
"Siapa yang mengizinkanmu keluar" Tanya dosen Arka sepertinya sangat gemas dengan ulah Icha itu
"Hemm tidak ada Prof .. eh kak maksud saya"
"Duduk kembali dan lanjutkan pekerjaanmu" Perintahnya pada Icha
kemudian dosen Arka menelpon ke kantin lagi untuk mengantarkan pesanan berikutnya.
"Bekerjalah dengan sungguh-sungguh jangan sampai ada yang salah.
"Iya " Jawab Icha dengan singkat
Selang beberapa jam semua yang di perintahkan oleh dosen Arka telah selesai kini masuk waktunya jam makan siang.
"Emm kak boleh kah aku keluar sekarang, karena tugasku telah selesai" Icha memberanikan diri untuk bertanya
"Tidak di izinkan keluar"
"Kenapa begitu pada hal kan pekerjaanku sudah selesai" protes Icha.
"Ini masih ada lagi, data-data semua yang ada di kertas ini semua kau salin dan kau tempel di file setelah itu kau unggah pada drive kemudian kamu koreksi".
"Tidak bisa hukumanku kan cuman itu tadi mengirim tugas-tugas pada semua email mahasiswa lalu kenapa di tambah lagi" Protes Icha
"Karena seharian ini hukuman mu menjadi asistenku" jawab dosen Arka santai
"What, lalu sekarang aku lapar apa aku tak di izinkan untuk makan diluar barang sebentar begitu"
Arka memegang ponselnya kemudian menghubungi seseorang "Iya Prof ada yang bisa saya bantu" suara yang berasal dari ponselnya itu " Hem iya kirim makan siang seperti biasa, dan kamu ini bilang sendiri mau pilih makanan apa" tanya dosen Arka pada Icha
"Aku samakan dengan anda saja"
"Kau dengar itu" Arka
"Baik Prof tunggu sebentar makan siang akan kami siapkan dan kami antar" Pihak kantin
***
Sore hari saatnya pulang Icha telah menjadi asisten dosen Icha seharian ini sehingga dosen Arka memberikan kompensasi dengan jalan-jalan Magdalen College
__ADS_1
Magdalen College didirikan pada 1458 di sebuah situs di luar tembok kota. Itu indah Menara magdallen dibangun pada 1482, sedangkan Menara Muniment adalah pintu masuk ke kapel di mana evensong dinyanyikan oleh paduan suara terkenal perguruan tinggi. Ada apartemen negara bagian dengan permadani permulaan abad ke-16 di Menara Pendiri, dan di bawahnya, sebuah lorong mengarah ke beranda dengan sosok-sosok aneh yang dikenal sebagai "Hieroglif". Magdalen College juga menawarkan akomodasi bed-and-breakfast ketika kamar tersedia.)
Di luar kampus membentang taman rusa disebut Belukar dan jembatan yang mengarah ke Sungai Cherwell ke Water Walks. Di seberang pintu masuk ke kampus adalah Oxford University Botanic Garden, didirikan pada 1621 dan salah satu yang tertua di Inggris. Tanaman dari seluruh dunia dapat ditemukan di sini, termasuk Magdalen rose garden, sebuah hadiah dari Albert and Mary Lasker Foundation di New York untuk memperingati perkembangan penisilin di mana Oxford memainkan peran yang cukup besar juga patut dikunjungi adalah satelit Harcourt Arboretum.
Setelah di ajak berkeliling di Magdallen Collage dilanjut dengan pergi ke pusat Oxford banyak waktu harus diizinkan untuk dikunjungi karena ada begitu banyak hal yang harus dilakukan di sini. Empat jalan utama kota bertemu di persimpangan yang dikenal sebagai Persimpangan empat jalan, titik awal yang baik untuk tur. Abad ke-14 Menara Carfax, peninggalan Gereja St. Martin yang sekarang hancur, memiliki pemandangan yang bagus. Juga dikunjungi adalah Balai Kota Gereja St. Aldate dan Pembroke College, didirikan pada tetapi dengan asal-usul dating kembali ke. Di dekatnya Seni modern Oxford galeri seni visual yang berfokus pada pameran seni modern dan kontemporer, secara teratur menawarkan ceramah, musik, dan film.
Oxford sangat bagus Jalan raya dipagari dengan banyak bangunan megah termasuk banyak perguruan tinggi dan digambarkan oleh penulis Amerika Nathaniel Hawthorne sebagai "Jalan terbaik di Inggris." Sambil jalan-jalan, kunjungi Gereja Universitas, St. Mary the Virgin, dengan menara yang dihias indah yang menawarkan pemandangan kota yang sangat baik. Yang juga menarik adalah paduan suara.
Setelah mereka puas berkeliling dilanjutkan dengan makan di daerah dekat situ sambil berbincang-bincang kecil. "Sejak kapan kakak menjadi dosen" Tanya Icha pada Arka itu
"Sejak aku masih kuliah, aku sudah menjadi asisten dosen"
"Wahh hebat sekali"
"Lalu apa suka duka nya menjadi dosen" Icha
"Banyak"
"Contohnya seperti apa"
"Jika ada mahasiswa yang bandel sepertimu"
Bantah Icha pada Arka. Tetapi masih dengan bencandanya
"Lalu seberapa besar gaji dosen di sana"
"Banyak sedikit aku syukuri, karena aku senang bisa menularkan banyak ilmu pada anak didikku" Arka
"Hemm begitulah"
"Apa tidak membosankan dengan menjadi dosen itu"
" Hey sudah makan lah makananmu ini keburu dingin, kenapa kamu seperti wartawan saja jika bertanya" Arka
"Wahahaha benarkah"
"Seharusnya kakak bangga punya mahasiswa cerdas seperti aku" Icha dengan cengiran nya
"Bangga apanya, banyak tanya seperti wartawan itu yang bikin bangga"
__ADS_1
"Betul itu salah satunya"Icha
"Heh ternyata kau selain cerewet juga sangat narsis" Arka
"Biarin"
Ketika mereka akan pergi jalan-jalan tadi telah menggunakan mobil Arka, sedangkan mobil Icha dititipkan di parkiran kampus dan akan di ambil oleh orang suruhan nya Arka nanti.
Sempat ada perdebatan saat akan pergi jalan-jalan tadi. Karena Icha sempat tak mau satu mobil dengan Arka karena ia tak mau meninggalkan mobilnya. Akhirnya dengan berbagai bujuk dan rayunya Arka Icha mau satu mobil dengan dosen tampan itu.
Setelah mereka menghabiskan waktu sore nya dengan jalan-jalan berkeliling dan dilanjut makan kini mereka pulan bareng menuju apartemen mereka.
Tak sulit akrab dengan Icha karena Icha memiliki kepribadian yang ramah dan juga periang selain itu ia juga suka berbagi dalam hal apa saja. Arka yang notabennya jarang bicara saja bisa mengeluarkan banyak suara jika bersama dengan Icha.
Sampailah mereka saat ini di apartemen mereka. "Oh iya terimakasih kak jalan-jalannya hari ini" Pamit Icha sebelum memasuki unit apartemennya
"Hemm" Balas Arka
"Kapan-kapan lagi ya, kalau mau jalan-jalan jangan lupa ajak aku" Icha memberi usul
"Ya kapan hari aku akan menghubungimu"
"Apa sudah kau simpan nomorku yang kemaren" Tanya Arka pada Icha
"Belum tau nanti aku lihat lagi" Icha
"Ya sudah aku mau masuk dulu kak"
"Ya jangan lupa mandi air hangat supaya badanmu menjadi rileks" Arka
"Baik"
Kemudian mereka memasuki unit apartemen mereka masing-masing. Icha langsung mandi membersihkan diri dan berendam di air hangat kemudian beristirahat merebahkan dirinya di atas ranjang jing size miliknya itu. "Hari yang sangat melelahkan" Gumamnya
"Apa kabar ya dengan Megan" Ia lupa kalau hari ini belum menghubungi Megan temannya itu. Pastilah Megan akan mencarinya dan mengkhawatirkannya
"Dimana ponselku" Icha mencari ponselnya sambil merogoh tasnya
Bersambung
__ADS_1