Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Icha Arka


__ADS_3

Begitu selesai mendengar penjelasan dari staf baru saja seolah tak ada celah untuk menggulingkan Icha.


Sehari mereka lalui dengan banyak drama. Hingga pada saat malam harinya. "Kenapa kau mau menyingkirkanku? apa kau tak senang melihatku menjadi populer." kesal Icha. Begitu mereka masuk kedalam kamar hotel. Yang saat itu langsung di beli oleh Arka dengan harga tertinggi.


"Honey jangan salah paham dulu, aku tak mau jika kecantikanmu dinikmati oleh lelaki lain selain aku." kata Arka. Lalu melingkarkan tangannya di perut Icha. Menciumi leher Icha hingga terdengar hembusan anginnya sampai ke telinga.


"Ya aku masih memiliki kontrak kerjasama dengan mereka. Aku harus bekerja dengan profesional, untuk saat ini tolong jangan melarangku melakukan banyak hal." omel Icha mencebik.


"Baiklah, aku tak akan melarang mu melakukan banyak hal, tapi..." ucapan Arka terjeda, muncul ide liciknya.


"Apa? kenapa perasaanku jadi tak enak." kata Icha. Memegang tengkuk lehernya.


Icha menoleh ke belakang, belum sempat berbalik, bibir mereka bertemu. Tanpa aba-aba Arka melahap bibir manis Icha, hingga membuatnya tak ada celah untuk melarikan diri. Kedua tangan Arka melingkar di pinggang Icha. Niat hati mau menumpahkan kekesalannya malah kini senjata makan tuan.


Ciuman itu berlangsung lama, Icha berusaha melepas diri untuk mengambil nafas sejenak. "Huhhhh aku masih kesal denganmu, jangan meminta jatah malam ini."


"Honey apa kau lupa, jika akulah bosmu, maka aku akan memintamu bekerja dengan giat denganku, jika tak ingin ku pecat."


Icha masih belum konek untuk hal ini, baru beberapa saat ia ingat jika penguasa tertinggi di perusahaan Tiffany and co adalah suaminya. "Apa? kau mau aku aku bekerja dengan giat, baiklah aku akan bekerja dengan giat. Tapi kau harus membayar ku lebih mahal." ucap Icha, melipat kedua tangannya di dada.


Icha masih percaya diri dengan pendapatnya, bahwa Arka akan menyetujui pendapatnya saat ini. Arka menatap wajah intens Icha kemudian menaikkan salah satu alisnya. Kedua tangannya berkacak pinggang, lalu berjalan kembali menghampiri Icha. Meraup pinggang ramping itu hingga membuatnya mendekat, tak ada jarak. Pandangan mereka saling bertatapan.


"Baiklah istriku jika kau meminta bayaran yang mahal, maka tunjukkan kepadaku sekarang. Bentuk kerja kerasmu yang memuaskan."


Belum sempat Icha menjawab, bibir manis itu kembali membuat Arka melahapnya tanpa ampun, menyesap perlahan. Icha yang semulanya masih ngebug, perlahan membuka mulutnya, Arka tidak mengabaikan hal ini. Icha mengalungkan kedua tangannya ke leher Arka. Percintaan panas itu kembali terjadi hingga membuat deru nafas mereka saling beradu.


Kedua tangan Icha perlahan menjambak rambut Arka, karena arkas sudah bermain menyusuri lehernya dan turun ke area dadanya, di menit berikutnya baju keduanya sudah entah ke mana.

__ADS_1


Percintaan panas itu terjadi dua ronde, setiap ronde memiliki waktu 1 jam. Membuat Icha memiliki banyak stempel di seluruh tubuhnya. Icha yang semula tadi akan mandi kini mengurungkan niatnya, karena sudah kelelahan dan ingin menutup matanya untuk beristirahat.


Tubuh polos Icha menarik selimut tebal untuk menutupi seluruh tubuhnya, disusul dengan Arka yang melingkarkan tangannya di pinggang Icha, dan menciumi puncak kepala Icha dari belakang. Salah satu tangannya meraba perut Icha.


"Semoga kamu segera hadir di sana, agar mommy mu bisa berhenti untuk tebar pesona di luar sana." batin Arka.


"Sayang kau membuatku kelahan, Aku kesel padamu." ungkap Icha sebelum memejamkan matanya.


"Tidurlah jika kau lelah, tak usah banyak bicara." ucap Arka datar seperti biasanya.


Kini tiba saatnya Icha menyelesaikan pekerjaannya di Cina. Dan akan kembali lagi ke Korea Selatan, sedangkan Arka jangan ditanya lagi dia beralasan akan meninjau perusahaannya yang ada di Korea Selatan juga dan memiliki pertemuan penting di sana.


Icha yang merasa dibuntuti suaminya rasanya ingin menonjok muka tampannya itu, tetapi ia akan sangat tidak tega jika menonjok beneran.


"Sayang bisa tidak kau tidak membuntutiku kemanapun aku pergi. Bisa-bisa media mengendus tentang hal ini, kau tahu itu." ucap Icha berkaca pinggang, begitu Ia selesai dandan di depan meja riasnya.


"Bukankah seharusnya kau senang, hanya media kan yang kau takutkan."


Icha masih mencebik dengan kelakuan brutal suaminya. Rasanya ia ingin bebas seperti dulu, ke manapun ia pergi tidak ada yang mengkhawatirkannya. Suaminya lebih parah daripada kakaknya yang selalu mengawasinya kemanapun ia pergi. Bahkan saat ini Frans tidak lagi bersamanya karena sudah digantikan dengan Arka. Frans hanya mengikuti dengan jarak beberapa meter saja.


"Apalagi Honey? apa kita mau mengulang seperti yang semalam."


"Hah tidak tidak, tidak bukan bukan seperti itu yang kumaksud." kata Icha membuat ia gugup sendiri.


Icha masih melipat kedua tangannya, melihat gerak-gerik suaminya yang membenarkan dasinya. Ia menjadi ingin ketawa seketika ketika melihat dasi suaminya yang terpasang miring.


"Apa yang kau tertawakan?"

__ADS_1


"Tidak ada, kemarilah. Kenapa kau memasang dasi dengan miring seperti ini. Sangat tidak cocok dengan gayamu itu. Ini tidak seperti dirimu yang bersifat dingin, datar dan mengesalkan." celoteh Icha, tangannya masih sibuk merapikan dasi Arka, mereka sebentar lagi akan pergi ke bandara.


Perjalanan mereka dari Shanghai China ke Korea Selatan membutuhkan waktu 1 jam 59 menit tentu saja dengan banyak balada dan juga drama, bahkan Frans sangat kewalahan menangani mereka berdua. Jika ada Megan pasti sangat membantu pekerjaan Frans.


***


*


*


Waktu berlalu begitu cepat, girl group band wanita itu sekitar 2 minggu lagi kontranya akan habis. Setelah mereka melakukan encore di berbagai negara seperti Paris London dan juga Jepang.


Mereka kembali lagi ke Korea Selatan, sebentar lagi akan merayakan anniversary yang ke-7 tahun member pinkV itu berdiri. Para Fandom sudah heboh mereka ingin ke empat member girl group band itu memperpanjang kontraknya.


Bahkan muncul rumor Yuju tidak akan melanjutkan kontrak kerjanya, sedangkan Jang Hana akan pindah agensi karena mendapatkan tawaran yang sangat tinggi. Hyun beralih menjadi aktor drama pemeran wanita dan Icha sendiri dirumorkan akan beralih menjadi model selain itu hanya Icha yang dirumorkan akan memperpanjang kontrak di agensinya.


Siang itu Icha terlihat pucat, hal itu disadari oleh Yuju. Melihat tangan Icha yang gemetaran dan bibirnya yang pucat, membuat Yuju meminta pada member yang lain untuk memberikan minuman. Tapi bukan minuman air yang diminta Icha melainkan minuman yang asam-asam.


"Kau seperti orang mengidam." kata Hyun memberikan segelas jus orange pada Icha.


"Sepertinya aku memang mengidam."


Icha menjawab ucapan Hyun baru saja, tapi kedua member yang lain Yuju dan juga Hana menganggap bahwa ucapan Icha hanya candaan semata.


"Istirahatlah, wajahmu terlihat sangat kelelahan. Kau pasti sangat lelah, akhir-akhir ini jadwalmu begitu sibuk bukan." kata Hyun begitu perhatian.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2