Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Rapat Malam


__ADS_3

"Kamu sedang apa?" tanya Hana saat kembali dengan membawa makanan ditangannya.


"Ada, orang lah."


"Masak sih, siapa memangnya?" tanya Hana begitu penasaran.


"Sudahlah jangan banyak ingin tahu, tidak baik juga buat kesehatanmu." Icha menjauhkan ponsel pintarnya dari jangkauan Hana.


Terdengar panggilan dari Yuju kepada Hana, seketika membuat dada Icha bernafas lega. "Sayang sudah dulu iya, nanti saja kirim chat, jangan telfon telfon lagi jika tidak aku duluan yang menelpon." pesan Icha begitu sarkas.


"Berikan aku satu ciuman dulu." Arka begitu enggan untuk menutup panggilan teleponnya.


"Iya nanti akan aku kirim emoticon paling imut."


"Aku tidak mau emoticon, aku maunya kamu."


"Emmmuaj emmuah, sudah dulu iya bye bye..."


Telepon dimatikan sepihak sebelum mendengarkan balasan dari seberang sana.


"Hah jantungku, seperti habis lari maraton saja." Icha bergumam sendiri.


"Jangan biasakan Vcall di jam jam seperti ini, atau rahasiamu akan kebongkar sendiri." Megan yang tiba tiba saja muncul entah dari mana asalnya.


"Ehmmm iya."


"Mana makam malam untukku." menengadahkan tangannya.


"Ck, ambil sendiri kenapa."


"Aku sangat capek, kau tahu kalau aku tadi berolah raga berkeliling taman."


"Ck, kau itu..., siapa suruh kau makan makanan berlemak." Megan mencibir.


"Ehmmm habisnya enak tahu."


"Baiklah tunggu sini, aku akan mengambilkan makananmu."


Megan beranjak dari tempat duduknya, untuk mengambilkan makanan Icha. Kini bergantian Hana dan Yuju ikut bergabung bersama mereka.


"Oh iya, kamu berhutang penjelasan padaku." celetuk Hana yang baru saja mendudukkan tubuhnya didepan Icha.


"Berhutang penjelasan apanya." ucap Icha berpura pura tidak tahu.


"Kau tak usah berpura pura tak tahu, kamu memiliki pacar kan." Hana mencecar Icha dengan pertanyaannya.


"Belum, dia tidak memiliki pacar." sahut Megan yang sudah kembali dengan membawa makanan ditangannya.


"Benarkah?"


"Tapi tadi aku seperti melihat dia melakukan panggilan Vcall dengan seorang laki laki tampan." jawab Hana apa adanya.


"Tapi Icha memang belum memiliki pacar, apa dia kakaknya Icha yang kau maksud?" tanya Megan ikut bergabung bersama mereka.


"Aku tidak tahu, aku tidak melihatnya dengan jelas tadi."


"Padahal aku sudah sangat penasaran juga loh." Yuju yang menyimak percakapan mereka.

__ADS_1


"Hemmm apaan sih kalian pada sok tahu juga."


"Lagian kontrak kerja kita baru saja dimulai, dan karir impian sudah didepan mata, mana bisa aku gugurkan begitu saja."


"Ehmm iya betul juga sih." Yuju.


"Ehhh ngomong ngomong kemana Hyun?" tanya Megan. Terlihat disana hanya Hyun yang tidak menampakkan batang hidungnya.


"Dia lagi keluar, tadi bilang katanya mau beli jajanan." Yuju.


"Kenapa tidak bilang bilang, tahu begitu aku kan ikut." Icha dengan mulut penuh.


"Ehmmm sepertinya dia menilap kita." Hana sambil mengunyah keripik kentang ditangannya.


"Kita tunggu saja, jajanan apa yang dia bawa nanti." Megan.


"Ahhh aku tidak sabar menantikannya." Icha dengan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sekali lagi.


"Kau jangan seperti anak kecil, setiap hari hanya jajanan saja yang kau pikirkan."


"Hemmm aku merindukan jajanan Korea tahu."


"Besuk kalau kita Tour juga akan menikmati jajanan lagi kan." Megan.


"Hemmm iya, beri aku kebebasan makan jajanan yang aku sukai." Icha mengelap mulutnya dengan tisu setelah kegiatan makan malamnya selesai.


"Nah itu dia, akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga." Megan menunjuk kearah Hyun.


"Ada apa kalian?"


"Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Hyun menunjuk dirinya sendiri.


"Jajanan apanya, aku pergi membeli keperluan wanita tahu."


"Hah siapa yang bilang tadi kalau kamu pergi beli jajanan dipinggir jalan." Icha menoleh menatap wajah teman temannya satu persatu.


"Bukan aku." Megan yang ditatap Icha dengan tatapan mengintimidasi.


"Aku tadi yang bilang." Yuju.


"Ahh Yuju, kau membuatku berharap saja." Icha menopang dagunya dengan kedua tangannya. Sikunya bertumpu pada meja.


"Taraaaa... ini dia." tiba tiba saja Hyun menaruh beberapa paper bag berisi makanan.


"Haaaaahhhh Hyun kau membohongi kami." teriak Icha baru saja.


"Aku hanya sedang menggoda kalian saja." detik berikutnya Hyun lari begitu kencang.


"Apa malam ini tidak ada rapat?" Icha mengunyah Teteokboki.


"Oh Tuhan, kenapa kamu tidak bilang dari tadi, ini bahkan sudah hampir terlambat." Yuju menepuk jidatnya sendiri.


"Benarkah jika malam ini ada rapat?" Icha masih merespon dengan santai.


"Aku sudah siap." Hyun sudah fresh dan berganti pakaian, lalu duduk di karpet.


"Hyun kenapa kamu tidak mengingatkan kita kita." teriak Hana yang begitu melengking.

__ADS_1


"Iya mana aku tahu kalau kalian sedang lupa." jawab Hyun tanpa dosa.


"Baiklah ayo kita bersiap, awas saja iya Hyun kamu." gemas Hana.


"Memang mata aku sangat awas." Hyun menjulurkan lidahnya.


Icha, Hana, Yuju dan juga Megan berlari saling berebut kamar mandi. Mereka sama sama takut terlambat. "Aku duluan lah, kamu duluan aku." Hana dan Icha begitu berisik.


Alhasil mereka mandi berdua, dan membuat kerusuhan. Begitupun sama dengan yang dilakukan Megan dan Yuju.


"Hah beginilah kita, sehari tak ada Asisten saja membuat kita lupa daratan." celetuk Yuju sambil menyisir rambutnya.


"Memangnya kemana Asisten kita?" tanya Icha.


"Katanya baru datang besuk," Hana menimpali.


"Aku sudah selesai, ayo." Icha sudah akan berjalan keluar.


"Hei tunggu aku." Hana berlari keluar mengejar Icha.


"Anak itu selalu saja berebut dalam hal apa pun." Yuju dengan santai berjalan menyusul mereka.


"Iya begitulah." Megan tugasnya mempersiapkan keperluan Icha, karena tugas Megan sebagai Asisten pribadi Icha, namun selain Megan masih ada satu orang lagi Asisten mereka berempat, yang mencatat jadwal mereka manggung.


"Dilantai berapa kita rapat?" tanya Icha melihat jam yang melingkar ditangannya, kini jalan mereka saling beriringan.


"Dilantai tujuh belas mungkin." jawab Hyun.


Jarak dari Asrama ke kantor hanya bersebelahan saja, namun tetap saja hal ini memakan banyak waktu jika belum bersiap.


"Semoga saja tidak terlambat." Icha kembali lagi melihat jam yang melingkar ditangannya.


"Hemm iya kau benar." Hana.


Sampailah jalan mereka dilantai tujuh belas, tempat mereka meeting malam ini. Pintu terbuka dengan lebar, orang pertama yang membuka pintu adalah Icha dan Hyun.


"Oh Tuhan, ada pak Bos." Hyun menutup kedua mulutnya.


"Siapa?" Icha masih belum menyadari kehadiran Arka disana.


"Karena matanya fokus pada satu titik, yaitu bosnya pemilik Agensi.


"Lihatlah ada tuan tampan, itu yang duduknya berada diujung." bisik Hyun pelan ditelinga Icha.


Mata Icha mengedar ke seluruh ruangan, siapa orang yang dimaksud oleh Hyun barusan.


"Oh Tuhan." begitu Icha melihatnya, sama terkejutnya dengan Hyun, menutup kedua mulutnya yang terbuka.


"Aku rasa rapat malam ini tak akan bisa konsentrasi." Hyun berbisik lagi.


"Hemm iya kau benar, namun berusaha tenanglah." Icha balas berbisik.


Pandangan Icha dan Arka bertemu dan saling mengunci, seperti mengisyaratkan akan sesuatu.


"Baiklah, ayo kita masuk." bisik Hyun lagi.


dan

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2