
"Maaf nona jika pembicaraan saya ini lancang."
"Memangnya apa yang mau kamu bicarakan?"tanya Icha pada Frans.
"Begini nona apa Anda ada masalah dengan tuan Arka?" tanya Frans hati-hati.
"Masalah? Tidak tidak ada masalah apa-apa, memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?
"Soalnya dari kabar yang aku dengar, jika tuan Arka sedang ada masalah dengan anda, dan itu imbasnya seluruh karyawan di kantornya."
Icha terdiam, mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Frans. Ia mengingat-ingat kembali percakapannya terakhir dengan suaminya.
"Oh Tuhan apa jangan-jangan dia sedang marah karena video call saat itu aku matikan sepihak batin." batin Icha bermonolog, kemudian dirinya menarik nafas panjang dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Bagaimana nona. Apa Anda mengingat sesuatu?" tanya Friends pada Icha.
" Ehmm iya, nanti biar aku video call. Terima kasih atas informasinya."
Icha berjalan menjauh dari jangkauan teman-temannya. Mencari tempat yang sekiranya aman tidak didengar oleh mereka, agar dirinya bisa leluasa berbicara dengan suaminya. "Di mana ponselku," gumam Icha ketika merogoh saku celananya ternyata ponselnya tertinggal di lantai atas kamar hotelnya.
Akhirnya Icha berbalik badan dan memanggil Frans kembali. Untuk menyampaikan pesan kepada ketiga sahabatnya, karena dirinya akan kembali ke lantai atas kamarnya.
" Tolong sampaikan pesanku pada teman-temanku, karena ponselku tertinggal. Nanti aku akan kembali lagi."
"Baik nona."
Hanya butuh waktu beberapa menit saja, Icha Sudah sampai di lantai atas, di dalam kamarnya. Ternyata Megan sedang membaca novel kesukaannya. Krek bunyi pintu terbuka. Megan yang asik membaca novelnya, sama sekali tidak bergerak dari tempatnya ataupun menengok ke arah sumber suara.
Begitupun Icha, berjalan menerobos memasuki ruangan kamarnya. Untuk mencari keberadaan di mana ponselnya berada.
" Huh untungnya kamu masih ada." ketika dirinya baru saja melihat ponselnya tergeletak di atas meja riasnya.
Tanpa berpikir panjang, Icha langsung menekan nomor tujuan suaminya. Begitu sambungan video call tersambung. Icha sedikit canggung untuk menyapa suaminya lebih dulu dan ada rasa gengsi dalam dirinya.
"Istriku ada apa meneleponku di siang hari seperti ini?"
"Jadi kamu tidak suka aku menelponmu siang-siang begini, Apa karena kamu ada banyak kerjaan, atau karena kamu sedang sibuk memberikan banyak tugas kepada semua karyawanmu?" tanya ijab bertubi-tubi kepada Arka.
__ADS_1
"Pertanyaan yang begitu banyak, yang mana dulu ini yang aku jawab."
"Tidak perlu kau jawab, sekarang suamiku berada di mana?" tanya Icha pada Arka. Walaupun di dalam hatinya ada sedikit rasa kesal, tapi Icha harus menekan egonya. Agar seluruh karyawannya tidak menjadi bahan amukan suaminya.
"Aku sedang menemani makan siang paman."jawab Arka lalu dirinya mengarahkan kameranya kepada Paman Rey.
"Di mana itu apa di luar kantor?"
"Ya sambil cari suasana yang baru."
"Istriku sendiri sedang apa?"
"Aku sedang menelponmu." ketus Icha.
Panggilan video call itu tidak berlangsung lama, setelah Icha memastikan keadaan suaminya membaik. Dirinya lebih dulu mengakhiri video call-nya. Karena takut teman-temannya menunggu dan malah menyusul ke lantai atas, akhirnya ia memutuskan lebih dulu berpamitan kepada Arka untuk menyusul teman-temannya yang tadi sedang nongki di cafe bawah bersama dengan Frans.
"Dari mana saja kamu? Kenapa mengambil ponsel saja hampir setengah jam, apa jalannya pindah untuk sampai ke lantai atas?" tanya Hana sedikit bercanda pada Icha.
" Mungkin dia melewati jalan tol." celetuk Hyun.
" Kau jangan mengada-ngada." sahut Yuju.
"Dia pindah tempat duduk, sepertinya dia merasa kepanasan jika terus-terusan bersama dengan kita, kau tahu kalau kita ini sangat berisik jika sudah berkumpul." jawab Hana menyilangkan kedua tangannya.
"Hah kau benar juga, dia kan orangnya sangat introvert." kata Icha.
"Orang introvert sangat cocok, jika bersanding dengan orang yang sangat cerewet seperti Hyun, karena itu aku sangat mendukungnya. Bagaimana?" kata Yuju.
"Hei dari kemarin kalian ini tidak berhenti-berhenti ya menjodohkan ku dengan dia."
" Aku yakin kalau dia itu sudah memiliki seleranya sendiri. Dan seleranya bukan orang yang cerewet sepertiku, pasti dia akan mati berdiri karena berisik mendengar suara-suara ku yang cempreng ini." kata Hyun dengan sangat pedenya.
Icha, Hana dan Yuju seketika tertawa dengan renyah mendengarkan celotehan dari Hyun. Mereka merasa lucu dengan kata-kata Hyun baru saja.
" Hei tapi lihatlah dia sangat keren loh."Hana.
"Kau akan menyesal jika melewatkannya." Hana malah mengompori Hyun sambil ekor matanya melirik ke arah Frans, yang sedang duduk dengan elegan sambil menyesap kopinya sesekali. Fokusnya beralih menatap layar ponselnya yang ada di depannya.
__ADS_1
"Hah menyesal bagaimana, aku rasa lelaki tampan tidak hanya dia saja sih." jawab Hyun menyilangkan kedua tangannya.
"Sudah sudah, nanti kita lanjutkan lagi. Bagaimana kalau sekarang kita pesan makan siang dulu." Yuju memberikan usul, menengahi perdebatan di antara mereka.
Akhirnya mereka menyetujui usulan Yuju, untuk memesan menu makan siang. Makan siang kali ini bukan makan siang biasa. Tetapi diselingi canda tawa menjodohkan Hyun dan juga Frans yang menjadi pembicaraan topik hangat diantara keempat member k-pop.
***
Malam menjelang, seperti biasanya sebelum konser Icha mendapatkan briefing dari Megan, agar melupakan semua masalahnya dengan suaminya. Ataupun dengan siapa saja.
"Kau harus seperti biasanya, tampil memukau dan juga elegan, serta profesional." kata Megan kepada Icha sambil membenahi make up dan juga pakaiannya.
"Tentu saja, apa aku selalu tampil cantik? jika di atas panggung." tanya Icha pada Megan.
"Kau selalu terlihat tampil memukau ketika di atas panggung, karena kamu memang memiliki dasaran yang cantik."
" Jarang semua orang memiliki muka tirus sepertimu, badan yang slim bagaikan boneka Barbie."
"Kau selalu saja membuatku rasanya seperti di atas awan. Aku rasa pujianmu ini sudah sangat overdosis."
"Itu fakta, Aku bukan mengarang cerita." jawab Megan datar.
"Yayaya aku percaya padamu, karena aku mengenalmu Sudah lama tidak hanya sehari dua hari."
"Apa kamu sudah menghubungi suami kamu kalau malam ini kamu ada konser lagi?"katanya Megan pada Icha setelah selesai membenahi make up nya.
"Untuk malam ini tidak, aku ingin berkonsentrasi dulu dengan pekerjaanku. Mungkin nanti saja." kata Icha sambil mengangkat bahunya tidak tahu.
"Baiklah terserah padamu saja yang penting aku sudah mengingatkanmu."
"Tapi kamu juga jangan terlalu mengabaikannya."
"Ehmm ya, aku tidak mengabaikannya. Aku hanya menunda waktu saja untuk menghubunginya, aku rasa itu tidak masalah bukan."
"Ya Jangan lama-lama, karena dia suami kamu. Kamu butuh perhatiannya, dan dia butuh perhatianmu kau harus memahami itu." kata Megan.
"Aku mengerti, kenapa aku merasa seperti sedang berbicara dengan konsultan pernikahan." jawab Icha bercanda.
__ADS_1
Konser kali ini tidak kalah meriah dari sebelum-sebelumnya. Para penonton sudah berkumpul di area stadion memenuhi ruangan, dengan teriakan yang menggema. Seluruh kru dan juga penari latar juga sudah bersiap dengan penampilannya masing-masing.
Konser dibuka dengan intro yang memukau dari sebelumnya, dengan potongan musik yang menggema di seluruh area itu, terdengar sangat indah bagi sebagian orang yang menyukai musik k-pop. Bahkan banyak diantara para fans PinkV, mereka membawa kameranya untuk mengabadikan momen konser PinkV ini. Jangan sampai terlewatkan.