
"Ihh kak selalu begitu, mematahkan semangatku saja" Sambil meneruskan makannya yang tinggal sedikit lagi itu
"Sepertinya ad harapan" Batinnya
Setelah selesai dengan acara makan malamnya Icha membaca buku milik Arka di ruang kerja Arka. Ia duduk di sofa sambil selonjoran kakinya. "Buku apa yang kau baca"Arka
"Cek pengen tahu saja kakak ini"
Sedangkan Arka membuka MecBook ditangannya mengecek email masuk dan melihat laporan laju inflasi sahamnya.
Beberapa menit kemudian Arka sudah selesai mengecek pekerjaannya dan sekilas menoleh ke arah Icha ternyata sudah tertidur pulas di sofa panjang dengan buka di tutup ke mukanya.
"Cek anak ini selalu saja ceroboh" Gumamnya
Rasanya Arka tak tega membiarkan gadis imut ini tertidur di sofa panjang di ruang kerjanya. Tanpa sadar ia sudah mengangkat tubuh ramping Icha. Arka membawa keranjang kamarnya.
Karena unit apartemennya ini hanya ada satu kamar saja ia awalnya bingung mau memindahkan dimana. Ah biarlah dia tidurkan di ranjangnya dari pada repot-repot memulangkan ke unit sebelah.
Arka tidur di sofa di dalam kamar itu. Saat tengah malam ia merasa kedinginan dan tidurnya kurang nyaman. Ia pindah di ranjang miliknya dan ketika pagi harinya Icha lebih dulu bangun. Ia bingung tidur dimana kenapa ada tangan melingkar di perutnya dan reflek ia berteriak dengan kencang hingga membuat telinga Arka berdenging "Ahhhhhh" Spontan Icha bangun dan memukuli tubuh Arka dengan membabi buta
"Hentikan, hey kau itu kenapa" Tanyanya heran
"Kenapa kakak tidur di kamarku" Kesalnya masih tak sadar ia berada dimana sekarang
Arka yang masih mengantuk itu tak menanggapi ucapan Icha yang banyak tanya di pagi hari "Kakakkkkk bangun pergi sana" Teriaknya lagi
"Hemmm amatilah dengan baik kamu sedang dimana" Jawab Arka dengan mata masih terpejam
Ketika ia menoleh ke seluruh penjuru ruangan itu Icha dengan spontan melompat dan berlari pulang ke apartemennya sendiri memasuki kamarnya. Icha menutup kedua mukanya dengan tangannya. Bagaimana tidak, ia sudah menuduh sang pemilik kamar itu yang tidak-tidak, jika mengingat-ingat kejadian tadi wajahnya jadi memerah menahan malu. Bagaiman nanti dirinya bersikap ketika bertemu Arka lagi. "Ahhh malunyaa diriku" Teriaknya saat di kamarnya sendiri.
"Masa bodohlah aku harus bersiap pergi bekerja, semangat Icha kamu hebat, kamu bisa" Ucapnya self talk menyemangati dirinya sendiri dengan kata-kata positif
Ia beranjak pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dan berendam di air hangat di dalam jacuzzi itu tak lupa menambahkan aromaterapi agar badannya terasa rileks.
Kemudian memilih setelan baju kerja yang cocok untuk hari ini. Berhubung hari ini adalah hari pertama maka ia harus tampil serapi mungkin untuk membuat kesan yang baik di mata karyawan lain terlebih bosnya jika dirinya beruntung bertemu dengan bos nanti. Begitulah pemikiran Icha saat ini.
Sebelum keluar kamarnya juga tak lupa membubuhi make up tipis di wajahnya dan menggunakan lipstik berwarna peach menambah kesan segar pada tampilannya kali ini dan rambut yang di ikat separuh.
Kali ini Ia menggunakan stelan rok pendek sebatas lutut dan kemeja tiga perempat berwarna putih yang di lapisi blazer.
__ADS_1
"Sempurna " Ia bercermin sambil berputar-putar memastikan lagi jika tampilannya sudah sempurna.
"Semangat hari pertama masuk kerja" Megan mengirim chat padanya dengan kata motivasi
"Semangat menggaet bos" Balasnya pada Megan
"Are you crazy"
"Yes, aku memang sudah gila" Balasnya pada mega, ia mengetik sambil cekikikan sendiri
"Aku akan membawamu ke psikiater nanti sepulang kerja" Balas Megan lagi dengan emoticon tertawa
"Ku rasa psikiaterku bos tampan" Balasnya lagi
Megan menggelengkan kepalanya gemas dengan Icha yang tak bisa di ajak serius itu. "Cek anak ini selalu saja"
****
Perjalanan dari unit apartemennya Icha ke tempat kerja ia lalui dengan mengendarai mobilnya. Pagi itu ia telah sampai kantor tepat waktu. Sebelum masuk pada bagiannya masing-masing anak magang itu di kumpulkan pada divisi bagian tanggung jawab anak magang yang akan diberikan briefing nanti sebelum memasuki ruangannya masing-masing.
Kali ini Icha mendapatkan bagian pada staf keuangan. Yaitu menghitung jumlah uang keluar masuk, gaji pegawai, tunjangan dan lain-lain. Semua itu di sesuaikan dengan jabatan dan lama bekerja masing-masing.
" Iya supaya lebih akrab panggil saja mika, tak usah ada embel-embelnya" Pintanya pada Icha
Semuanya menyambut dengan baik. Namun Icha merasa seperti ada yang kurang, sepertinya bosnya perusahaan ini tak hadir dalam rangka penyambutan anak magang hari ini.
"Ini file-file kau pelajari ya, jika ada yang tidak bisa, nanti jangan sungkan-sungkan untuk bertanya" Mika
"Baik" Sambil melihat-lihat file yang diberikan kepadanya itu
Namun aneh, baru sekali lihat saja ada yang janggal dengan hitungan angka nominal ini"Sepertinya ada yang mau berniat curang batinnya"
Seketika aura negatif keluar sehabis membaca file itu. "Kenapa" Tanya Mika yang melihat Icha diam saja dan seperti memikirkan sesuatu
"Tidak ada"
"Apa ini sudah di cek semua sama bos file-file ini" Tanya Icha pada Mika
"Belum, itu hasil laporan pajak bulanan dan gaji karyawan, semua jumlahnya tercatat di sini" Mika menerangkan dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Sepertinya memang bukan Mika yang melakukan kecurangan ini" Batin Icha
"Semua ini di dapat dari mana" Tanya Icha lagi
"Ehmm maksud saya apa ada sendiri bagian orang yang membayar pajak dan honor karyawan gitu" Tanyanya hati-hati
"Ehmm iya ada sendiri bagian yang membayar semua ini" Jawab Mika lagi
"Kenapa nominal ini tak sesuai dari sini kemudian lanjut kesini" Tunjuk Icha pada tulisan angka-angka itu
"Maksud kamu" Tanya Mika tak mengerti
"Coba kamu cek sendiri, kalau menurut kamu ini cocok apa tidak" sambil menyodorkan file-file tersebut ke arah Mika dan menunjukkan dimana letak kejanggalan
"Ehmm baiklah akan aku periksa kembali"
Jika biasanya Mika menerima hasil laporan pembayaran pajak, honor karyawan, tunjangan dan lain-lain itu tanpa mengecek satu kesatuan lagi karena ia telah percaya sepenuhnya.
Tetapi karena ada pertanyaan dari Icha kali ini ia harus mengecek ulang dari atas hingga akhir. Dan ternyata telah didapati beberapa kekeliruan yang itu artinya tak ada laporan masuk tetapi telah ada laporan keuangan yang keluar dengan jumlah total beberapa dolar.
Itu artinya ada dalang di balik semua ini, "Kenapa bisa begini" Mika
" Ya mana ku tahu, bagaiman kamu mengecek laporan keuangan selam ini" Tanya Icha lagi
"Seharusnya kan kamu lebih sangat paham dengan jumlah total keluar dan masuk serta laporan-laporannya"
"Iya selama ini sudah aku cek berulang kali, tetapi tidak untuk yang laporan masuk" Mika
"Lalu bagaimana kau melaporkan ini semua pada bos" Tanya Icha lagi
"Bos hanya mengecek bagian akhir saja" Kilahnya lagi
Seketika itu Icha menepuk jidatnya "Bagaiman mungkin ada bos yang sangat bodoh di dunia ini" Gumamnya dengan suara pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Mika.
"Tapi jika dia di bilang bodoh kenapa perusahaan ini sangat besar" Icha
"Aku akan membantumu mengatasi masalah ini, kau jangan khawatir" Icha memberikan ketenangan pada Mika yang sudah berkeringat dingin ini terkait laporan keuangan
Bersambung
__ADS_1