
"Bagaimana kalau menggunakan model asal Korea yang saat ini sedang di gemari anak muda, seperti penyanyi K-Pop asal Korea misalnya." Alex setengah bertanya, setengah berpendapat.
Arka menoleh pada Alex, dirinya terdiam beberapa saat sebelum menyetujui keputusan Alex untuk memilih model produknya asal korea itu.
"Terserah padamu saja, yang jelas aku menginginkan model itu bisa mempengaruhi masyarakat luas untuk membeli produk kita." Kata Arka.
"Baiklah jika begitu akan aku jadwalkan rapat ulang nanti." Alex.
Arka hanya mengangguk setuju dengan pendapat Alex, lalu mereka sibuk dengan gadgetnya masing-masing. Alex telah menghubungi seseorang, sedangkan Arka berbalas chat dengan pamannya Rey, dirinya mengatakan akan mampir ke resortnya yang berada di bali, namun sepertinya tak ada balasan apa pun dari pamannya.
"Di negara ini hanya memiliki dua musim," kaya Arka tiba-tiba.
"Kamu benar,"
"Dan itu musim kemarau dan musim hujan." Alex.
"Lalu kenapa kamu menanyakan hal itu?"Tanya Alex penasaran.
"Aku sepertinya tertarik membuka cabang usaha disini."
"Usaha apa yang ingin kamu kembangkan di sini?"
"Aku belum memikirkannya." Kata Arka masih dengan pikiran yang menerawang.
Karena negara ini negara tropis, mungkin sangat cocok jika dirinya membuka cabang anak perusahaannya di bidang pertambangan, atau produk olahan makanan versi instan.
Dalam pikirannya kali ini sedang memilah-milah, usaha apa yang cocok yang rencananya akan di dirikan di negara ini, sepertinya Arka juga sangat betah tinggal di Villa milik tuan Kusuma, karena suasananya yang sangat tenang, jauh dari keramaian.
Tak ada yang Arka pikirkan saat ini, dirinya hanya ingin ketenangan, semenjak kepergian Icha hidupnya menjadi monoton, yang ia kerjakan hanya itu-itu saja setiap harinya.
Berbeda dengan biasannya, Icha yang setiap kali membuka matanya selalu merecoki hidupnya, walaupun kadang terasa sangat menyebalkan, tetapi jika teringat tentang gadis itu, perasaannya menjadi menghangat seperti ada kebahagiaan tersendiri di hidupnya.
Sedangkan di tempat lain, Icha saat ini sedang merencanakan liburannya, karena sebentar lagi liburan telah tiba, dirinya akan berkunjung ke Tokyo, ke rumah nenek buyutnya bersama Megan saja.
Sedangkan Yuju, Hana dan Hyun akan pulang ke kampung halamannya.
"Yuju, Hana, Hyun, nanti kalau liburan aku mau pulang ke Tokyo, apa kalian mau ikut?" Tawarnya pada ke tiga temannya ini.
"Hei kenapa kamu hanya menawari mereka saja, tetapi tidak dengan diriku?" Tanya Megan protes.
"Kalau kamu kan kemana saja aku pergi, kamu juga akan mengikutiku, tetapi jika dirimu ingin pulang kampung aku juga tak melarang." Kata Icha memberi pilihan.
"Tidak, sepertinya aku akan ikut denganmu saja." Megan
__ADS_1
"Iya, terserah kamu saja."
"Ehmmm kalau liburan waktu dekat ini aku akan pulang, karena sudah lama tak bertemu orang tuaku." Yuju
"Kalau kalian bagaimana?" Tanya Yuju menoleh pada Hyun dan juga Hana.
"Aku juga pulang kampung " Jawab Hyun dan Hana bersamaan.
"Baiklah tak apa, kapan hari ada waktu liburan lagi kalian harus ikut denganku, aku akan mengajak kalian trail," kata Icha penuh percaya diri.
"Hei are you crazy, bagaimana bisa kamu naik motor trail." Yuju tak percaya dengan ucapan Icha kali ini.
"Ehmmm iya, itu karena hobiku."
"Hobi yang menyesatkan." Hana.
"Hei seru tahu, kamu hanya belum pernah merasakan saja bagaimana naik motor Trail naik dan turun gunung, yang dapat memicu adrenalin." Icha menjelaskan keseruannya panjang lebar.
"Sebentar sebentar." Hyun berlari ke arah Icha, lalu memegangi kening Icha.
"Dia masih waras kan iya," Hyun setelah memegangi kening Icha.
"Hei kamu pikir aku ini gila apa, " ketusnya pura-pura cemberut.
Hyun nyengir kuda, sedangkan Yuju, Hana dan Megan saling memandang, lalu mereka tertawa bersamaan.
"Tidak ada, hanya saja kenapa Hyun menganggap hobimu sebagai hal aneh dalam hidupnya "
Tentu saja mereka tak akan percaya, karena memang Icha memiliki tindak tanduk dalam segala tingkahnya terlihat feminim, tidak kelihatan seperti tomboy sama sekali, siapa yang akan percaya dengan ucapan Icha saat ini, mungkin mereka hanya di anggap membual saja.
"Terserah kalian saja jika tak mempercayaiku," Icha sambil memakan keripik kentangnya yang baru saja di buka itu.
"Mereka akhirnya memasak bersama, dan makan dengan tenang, di waktu makan malam ini."
Baru saja mereka membersihkan tempat tidurnya setelah makan, tetapi sudah dapat info dari gruop jika mereka di minta datang ke ruangan meeting sebentar. Ada hal penting yang harus mereka kerjakan.
"Hei lihatlah ini, kenapa jam segini malah diminta meeting, si bos memang tak tahu waktu jika mengajak kita meeting." Kata Hyun bibirnya mencebik.
"Kamu jangan berbicara asal deh, aku mengantuk mau tidur ini." Yuju yang sudah siap-siap menata tempat tidurnya dan membawa selimut di tangannya.
"Aku tak bercanda, coba saja buka gruop chat kalian jika tak mempercayaiku."Kata Hyun menggebu-gebu.
Icha dan Hana tak banyak bicara, mereka berjalan mengambil ponselnya masing-masing yang tadi di letakkan di meja nakas dekat tempat tidur.
__ADS_1
"Oh iya, kita di minta ke sana sekarang, ayo...katanya tak usah ganti pakaian juga tak apa-apa." Icha membenarkan ucapan Hyun.
"Tuhh kan, aku bilang juga apa, kalau aku itu serius dan tak membual," Hyun.
"Baiklah ayo." Hana menyeret tangan Icha yang berada di dekatnya.
"Huhh padahal tadi aku sudah membayangkan akan berlayar ke pulau kapuk lebih awal." Yuju dengan nada kecewa, namun tetap mengikuti langkah mereka di belakang.
Jangan di tanya Hana, jika dirinya sudah tidur lebih awal. Dan tentu saja absen mengikuti Icha kali ini. Mereka jalan berempat menuju ruangan meeting.
Meeting kali ini di adakan berlima tanpa Megan. Kali ini Ceo agensi mereka memberitahu, jika ada peroyek baru saat liburan tiba nanti. Otomatis liburan mereka akan ke tunda satu bulan.
Padahal mereka sudah merencanakan banyak hal, namun mau bagaiamana lagi, ini sudah konsekuensi menjadi bintang, harus siap jika pekerjaan baru sewaktu-waktu datang pada mereka.
Ceo Agensi mereka menerangkan panjang lebar, terkait teknisi nanti shooting iklan mereka, shooting iklan akan di adakan di Jepang, di kebun Teh. Karena produk kosmetik mereka mengandung bahan dasar Matcha.
Jika kali ini penjualan produk mereka laku banyak, mereka akan mendapatkan royalti bonus, untuk model bintang iklan dan Ceo agensi mereka.
"Yahhh tidak jadi dehh liburan pulang kampunya." Yuju.
"Tak apa, nanti jika shooting iklan kalian lebih cepat, maka kalian bisa berlibur sesuai waktu yang telah di tentukan." Kata Ceo mereka.
"Baiklah, karena shooting iklan berada di Jepang, aku akan mengajak kalian berlibur di sana sekalian jika waktu luang."
"Bagaimana, apa kalian setuju?" Tanya Icha di sela-sela rapat mereka.
"Apakan boleh tuan?" Icha.
"Ehmm iya tak apa-apa, asalkan tak menganggu waktu shooting kalian, kalian nanti juga akan mendapatkan uang jajan dobel." Ceo mereka menerangkan lagi.
"Baiklah, tidak jadi liburan pulang ke rumah juga tidak apa-apa, asalkan cuan mengalir terus." Hyun.
"Kamu ini hanya cuan saja yang ada di dalam otak kamu." Hana.
"Ehh... aku juga deh." Ralat Hana.
Seketika tawa Icha, Hyun dan Yuju memenuhi seisi di dalam ruangan itu.
"Sudah-sudah, sekarang kalian bisa beristirahat, dan bisa mempersiapkan diri kalian, supaya lebih baik, karena dua hari lagi akan ada pesawat jemputan dari pemilik pengusaha."
"Baiklah terimakasih tuan."Mereka berempat lalu pamit undur diri dari sana dan kembali ke tempat tidurnya masing-masing.
"Resiko jadi orang terkenal mah gini banget iya " Hyun.
__ADS_1
"Sudahlah kamu tak usah mengeluh, sana tidurlah nak, besuk bangun pagi kita joging."
"Baiklah bu, " Yuju menimpali kekonyolan Icha.