Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Jalan jalan


__ADS_3

"Hemm iya dan aku harus mandi dulu dan ganti baju jika sudah selesai bersiap kau bisa menungguku di tempatku nanti" Arka yang sudah selesai mencuci piringnya itu mengelap tangannya lalu berpamitan pada Icha untuk membersihkan diri dulu


Icha sudah selesai bersiap kini ia telah menunggu Arka duduk di ruang tamu di unit apartemen Arka."Sudah ayo" Arka yang saat itu sudah selesai dengan urusan membersihkan diri keluar dengan menggunakan kemeja merah maroon dan membawa tas kerja di tangannya.


Sementara Icha yang asyik menunggu sambil bermain ponsel itu yang mendengar suara Arka seketika mendongakkan wajahnya, Perasaan berdebar seketika mendominasi tubuhnya "De...deg..." Icha memegangi dadanya ada apa dengan dirinya ini.


"Kenapa" Tanya Arka yang sudah berdiri di hadapan Icha dan akan menggandeng tangannya. Icha menoleh ke arah Arka dengan perasaan lain tak seperti biasanya. Icha sendiri tak tahu ini perasaan apa.


Icha belum bisa menyimpulkan dengan pasti. Ia harus memastikan dulu perasaan apa itu. Icha yang tangannya di gandeng Arka itu diam saja dan menurut.


Mereka menggunakan mobil Arka kali ini dan Arka mengendarai sendiri sampailah mereka pada kampus. Arka langsung memasuki ruangan mahasiswanya sebelum itu pamit dulu pada Icha "Kau bisa bermain apa saja selama aku tinggal, jika menginginkan sesuatu tunggu aku dulu"


"Apa kau mengerti"Arka sambil mengacak rambut Icha gemas.


" Hemm iya, pergilah sana jangan ganggu aku" Icha


"Baiklah baik"


Sepeninggal Arka dikelas mahasiswa ia telah membuka-buka leptop milik Arka. Di sana ia bermain game bosan dengan itu berganti membaca sambil tiduran, dari buku satu ke buku lainya begitu terus seterusnya. Hingga ada sesuatu yang menggelitik hatinya dan ia sangat penasaran sekali dengan laci itu.


Akhirnya dengan perasaan was-was Icha membuka laci itu dan lagi-lagi tak ada yang menarik di laci pertama, dilanjut membuka laci ke dua ternyata di sana ada foto seorang gadis yang sangat cantik. "Mereka sepertinya sepasang kekasih" Gumam Icha yang melihat foto mesra mereka yang sepertinya penuh kasih dan saling mencintai


"Kenapa denganku, kenapa aku gak rela jika dosen Arka memiliki kekasih" Gumamnya


"Itu terserah padanya, hidup-hidupnya dia ngapain aku mengurus hal-hal tak penting begini" Berbicara sendiri sambil menepuk jidatnya


"Fokus Icha ayolah fokus agar kau bisa lulus lebih cepat dan bisa kembali dengan rutinitasmu di korea lagi" Ia menyemangati dirinya sendiri


Hingga pintu ruangan itu terbuka"Kau kenapa" Tanya Arka karena ketika membuka pintu ruangannya telah melihat Icha menepuk jidatnya sendiri.


Untung saja foto tadi sudah ia kembalikan ke tempat semula. "Eh kakak sudah kembali iya" Icha dengan senyum canggungnya seperti maling yang kedapatan mengambil barang.


"Apa kau sakit kepala sehingga menepuk-nepuk jidatmu itu" Tanya Arka mengulang lagi sambil berjalan mendekat ke arah Icha


"Ti..tidak kak tadi aku sedang memikirkan sesuatu saja" Elak Icha


"Memikirkan apa" Tanya Arka


"Ehmm itu nanti kita akan jalan-jalan kemana iya yang seru gitu" Jawab Icha asal saking bingungnya

__ADS_1


"Kemana saja yang kau mau" Jawab Arka


"Baiklah, apa kakak sudah selesai mengajarnya" Icha


"Hemm, dan ayo bersiaplah"


"Baik kak"


Mereka berjalan beriringan seperti sepasang kekasih sambil berbincang-bincang kecil kadang juga tertawa. Akhirnya malam itu mereka jalan-jalan mengelilingi kota sambil makan dan bermain di taman hingga larut malam barulah mereka kembali lagi ke unit apartemennya masing-masing.


"Ehmm kakak"


"Iya ada apa" Tanya Arka sambil membuka sabuk pengaman di tubuhnya itu


"Apa aku boleh nanya sesuatu" Tanya Icha


"Kenapa"


"Apa kakak pernah punya pacar"


Arka yang tak begitu mendengarkan tidak menjawab pertanyaan Icha karena ia sambil mengambil barang-barang belanjaan Icha tadi sebelum pulang.


"Apa, kau tanya apa tadi" Ulang Arka lagi


"Kenapa apa kau marah padaku, sungguh aku tak mendengar tadi" Arka seperti merasa bersalah saja


"Sudah ku bilang tidak ada kak, sudah lupakan saja"


"Oh iya kak terimakasih jalan-jalannya hari ini aku sangat senang" Memang tak dapat dipungkiri Icha sangat senang dengan jalan-jalan hari ini.


"Hemm baiklah habis ini jangan lupa mandi berendam air hangat dan jangan lupa langsung beristirahat dan jangan bermain ponsel" Menasehati Icha


"Cek kakak ini seperti mommyku saja"


"Aku jadi merindukan mommy ku" Ulang Icha dengan ekspresi sedihnya


"Memangnya mommymu tinggal dimana" Tanya Arka


"Mommy tinggal jauh dari aku, sudahlah nanti atau besuk aku akan menelpon mommyku" Icha berjalan mengekor di belakang Arka hingga sampai di unit mereka masing-masing

__ADS_1


Arka yang lebih dulu membuka kode apartemen Icha itu, ia telah diberi akses masuk tetapi jika Icha di dalam Arka juga memencet bel dulu karena ia sangat menghormati privasi orang.


"Besuk kau ada acara apa lagi" Tanya Arka sebelum keluar itu


"Tidak tau, sepertinya aku akan rebahan seharian dikamar sebelum aku sibuk magang nanti"


"Hemm baiklah, lakukan hal yang berguna untuk masa depanmu nanti"


"Jangan keluar kemana-mana jika tak ada urusan yang lebih penting"


"Yehh itu mah terserah aku, hidup-hidup aku juga" Sewot Icha


"Di bilangin malah suka membantah saja, kali ini tak ada bantahan, besuk kau tak usah kemana-mana"


Arka setelah meletakkan barang-barang Icha itu kemudian berpamitan. "Bersihkan dirimu jangan langsung tidur"


"Iya tuan bawel" Bantah Icha yang mulutnya Sudah gatal jika tak membantah sekali saja omongan lelaki itu.


"Dibilangin malah begitu, kalau membantah sekali lagi akan aku cium bibirmu"


"Coba aja siapa takut" Icha berdiri sambil mengangkat kedua tanganya ke pinggang dan mata melotot


"Rupanya sudah berani sekarang iya hemm"


Arka maju satu langkah menjadi di depan Icha posisi nya saat ini. Icha mengira jika Arka tak akan berani. Maka dengan reflek ia langsung naik ke atas sofa. Kini tingginya tak sama lagi karena ia merasa posisinya telah aman namun siapa sangka Arka malah mengangkatnya seperti memanggul karung beras lalu meletakan ke kamar mandi.


"Segeralah mandi sana, aku akan kembali. Jika seperti ini terus bisa-bisa aku memakanmu malam ini" Ancam Arka sambil menutup pintu kamar mandi Icha dan berlalu keluar dari sana.


"Anak itu ceroboh sekali" Gumamnya


Sebelum keluar dari tempat Icha, Arka telah membantu merapikan barang-barang Icha yang tadi di beli ditata rapi di atas meja di depan kamar itu.


Setelah di rasa sudah rapi semua barulah ia keluar dan kembali ke tempatnya.


Berselang beberapa menit kemudian Icha keluar kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan keluar kamar melihat barangnya tadi. Ia terkejut melihat barangnya tertata rapi di atas meja itu.


"Kak Arka benar-benar sangat perhatian walupun kadang bikin kesal" Gumamnya


"Sepertinya aku harus jaga jarak dengan kak Arka mulai saat ini"

__ADS_1


dann


Bersambung----


__ADS_2