Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Panik


__ADS_3

"Ini adalah impianku sejak dulu sekolah dan magang di perusahaan ternama ini"


"Bisa dibilang impianmu tercapai"


"Kau benar" Icha membenarkan ucapan Mika itu.


Makan siang telah berjalan dengan damai tanpa gangguan apapun. Mereka kembali lagi ke kantor yang berada di seberang restauran.


Icha berjalan dengan Mika yang akan memasuki lift untuk mencapai lantai tempatnya ia bekerja.


Ketika di dalam lift Icha berbisik pada Mika"Kenapa selama aku bekerja tak pernah melihat bos kita" Tanyanya pada Mika itu.


"Memang bos kita jarang datang ke kantor, tetapi dia bisa melihat kita di setiap aktivitas kita" Jelasnya pada Icha.


Sejenak Icha berfikir tentang apa yang dikatakan oleh Mika, "Benarkah seperti itu, itu berarti selama ini tingkah laku kita terpantau oleh bos" Pendapat Icha lagi.


Seketika Mika baru menyadari dengan ucapan Icha, bagaimana jika bosnya itu memecatnya atas kesalahan kali ini, pikirnya "Oh my good" Sambil menepuk keningnya sendiri Mika baru on sepertinya.


"Kenapa aku baru menyadari setelah apa yang kita temukan masalah ini, pasti bos kita mengetahui apa yang kita lakukan"


"Benarkan bos kita sudah mengetahui lebih dulu mengenai hal ini" Tanya Icha lagi


Mika menggigit bibir bawahnya dengan rasa khawatir tentang hal ini. "Kita secepatnya harus melaporkan ini pada bos" Usul Mika.


"Hemm baiklah aku ikut saran kamu saja"


Mereka sudah kembali kemeja kerjanya masing-masing. Sekarang Mika harus memikirkan bagaimana ia menjelaskan pada bosnya soal permasalahan ini.


Namun feeling nya mengatakan jika sang bos sudah mengetahui" Bagaimana ini, sudahlah nanti saja aku pikirkan lagi" Gumamnya


Tring...Tanda sebuah notifikasi masuk di ponsel Icha. "Aku akan pergi ke Apartemen kamu, pulang jam berapa nanti" Isi dari chat masuk itu


"Kakak" Gumamnya.


Kemudian Icha langsung menelpon kakaknya dan mengatakan jika dirinya pulang sore hari, kakaknya bilang akan menunggu di Apartemennya nanti dan tak masalah soal kepulangan Icha jam berapa.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan sore hari dan sudah waktunya absen pulang. Kini mereka bersiap akan pulang, begitu juga Icha yang sudah membereskan mejanya dan berlalu dari sana turun ke basemen untuk mengambil mobilnya di mana diparkirkan itu.


"Ada apa kakak kemari, bukankah sebentar lagi aku akan pulang jika kuliahku segera selesai" Berbicara pada dirinya sendiri yang masih bertanya-tanya soal kunjungan mendadak kakaknya.


"Semoga saja kakak tak memberikanku hukuman, oh iya aku kan tak melakukan kesalahan kali ini, tak mungkin kakak akan memberikan hukuman padaku" Gumamnya pelan


Sampailah Icha di Apartemennya dan ia mendapati kakaknya selesai membuat makan malam dan menyajikan di meja makan.


"Kau sudah pulang" Tanya kakaknya sambil menyajikan makan malam itu


"Iya kakak, ada apa kakak kemari tiba-tiba" Tanya Icha penasaran.


"Kau tak senang kakakmu mengunjungimu"


"Bukan begitu kakak, kakak jangan salah paham, itu karena aku sangat penasaran makanya aku bertanya" Sambil meletakkan tasnya di meja ruang televisi sambil berlari memeluk kakaknya itu.


"Kau tak membuat kekacauan kan di kota orang" Tanya kakaknya lagi dengan penuh selidik.


"Cek kakak ini selalu saja itu yang di tanyakan, bukan menanyakan kabar adiknya yang imut ini malah bertanya yang bikin aku kesal saja" Keluh Icha sambil memanyunkan bibirnya dengan lucu itu.


"Kakak habis masak apa" Tanya Icha yang melihat beberapa masakan dimeja makan itu yang sudah penuh. Sepertinya kali ini Icha akan makan banyak. "Kakak masak kesukaan kamu menu Indo sepeti sup iga, asam-asam buntut daun kedondong dan masih banyak lagi, Cepatlah mandi dan ganti baju, kakak tunggi di meja makan" Perintah kakaknya itu


"Baiklah aku tak akan lama" Icha berlari ke kamar untu membersihkan diri dan berganti pakaian rumahan.


Setelah beberapa menit selesai dengan ritual mandinya dan berganti pakaian Icha keluar kamar menuju meja makan dimana kakaknya itu berada.


"I am ready" teriaknya


Jika pada waktu berkumpul dengan keluarganya seperti saat ini ada kakaknya, pasti Icha akan menjadi ratunya dan ia akan menerima perlakuan istimewa dari kakaknya. "Terimakasih kakak" Ucapnya setelah kakaknya mengambilkan nasi dipiring Icha itu.


"Hemm makanlah yang banyak, kakak hari ini sudah bekerja keras memasak banyak makanan kesukaan kamu ini"


"Hemm iya aku tahu" Icha


"Kakak kesini ada perlu sama siapa, dan dimana, kenapa ke tak bilang padaku dulu sebelumnya" Cecar Icha mulutnya sudah gatal jika kondisi penasarannya belum juga terjawab.

__ADS_1


"Kau itu mau bertanya apa mau jadi wartawan" Kakaknya tak mau kalah juga


"Hehe, iya bertanya lak kak" Meminum jus lemon buatan kakaknya itu


"Apa kakak ke sini mau cari pacar" Pertanyaan Icha random


"Kakak kesini mau mengecek seberapa bagus nilai kamu di kampus, dan mau mengecek buku-buku kamu yang kakak kasih kemaren, apa sudah kamu pelajari semuanya" Tanya kakaknya mengalihkan pembicaraan


"Cek kakak ini selalu saja itu yang ditanyakan" Kesal Icha sambil mengunyah makanannya dengan cepat.


Mereka makan sambil mengobrol banyak hal mulai dari keseharian Icha, teman-temannya di kampus, magang dimana dan rencana ke depan bagaimana.


"Setelah ini apa rencana kamu ke depan" Tanya sang kakak pada adiknya itu.


"Tidak tau" Jawab Icha malas mikir


"Apa kau tak mau hadiah jalan-jalan keliling naik Kapal Pesiar" Tanya kakaknya itu.


Seketika itu seperti ponsel kosong yang kehabisan baterai dan ketika di cas langsung menyala. Begitu juga Icha yang tadi awalnya malas langsung dalam mode on jika berbicara jalan-jalan dan travelling. Apalagi ini apa tadi katanya jalan-jalan naik Kapal Pesiar dan berkeliling beberapa negara . Itu adalah salah satu liburan impiannya. Kali ini ia harus mendapatkan liburan gratis yang di ajak kakaknya tadi dan tak boleh di sia-siakan. "Siapa yang tidak mau tentu saja aku mau kakak, aku mau"


"Hemm benarkah" Tanya kakaknya itu memastikan


" Iya aku mau, lalu apa syaratnya kali ini" Tanya Icha


"Kau selesaikan dulu belajar bahasa Spanyol kamu itu" Perintah kakaknya


"Baiklah kakak aku akan menyelesaikannya dengan cepat" Semangat Icha menggebu-gebu


Sedangkan di lain tempat Arka kali ini tak pulang ke apartemennya. Hari ini ada kegiatan diklat diluar yang mewakili pihak kampusnya dan sepertinya pelatihan itu di adakan selama satu pekan ke depan. Sehingga tadi sempat beres-beres segala macam yang harus dibawa.


Pada malam harinya ketika akan tidur ia jadi merindukan sesuatu, sepertinya ada yang kurang dalam hidupnya, namun ia tak tahu apa itu. "Kenapa terasa sepi" Batinnya


Apa yang membuat Arka kesepian ia sendiri juga belum bisa menyimpulkan apa itu. Sehingga malam ini ia keluar dari kamarnya menuju balkon dan duduk di kursi yang telah disediakan sambil memandang bulan pada malam itu. Lalu ia berdoa dalam hati jika di kehidupan yang akan datang ia meminta seseorang yang setia berada disampingnya


Permintaan yang sangat sederhana namun mampu pembawa perubahan dalam hidupnya agar tak kesepian lagi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2