Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Hana dan Alex


__ADS_3

"Wawww menakjubkan lihatlah itu tuan, ah aku rasa aku sedang bermimpi berada di tempat seperti ini"


"Tapi sayangnya ini kenyataan nona, dan bukan mimpi." sahut Alex, salah satu tangannya di masukkan ke dalam saku celana brandednya.


"Hemmm iya kau benar tuan." kata Hana, lalu tanpa menghiraukan Alex yang berdiri di sampingnya, Hana berjalan menghampiri salah satu tas yang sudah hampir tahap finishing.


Alex yang melihat tingkah Hana demikian, membuatnya menggelengkan kepalanya. Ia merasa seperti mengajak anak kecil berkunjung ke taman bermain, dan menemukan mainan barunya.


Para pegawai sibuk dengan tugasnya masing masing, rupanya Hana sudah melangkah lebih jauh dari pandangan mata Alex.


Ia mengajak berbicara pada salah satu karyawan lelaki, namun rupanya karyawan tersebut tidak begitu menanggapi obrolannya.


Hal itu membuatnya kesal. "Hei aku berbicara padamu, apa kamu mendengarku?" tanya Hana pada salah satu karyawan lelaki tersebut.


"Ya nona saya mendengarnya."


"Lalu kenapa bicaramu sedikit sekali?" tanya Hana, menyilangkan kedua tangannya, dan matanya melotot ke arah pegawai lelaki itu.


"Saya disini sedang bekerja nona, bukan untuk bergosip." jawab pegawai lelaki tersebut yang bernama Jhonatan, terlihat di salah satu name take nya.


"Tapi aku tamu disini, seharusnya kau memperlakukan aku dengan baik."


"Hei kenapa kau diam saja, jawab aku dong." teriak Hana pada Jhonatan.


Namun Jhonatan fokus mengerjakan tugasnya dengan baik, dan tidak terpengaruh pembicaraan Hana sama sekali.


"Ihhh dia seperti orang tul* jika diajak bicara, ingin rasanya aku tonjok muka sok tampannya itu." gumam Hana pelan.


"Saya mendengar umpatan anda nona." sahut Jhonatan tanpa menoleh ataupun melirik Hana.


"Apa kamu bilang?"


"Bisa tidak kamu menjawab pertanyaanku, aku rasa gajimu tidak akan di potong karena menjawab pertanyaanku beberapa menit saja."


Jhonatan kembali diam, tangannya sibuk memindai mesin mesin canggih di hadapannya. "Dia memang dingin, seperti es kutub utara." celetuk Hana pelan.


"Jika anda disini bertamu, maka anda bisa berkeliling kemana saja yang anda mau nona, bukan malah mengganggu pekerjaan saya." jawab Jhonatan telak.


Membuat Hana mengepalkan tangannya ke udara, "Huuuuh kamu tidak tahu siapa saya?" tanya Hana.


"Saya tahu nona, tapi tangan anda tidak perlu begitu,"


Seketika Hana langsung menurunkan tangannya, dan memasang muka jutek. Jhonatan pergi dari hadapan Hana untuk mengerjakan tugas yang lainnya membuat Hana pergi dari sana.


"Pegawai yang menyebalkan, awas saja kamu, aku akan mengadukan pada bosmu." gumam Hana.

__ADS_1


"Siapa?" tanya Alex yang tiba tiba saja muncul di belakang Hana.


Hana menoleh kebelakang, "Ah anda mengagetkan saya tuan Alex."


"Ehmm bu bukan siapa siapa tuan." jawab Hana tergagap.


"Tadi aku mencarimu kemana mana, ternyata berada di sini,"


"Ini adalah ruangan dalam tahap finishing produk kita." jelas Alex pada Hana.


Perbincangan mereka membahas banyak hal, mulai dari awal bisnis ini di didirikan hingga bisa sebesar sekarang ini. Lalu dilanjutkan dengan makan siang di restauran yang ada di area pabrik.


"Aku rasa aku juga akan betah tuan jika menjadi karyawan disini, semuanya memiliki fasilitas yang lengkap."


"Memang bukan kaleng kaleng," kata Hana jujur pada Alex.


Saat ini mereka sudah duduk berhadap hadapan untuk makan siang. Menu yang disajikan disana juga bervariasi dan memiliki jadwalnya masing masing.


"Saya rasa anda terlalu berlebihan nona." jawab Alex merendah.


"Aku rasa aku bukan mengada ngada tuan Al, karena karena kalau aku suka aku akan bilang suka, dan kalaupun jelek atau kurang bagus aku akan berkata demikian." kata Hana mengangkat bahunya sedikit.


Alex mengangguk mengerti dengan ucapan Hana, eh tapi apa tadi, Hana memanggilnya tuan Al, mengingatkan dirinya akan seseorang dimasa lalu.


Dari sini Alex bisa menangkap, jika Hana bukan tipikal orang yang suka basa basi, kelihatannya perempuan kelahiran Thailand ini memang pandai membuat seseorang nyaman tetapi susah untuk jatuh cinta. Membuat Alex tertantang.


"Anda berlebihan tuan Al."


"Tidak, ini berdasarkan penilaianku nona, mulai sekarang kita harus terbiasa berbicara seperti layaknya seorang teman."


"Maksud anda bagaimana tuan Al, aku tidak mengerti, bisa anda jelaskan?"


"Anda tidak perlu memanggilku dengan sebutan tuan, cukup nama saya saja."


Tetapi reaksi Hana diluar dugaan, ia menggelengkan kepalanya, tandanya Hana tidak setuju. "Aku tidak mau."


"Berbicara dengan formal layaknya atasan dan bawahan membuat pembicaraan sangat kaku nona." kata Alex datar, namun terkesan berwibawa.


"Kakak, iya aku akan memanggil anda kakak saja bagaimana tuan? seperti Icha pada kakaknya." usul Hana


"Kenapa anda diam saja tuan?" tanya Hana mengamati perubahan wajah Alex yang datar menjadi pendiam. Sayangnya dia sangat tampan dalam keadaan apa pun.


"Gila dia memang sangat tampan." batin Hana bermonolog.


Alex merubah ekspresi wajahnya, diam dalam pemikirannya yang sit ditebak, salah satu alisnya terangkat keatas.

__ADS_1


"Ehmm tidak buruk."


Membuat Hana menghembuskan nafas dengan kasar,"Anda membuatku menjadi deg deg an saja tuan."


"Deg deg an?" tanya Alex.


"Ah maksud saya, saya khawatir jika anda akan marah karena usulan saya tadi,"


"Saya akan merasa sangat tidak sopan jika memanggil anda hanya dengan sebutan nama saja." terang Hana.


"Benarkah?"


"Ehmm iya."


Tidak lama kemudian seorang pegawai restauran mengantarkan makanan ke meja mereka, restauran ini gratis untuk seluruh para pegawai pabrik, baik dari jabatan paling bawah sampai atas. tidak ada perbedaan. Yang membedakan hanya tempatnya saja. Untuk staf pegawai biasa memiliki tempat yang lain, yang lebih dekat dengan ruangan pekerja. Sedangkan staf yang memiliki jabatan tinggi disinilah mereka makan.


"Silahkan tuan, Nona." kata pramusaji lelaki yang akrab dengan Alex.


"Ehmm iya terimakasih." jawab Alex datar seperti biasa.


"Sepertinya sebentar lagi akan ada undangan yang tersebar." jawab lelaki paruh baya itu.


"Ehmmmm ehmmm, siapa yang kau maksud?" tanya Alex.


"Ahh tidak tuan, hanya bercanda saja."


Setelahnya pramusaji itu berpamitan kembali, tetapi karena sudah akrab dengan Alex jadi tak diambil hati.


"Kau bos yang galak." celetuk Hana tiba tiba.


"Galak bagaimana?"


"Ya apa kau tidak melihat, jika tadi dia sangat tegang mukanya karena respon kamu begitu."


"Ehh tunggu tunggu, kenapa aku merasa ada perbedaan iya?" tanya Alex berfikir kembali.


"Ahh iya, maafkan aku tuan, saya rasa saya sedang bertindak impulsif terhadap anda." kata Hana, lalu menutup mulutnya sendiri.


"Tidak, tidak, jangan berubah, tetaplah bicara seperti tadi, kelihatan enak di dengar."


"Jadi, anda tidak marah tuan?"


"Sudah kubilang aku tidak menyukai mengulang kata kataku kembali."


"Ahh baiklah, Kakak maksud aku."

__ADS_1


Lalu mereka makan dan di selingi cerita cerita kecil, terkadang membuat Hana dan juga Alex tertawa, walaupun hanya cerita sederhana, namun membuat keduanya tertawa renyah.


__ADS_2