Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Hari Kelulusan


__ADS_3

"Wahhh ini gila, aku tak menyangka jika dosen Arka akan sangat perhatian padamu." Megan.


"Kau tak usah berlebihan, aku rasa semua pertemanan akan sama saling berbagi."


"Tetapi aku melihatnya berbeda, tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan itu dengan tulus, kecuali ada maksud tertentu."


"Maksud kamu?"


"Iya maksud aku, sepertinya dosen Arka menaruh hati padamu." Megan memperjelas ucapannya.


"Itu tidak mungkin, karena jelas-jelas dosen Arka sudah memiliki kekasih yang jauh lebih cantik dari diriku."


"Ck...kamu ini perasaan seseorang mana tau." Megan


"Tapi aku tau sendiri dia menyimpan foto wanita itu di laci kamarnya."


"Benarkah, lalu hal apa lagi yang kamu ketahui darinya?"


"Kemaren sekitar satu minggu dirinya pergi menemui kekasihnya."


Megan terdiam sesaat, memikirkan sesuatu. Tetapi jelas saja jika dirinya melihat pandangan Arka ke Icha berbeda.


"Ini juga aksesoris rambut paling mahal. Harganya jepit segini kecilnya saja bahkan harganya bisa mencapai puluhan juta."


"Kau ambil saja salah satu jika mau."


Megan menoleh ke Icha, kemudian memeluknya dengan erat hingga sang empunya sampai tak bisa bernafas.


"Kau memang temanku yang paling baik."


" Iya tapi aku bisa mati di dalam pelukanmu, jika kamu terus begini." Icha berkata demikian karena tak bisa bernafas dipeluk Megan yang terlalu erat.


"Tadi aku sudah memasak, ayo kita makan." Icha.


"Baiklah, merupakan sebuah keberuntungan memiliki teman baik sepertimu." Kata Megan.


Icha hanya melirik sekilas. Lalu meneruskan acara sarapan paginya.

__ADS_1


Icha pergi ke kantor dengan membawa banyak barang, rencananya akan ia berikan pada Mika teman kantornya, sebagai oleh-oleh kemaren dirinya pergi.


***


Hari berlalu begitu cepat tidak terasa saat ini prosesi wisuda Icha dan juga Megan yang dihadiri keluarga mereka masing-masing sedang berlangsung.


Sesi foto-foto telah mereka lakukan berbagai pose. Tentu saja setelah ini orang yang sangat sedih adalah Megan, karena sebentar lagi mereka akan berpisah.


Masalah kantor juga sudah tertangani, Arka sudah menemukan dalangnya siapa pelaku di balik ini semua. Ternyata pamannya sendiri yang ingin menjatuhkan dirinya. Tidak sia-sia dirinya menyewa Hacker lewat bantuan tangan sahabatnya sekaligus sekretarisnya Alex.


Paman Arka ingin berbuat curang, dengan menyabotase data perusahaan, dan mengalihkan kepemilikan saham. Tetapi sebelum itu terjadi dirinya sudah mengawasi pergerakan pamannya. Sehingga sebelum rencana terlaksana sudah gagal di tengah jalan.


Sedangkan Icha setelah prosesi Wisuda selesai, orang tuanya hanya menginap semalam saja, saat prosesi wisuda juga di hadiri oleh teman-temannya Yuju, Hana dan Hyun Bin.


Walaupun setelah prosesi wisuda mereka langsung pergi lagi ke negeri Ginseng. Saat ini Icha sedang bersama Megan.


"Muka kamu kenapa?" Tanya Icha pada Megan.


"Aku sangat sedih karena sebentar lagi kamu akan meninggalkan negara ini."


"Baiklah sebelum aku pergi aku akan mengajakmu keliling ke kota London, bagaimana?" Tanya Icha pada Megan.


Megan diam sejenak memikirkan penawaran Icha, saat ini mereka sedang makan siang di salah satu restauran yang menyajikan masakan Korea.


"Baiklah aku setuju, dan aku akan menginap di tempatmu beberapa hari lagi apa boleh?" Megan.


"Ehmmm iya itu terserah padamu saja," lalu mereka keluar dari sana, menuju apartemen Icha, karena sesuai kesepakatan mereka berdua tadi, jika Icha mengajak Megan untuk pergi jalan-jalan mengelilingi kota London.


Selama Icha tinggal di sana, dirinya tak banyak memiliki teman dekat, hanya Megan lah teman dekat Icha dari awal hingga dia lulur dari Oxford.


Esuk pagi sesuai waktu telah Icha janjikan, jika dirinya akan pergi jalan-jalan. Semalam Arka telah menghubungi dirinya jika hari ini akan ikut menemani mereka jalan-jalan.


Arka telah bersiap dengan dandannya, dirinya memakai salah satu Coat yang berada di dalam lemarinya, penampilannya kali ini terasa seperti anak muda. Arka bercermin dan menyemprotkan parfum pemberian Icha. Icha telah memberinya banyak parfum salah satunya Roja Parfum La Nuit seharga dua puluh tiga juta yang memiliki aroma khas lelaki, dan satunya lagi Amouage seharga sepuluh juta tujuh ratus lima puluh.


Memang kebaikan hati Icha jika bisa mengimbangi dirinya ini benar-benar tak tanggungg-tanggung dirinya memberikan hadiah pada orang yang sukainya. Disukai bukan dalam artian cinta, tetapi lebih ke teman baik perempuan maupun laki-laki.


"Apa kamu sudah siap?" Isi pesan singkat Arka pada Icha.

__ADS_1


Icha yang sedang mandi, ponselnya tergeletak di atas meja nakas. Lalu Megan yang mendengar itu langsung menyahut ponsel Icha dan membukanya. Dirinya sudah mengetahui kode sandi Icha sebelumnya.


"Ck dosen Arka, aku pikir dia memiliki pacar tadi," padahal Megan sendiri juga tak memiliki pacar, tetapi malah kepoin temannya.


"Apa yang kamu bicarakan," Icha yang baru saja keluar dari kamar mandi mengeringkan rambutnya dan berjalan ke arah Megan.


"Cepatlah, kita sudah di tunggu dosen Arka ini, " Megan.


"Sabarlah kenapa, aku juga belum memakai pakaianku ini."


Kata Icha berjalan kea arah lemari, Icha memilih baju dress tanpa lengan sepanjang lutut berwarna hitam, yang di balut dengan kardigan. Dirinya mengenakan topi senada dengan warna dress yang di pakainya. Memoles bedak tipis di wajahnya lalu menambahkan lipstik berwarna pink. Terakhir dirinya mengenakan parfum ke seluruh tubuhnya.


"Ck kau ini dandanan kamu sepertu mau bertemu pacar saja." Megan berdecak melihat Icha yang sangat terstruktur dengan fashion yang di kenakannya saat ini.


"Memangnya hanya orang yang memiliki pacar saja yang boleh berdandan." Bantahnya.


"Iya bukan sih, tapi jika aku melihatmu, kamu seperti akan bertemu dan berkencan dengan gebetan kamu."


"Masak iyah.."


"Sudah, ayo kita jalan." Terakhir dirinya mengenakan Sneaker berwarna putih menambah kesan manisnya keluar, wanita berdagu lancip ini.


Megan yang berteman dengannya saja sangat kagum dengan kecantikan yang dimiliki Icha, apa lagi lelaki. Begitulah pikir Megan pada Icha.


Memang terdengar gila, wajah Icha merupakan campuran Jepang, Jawa dan China. Wajahnya dari segi rahangnya yang lancip turunan dari ibunya, sedangkan matanya dari ayahnya.


Benar-benar kecantikan yang sempurna sebagai member K-Pop idol. Idaman para wanita yang saat ini sedang menggemari member K-Pop. Tetapi Megan selama ini tidak begitu mengetahui kehidupan Icha yang sebenarnya bagaimana. Icha jarang sekali bercerita soal masalah hidup kepadanya.


Megan juga orang yang tidak terlalu kepo dengan masalah temannya bagaimana. Dirinya menjadi teman yang apa adanya bagi Icha itu merupakan suatu anugrah tersendiri bagi Icha.


Dosen Arka sudah menunggu Icha dari tadi, saat ini mereka sedang berjalan menuju basemen parkiran mobil. Dengan Arka sebagai pengemudi, Icha dan Megan sebagai penumpangnya, "Icha kamu duduk di depan." Perintahnya pada Icha.


"Baik pak Sopir," candanya tersenyum manis.


dan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2