumaysa membantahnya
"Cek gadis ini cerewet sekali, jika di kehidupan yang akan datang dan aku menikah nanti, aku tak akan sudi memiliki istri yang sangat cerewet seperti ini" Batin Arka mengumpat
"Kau mengumpatiku bahwa aku gadis cerewet" cecar Arumaysa dengan pandangan yang sangat tajam ke arah Arka
"Kepedean sekali anda nona, siapa yang mengumpatimu"
" Tadi aku hanya sedang berfikir, belanja apa saja yang kurang dalam daftarku ini"
"Cek kau tak bisa berbohong padaku tuan"
"Sekarang kau harus meminta maaf padaku" Arumaysa dengan tangan bersedekap di dada.
"Hehh Siapa yang salah dan siapa yang meminta maaf, apa aku tidak salah dengar nona" Tanya Arka
__ADS_1
"Tidak karena anda telah menabrak saya duluan tadi, dan yang ke dua anda telah mengumpatiku" Arumaysa tak mau kalah
"Hah lucu sekali bocah in, bahkan aku mengumpatinya saja dia mengetahui" Batin Arka
"Apa kau itu cenayang nona" Tanya Arka sedikit meledek
"Jika iya kenapa" Arumaysa dengan melototkan matanya yang malah terkesan imut dimata lelaki itu
"Heh baiklah jika aku meminta maaf apa ada imbalannya untukku nona" Arka malah menggoda Arumaysa dengan maju beberapa langkah mendekati Arumaysa sambil memajukan wajahnya tepat didepan wajah Arumaysa, untungnya loro g tempat mereka bertabrakan saat ini sedang sepi sehingga tak banyak pengunjung yang melewati area mereka.
"Ka..kau mau apa" Tanya Arumaysa dengan nada gagap saat Arka mendekatkan wajahnya bahkan hembusan nafasnya dengan bau mint tercium sampai ke indera penciumannya
"Aku.. kenapa, aku hanya meminta imbalanku nona jika aku meminta maaf apa imbalan untukku" Arka baru kali ini dibuat meladeni gadis yang bar-bar dan imut menurutnya
"Ti..tidak ada imbalan"
"Anda kan hanya meminta maaf dan semua permasalahan akan beres, iya kan tetapi jika anda tak mau meminta maaf maka tak apa"
Arumaysa berbelok arah mendorong trolinya dan berlalu pergi dari hadapan Arka. Kemudian Arka mencekal lengan tanganya tanpa diduga "Maaf" satu kata yang membuat Arumaysa diam membeku seketika tak bisa berkata-kata seperti terhipnotis ucapan lelaki tampan itu.
Detak jantung Arka tiba-tiba berpacu sangat cepat dan tak terkontrol. "Raya" panggil Hana tiba-tiba membuyarkan lamunan mereka sesaat.
Arumaysa yang langsung tersadar dari lamunannya langsung melepaskan cekalan tangannya tadi, dan berlalu menghampiri Hana
"Kau kenapa dengan lelaki itu"
"Apa lelaki itu kekasih rahasiamu ya sehingga kau mengajak kami berjalan-jalan dan bertemu di sini" Cecar Hana tanpa henti telah memberondong pertanyaan yang bertubi-tubi pada Arumaysa.
"Hey kau ini bicara sembarangan sekali"
"Jangan keras-keras, bagaimana kalau yang lain tahu, bisa malu aku"
__ADS_1
"What jadi benar jika lelaki tadi adalah kekasihmu dan kau janjian mengajak ketemu disini lalu berciuman di lorong"
Arumaysa langsung membekap mulut Hana dengan telapak tangannya. "Siapa yang berciuman" Tanya Yuju tiba-tiba muncul dari belakang mereka dengan membawa barang pilihannya
"Tidak ada yang berciuman, Hana tadi hanya menceritakan masa lalunya saja dan dia katanya sedang mengenang mantan pacarnya"
"Hah tapi tadi aku dengar ada yang berciuman disini" Tanya Yuju dengan sangat kepo.
"Tidak. Mungkin kau salah dengar, jika belanjanya sudah selesai ayo kita membayar sekarang di kasir" Ajak Arumaysa mengalihkan pembicaraan saat itu
"Hemm baiklah" Hana digandeng oleh Arumaysa sambil di pelototin olehnya dengan sedikit berbisik
"Hey kita panggil Hyun dulu, dia masih berada di sana " Tunjuk Yuju
" Hemm baiklah, kau panggil Hyun, aku dan Hana akan menunggu kalian di kasir" Usul Arumaysa pada Yuju
"Ya tunggu aku dan Hyun di kasir" Yuju menjawab sambil berlalu memanggil Hyun yang masih berkeliling di supermarket itu.
***
Setelah kepergian Arumaysa Arka masih diam ditempatnya sampai tak terlihat punggung Arumaysa tadi "Bar bar sekali cewek itu" Dalam hati Arka lalu ia meneruskan belanjanya
Arka sedang menata barang belanjaannya tadi setelah pulang dari supermarket. Ketika ia membuka kantong belanjaannya ia sepertinya telah menemukan sesuatu didalamnya.
Setelah mengingat-ingat barang itu sepertinya milik gadis yang tadi telah menabraknya. Barang itu berupa gelang dengan inisial A. " Sepertinya ini milik gadis itu, kenapa inisialnya A" Arka berbicara dalam hati. lalu menyimpan gelang dengan inisial A itu tadi di kamarnya dan setelah itu ia kembali menata barang belanjaannya. Malam ini ia akan meneruskan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi siang.
"Apa tadi kau jadi belanja" Tanya Alex pada Arka yang tiba-tiba keluar dari kamarnya. " Ya jika kau ingin makan, masaklah dan aku akan mandi"
Alex tak menjawab ucapan Arka, ia berlalu membuka isi kulkas itu barang apa saja yang telah dibeli oleh sahabatnya tersebut.
"Ternyata ia belanja sangat terstruktur sekali, seperti hidupnya yang sangat terstruktur" Gumam Alex pada dirinya sendiri
__ADS_1
Kemudian Alex membuat kopi dua cangkir yang satu untuk dirinya dan yang satunya untuk Arka. Sedangkan Arka selepas mandi merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya dan berlayar ke pulau mimpi. Didalam mimpinya ia telah bertemu seorang gadis belia yang sangat cantik...