
"Sudahlah kamu tak usah mengeluh, sana tidurlah nak, besuk bangun pagi kita joging."
"Baiklah bu, " Yuju menimpali kekonyolan temannya yang satu ini.
Tidak terasa hari yang telah ditentukan telah tiba, Saat ini ke empat srikandi itu sedang bsrsiap-siap menyusun bajunya di kopernya masing-masing.
"Jangan ada yang ketinggalan barang-barang kalian." Megan mengingatkan.
"Tak apa, nanti juga beli lagi." Jawab Hana enteng.
"Jadi orang kaya gini banget iya, bebas mau beli apa pun dan dimana pun." Megan mengeluarkan pendapatnya.
"Iya tidak juga, kita ini juga kerja keras lho, tidak langsung tiba-tiba ketiban durian runtuh." Sahut Icha.
"Iya betul itu, dengan kerja keras kita bisa membeli apa saja dan pergi kemana saja." Hyun.
"Seperti saat ini bisa di bilang kerja keras kan, karena waktunya liburan malah mendapatkan proyek mendadak." Yuju.
Megan mengangguk mengerti dengan pendapat mereka masing-masing.
"Ayo, nanti mereka menunggu kita kelamaan," Icha sudah berjalan keluar duluan di ikuti oleh Megan dan ke tiga teman-temannya dari belakang.
"Baiklah." Yuju.
Mereka berjalan menuju halaman depan rumah yang di tempati khusus oleh ke empat member girl group itu.
Di depan sana sudah ada mobil jemputan yang akan mengantarkan mereka pada Bandara Internasional Incheon Seoul.
Mereka menempatkan posisinya masing-masing di dalam mobil jemputan yang lebih mirip dengan jenis kendaraan Alphard itu.
Sepertinya kelima gadis itu sangat menikmati perjalanannya hingga sampai di Bandara.
"Mari nona-nona, sudah sampai."
Sopir mobil itu mengarahkan mereka di tempat ruang tunggu khusus untuk pesawat jemputan dari perusahaan yang akan mereka bintangi nanti.
Kelima gadis dan di ikuti oleh beberapa bodyguard yang membawakan barang-barang mereka berjalan menuju pesawat yang sepertinya sudah standby dari tadi.
"Ayo sepertinya pesawatnya sebentar lagi akan take off." Yuju.
Pesawat dengan desain sangat mewah didalam kabin itu, ada berbagai fasilitas mewah seperti mini bar, area mini market, tempat santai hingga ruangan tidur seperti kamar, dan ada banyak kamar di sana.
"Wahhh sepertinya pemilik pesawat ini bukan bos kaleng-kaleng." Celetuk Hyun.
"Iya kamu benar, ini sangat menakjubkan." Hana.
Mereka yang sering naik pesawat saja sangat heran dengan desain di dalamnya saat ini. Ini lebih mirip tempat tinggal yang terbang, dengan berbagai fasilitas.
"Apa kalian tahu, bahwa Ini adalah pesawatnya calon suamiku." Icha berbicara asal.
"Mimpi saja kamu nona." Megan menimpali.
__ADS_1
Sedangkan Icha cuek saja dan menikmati cemilan yang di suguhkan pramugari padanya.
"Kalian tahu tidak , bahwa jika kalian menginginkan sesuatu itu harus lewat mimpi dulu, lalu ketika terbangun nanti semua keinginanmu akan terwujud." Kata Icha random, masih dengan mengunyah cemilan di mulutnya.
"Mana ada kayak gitu." Hyun.
"Adalah kalian ini tak percaya saja"
"Siapa?" Yuju.
"Aku."
"Hah tak tahu aku harus percaya padamu atau tidak, hang jelas aku tak akan mimpi yang tinggi-tinggi, takutnya jika nanti terjatuh akan sakit." Megan.
"Terserah kalian saja." Icha menjawab cuek.
"Dasar miss halu kamu ini." Megan mencebik kesal pada Icha.
Lalu detik berikutnya mereka tertidur dalam perjalanan itu, tetapi tidak untuk Megan, ini adalah sangat menakjubkan yang sayang sekali jika di lewatkan. Dirinya sibuk memotret berbagai kegiatannya dan memposting ke sosial medianya.
"Kapak model yang kamu maksud itu akan tiba kemari." Tanya Arka yang sudah tak sabaran.
"Kenapa memangnya?" Alex.
"Apa semuanya sudah siap, tempat tinggal untuk mereka selama mereka tinggal di sini?"
Rencananya pemotretan ini akan di ambil dari berbagai tempat, sehingga kenyamanan buat model mereka adalah yang paling utama.
"Ada telpon dari nyonya besar tadi, jika kamu diminta pulang ke rumah utama." Kata Alex memberitahu bosnya.
"Hemmm baiklah, nanti jik urusanku selesai akan pulang ke rumah."
"Baiklah, sampaikan salamku pada ibu dan ayahmu."
Arka hanya mengangguk saja, wajahnya masih fokus dengan setumpuk dokumen yang membutuhkan tanda tangan darinya.
Kring....kring.....!!!!
Suara telepon yang ada di depannya, terdengar sangat nyaring, Arka segera mengangkat gagang telepon itu.
"Ya hallo."
"Dasar anak nakal, tidak bisa di hubungi sama sekali, ponselnya malah di nonaktifkan, pulanglah nanti."
Kata ibunya Arka yang suaranya terdengar sangat cempreng di balik panggilan itu.
"Baiklah tak usah khawatir, nanti aku akan pulang." Lalu menutup panggilan teleponnya sepihak. Membuat wanita paruh baya itu ngedumel tak jelas karena belum juga selesai berbicara,sambungan telepon sudah mati saja.
Alex yang ternyata sedang kembali lagi untuk mengantarkan beberapa file dokumen itu, telah berdiri di depannya.
"Sudahlah turuti saja apa kemauan nyonya besar."
__ADS_1
"Siapa tahu kamu akan di jodohkan dengan wanita cantik."
"Kamu jangan ngaco, aku tak tertarik sama sekali dengan perjodohan." Arka.
"Benarkah, baiklah jika nanti kamu pulang dan akan di jodohkan dengan wanita cantik, kamu bisa melemparkan ke aku."
Bolpoin itu telah melayang ke muka Alex, seketika langsung ditangkap oleh tangannya.
"Cari saja sana sendiri, memangnya bola apa yang harus dilempar-lempar."
Alex hanya cuek saja, dan menghampiri tempat duduk di depannya.
"Aku baru saja mendapatkan telepon, jika rombongan dari model K-Pop itu sudah tiba."
"Hemm baiklah, buatlah acara perjamuan makan malam nanti."
"Tetapi aku tak bisa hadir."
"Tidak bisa begitu, kamu adalah pemilik perusahaan ini, bagaimana mungkin kamu tak menghadiri pula."
"Tetapi aku harus pulang."
"Kalau begitu kamu bisa pulang sebentar, dan menyusul acara makan malam perjamuan itu, atau sebaliknya."
Alex memberikan ide pilihan padanya, Arka tak ada niatan menjawab pilihan Alex, dirinya terdiam menimbang-nimbang acara mana yang perlu di dahulukan olehnya.
"Baiklah aku putuskan untuk menghadiri acara perjamuan makan malam lebih dulu nanti."
"Itu baru namanya pemimpin yang sangat berwibawa, patut menjadi panutan." Puji Alex.
"Tak usah berlebihan, sana kembali ke tempatmu jika sudah tak ada kepentingan lagi."
"Ck...kamu mengusirku,"Alex berdiri dan kembali ke ruangannya.
Malam hari telah tiba, acara perjamuan makan malam di adakan di restauran yang menyajikan masakan Jepang, di sana memiliki berbagai menu.
"Bersiaplah kalian mulai dari sekarang, karena bos kita akan mengadakan pesta perjamuan makan malam." Kata Yuju yang mendapat info lebih dulu.
"Kenapa harus sekarang, padahal aku sangat mengantuk, masih ingin tidur lagi." Icha.
"Jangan jadi pemalas, ayo bangunlah, katanya harus kerja keras." Megan menarik-narik kaki Icha hingga dirinya tak jadi tidur.
Mereka saat ini sudah bersiap berangkat dengan sopir yang di tunjuk dari perusahaan untuk mengantarkan model-modelnya itu ke tempat pesat perjamuan makan malam.
Jaraknya hanya satu jam saja dari hotelnya ke restauran itu. Mereka berjalan beriringan memasuki ruangan hotel itu.
Sekilas Icha seperti melihat seseorang yang di kenalnya. Tetapi dirinya lupa-lupa ingat.
Icha melihat lagi, memastikan penglihatannya, apakah salah atau bukan.
dan
__ADS_1
Bersambung