Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Makan


__ADS_3

Icha mengambil makanan ke piringnya, sedangkan Arka menunggu Icha mengambil makanan untuk dirinya sendiri, "Kenapa hanya mengambil untuk dirimu sendiri" tanya Arka.


"Oh iya kak aku lupa" lalu Icha mengambilkan makananan ke piring Arka dan menaruh didepan Arka.


"Oh iya kak ini teman aku namanya Megan" Icha menjelaskan pada Arka.


"Ehmm Arka" Arka mengulurkan tangannya ke Megan, Megan membalas dan menyebutkan namanya.


"Ehhhm maaf say pernah melihat anda, bukankah anda dosen kami di kampus" tanya Megan hati-hati.


"Ehmmm benarkah kamu mahasiswaku juga" tanya Arka balik.


Memang di awal masuk kuliah Megan dan Icha satu kelas tetapi setelah semester berikutnya mereka berpisah.


"Ehmm iya Prof. ternyata anda kakaknya Icha" tanya Megan tersenyum tipis sambil memandang wajah Arka. Sedangkan yang dipandang hanya cuek saja, menyuapkan makanan kedalam mulutnya dengan santainya.


Arka menganggukkan kepalanya tanpa membalas suara Megan sehingga Megan bingung mau bertanya apa lagi selanjutnya.


"Masak kakak lupa sih pada mahasiswanya sendiri" celetuk Icha tiba-tiba.


"Itu karena mahasiswa kakak sangat banyak" Arka menyelesaikan makannya dengan cepat lalu mengelap mulutnya dengan tisu yang ada dimeja itu.


"Lalu mahasiswa yang bagaimana yang kakak ingat wajahnya" pertanyaan Icha random.


"Mahasiswa yang sering telat, suka bolos,yang paling pandai, dan rajin" Arka berdiri mencuci piringnya ke wastafel. Icha tak puas dengan jawaban yang diberikan Arka.

__ADS_1


"Lalu aku masuk kategori yang mana" tanya Icha lagi


"Apa kau suka terlambat?" Arka


"Tidak, aku tidak pernah terlambat, tidak pernah bolos, tetapi aku anak yang rajin dan pandai" bangganya pada diri sendiri.


"Cek kau ini sudah tau jawabannya kenapa bertanya" Arka berdecak malas lalu menaruh piring basah itu di atas rak piring.


"Aku kan hanya ingin mendengar jawaban kakak saja" alasannya


"Tak akan ada jawaban yang memuaskan selain bertanya pada dirimu sendiri, kecuali kau menemukan jawabannya sendiri"


"Terimakasih makan malamnya, aku akan kembali dulu" Arka akan berjalan keluar begitu saja setelah meminta makan dan mencuci piringnya, enak saja habis minta makan mau pulang. batin Icha lalu mengejar Arka keluar sambil berlari.


"Kaaakk....tunggu"


"Mana oleh-oleh untukku" tanya Icha pada Arka sambil menengadahkan tangannya.


"Oh iya aku lupa, besuk saja aku akan kembali lagi kesini, belum aku bongkar tadi"


"Baiklah aku tunggu"


Arka menggelengkan kepalannya lalu meneruskan jalannya, untung saja kemaren sebelum dirinya kembali menyempatkan berbelanja oleh-oleh. Waktu kebetulan hanya Icha yang terlintas dipikirannya sehingga dirinya membeli barang itu juga berdasarkan kata hatinya saja.


"Kakakmu mau pergi kemana" tanya Megan setelah mengamati interaksi diantara mereka, "Pulang, kemana lagi"

__ADS_1


"Ayo habiskan makananmu, tadi aku membuatnya dengan bersusah paya lho"


"Kenapa kakakmu pulang, dia kan bisa menginap disini" Megan yang penasaran.


Kemudian Icha menjelaskan siapa Arka sebenarnya dari awal bertemu hingga akhir, padahal dalam pikiran Megan tadi sudah ingin mengincar kakak Icha atau dosen Arka melalui tangan Icha, tetapi malah semua jadi kacau seperti ini. Sepertinya dosen Arka ini memang sulit dijangkau.


"Jangan bilang kalau kamu naksir pada kak Arka" selidik Icha mengamati air muka Megan dengan mengangkat sendoknya ke arah Megan.


"Ti....tidak siapa juga yang naksir dosen Arka, ehm mungkin kalau kagum sih iya"


"Cewe mana lagi yang tidak kagum padanya, di usianya yang sangat muda begini saja sudah sangat sukses begitu, mana tampan lagi, seluruh mahasiswa saja tergila-gila padanya" kilahnya


"Ehmm iya kau benar, tapi sayangnya dosen Arka sudah memiliki pacar, jadi jangan coba-coba mendekati dirinya jika tak ingin sakit hati"


"Tapi kalau memang ikhlas jadi yang kedua juga tidak apa-apa sih" terang Icha lagi.


"Jadi yang kedua juga tidak apa-apa, asal tampan dan kaya" jawab Megan asal sambil senyum-senyum.


"Cek kau ini sepertinya otakmu ini perlu di reparasi sana iya"


"Kau jangan terlalu berkhayal tinggi jika tak ingin jatuh nona" Icha berdiri membereskan sisa-sisa piring yang kotor dan mencucinya.Sedangkan Megan makannya tak habis-habis dari tadi karena membayangkan yang tidak-tidak.


"Baiklah segera habiskan makananmu, aku akan ke kamar duluan" Megan masih tak merespon ucapan Icha. barulah dirinya sadar ketika dimeja makan depannya itu sudah bersih semua dan tak ada Icha.


"Bocah ini katanya minta ditemenin malah meninggalkanku"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2