Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Masalah Di Kantor


__ADS_3

"Bocah ini katanya minta ditemenin malah meninggalkanku" Megan bergumam kesal.


Megan segera menyusul Icha yang berada dikamar sedang tiduran sambil bermain ponselnya. Kemudian dirinya duduk dipinggiran ranjang sambil membuka ponselnya juga. Icha hanya melirik sekilas apa yang di lakukan temannya itu.


"Kau itu kenapa" tanya Icha yang menangkap air muka Megan tak seceria tadi.


"Aku sedang tidak enak hati" Megan


"Kenapa, apa kau dekat dengan laki-laki tampan lagi lalu kau ditolak begitu" Icha memberondong banyak pertanyaan pada Megan.


"Bukan, bukan begitu"


"Lalu" Icha menoleh pada Megan dengan alis berkerut naik turun.


"Sebentar lagi kita akan wisuda, lalu setelah kita lulus kita tak akan bertemu dan bermain lagi" Megan mengungkapkan isi hatinya dengan pikiran jauh ke depan.


"Cek kau ini, memikirkan yang tak perlu kau pikirkan"


"Sudahlah yang nanti biarlah nanti, yang sekarang iya kita pikirkan sekarang"


"Kita kan masih bisa bertemu, kau bisa mengunjungi tempatku nanti, begitupun juga aku, jika aku kemari aku akan mengunjungimu" hibur Icha pada Megan


"Baiklah tetapi kau jangan melupakanku" Megan


"Tidak akan"


Sejenak Megan masih memikirkan soal perkataan Icha tadi soal dosen Arka yang sudah memiliki pacar, tiba-tiba saja jiwa ke kepoan Megan ingin membuka mulutnya bertanya pada Icha soal kehidupan dosen Arka termasuk soal pasangan.


"Ehmm Cha"


"Iya" iya yang dipanggil masih fokus menscroll sebuah aplikasi sosial medianya ke atas bawah.


"Ada apa, apa yang ingin kau tanyakan" Icha akhirnya menoleh juga pada Megan yang tak kunjung buka suara dari tadi.


"Ehmm kamu tahu tidak pacar dosen Arka itu orangnya seperti apa"


"Iya mana aku tahu, kurang kerjaan banget sih mengurus orang" Icha menjawab dengan cuek.


"Bukan begitu sih, buat jaga-jaga saja jika dosen Arka putus dari pacarnya kan kita bisa mendekatinya"


"Kamu saja aku tidak" Icha


"Ehmm iya deh aku, eh tapi kalau tadi aku perhatikan gitu dosen Arka seperti naksir kamu iya Cha"


"Kamu ini sok tahu banget sih, mana ada begitu"


"Kenapa kamu bisa menyimpulkan hal yang seperti itu" Icha bertanya pada Megan bertubi-tubi.

__ADS_1


"Kamu ini, kalau bertanya satu-satu kenapa" kesal Megan


"Iya habisnya kenapa kamu berfikiran sampai sana"


Memang Icha selama ini tidak begitu memperhatikan Arka ketika dekat dengan dirinya, entah karena Icha yang cuek dan tak peka atau memang Icha begitu tak memperhatikannya.


"Iya soalnya kalau pandangan suka sama seseorang begitu bisa ada unsur kasih sayangnya begitu"


"Yah pokoknya bedalah sama pandangan dari seorang kakak"


"Ehh tapi tidak tahu juga deh, semoga saja dugaanku ini salah"


"Itu mungkin karena perasaan kamu saja ah, karena kamu habis putus dan patah hati, makanya berfikiran yang tidak-tidak kan"


"Udahlah jangan bahas itu lagi, bahas yang lain aja" Megan


"Bagaimana kalau hari weekend nanti kita praktek memasak" usul Icha mengeluarkan ide cemerlangnya.


"Baiklah, kalau begitu nanti kita mampir ke supermarket berbelanja " ajak Megan pada Icha.


Mereka begitu bersemangat menyusun rencana untuk weekend nanti yang akan di isi acara memasak membuat kue dan resep masakan baru. Kemudian Icha mengusulkan dosen Arka yang akan menjadi juri penilai masakan mereka. Awalnya Megan menolak karena nanti dirinya akan merasa canggung lalu dengan segala bujuk rayuan Icha akhirnya Megan setuju.


***


Pagi ini seperti biasa rutinitas yang dijalani Arka tak ada yang berubah. Pagi hari dirinya mengisi jam di kampus, siangnya pergi ke kantor.


"Selamat pagi tuan" sapa asisten Arka dengan pakaian kurang bahan itu.


Arka yang melewatinya hanya mengangguk sambil berjalan memasuki ruangannya.


Mika yang mengetahui jika hari ini bosnya berada dikantor berencana akan memberitahu bosnya soal masalah ini, dirinya takut terlibat terlalu dalam soal masalah ini.


"Icha menurutmu bagaimana" tanya Mika pada Icha


"Apanya" Icha menoleh pada Mika karena memang meja mereka berdekatan.


"Soal yang kemaren aku akan bilang pada bos, kalau menurut kamu bagaimana"


"Iya bagus dong"


"Ehh eh.... tapi tunggu dulu, kemaren aku sempat dengar percakapan dua orang bapak-bapak membahas soal ini" lalu Icha menceritakan detailnya pada Mika serta di ruangan mana bapak-bapak itu berbicara.


"Baiklah nanti dulu menunggu waktu yang tepat"


Icha memberikan semangat pada Mika, dan akan berusaha membantunya sebisa mungkin untuk mengatasi masalah ini.


Siang menjelang makan siang Mika berjalan sambil membawa beberapa file bukti-bukti yang telah mereka kumpulkan selama ini untuk diserahkan kepada tuannya.

__ADS_1


Tok...tok


"Masuk" suara Arka menyandarkan kepalannya pada sandaran kursi sambil memejamkan matanya.


"Permisi tuan, ada beberapa hal yang harus saya laporkan pada anda mengenai laporan keuangan dan sejenisnya"


"Duduklah" perintah Arka


"Laporan keuangan yang bagaimana yang ingin kamu laporkan" Arka bertanya pada Mika, sedangkan Mika yang ditanya seperti itu sudah mengeluarkan keringat dingin ditangannya dan jantungnya berdebar-debar takut jika dirinya nanti mengalami kesalahan.


"Ehmmm ini terkait pajak, gaji karyawan dan keluar masuknya uang tuan" akhirnya dengan segala keberanian Mika, dirinya telah berusaha menjelaskan panjang lebar pada Arka.


"Ini tuan ada beberapa pemalsuan terkait laporan keuangan"


"Ehmm iya" Arka


Tanpa di duga reaksi Arka biasa saja, padahal dalam bayangan Mika, Arka akan marah dan meledak-ledak seperti yang ada di drama-drama yang pernah ia tonton.


"Ehmm maaf tuan kenapa respon anda biasa saja dan tidak terkejut"


" Aku sudah tau orangnya, siapa dibalik semua ini"


"Mulai sekarang, jika kamu mengeluarkan uang dengan jumlah berapa pun itu nominalnya, kamu segera cek kwitansi laporan itu, dan jika kamu menemukan pemalsuan penggunaan dan lain sebagainya kamu bisa melapor padaku"


"Baik tuan"


Arka berkata dengan tegas dan tak ingin dibantah, dirinya sudah mengantongi bukti-buktinya yang dikirim tadi malam oleh orang suruhan Alex itu.


Sebelum dirinya menangkap orangnya, Arka akan membuat janji pertemuan dengannya lalu bertanya untuk apa saja keuangan itu dan jika ada itikat baik maka akan dipertahankan, tetapi jika ada itikat tidak baik maka dengan terpaksa dirinya harus menurunkan jabatan orang tersebut.


Saat ini rencananya tak boleh bocor pada siapa pun, dan sudah ia susun dengan rapi tentunya. Tetapi untuk beraksi masih menunggu waktu yang tepat saja.


"Baiklah kerja bagus, kau kali ini bekerja begitu cekatan, bonusmu akan dikirim oleh Alex"


"Sekarang tinggalkan berkas ini, dan kau bisa kembali bekerja"


"Baik tuan, saya pamit permisi"


Setelah keluar dari ruangan itu Mika bisa bernafas lega, akhirnya beban pekerjaannya berkurang. Saking senangnya ia jadi tersenyum-senyum sendiri sepanjang perjalanan.


"Kenapa kamu senyum-senyum begitu"


"Ichaa....aku akan mentraktirmu"


"Baiklah ayo, aku sudah lapar menunggumu terlalu lama tadi" sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan.


Sepeninggal Mika di ruangannya tadi, Arka mengecek berkas-berkas itu satu persatu dengan cepat, hingga selesai lalu mengecek ponselnya. Tetapi pandangannya beralih ke laptop yang gambarnya berisi Icha yang sedang berjalan keluar kantornya itu....

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2