
"Kalau saya lihat-lihat cukup bagus juga nanti, bisa dikembangkan lebih lanjut lagi mengenai kerja sama ini." Ucap Wendi lelaki paruh baya itu.
"Apa itu artinya proposal saya di setujui Om?"
"Saya belum mengatakan iya."
"Tetapi cukup berpotensi, kalau saya tahu apa misi kamu melakukan kerjasama ini?" Tanya Wendi.
"Aku hanya tertarik terjun di dunia entertainment Om."
"Benarkah tidak ada yang lain?" Tanya Wendi menatap mata Arka dalam.
"Tetapi jika aku lihat dari pandangan matamu, mengatakan bahwa kamu memiliki maksud yang lain."
"Apa benar begitu dengan apa yang aku katakan ini?" Tanya Wendi.
"Baiklah aku mengakui, jika aku ingin bergabung dengan agensi yang Om naungi adalah, karena seseorang."
"Seseorang, apakah maksud baik atau buruk?"
Arka tersenyum kecut, di bilang maksud baik juga dirinya hanya ingin melihatnya tanpa menyapa saja. Tetapi jika di bilang maksud buruk juga dirinya tidak ada maksud untuk mencelakai Icha sama sekali. Lalu yang pantas sebutan apa.
"Aku hanya merindukan seseorang."
Om Wendi menoleh, ke arah Arka. Detik berikutnya dirinya tersenyum lebar.
"Memang anak muda jaman sekarang, jika jatuh cinta kenapa kamu tahan-tahan."
"Apa perlu bantuan Om."
"Itu tidak perlu Om, hanya dengan Om menyetujui kerja sama kita saja sudah membantuku banyak."
"Baiklah, aku akan menyetujui kerjasama kita kali ini, aku harap kamu bisa menaikkan performa artis-artisku."
"Baiklah, untuk hal itu Om tak usah mengkhawatirkan, nanti akan saya pelajari lagi file nya."
"Ehmm iya, anak muda jaman sekarang, susah di tebak maunya."
"Dua minggu lagi akan ada Event besar, kau bisa menangani proyek ini, jika sukses di tanganmu, maka keuntungan besar akan berpihak padamu."
"Baiklah, akan saya coba jika Om mempercayakan ini padaku."
"Pesanku hanya satu, jika wanita yang kamu sukai itu pantas menjadi ibu untuk anak-anakmu nanti, maka jangan patah semangat untuk mengejarnya."
"Om akan selalu berada di belakangmu."
"Terlebih siapa pun perempuan itu."
Arka mengangguk mengerti, dan pamit undur diri setelah pembahasan kerja sama ini berhasil. Dirinya harus menyiapkan strategi berikutnya.
Nanti saja ia akan memikirkan hal ini, sekarang ia harus kembali lagi ke hotelnya, karena dirinya berencana tinggal di kota ini lebih lama, maka harus mencari tempat tinggal yang dekat dengan kantor WG entertainment.
__ADS_1
Proyek yang akan ia tangani nanti harus berhasil, agar ke depannya mendapatkan nama di hati Om Wendi.
Arka berjalan keluar gedung WG entertainment, dirinya mendengarkan suara Icha yang sepertinya sedang bercanda, lalu mengintip dari arah sumber suara yang pintunya hanya di buka sedikit.
"Hemm kenapa Icha yang ju kenal dulu tidak seperti Icha yang ku kenal sekarang."
"Icha yang aku kenal dulu lebih polos dan apa adanya."
"Dan Icha yang aku kenal sekarang lebih murahan,"
"Aku sangat membencinya." Gumam Arka lirih pada dirinya sendiri.
"Ehmm kak, kakak di sini?" Tanya Megan yang tiba-tiba saja muncul di belakangnya.
"Apa kakak ada perlu dengan Icha?"
"Ehmmm tidak-tidak, tadi hanya ada pertemuan rapat di lantai atas, aku pamit dulu."
"Aneh deh, yang satunya seperti itu yang satunya, ahh sudahlah bingung aku mikirin mereka itu."
Lalu Megan meneruskan jalannya, niat awalnya ia akan membelikan Icha minuman sesuai permintaan Icha, dan adanya di supermarket bawah.
Sepanjang jalan Megan mengingat-ingat bagaimana ekspresi wajah Arka ketika kepergok mengamati Icha diam-diam.
"Sepertinya mereka masih saling mencintai, apa ada kesalahpahaman di antara mereka iya."
"Oh Tuhan, nanti aku akan menanyakan hal ini pada Icha."
Ketika sudah sampai di atas kembali Megan memanggil Icha, menggandeng tangannya dan menjauhkan dari teman-temannya.
"Ada apaan sih kamu ini?"
"Ssstttt....jangan banyak tanya, pokoknya kamu diam saja, ikuti saja aku."
Megan mendudukkan Icha dan di susul dirinya setelah mereka berhasil mencari tempat duduk yang agak sepi dari mereka.
"Sekarang bilang, ada apa kamu membawaku kemari?"
"Ehmm itu, aku mau menanyakan hal penting padamu."
"Aku harap kamu jawab jujur."
"Iya kau akan jawab jujur, selama pertanyaan itu tidak menyulitkan aku." Ucap Icha akhirnya.
"Aku rasa kamu bisa menjawabnya, karena yang tahu permasalahan ini juga kamu sendiri."
"Sekarang, katakan sejak kapan kamu dan dosen Arka putus hubungan."
Icha mengangkat wajahnya menoleh pada Megan, Megan sendiri tak kalah garangnya menatap Icha.
"Itu tidak penting untuk dibahas."
__ADS_1
"Tinggal jawab saja apa susahnya, aku mengenalmu tidak hanya sehari dua hari, tetapi sudah bertahun-tahun, apa kamu lupa itu."
"Kau tidak percaya berbagi masalahmu denganku."
"Aku...aku tidak kenapa-kenapa dengan dosen Arka."
"Benarkah, tapi sayangnya aku tak percaya." Megan mengangkat kedua tangannya menjadi bersedekap dada. Dan sudut bibirnya menyeringai hingga menjadi sebuah senyuman.
"Dengarkan aku, aku tahu jika kalian ini mengalami salah paham."
"Apa dosen Arka sedang cemburu buta denganmu?"
"Maksud kamu?"
Icha sama sekali tak mengerti dengan omongan Megan, ia masih mencerna satu persatu apa yang dikatakan Megan.
"Apa kamu lupa, jika waktu liburanmu kamu habiskan dengan teman dan juga kakakmu?"
"Aku rasa ada seseorang yang mengikutimu,"
"Lalu, "
"Kau ini kenapa bodoh sekali, kau tak bisa menangkap dari maksud pembicaraanku ini?"
Icha terdiam sejenak, lalu barulah ia paham jika ada seseorang yang telah mengikuti dan melaporkan apa saja kegiatannya.
"Maksud kamu ada seseorang yang melaporkan hal ini padanya."
"Kamu ini orang baik, tetapi jika menyangkut percintaan sepertinya kurang mendapatkan hoki."
"Tebakan kamu kali ini tepat sekali."
"Lalu dosen Arka mengalami cemburu buta dan menimbulkan salah paham akibat laporan yang kurang tepat."
"Aku tak mengerti soal itu, tapi yang aku tahu ia telah mencumbu wanita lain di depan mataku sendiri saat aku datang ke apartemennya."
"Aku rasa karena ia ingin balas dendam denganmu."
Icha menggelengkan kepalannya lemah, air matanya luruh tak bisa ia tahan.
"Sudahkah aku tak mau lagi membahas apapun tentangnya, percuma saja tak akan ada yang bisa di perbaiki lagi dari hubungan ini."
Icha sudah menyerah, padahal dalam hati keduanya masih ada rasa cinta masing-masing, baik Icha maupun Arka.
Itu yang disimpulkan oleh Megan saat ini, "Aku tak boleh diam saja, aku rasa ada seseorang yang sengaja melakukan ini semua, agar hubungan dosen Arka dan Icha retak." Batin Megan.
Megan harus mencari tahu sendiri mengenai hal ini, selama ini Icha tak ada masalah dengan dosen Arka lalu tiba-tiba saja hubungan mereka seperti musuhan. Ini tidak benar.
Megan sendiri yang akan turun tangan menyelidiki hal ini, ia tidak akan rela melihat sahabatnya menangis, jika ia tidak bisa membalas kebaikan Icha dengan materi maka ia akan membalasnya dengan cara yang lain, itulah tekad Megan. Dan inilah saatnya dirinya bertindak.
dan
__ADS_1
Bersambung