Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Arka vs Robinson


__ADS_3

Icha begitu terpukul kalau dirinya baru saja mendapatkan penjelasan dari Frans. Malam sudah larut terlihat lorong rumah sakit juga sudah sepi.


Icha melihat Frans yang sudah tertidur dan tidak ada siapapun di dalam ruangan perawatannya, tanpa berpikir panjang jarum infus yang menancap di tangannya ia tarik sekuat tenaga lalu Icha keluar dengan mengendap-ngendap agar tak menimbulkan suara yang membuat berisik.


Icha berjalan tanpa arah, dirinya saat ini tidak tahu harus berbuat apa, jika meneruskan karirnya untuk menjadi idol k-pop girl group dia harus terlihat sempurna di mata semua fansnya.


Karena semua Fandom tidak peduli melihat Icha memiliki masalah apa. Yang mereka tahu idolanya harus terlihat sempurna dan juga ramah pada semua orang.


Terlihat cahaya lampu kota kanan kiri berpendar membuatnya terhenti ketika melihat kursi di pinggir jalanan taman. Sejenak Icha menarik nafas lalu berpikir kembali, ada satu sisi dari dirinya yang saat ini ia rasakan yaitu penyesalan.


"Ini bukan kemauanku." bisiknya pelan.


Dikala dirinya sedang menangis tersedu-sedu terlihat uluran tangan memberikan sapu tangan padanya, ia tidak memperdulikan siapa itu, Icha mengambil sapu tangan yang tersodor ke depannya lalu mengusap air matanya dengan kasar. Walaupun Icha berusaha untuk menahan air matanya. Tak bisa dipungkiri untuk meluapkan kesedihannya saat ini.


"Bukankah anda nona Icha?" sapa Robinson tanpa permisi duduk di sebelah Icha.


Icha menoleh Ia juga terkejut sama dengan Robinson. "Anda habis dari mana nona? kenapa malam-malam begini Anda berjalan sendirian dan menggunakan baju."


Ucapan Robinson terhenti. Tidak usah dijelaskan bahwa semua orang tahu pakaian yang dikenakan Icha ini seragam rumah sakit.


Icha masih terdiam untuk mengumpulkan kesadarannya, ia masih belum bisa menerima semua kenyataan pahit ini. Percintaannya dan juga janinnya semua membuat masalah baru dalam hidupnya.


Icha menoleh melihat manik biru Robinson, membuat Robinson salah tingkah dan tidak enak hati untuk bertanya lebih lanjut lagi.


" Aku baru saja kehilangan janinku."

__ADS_1


"Janin." Robinson membeo, seolah Ia tidak percaya jika Icha baru saja kehilangan janinnya. Karena Robinson mengira Icha adalah wanita single yang belum memiliki pacar ataupun suami.


Tapi ia tidak peduli, berniat akan mendekati Icha dan mengancam siapa yang membuat Icha seperti ini. Rasanya Robinson tidak terima melihat Icha dengan keadaan acak-acakan. Tidak sampai di situ bahkan sepertinya membuat hati Icha hancur.


"Maaf nona jika anda tidak ingin bercerita tidak usah bercerita, saya tahu mungkin itu privasi Anda. Tapi tidakkah alangkah lebih baiknya anda kembali ke rumah sakit?"


Icha menggeleng ia tidak mau lagi kembali ke rumah sakit itu, karena akan mengingatkan pada luka hatinya. Tetapi Robinson berusaha memberikan pengertian dan kata-kata bijaknya sebagai seorang lelaki yang gentle.


Dengan susah payah Robinson berhasil membawa Icha kembali ke rumah sakit dengan diantarkan Robinson menggunakan mobil pribadinya, ternyata Icha sudah berjalan sekitar 2 KM dari rumah sakit ke taman yang tadi tempat ia berhenti.


Frans yang berjaga di dalam sana melaporkan kejadian ini pada dokter jaga bahwa ada pasien yang hilang melarikan diri.


"Maaf nona anda dari mana saja? tadi asisten anda mencari anda." tanya dokter jaga malam itu.


"Saya hanya mencari angin saja, maafkan saya dokter."


Icha menggangguk. Lalu dokter beralih memberikan instruksi pada Robinson. " Maaf tuan sebaiknya anda malam ini berjaga untuk istri anda, karena pemulihan istri anda sangat penting, mengingat kondisi istri Anda saat ini sedang lemah."


"Baik dokter terima kasih, saya akan menjaganya dengan baik."


Ini adalah malam kedua Icha akan melarikan diri dari rumah sakit itu. Begitu dokter selesai memberikan penjelasan pada Robinson dan juga Icha, ia akan berniat keluar ruangan.


Tetapi tiba-tiba saja terdengar suara pintu terbuka dengan sedikit kasar. " Bagaimana kabar istri saya dokter?" terdengar seseorang lelaki berberawakan tinggi memiliki kulit putih bermata oriental, memiliki rahang yang tegas. Siapa saja yang berbicara padanya akan merasa bahwa orang tersebut memiliki wibawa yang sangat tinggi.


Kompak semua orang yang ada di ruangan itu menoleh ke arah sumber suara. mereka dengan spekulasinya sendiri-sendiri. terutama dokter yang habis menangani Icha baru saja, yang habis menjelaskan panjang lebar kepada Robinson. Kini datang lagi lelaki yang mengaku sebagai suami Icha, lalu yang mana suami nona ini dalam hati dokter itu.

__ADS_1


Sedangkan Robinson, " Siapakah lelaki itu, aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana? sepertinya ia bukan lelaki sembarangan." dalam hati Robinson bergumam.


"Kenapa dia ke sini, bukankah ia jalan bersama selingkuhannya?" Icha.


Dokter berpamitan kembali ke ruangannya, lalu Icha meminta Robinson untuk menunggu di luar saja. Karena ia akan berbicara dengan suaminya empat mata, tetapi Arka malah meminta Robinson untuk kembali pulang tidak usah menunggu istrinya dengan suara yang tegas dan tak mau dibantah.


Kini tinggal dua orang anak manusia, mereka belum ada yang memulai pembicaraan. Icha dengan batinya yang terus saja bermonolog. Sedangkan Arka mengira jika Icha marah padanya.


"Maafkan aku." satu kata yang keluar dari mulut Arka, lalu memeluk Icha dengan erat, Icha terdiam saja entah ia harus berontak marah ataupun mencakar wajah Arka, sepertinya Icha mati rasa untuk saat ini.


"Kenapa kamu datang, seharusnya kamu tidak usah datang. Aku tidak mengharapkan kehadiranmu." ucap Icha lemah diiringi dengan butiran kristal yang keluar tanpa permisi dari kedua kelopak matanya.


"Sayang kamu boleh marah padaku, cakar wajahku atau pukulah aku. Aku siap menerima semua amarahmu, ayo luapkan emosimu padaku."


"Aku masih waras belum gila, apakah kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?" tanya Icha datar lalu mengurai pelukannya dari dekapan Arka.


"Aku tidak akan menjelaskan apapun selama kamu tidak mempercayaiku."


"Lalu apa maumu sekarang? kamu ingin mengajukan gugatan cerai itu padaku? lakukanlah aku siap menerima semuanya, tapi jangan sampai ada media yang mengendus berita ini kau tahu itu."


"Kita sama-sama saling menguntungkan, kau mendapatkan apa yang kamu mau, dan aku mendapatkan apa yang kumau. Aku tidak mau karirku hancur begitu juga dengan dirimu. Itu kan kemauan kamu."


"Sayang lihatlah aku, kau jangan merendahkan aku. Aku bukan laki-laki serendah itu. Baiklah jika kau sudah siap aku akan menjelaskan semuanya nanti. Tapi berjanjilah padaku kamu harus sembuh dulu.


"Kita memulainya dengan cara yang baik-baik, jadi jangan ada selisih apapun di antara kita. Aku tidak mau orang-orang di sekitar menjadi korban dari hubungan kita. Kau tahu itu."

__ADS_1


"Baiklah jika perpisahan yang kau minta." gumam Icha pelan tapi masih bisa didengar oleh Arka.


Makasih udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak ya, satu tap jempol kalian adalah penyemangat kami


__ADS_2