
Sejak kejadian dimana Icha mengetahui kalau Hana naksir dengan Arka, membuat Icha menjaga jarak dengan Hana. Bahkan hanya untuk berbicara santai saja Icha enggan menimpali.
Konser hari ke tiga di Tokyo, hanya Icha dan Hana yang tidak saling sapa, ketika dance dimulai terkadang ditengah-tengah kegiatan menari, mereka berlanjut menyapa fans.
Setiap kali Hana mendekat ke arah Icha, Icha menghindar, terlihat sangat ketara di depan kamera jika mereka tidak saling bertegur sapa. Bahkan Icha seperti enggan tersenyum dengan Hana.
Beberapa fans tampak menyadari itu, setelah konser selesai banyak fans yang membuat update statusnya lewat vidio konser yang mereka ambil.
Lalu menulis caption "Wahh aku merasa kalau Icha dan Hana tidak akur di konser kali ini."
"Ichaa dan Hana tidak saling bertegur sapa selama konser berlangsung."
"Icha dan Hana saling menghindar,"
Begitulah tulis Pink Panda. Mungkin beberapa orang yang menjadi rival mereka melihat berita seperti ini akan bersorak senang. Tetapi bagi fans keduanya, akan merasa sedih dan bertanya tanya.
"Katakana padaku, apa yang membuatmu membenci Hana?" tanya Megan, begitu konser selesai, mereka beralasan untuk pergi ke kamar dan akan makan di kamar. Meminta pegawai hotel mengantarkan makanan mereka kesana.
Karena Megan menyadari ada yang tidak beres dengan Icha dan Hana. Sedangkan Yuju dan Hana meneruskan makan mereka bersama kru yang lainnya.
"Apa yang kamu bicarakan?"
"Aku tidak ada masalah dengan Hana?" jawab Icha.
"Kau jangan menyangkalnya, katakan sekarang atau para fans akan kecewa mengenai sikap kamu terhadap Hana." kata Megan memperingati Icha.
Icha duduk di sofa panjang, lalu merebahkan tubuh lelahnya, dan memejamkan matanya, mendengarkan omelan Megan, serasa ia anggap angin lalu.
"Ichaaaa, lihatlah ini sudah ramai di media sosial, sikap kalian itu di abadikan oleh fans." kata Megan, setelah dirinya tidak sengaja sehabis membuka ponselnya.
Icha yang semula cuek, menegakkan punggungnya, mendengarkan omelan megan kesana kemari, "Baiklah aku akan bicara, aku rasa kamu juga tidak akan seperti ember bocor." kata Icha serius.
"Memangnya apa aku pernah selama menjadi asistenmu membocorkan soal privasi kamu?" tanya Megan balik.
Megan masih berdiri tegak menatap Icha, dirinya bingung bagaimana mengatasi masalah ini.
"Tidak."
"Lalu katakan sekarang, mungkin kamu bisa menyampaikannya padaku, dan kita cari solusi sama sama."
"Baiklah, jika kamu mendesaknya, lagian kamu sangat peka sekali mengenai sikapku pada Hana."
"Tidak usah berputar putar, langsung saja pada intinya." Megan.
"Dua hari yang lalu aku mendapati foto lelaki di ponsel Hana." ucap Icha dengan satu kali tarikan nafas.
__ADS_1
Megan menoleh kearah Icha, ia sudah bisa menebak siapa yang dimaksud Icha baru saja. Karena kemaren ia juga membicarakan hal ini pada Yuju.
"Kau tahu siapa dia?" tanya Megan, lalu dirinya duduk di samping Icha.
"Dia adalah suamiku."
"Lalu?" tanya Megan.
"Apa kak Arka akan pergi meninggalkanku dan pergi bersama Hana?" tanya Icha pada Megan.
"Kau jangan konyol, dia sudah menjadi suami kamu,"
"Lagi pula juga Hana hanya mengagumi kak Arka kan." kata Megan ada benarnya juga.
"Apa pernah kamu melihat Hana pergi berdua dengan suami kamu?"
Icha menggelengkan kepalanya lemah, lalu mulutnya terkatup ingin mengatakan sesuatu tetapi ragu.
"Ayo bicaralah, kamu ingin mengatakan apa?"
"Aku siap mendengarnya." kata Megan pada Icha.
"Lalu kenapa kak Arka tidak pernah menghubungi aku?" tanya Icha pada Megan.
"Sejak kita bertemu di restauran itu."
"Jangan berpikiran buruk dulu tentang suami kamu, atau akan ada miskomunikasi lagi seperti waktu kalian berpisah dulu."
"Tunggu sampai besuk atau dua hari kedepan, jika suami kamu tak ada menghubungi kamu, kamu bisa menghubunginya lebih dulu."
"Turunkan gengsi kamu, karena kalian sudah menikah, aku rasa tidak ada yang membuat kalian canggung untuk memulai duluan siapa yang kontak." kata Megan.
"Baiklah."
"Sekarang aku akan mandi dulu." kata Icha, dirinya hampir bangkit.
"Aku belum selesai bicara, jalani hubungan yang baik lagi dengan sesama member, ini hanya masalahmu sendiri, Hana tidak tahu jika Arka sudah menjadi milik kamu."
"Selama Hana tidak tahu, aku rasa itu bukan salah Hana."
"Lalu salah siapa?" tanya Icha yang malah membuat Megan ingin menggetok kepala Icha.
"Tidak ada yang salah, karena pernikahan kalian rahasia,"
"Apa kamu mengerti maksud aku?" kata Megan, mengamati manik hitam milik Icha, dengan sungguh sungguh.
__ADS_1
Icha mengangguk mengerti, lalu dirinya bangkit dari tempat duduknya, dan pergi ke kamar mandi, untuk berendam di air hangat.
Baru saja Icha masuk ke dalam kamar mandi, terlihat sebuah notifikasi,"Pergi ke kamar nomor 881." isi chat Arka pada Icha. Yang tidak sengaja terbaca oleh Megan.
"Ck, panjang umur sekali ini orang." gumam Megan pada dirinya sendiri.
"Baru juga diomongin, sudah muncul saja, ternyata mereka sering cek in sendiri diam diam, pantas saja itu anak sering hilang tiba tiba." kata Megan, lalu kembali meletakkan ponsel Icha diatas meja.
"Cepat sekali kamu mandinya," tanya Megan, ketika mendapati Icha sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk dikepalanya, dan menggunakan bathrobe ditubuhnya.
"Tentu saja, aku kan sedang mandi, bukan sedang tidur."
"Aku mengira jika dirimu akan mandi, dan berendam sedikit lebih lama, untuk menghilangkan rasa cemburu buta kamu." kata Megan, tertawa lalu berlari ke kamar mandi dan segera menutup pintunya rapat, melihat Icha yang memicingkan matanya ke arahnya.
"Hei kamuuu meledekku." teriak Icha. Lalu dirinya kembali ke tempat semula, melihat ponselnya. Tanpa mengganti pakaiannya lebih dulu, dirinya sudah keluar kamar.
Ternyata kamar mereka bersebelahan, jika Arka cek in dikamar 881, itu berarti Icha di dalam kamar 880, entah keberuntungan atau bagaimana, memang begitulah faktanya.
"Kakakk apaan sih." teriak Icha, begitu pintu terbuka dari dalam.
"Kakak tidak tahu kalau aku sedang kesal saja."
"Kenapa," tanya Arka langsung meraup tubuh ramping istrinya, mencium tengkuk lehernya dengan wangi strawberry.
Menelusupkan hidungnya dan mencium dalam dalam aroma wangi tubuh istrinya. "Kakak jangan begini ih geli tahu."
"Apa kamu tidak merindukanku, kau tahu aku hampir gila sehari saja tidak bertemu denganmu." kata Arka masih dengan posisi yang sama.
"Gila bagaimana, ini juga sudah bertemu." kata Icha.
"Aku tadi melihat konsermu seperti tidak fokus, apa kamu sedang ada masalah." tanya Arka.
"Jadi tadi kakak menonton konser aku?" tanya Icha mengurai pelukan suaminya.
"Ehmmmm."
Arka berjalan menuju sofa ruangan VVIP itu, lalu kembali menarik Icha, kedalam pangkuannya, kedua tangannya melingkar ke pinggang Icha, siap mendengarkan istrinya.
"Apa konserku tadi terlihat buruk didepan kamera kak?"
"Aku tidak bicara begitu, istriku selalu cantik jika didepan kamera."
"Kakak aku bertanya serius, kenapa malah gonbalin aku begini?"
"Aku juga serius." kata Arka.
__ADS_1