
Sore hari di kota Tokyo dimana kakek dan nenek buyutnya tinggal. Icha terbangun dari tidur siangnya. Matanya menyipit membuka mata perlahan dan masih mengumpulkan kesadarannya.
"Jam berapa ini." gumamnya pada diri sendiri.
Ica bangun memasuki kamar mandi, membersihkan diri di sana dengan berendam air hangat. Sepertinya tubuhnya sangat kelelahan, sehingga butuh berendam di air hangat.
"Rupanya aku tidur terlalu lama." sambil berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar itu.
Dirinya menyalakan aliran air ke dalam bathup dan menambahkan aroma wewangian ke dalamnya. Hari ini adalah hari yang paling melelahkan buatnya. Icha berendam cukup lama di sana sambil memejamkan matanya. Dalam diamnya ia mengingat jika dirinya akan di undang perjamuan makan yang di adakan oleh tuan Felix. Tetapi tuan Felix sendiri nanti yang akan menghubunginya.
Semoga saja dalam waktu yang lenggang. Harapan Icha ketika nanti di undang acara perjamuan makan nanti ketika dirinya free sehingga tak membuat acara tuan Felix berantakan.
Tok....tok....!!!
Suara ketukan pintu dari luar, tapi Icha sepertinya tak mendengar karena dirinya tertidur saat berendam.
"Cha....keluar" panggil nenek buyutnya itu. Beberapa kali pintu diketok dan suara teriakan itu keluar dari mulut neneknya, namun tak ada tanggapan atau sahutan dari dalam. Sehingga nenek buyutnya itu membuka pintu kamarnya.
Ceklek....!!!
Suara pintu dibuka. Awalnya nenek buyutnya Icha itu hanya mengintip sedikit, menampakkan kepalanya saja yang memasuki ruangan itu. Tapi di rasa tak ada siapa-siapa, tentu saja nenek buyutnya mencari penghuni kamar ini.
"Cha.....keluar Cha...." mengetuk pintu kamar mandi, agar yang di dalam sana merespon.
"Iya nek, tunggu dulu." dirinya gelagapan membilas tubuhnya dan mencari bathrobe untuk segera keluar menghampiri nenek buyutnya itu.
"Apa yang kamu lakukan di dalam, sehingga nenek teriak-teriak tak kau respon." tanya neneknya mencecar pertanyaan padanya kala dirinya baru saja berjalan keluar dari kamar mandi dan menghampiri nenek buyutnya itu.
"Didalam ngapain lagi jika bukan mandi, masak iya bermain bola." canda Icha pada nenek buyutnya.
"Kamu pasti ketiduran kan..!!?" sambil menunjuk dengan jari telunjuknya tepat di depan wajah Icha.
"He...he...he nenek tau saja." cengirnya seperti merasa tak bersalah.
"Ada apa nenek buyut kemari?" tanya Icha.
"Ayo turun ke bawah makan, nenek buatkan minum susu hangat supaya kamu tak masuk angin, soalnya kamu kan habis berendam, mana ketiduran lagi." omelnya panjang lebar.
__ADS_1
"Baik nek, tunggu aku di bawah, aku akan berganti pakaian lalu menyusul nenek dan kakek turu ke bawah."
Nenek buyut Icha itu kemudian turun ke bawah lebih dulu sedangkan Icha berganti pakaian, barulah dirinya bergabung bersama mereka.
Saat sedang berganti pakaian diruang ganti tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, di sana tertera nomor baru. Dirinya yang penasaran langsung mengangkatnya.
"Ya hallo dengan siapa?" Icha.
"Hallo apa kabar nak Icha, ini om Felix." jelasnya pada Icha.
"Ohh om Felix. Iya om kabar Icha tentu saja sangat baik, padahal baru sehari tak bertemu, ada yang bisa Icha bantu om?" tanyanya.
"Iya juga nak Icha. Itu om mau membicarakan soal yang kemaren, apa bisa jika nak Icha besuk datang ke suatu tempat, nanti alamatnya akan om kirim lewat chat."
"Oh baik om, saya akan usahakan datang. Maksud om ini acara perjamuan makan kan." Icha menanyakan untuk lebih jelasnya.
"Iya nak, nanti di sana om bersama istri om, nak Icha boleh mengajak siapa saja."
"Baiklah kalau begitu saya akan mengajak nenek dan kakek buyut saya."
Kemudian setelah percakapan panjang lebar itu mereka akhir Icha segera turun ke bawah. Di meja makan semua makanan kesukaan Icha sudah tersedia.
"Ha...ha... iya nona ratu sedang mempercantik diri dulu tadi." Icha membalas kekonyolan nenek buyutnya itu.
"Hah yang benar saja, mau makan malam saja dandannya sangat lama, apa lagi mau bertemu Arjuna bisa berjamur itu Arjunanya." Cibir nenek buyutnya ini.
"Cek nenek buyut mengejekku ya." Icha memposisikan dirinya dan melahap susu hangat yang sudah di buatkan nenek buyutnya tadi.
"Lihatlah kek, cucu buyutmu satu ini." kesal nenek buyutnya itu.
***
Hari ini adalah hari dimana perjamuan makan siang di adakan. Sesuai janji Icha jika dirinya akan mengajak nenek serta kakek buyutnya ketempat yang telah di tentukan om Felix.
Icha tiba di sana satu jam sebelum acara dimulai, ketika turun dari mobilnya betapa terkejutnya Icha serta kakek dan nenek buyutnya. Bagaimana tidak ini adalah kebun bunga dengan berbagai macam jenis bunga.
Tempat yang mereka munjungi terletak di Midori-cho, Tachikawa City, Tokyo ini tumbuh bunga sakura, pohon sakura Somei Yoshina, bunga tulip dari 13 varietas, lalu bunga shirley poppies, iceland poppies, dan bunga dainty blue hemophilia. Sedangan bunga kosmos dan pohon maple bisa di temukan di taman ini saat musim gugur.
__ADS_1
"Wahhh amazing nek kek lihatlah aku seperti berada di surga." Saking takjubnya Icha sampai dirinya menari-nari disana.
"Selamat datang tuan nyonya...!!!" sapa kakek dan nenek buyut Icha.
"Selamat datang juga nek, kek, mari...mari silahkan duduk." Tuan Felix beserta istrinya itu menyambutnya dengan sangat baik.
"Saya tidak menyangka jika anda mengundang cucu buyutku ini di tempat yang indah seperti ini." ucap kakek buyut.
"Ini saya rasa tidak ada apa-apanya dibandingkan cucu anda yang sudan menolong saya." Ungkap tuan Felix itu.
Nenek dan kakek buyut itu saling berpandangan. Mungkin mereka sedang menyimpan berbagai pertanyaan saat ini. Tetapi masih mampu mereka tahan untuk ditanyakan lebih lanjut.
"Ceritanya sangat panjang, yang jelas kebun bunga seluas ini saya hadiahkan kepada cucu buyut anda nek, kek." Ujar tuan Felix itu.
Dua orang berbeda gender itu saling menatap, mereka antara shock dan juga bingung. Ini orang sekaya apa sehingga memberikan hadiah saja segila ini. Lalu cucu buyutnya ini melakukan kebaikan apa sehingga mereka memberikan hadiah dengan nilai yang sangat fantastis seperti ini.
"Apa ini tidak berlebihan tuan, nyonya." Tambah nenek buyut itu.
"Saya rasa tidak nek. Ini tidak sebanding dengan nyawa saya yang telah di tolong oleh cucu buyut anda."
"Benarkan." Dua orang itu nasih tak percaya, kebaikan apa yang dilakukan si bocah nakal yang susah di atur ini sehingga membawa berkah dalam hidupnya.
"Sebelum itu mari kita makan terlebih dahulu." Saat pembicaraan panjang lebar tadi Icha tidak berada di sana, dirinya telah berkeliling melihat kesana kemari, saking takjubnya dengan yang dirinya lihat.
Sambil bersenandung, dirinya ada rencana jika kapan hari akan mengajak orang terkasihnya kesini serta sahabat-sahabat baiknya. Ahhh dirinya sudah membayangkan yang tidak-tidak. Lalu barulah dirinya menyusul dimana acara perjamuan makan siang itu di adakan, setelah dirinya merasa lelah berkeliling dan acara....
.
.
Bersambung.
follow ig ku yah : Fika Queen
Fb : Fika Queen
akun youtub : Fika Queen
__ADS_1
Matur thank you