Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Sampai


__ADS_3

"Perjalanan yang begitu melelahkan." gumam Megan.


Icha menoleh pada Megan, tidak biasanya anak itu mengeluh pikir Icha, tanpa sadar jika Icha mengamati gerak gerik Megan yang sedang memandangi ponselnya setelah menaruh tasnya dan juga koper koper yang tadi dibawakan pengawal mereka.


"Ada apa denganmu?" tanya Icha pada Megan, Icha memegang kening Megan dengan punggung tangan kanannya.


"Kenapa memangnya? apa ada yang aneh dari aku?" tanya Megan balik.


"Ya, apa kau sedang memikirkan sesuatu?"


"Tidak, tidak ada."


"Lalu ada apa dengan dirimu?"


"Tidak aku hanya lelah saja," jawab Megan, lalu dirinya menghindar masuk ke dalam kamar mandi, untuk mencuci mukanya.


"Sepertinya Icha menyadarinya." gumam Megan pelan. Lalu melihat dirinya sendiri di depan cermin wastafel.


"Ah ini tidak benar, pasti aku sudah gila." gumamnya lagi.


Sedangkan Yuju dan juga Hyun berada di kamar sebelah, menunggu Icha dan juga Megan untuk keluar kamar, mengajak mereka makan bersama.


"Kemana mereka? kenapa lama sekali." keluh Hyun begitu dirinya selesai mandi dan berganti pakaian santai.


Yuju yang tidak mendengarkan omongan Hyun, membuat Hyun penasaran, apa yang membuat Yuju begitu fokus dengan ponselnya.


Hyun berdiri, menghampiri Yuju dari belakang, agar Yuju tak menyadari jika dirinya mengintipnya dari belakang. Tak ada yang aneh dengan Yuju, hanya melihat gambar gambar mereka saja. Sewaktu tour di beberapa negara.


"Nanti kita kan juga bisa ambil gambar lagi yang lebih bagus, tak perlu lah kau sampai melupakan keberadaanku karena kamu fokus dengan ponselmu." keluh Hyun. Berputar mengitari kursi sofa, lalu menjatuhkan tubuhnya di sofa seberang Yuju.


"Hei kamuuu, kenapa mengintipku."


"Aku tidak mengintipmu, aku hanya penasaran saja dengan apa yang kamu lihat tadinya."


"Tapi tetap saja itu mengganggu privasi orang ya."


"Baiklah aku minta maaf, bagaimana kalau kita ke kamar Icha dan juga Megan."


"Aku rasa kita sudah setengah jam menunggu mereka."


"Baiklah ayo."


Hyun memotong amarah Yuju, membuat Yuju lupa ketika tadi dirinya ingin mengomel pada Hyun. "Ponsel kamu?" tanya Hyun mengingatkan Yuju.


"Sebentar aku mau ambil mantel dulu, sepertinya sebentar lagi akan turun salju."


"Baiklah tidak pakai lama." jawab Hyun lalu berjalan keluar kamar.


Niat Hyun yang awalnya akan menghampiri kamar Megan dan Icha tadi ia urungkan kala melihat pemandangan balkon depan kamar, dengan langkah cepat Hyun berjalan kesana dan mengambil gambar.

__ADS_1


"Eh kamu tolong dong fotokan aku disini."


"Hei kamu dengar aku tidak, aku minta tolong padamu loh."


"Aku memiliki nama."


"Baiklah Frans tolong fotokan aku disini." perintah Hyun pada Frans sambil menyodorkan ponsel pintarnya pada Frans.


Frans yang saat itu lagi duduk santai di kursi depan dengan menghisap rokoknya tiba tiba direcoki Hyun yang meminta tolong padanya untuk di fotokan.


"Eh sudah apa belum, kasih aba aba dong jangan diam saja kalau sedang memotret seseorang."


"Cerewet, sudah." kata Frans sambil menyodorkan ponsel Hyun kembali.


Hyun menerimanya dengan seribu omelan dari mulutnya. "Apaan ini kurang pas, seharusnya kamu memotretnya dibalik seperti ini ponselnya supaya hasilnya kelihatan bagus."


"Ini lagi apaan, aku kelihatan gemuk begini, ulangi lagi."


"Ck, menyebalkan." gumam Frans sedikit kesal.


"Aku mendengar umpatanmu."


"Sudah ayo cepetan, ambil gambar yang benar."


"Jangan lupa kasih aba aba, supaya aku tidak salah gaya."


"Satu dua tigaa."


"Lagi lagi," perintah Hyun.


"Satu dua tiga, Chesss."


Frans mengambil banyak gaya, sesuai yang ia inginkan, sedangkan Frans jangan ditanya, dia ngedumel sepanjang memegang ponsel Hyun.


"Ini baru oke, baiklah terimakasih."


Hyun pergi begitu saja dari hadapan Frans, sambil fokus matanya menatap ponsel yang ada dalam genggamannya.


"Ck, emang dasar wanita, jika ada pemandangan indah sedikit saja tidak bisa jika tidak narsis." gumam Frans.


Lalu terdengar suara dering ponselnya dari dalam saku mantelnya. "Ya Hallo."


"Dimana istriku? kenapa sulit sekali dihubungi?" tanya Arka bertubi tubi dari seberang.


"Istri anda sedang ada di dalam kamarnya tuan." jawab Frans sopan walaupun melakukan panggilan telepon.


"Baiklah awasi terus pergerakannya."


"Sesuai perintah anda tuan."

__ADS_1


Lalu sambungan telepon itu dimatikan sepihak. Frans menggelengkan kepalanya, dua manusia yang sedang bucin pikir Frans merasa konyol.


***


"Hei kau dari mana saja?" tanya Yuju pada Hyun.


"Aku tadi berfoto foto disana, kau tahu jika pemandangan disana begitu menakjubkan, lihatlah ini hasilnya." Hyun.


"Foto?" Megan membeo, saat ini mereka sudah berdiri di lorong kamar, karena letak kamar mereka berada dipinggir membuat akses pemandangan luar kelihatan dengan sempurna.


"Ya, kau tahu, ternyata Frans memiliki selera yang buruk soal foto memfoto." cerita Hyun pada mereka menggebu gebu.


"Memangnya tadi kamu ketemu Frans dimana?" tanya Icha pada Hyun.


"Itu dia." tunjuk Hyun melalui ekor matanya.


Yuju dan Megan otomatis mengikuti arah pandang Hyun. Dari sini detak jantung Megan mulai sulit di kontrol. Frans duduk dengan elegan dengan salah satu kakinya menyilang, pandangannya fokus pada layar ponselnya.


"Gila sekali itu orang, jika seperti ini kelihatan sangat tampan, dan sangat memikat." ucap Hyun asal.


"Cie kau menyukai Frans? jika iya aku orang pertama yang akan merestui hubungan kalian." goda Icha pada Hyun.


Mendengar ucapan Icha baru saja membuat air muka Megan berubah, yang semula tadinya berbunga bunga berubah menjadi amarah dalam dirinya.


Entahlah apa yang membuatnya menjadi demikian, tetapi yang jelas Megan tidak suka jika Icha berbicara akan menjodohkan Frans dengan wanita lain.


"Ogah lah, dia kan seorang pengawal, terlebih lagi pengawal kamu, mana mau dia sama aku." ucap Hyun. Lalu menutup mulutnya sendiri begitu sadar dengan ucapannya baru saja.


"Ohh seharusnya kebalik, mana mau kamu sama dia yang notabenenya seorang pengawal." tanya Icha pada Hyun.


"Sudah sudah ayo, kenapa malah membicarakan dia." sahut Megan tidak suka.


"Eh tapi kamu juga mendukung Hyun ka Yuju? jika teman kita ini pacaran dengan pengawal aku?" tanya Icha kembali lagi mencari pembelaan.


Mereka berjalan menuju restauran yang ada di hotel bintang lima itu,"Aku sih oke oke saja lah, asal teman kita ini bahagia aku juga bahagia." jawab Yuju.


"Kalau kamu?" tunjuk Icha menyenggol lengan Megan.


"Ehh apaan?"


"Kok apaan? kamu juga setuju kan jika Hyun pacaran sama Frans?"


"Ehh ii iyya lah." jawab Megan tergagap, karena tidak mungkin juga jika dirinya menolah hubungan mereka.


"Tuh kan Hyun, teman teman kita sudah pada setuju, ayo mari kita dukung Hyun."


"Aku tidak mau mendengarkan ocehan kalian, asal kalian tahu saja iya, karir kita baru saja dibangun, masak iya harus memiliki hubungan lalu menikah, kan tidak lucu."


"Benar juga apa kata kamu Hyun." Megan.

__ADS_1


"Kan baru pacaran, seharusnya tidak apa apa kan." celetuk Icha. Ia merasa jika dirinya yang sudah menikah dengan Arka. Merasa menjadi beban tersendiri dalam mencapai impiannya.


Jika mengingat hal itu membuat Icha terdiam.


__ADS_2