
Ciuman yang awalnya hanya sebuah kecupan itu menjadi ******* ******* kecil. Tidak sampai di situ bahkan tangan Arka sudah traveling ke mana-mana hingga membuat Icha kegelian. Tangan Icha menarik rambut cepak Arka hingga tak berbentuk.
Icha melenguh dan mendesah, membuat Arka frustasi. Kali ini ia tidak akan banyak basa-basi lagi. Icha yang awalnya menolak untuk bercinta tetapi tidak dengan reaksi tubuhnya yang seolah menghianati hatinya.
"Dasar tubuh sialan sama sekali tidak bisa diajak berkompromi." batin Icha frustasi.
"Baiklah kali ini aku kalah, awas saja besok aku akan menghukumnya lagi." batin Icha sudah menyusun ide-ide liciknya.
Pergumulan panas itu terjadi hingga satu jam lamanya, membuat Icha mengerang. Mungkin di dalam kamar itu jika tidak dipasang peredam suara seluruh penghuni kamar sudah mendengar teriakan Icha.
"Jangan ditahan sayang suaramu, ayo keluarkan. Aku suka mendengarnya." bisik Arka di telinga Icha yang membuat Icha merinding.
Mereka saling melepaskan rindu, setelah beberapa bulan tidak saling bertemu. Icha yang dengan pikiran negatifnya mengira bahwa Arka sudah berselingkuh dengan sahabatnya, dan Arka dengan kesibukannya yang ingin fokus untuk sementara menangani bisnisnya.
*
*
"Sayang tadi kau belum menjawab pertanyaanku Aku ingin mendengarnya." kata Icha masih menagih jawaban dari Arka.
Arka yang sudah berlayar ke pulau mimpi, tidak begitu merespon pertanyaan dari Icha. "Besok saja aku akan menjawabnya."
"Tidak, besok kau akan pergi ke kantor lebih pagi. Aku ingin mendengarnya malam ini. Ayo buka matamu?" ucap Icha masih memaksa Arka. Salah satu tangan Icha membuka paksa mata Arka yang sudah terpejam.
"Honey tidak bisakah kita bicarakan hal yang tidak penting ini besok."
"Tidak, baiklah jika kau tak mau menjawabnya, tidak ada jatah bercinta selama beberapa bulan ke depan." ucap Icha tegas, lalu membelakangi Arka dan menarik selimutnya untuk menutup ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Arka yang semula sudah berlayar ke pulau mimpi hanya tinggal beberapa watt saja tingkat kesadarannya, refleks membuka kembali kedua matanya lalu memiringkan tubuhnya. Salah satu tangannya melingkar ke tubuh ramping Icha.
"Ck, oh myyy aku seperti sedang bernegosiasi dengan rekan bisnisku jika seperti ini." gumam Arka pelan. Yang masih bisa di dengar oleh Icha.
"Baiklah aku akan jujur, dengarkan aku baik baik."
"Aku sama sekali tak pernah melihat hasil pengambilan gambar itu, semuanya ditangani oleh Alex."
"Sudah aku jawab, sekarang kau bisa tidur nyenyak?" ucap Arka rancu.
Icha masih dibuat penasaran, rasanya tidak mungkin, secara Arka pemilik saham terbesar di brand fashion pakaian dalam itu. Tetapi begitu pemotretan telah keluar hasilnya malah ia tak melihatnya.
"Jawabanmu tidak memuaskan." celetuk Icha, lalu kembali berbalik menghadap Arka. Wajahnya mendongak menatap wajah tampan Arka yang sepertinya rambut-rambut halus di rahangnya sudah mulai tumbuh.
"Sayang, kau ingin jawaban yang bagaimana lagi?"
Dari pada Icha Icha dibuat mati penasaran, lebih baik menurunkan gengsinya untuk bertanya lebih lanjut, apa yang membuatnya tidak bisa tidur.
"Baiklah aku bertanya satu lagi, apa yang kalian bahas di lobby hotel waktu itu."
Arka terdiam cukup lama mendengar pertanyaan dari Icha, ia tak langsung menjawabnya hingga membuat Icha mencecarnya.
"Hanya penawaran kerjasama, tak lebih dari itu. Sekarang kau bisa tidur, jangan banyak bertanya ini sudah malam besok kita akan bangun pagi."
Akhirnya Icha tak bertanya lagi dan memejamkan matanya, menyusul Arka berlayar ke pulau mimpi.
Pagi menjelang, Arka sudah pergi ke perusahaan pagi-pagi sekali, karena hari ini ia akan bertemu rekan kerjanya yang bernama Raka. Tentang peluncuran perhiasan baru di perusahaannya nanti.
__ADS_1
Kali ini ada penawaran kerjasama yang menjanjikan dengan dengan perusahaan yang bergerak di bidang jewelry itu.
Ketika dirinya pergi ke perusahaan, Icha masih terlelap di alam mimpinya. Arka yang sama sekali tidak mau mengganggu tidur Icha karena sudah membuatnya lelah semalaman, waktu menjelang dini hari tadi Arka mengajaknya kembali bercinta hingga tiga ronde, Arka memutuskan meninggalkan sebuah memo di meja nakas lalu pergi begitu saja setelah sebelumnya berpamitan pada kakek Icha. Dan berpesan pada Frans untuk melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukan istrinya itu.
sampai matahari meninggi Icha baru membuka matanya Icha marah pada Frans kenapa tidak membangunkan dirinya padahal hari ini dirinya harus terbang ke Amerika.
"Frans kau membuatku kesal, kenapa kau tidak membangunkan tidurku, padahal hari ini aku harus terbang ke Amerika. Aku tidak boleh terlambat." omel Icha pada Frans, dirinya saat ini sedang terburu-buru menggunakan sepatu akan segera pergi.
Sebelum Icha keluar dari kamarnya ia menemukan sebuah memo yang bertuliskan selamat pagi dari suamimu tersayang. Tulisan singkat itu tampak membuat Icha tersenyum bersemangat, lalu Icha mengiriminya pesan singkat setelah itu Icha mematikan ponselnya kembali. Karena akan melakukan perjalanan panjang.
"Yang benar saja, masa iya sedang bercinta semalaman dengan suaminya, hingga kelelahan. Lalu paginya aku gedor-gedor pintu, aku suruh bangun pagi, itu akan sangat tidak sopan." batin Frans bermonolog.
"Maaf nona, kenapa anda tidak berpesan sebelumnya ?" jawab Frans tetap menunduk dan sopan pada Icha.
"Ah sudahlah, itu sudah berlalu. Lagi pula lain kali bangunkan aku, jika Megan tak ada. Kaulah pengganti dirinya, kau tahu itu. Ayo sekarang kita berangkat."
Icha berjalan melewati Frans begitu saja, lalu berpamitan pada kakek dan neneknya, dan memberitahu kan kalau besok lusa ia akan ada konser di Coachella.
Memang tidak butuh waktu begitu lama untuk pemulihan Icha dari kemarin setelah ia keguguran, kehilangan anaknya. Karena memang dokter yang menanganinya memberikan obat-obatan terbaiknya. Jika Icha terlalu lama berdiam diri di rumah, maka ia akan sangat bosan dan sedih memikirkan masalah yang menimpa dirinya.
Kebetulan di saat dirinya sudah pulih, jadwal headline tampil di Coachella, Megan kirim lewat pesan singkat. Karena setelah Megan pulang kampung ia menunggunya di hotel yang sudah disiapkan oleh staf pinkV.
"Akhirnya sampai juga, I am coming negeri Paman Sam." ungkap Icha lalu menarik nafas memejamkan matanya dan mengeluarkannya perlahan.
Di bandara sudah banyak fans-fans yang berjajar berderetan di sana, tidak hanya itu beberapa wartawan sudah siap menyalakan lampu blitz untuk memotret kedatangan salah satu member pinkV. yang sudah trending di beberapa sosial media karena kali ini akan menjadi headliner di konser fenomenal Coachella.
Beberapa bodyguard tampak mengikuti Icha dari belakang. Hanya Frans bodyguard pribadi yang dikirim khusus dari Arka, selain Frans ada lima bodyguard untuk melindungi Icha dari fans yang ingin mendekatinya atau merekam videonya bahkan mengambil gambarnya.
__ADS_1
Bersambung