Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Bertemu Lagi


__ADS_3

"Oh jadi kalian semua ternyata di sini? aku tadi sampai cari kemana-mana. Kenapa kalian semua turun ke bawah tanpa mengajakku? tanya Yuju tiba-tiba saja muncul.


Mereka semua mengalihkan perhatiannya pada Yuju yang baru saja bergabung dengan mereka. malam semakin larut hingga melewati waktu dini hari tetapi pembahasan mereka semakin asyik ada saja yang mereka bicarakan.


Yuju memperkenalkan diri pada Devan, begitu pula Devan dengan dibantu Icha sebagai perantara. Sementara Arka hanya berbicara sekenanya saja ia takut salah bicara. yang lebih banyak mendominasi pembicaraan mereka Hana dan juga Icha.


Hebohnya pembahasan tentang perjodohan antara Hana dengan Devan tetapi yang menjadi objek pembicaraan masih tetap tenang sama sekali tidak ingin menimpali ataupun memotong.


Yuju sesekali mencuri-curi pandang ke arah Arka, ia begitu terkejut. Ternyata di sana juga ada Arka, orang yang selama ini ia kagumi diam-diam.


Salah satu tangan Yuju memegang dadanya pada bagian detak jantungnya. Yang bekerja lebih cepat daripada biasanya. Seperti sedang habis lari maraton.


"Ada apa dengan diriku? Kenapa setiap kali bertemu dengan Tuan Arka jantungku rasanya tidak sehat seperti ini." batin Yuju.


Seingatnya ia tidak memiliki riwayat penyakit jantung ataupun penyakit yang berkaitan dengan jantungnya, sepertinya ada yang salah dengan dirinya. pikir Yuju, ia berinisiatif sebaiknya periksa saja ke dokter.


Yuju memesan coffee latte kesukaannya, pada musim winter memang sangat dingin. Terkadang hingga membuat penghangat ruangan seperti tidak berfungsi.


"Ini sudah lewat tengah malam, sebaiknya kalian tidur. Jika makanan dan minuman kalian sudah habis." tegur Devan kepada member PinkV.


"Kita jarang-jarang kumpul seperti ini, jadi tidak apa-apa kan sekali-sekali saja kita begadang seperti ini." ucap Icha membantah perintah kakaknya.


"Oh iya Yuju... Berarti tadi kau meninggalkan Hyun sendirian di dalam kamar? apa dia sudah tidur? atau sedang lagi apa?" tanya Hana beralih menatap Yuju.


"Ya aku pikir tadinya dia sudah tidur, tapi ternyata dia hanya tiduran. Sudah ku ajak turun, tapi tak mau."


"Oh baiklah setidaknya kau juga mengajaknya kan." Icha.

__ADS_1


"Setelah ini kalian mau melanjutkan perjalanan ke mana lagi? tanya Arka hanya basa-basi saja.


Pandangan matanya tidak sengaja bertemu manik hitam milik Yuju. Sesaat pandangan mereka terkunci, lalu Arka menyudahi lebih dulu.


"Aku lupa jika tidak bertanya pada asisten diatas," Icha lebih dulu menjawab pertanyaan Arka.


tapi tanpa diduga yu cium menjawab dengan benar setelah ini perjalanan tour mereka ke mana ya itu selanjutnya akan ke Uni Emirat.


"Wow amazing, kalian bisa tour manggung di sana." kata Devan iya begitu takjub, lalu menegakkan punggungnya yang tadi sedang bersandar, begitu ia mendengarkan cerita dari Yuju baru saja.


Ini memang pertama kalinya mereka akan konser di Uni emirat. Biasanya di sana tidak diperbolehkan untuk konser acara dunia k-pop seperti pendatang baru dari Korea Selatan. Rata-rata negara mereka tidak mengadakan konser yang artis nya berasal dari luar negeri.


"Apa di sana sudah ada keluar peraturan baru? kalau artis luar negeri sudah boleh masuk?" Devan.


"Ya kepemimpinan mereka sedang turun ke anaknya dari raja sebelumnya, dan raja yang baru mereka lebih pro dengan kegiatan dunia malam, dan juga konser dari artis-artis pendatang dari luar negeri misalnya." jelas Hana.


"Kemajuan juga." gumam Arka.


"Untuk yang terbaru aku belum update mengenai info itu, kau coba saja cari tahu." Devan.


Begitu banyak hal yang mereka bahas hingga sampai pada akhir dini hari, barulah mereka membubarkan diri. Walaupun sudah meminum kopi sebanyak apapun, jika mata sudah mengantuk akan tetap mengantuk. Seperti yang dialami Icha.


Ia tadi memesan kopi hingga dua gelas banyaknya, padahal suaminya sudah melarangnya, karena itu akan berpengaruh kepada kesuburan kandungannya. Tetapi Icha tidak mau mendengarnya karena baginya selama ia berkarir. Icha masih belum bisa melepaskan yang namanya kopi.


"Aku mengantuk sekali." gumam Icha pada Megan. Rasa-rasanya kakinya tidak kuat jalan sampai masuk dalam kamarnya.


"Kau harus bisa bertahan, karena jika kau pingsan di sini. Aku tidak kuat untuk mengangkat tubuhmu." ucap Megan memperingatkan Icha, lalu menarik pergelangan tangan Icha agar berjalan lebih cepat supaya cepat sampai ke ranjang yang sudah ia rindukan.

__ADS_1


Icha sudah sampai di dalam kamarnya, begitu pula Yuju dan juga Hana, mereka berada di kamar sebelahnya lagi dan tidur bertiga bersama dengan Hyun.


Jika teman-temannya sudah terlelap dialami mimpinya. Tetapi Hyun hanya bisa membolak-balikkan tubuhnya. Matanya sulit ia pejamkan, dalam hatinya masih teringat dengan wajah tampan Arka, tubuhnya yang sixpack, dadanya yang rata, pandangan matanya yang tajam, hidung mancungnya serta bibir yang tipis dan seksi ditambah alis yang memiliki warna hitam pekat tajam membuatnya tidak bisa memejamkan matanya malam ini, hanya dengan mengingatnya saja.


Siang hari barulah mereka Reka bangun ketika Jam sudah menunjukkan pukul dua siang, tetapi tidak dengan Yuju, Ia baru bisa memejamkan matanya ketika Jam menunjukkan pukul sembilan siang.


"Mau ke mana kamu hari ini?" tanya Megan pada Icha.


"Kau seperti tak tahu saja, bertemu suamiku lah." ucap Icha, lalu menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya.


Megan hanya berdecak sebal, padahal hanya mendengarnya saja. "Kau tak usah sebal seperti itu, belum tahu rasanya kau menjadi bucin dengan suamimu nanti."


"Tidak akan." bantah Megan lalu, melipat kedua tangannya di dada. Melihat polah tingkah Icha yang akan bertemu dengan suaminya, bagaikan akan berkencan di malam Minggu dengan seorang gebetan baru.


"Bagaimana jika teman-teman membermu itu menanyakanmu aku harus menjawab apa?"


"Terserah kamulah, itu tugasmu sebagai asistenku."


"Selalu saja itu andalanmu, bisa tidak kau berikan aku alasan yang logis? supaya aku tidak bingung mencari jawaban setiap hari."


"Jawab saja jika aku sedang berjalan dengan kakakku, tadi malam kan habis bertemu kakakku, bereskan." Icha meletakkan kembali parfumnya di atas meja, lalu berputar-putar di depan cermin memastikan apakah penampilannya ini sudah cantik atau belum.


"Baiklah terima kasih atas solusinya."


"Apakah kau sudah rutin meminum pil kbmu?" tanya Megan mengingatkan pada Icha.


"Tentu saja. Aku belum siap memiliki anak untuk saat ini. Aku masih ingin berkarir, tapi kenapa aku sudah menikah lebih cepat. Ini gila." ucap Icha terkeluh kesah pada Megan.

__ADS_1


"Itu pilihanmu, jadi kau nikmati saja. Tak usah mengeluh banyak hal. Masih banyak orang di luar sana yang lebih payah dan kesusahan dari yang dirimu alami saat ini. "


"Baiklah nona Megan, aku menurut padamu kali ini." ucap Icha genit, lalu berjalan keluar pintu dan menutupnya. Setelah sebelumnya berpamitan pada Megan terlebih dahulu. Megan yang melihatnya terlihat menggelengkan kepalanya.


__ADS_2