Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Firasat Buruk


__ADS_3

Konser malam ini akan berlangsung meriah seperti biasanya, seluruh penonton sudah berkumpul di stadion Atlanta, teriakan para fans begitu memekakkan telinga hingga suara salih sahut menyahut menjadi sangat meriah, panggung dihiasi dengan lampu malam warna warni, acara pembukaan PinkV kali ini memiliki konsep berbeda dari biasanya.


Hana sudah sampai lima jam sebelum konser dimulai, dan Alex kembali lagi ke hotel setelah mengantarkan Hana ke teman temannya. Kali ini dirinya duduk didepan televisi yang menyiarkan PinkV yang sebentar lagi akan tampil.


Ke empat member itu begitu memukau, mereka memiliki ciri khasnya masing masing, Yuju yang mengenakan hotpant berhiaskan lampu pernak pernik dipadukan dengan atasan kaos top crop putih. Hana mengenakan hotpant dilapisi rok pendek, dan atasan tank top rambutnya di Cepol kanan dan kiri setengah tidak lupa juga poni Anti badai yang selalu on, Hyun rambutnya dikuncir kanan kiri setengah dan berponi tipis menggunakan celana pendek dan atasan berhiaskan berlian, sedangkan Icha menggunakan rok mini dipadukan atasan top crop yang memiliki potongan di bahu, dan berhiaskan Payet di dada, serta rambut yang di tali setengah, berponi miring kanan kiri, tampilan rambut pirangnya selalu membuatnya menjadi pusat perhatian karena tampilannya terlihat memukau.


"Apa ada yang kau pikirkan?" tanya Megan berbisik di telinga Icha.


Semua orang yang ada di ruangan make up itu tidak menyadari obrolan mereka, sehingga Megan dan Icha memiliki ruang untuk mengobrol.


"Tidak ada." jawab Icha pada Megan. Namun bukan Megan namanya jika mudah dibohongi.


"Apa kau yakin?"


"Iya." Icha mengangguk yakin, jika tidak ada masalah dalam dirinya.


"Jangan kau pendam sendiri atau penyakit akan bersarang di tubuhmu." ucap Megan pelan.


"Apa maksudmu?" tanya Icha, kepalanya mendongak menatap wajah Megan.


"Kau tak bisa membohongiku nona, matamu menjelaskan jika kau memiliki masalah."


"Baiklah baik, akan aku ceritakan padamu nanti."


"Baiklah aku tunggu." kata Megan sambil merapikan riasan Icha.


"Biar aku tebak, apa kamu sedang ada masalah dengan suami kamu?"


"Ssssstttt jangan keras-keras nanti yang lain akan mendengar ucapan kamu."


"Baiklah aku tidak akan mengatakannya lagi."


Tidak berapa lama kemudian terdengar suara instruksi dari penata panggung jika penampilan mereka sebentar lagi akan berlangsung.


"Ichaaa." panggil Megan sekali lagi.


"Ya." Jawab Icha, menoleh kebelakang tetapi masih tetap berdiri di tempatnya.

__ADS_1


"Kau harus tampil profesional seperti biasanya, jangan pikirkan masalahmu untuk saat ini."


Icha tidak menjawab Megan, namun menganggukkan kepalanya, lalu meneruskan perjalanannya menuju ruangan khusus dimana mereka akan tampil diawal.


***


Dilain tempat, Arka sedang fokus didepan layar yang selebar ukuran dinding yang ada di dalam ruangan kerjanya. Sejak setengah jam sebelum acara dimulai rupanya dirinya sudah lebih dulu exited untuk menonton istrinya itu.


"Tuan ini kopi anda."


"Ehmmmm."


Jenifer sudah Arka pindahkan di perusahaan cabang, yang dipimpin Alex. Kini Arka sudah menemukan pengganti yang lebih baik lagi dari Jenifer, yang bernama Vania. Wanita itu atas rekomendasi dari Devan.


Mau tak mau Arka menurut saja jika ingin pernikahannya selamat, dari pada mendapatkan masalah di kemudian hari, lebih baik dirinya menerima tawaran dari Devan kan. Setidaknya itu lebih aman pikirnya.


"Jika pekerjaan kamu sudah selesai kamu bisa pulang duluan,"


"Tapi tuan anda?"


"Baiklah tuan saya permisi dulu kalau begitu."


Gadis itu beranjak dari tempatnya, membungkuk sopan dan berpamitan untuk pulang sesuai permintaan Arka. Baru tiga hari ini Arka memperkerjakan gadis itu, sepertinya sopan dan nurut. Itulah alasannya mengapa Arka menerima tawaran Devan.


"Kamu memang sangat cantik dan begitu memukau, mampu membuat siapa saja terpikat oleh pesonamu." gumam Arka pelan.


Matanya sejak tadi fokus melihat penampilan istrinya, rasa rindu bercampur aduk membuncah menjadi satu. Ingin rasanya ia terbang saat ini juga menyusul dimana keberadaan istrinya, namun itu tidak mungkin mengingat banyaknya pekerjaan yang harus ia selesaikan dalam waktu dekat ini.


Sesekali Arka menyesap kopi yang tadi disajikan oleh Vania, tanpa sadar mulutnya telah memuji kopi buatan Vania. "Anak itu begitu pandai meracik secangkir kopi."gumamnya pelan.


Hingga malam semakin larut sampai membuat Arka ketiduran di dalam ruangan kerjanya sampai pagi menjelang. Ketika pagi telah tiba seorang kloning servis yang akan membersihkan ruangannya ia urungkan, karena takut mengganggu bosnya.


"Hei kamu, kenapa kamu tidak jadi masuk?" teriak Vania pada seorang kloning servis itu.


"Nanti saja nona, saya akan membersihkan yang lainnya dulu."


"Baiklah cepetan, habis itu bersihkan ruanganku kembali, dimeja saya masih banyak debu yang menempel."

__ADS_1


"Benarkah nona? tapi tadi saya sendiri yang membersihkannya."


"Kau jangan banyak bicara, buktinya masih banyak debu yang menempel dimeja saya itu."


"Baiklah nona akan saya bersihkan kembali, kalau begitu saya permisi dulu."


Vania sangat kesal jika perintahnya dibantah, dia akan baik pada orang orang tertentu yang menuruti kemauannya. Lalu dirinya berniat akan membuatkan kopi untuk Arka, sebelum bosnya datang itu kopi harus sudah siap. Perkiraan lima menit lagi bosnya sampai.


Kreeekkk suara pintu dibuka dari luar, "Tuan Arka anda tidur disini?"


Dengan suara pelan Vania membangunkan Arka, mengguncang tubuh atletis Arka, "Ehmmm, jam berapa ini?"


"Tuan ini sudah jam tujuh lebih, apa anda semalam tidur dikursi ini tuan?"


"Aku tidak sengaja ketiduran."


"Sekarang kau keluarlah,"


"Tapi tuan, apa anda tidak membutuhkan bantuan saya?"


"Aku bisa sendiri."


"Baiklah tuan saya akan keluar sekarang."


Arka masih mengumpulkan kesadarannya, mengerjapkan matanya beberapa kali karena rasa kantuk yang masih menempel. akibat jam tiga dini hari baru memejamkan matanya.


Lalu beranjak dari tempatnya menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangan kerjanya. Menyalakan air hangat untuk berendam. Agar otot otot tubuhnya yang kaku semalam bisa lebih rileks kembali.


Tidak lupa juga menambahkan aromaterapi untuk membuat pikirannya menjadi tenang. Begitu tubuh sempurnanya masuk kedalam bathup sepenuhnya Arka kembali memejamkan matanya. Sepertinya ada yang tidak beres dengan perempuan yang dikirimkan padanya.


Tetapi Arka belum menemukan benang merahnya, sehingga ia harus bertindak lebih cepat sebelum istrinya mengetahui hal ini. Pikir Arka.


Walaupun ini hanya feeling-nya saja, tetapi mencegah lebih baik dari pada semuanya terlambat. Karena hal ini membuat ketenangannya terusik. Arka bangkit dari mandinya, lalu mengenakan handuk kimono yang tersampir ditempat nya.


"Hallo, pasang semua cctv di sepanjang koridor depan ruangan nona Vania." perintah Arka pada seseorang diseberang sana.


"Aku tidak tahu apa motif Devan mengirimkan wanita ular itu padaku, yang jelas aku memiliki firasat yang tidak baik." gumam Devan pada dirinya sendiri. Menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan.

__ADS_1


__ADS_2