Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Kemarahan Arka


__ADS_3

Icha kembali dengan perut yang sudah kenyang, bahkan dirinya karena terlalu kekenyangan sampai-sampai tidak langsung kembali ke kamarnya yang ditempati bersama Arka, tapi malah pergi ke area gym. Dirinya harus berolahraga malam, karena makanan yang ia makan tadi begitu banyak dan rata-rata mengandung lemak.


"Hah semoga saja Megan tidak tahu, habislah aku jika tahu." gumam Icha pada dirinya sendiri, kini pakaiannya sudah berganti menjadi pakaian kaos singlet crop top, dan celana panjang berwarna hitam ya g selalu tersedia di lemari gym.


Icha memulai playing yoga, yoga erial, akrobat dan pilates untuk membakar lemaknya.


***


Arka sudah selesai membersihkan dirinya, tadi sewaktu mengikuti kemana arah istrinya, ternyata Icha mampir makan malam di restauran yang buka dua puluh empat jam yang berada ditengah-tengah kebun teh, Arka terus mengawasi istrinya, namun yang diawasi sama sekali tidak merasa. Hingga makan malam berakhir dan Icha terlihat berpisah dengan Raka.


"Kemana perginya anak itu." gumam Arka mondar mandir masih dengan menggunakan bathrobe.


Perasaan tadi sudah kembali ke arah kamar mereka, namu sialnya Arka tidak melihatnya jika Icha telah berbelok ke ruangan gym.


Arka berjalan kesana kemari bagaikan setrikaan, satu jam berlalu, hingga hampir dua jam masih juga belum kembali, membuat Arka rasanya naik darah. Dirinya segera mengganti bathrobenya dengan menggunakan kaos dan celana pendek sebatas lutut.


Berjalan keluar kamar dengan langkah panjangnya, "Awas saja jika sudah bertemu," gumam Arka gemas.


Jika tidak mengingat tentang pernikahan rahasia, mungkin sudah melabrak temannya itu dan memberikan bogem mentah.


"Bahkan beberapa kali panggilanku tak juga diangkat."


Ternyata ehh ternyata Icha tidak sengaja bertemu Raka, dan berbincang di area gazebo jalan pintu masuk aula utama.


Namun tidak lama kemudian Icha berpisah, kini dirinya sudah mengenakan pakaian awalnya tadi.


Icha membuka daun pintu kamar mereka, lalu membersihkan dirinya yang sudah terasa lengket akibat olahraga malamnya. "Kakak belum tidur?"


Icha tidak begitu memperhatikan raut kesal Arka yang sudah merah padam menahan kesal, bahkan saking kesalnya sampai ke ubun-ubun, ingin meledak.


"Kau habis darimana setelah rapat selesai." Arka meletakkan ponselnya, dan menaruh diatas nakas.


"Aku habis makan."


"Dimana?"


Icha sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil,"Iya di restauran itu lah, dekat kebun teh."


"Sampai berjam-jama?" Arka merubah posisinya melirik Icha kesal.


"Aku tadi habis makan."


"Kencan begitu?"


"Bahkan kamu lupa kalau kamu sudah memiliki suami sayang."

__ADS_1


"Baiklah sepertinya aku." Arka bangkit dari duduknya menghampiri Icha yang diam membatu ditempatnya.


Arka segera menangkap tubuh ramping Icha, memberikan sentuhan sensual yang mana membuat bulu-bulu halus Icha terasa meremang, bahkan seluruh tubuhnya bereaksi lain seperti tersengat listrik.


"Maksud kakak apa?" tanya Icha, saking gugupnya sampai tidak menyadari jika tali bathrobe yang menempel pada tubuhnya sudah dilepas Arka.


Bahkan Icha tidak berani memandang wajah Arka,"Jantung sialan." dalam hati Icha.


Tangannya terangkat ke dada, bukan karena ketakutan, tapi karena jantungnya bekerja dua kali lipat dari biasanya.


"Sepertinya aku tidak akan menunda lagi sayang." suara Arka bahkan sudah diliputi gairah cintanya pada Icha. Matanya berkabut dan suaranya serak khas seseorang yang sedang menginginkan jatah malamnya pada istrinya.


Cupp


Ciuman terjadi diantara dua insan yang saling jatuh cinta, awalnya ia berontak, namun tenaganya kalah dengan tenaga suaminya, bahkan tubuh Icha melemah akibat ciuman dadakan dari suaminya.


Icha semakin mundur perlahan, Arka juga mengikuti langkah lemah Icha, hingga akhirnya tubuh Icha ambruk diatas ranjang empuk king size tempat mereka beristirahat.


"Buka mulutnya sayang." suara serak Arka.


Icha memejamkan matanya, mendengar suara khas suaminya otaknya begitu cepat merespon, membuka mulutnya perlahan hingga lidah bertemu lidah, Arka semaki liar, tubuhnya memanas, begitu pun sama yang dialami Icha.


Bahkan kini Icha sudah terbuai dengan ciuman memabukkan, tangannya tidak sadar mengalungkan dileher suaminya.


Arka begitu sigap membuka bajunya sendiri, dan bathrobe Icha yang sudah terjatuh, hingga menampilkan tubuh yang selama ini ada dalam bayangannya.


Icha tubuhnya menggelinjang kesana kemari, ternyata sudah mengeras benda yang dilahap suaminya itu, hingga terjadilah perang diatas ranjang.


Kuku Icha yang panjang menancap diatas punggung Arka hingga menyisakan rasa perih dan merah, "Kamu liar sekali sayang." namun tak menghentikan kegiatan memabukkan suami istri ini.


***


.


.


Pagi telah menyapa, dua orang pasangan baru yang tersemat sebagai pasangan pengantin baru itu masih terlelap dibawah selimut yang sama, saling berpelukan mencari kenyamanan masing-masing, padahal ini mentari sudah meninggi, hingga sinarnya mampu menerobos gorden tebal di kamarnya.


Icha menggeliatkan tubuhnya kala Arka mulai mengerjap pelan,"Jam berapa ini?" Arka melihat jam di atas nakas.


"Sayang bangun ini sudah jam sepuluh." Arka berbisik pelan ditelinga istrinya.


"Aku masih mengantuk."


"Hemm baiklah, aku akan bangun lebih dulu iya?" tanya Arka, karena kini istrinya telah bersandar di dadanya.

__ADS_1


"Tidak boleh.." masih dengan memejamkan matanya.


"Baiklah, apa masih mau lagi?"


"Tidak capek, aku masih mengantuk."


"Iya sudah kamu lanjutkan saja tidurmu, aku akan bangun dulu, karena aku harus pergi ke suatu tempat."


Namun masih tak ada pergerakan untuk berpindah posisi dari Icha. "Sayang..."


"Apa sih, aku mengantuk tahu."


Akhirnya dengan terpaksa Arka mengalah, namun yang terjadi selanjutnya bukannya tidur nyenyak impian Arka, tapi malah adegan semalam setulang kembali.


"Hahh dia memang tidak pernah lelah." Icha menarik selimutnya kembali dengan mata terpejam setelah menjalankan kewajibannya sebagai istri baru saja.


Arka saat ini berendam air hangat di dalam bath up. Memejamkan matanya, jika mengingat hal gila seperti semalam, membuatnya tersenyum simpul, dan membuat inti tubuhnya bereaksi kembali. Padahal beberapa menit yang lalu baru saja melakukannya.


"Sayang aku berangkat iya." mencium kening istrinya, lalu pergi meninggalkan Icha seorang diri.


***


.


.


"Kemana ini anak, ini bahkan jadwalnya dia melakukan pemotretan dengan pemilik brand ternama, bisa kacau ini." Megan melihat jam yang melingkar ditangannya, dirinya terlihat menunggu Icha, namun yang sedang ditunggu malah terlelap di alam mimpinya, bahkan sedikit pun tak terusik.


Megan yang mengetahui jika Arka akan pergi ke luar kota hari ini membuat dirinya mendatangi Icha. Berjalan dengan rasa dongkol.


"Nona bangunlah, ini sudah siang." Megan membuka gordon penuh, hingga sinar matahari mampu menembus kaca hingga membuatnya terganggu.


"Bangunlah nona ini sudah siang."


Megan duduk dipinggiran ranjang, lalu menarik selimut Icha, alangkah terkejutnya Megan, mengetahui seluruh tubuh Icha dipenuhi stempel merah.


"Oh Tuhan, dia sudah pecah telor." Megan menutup kedua mulutnya sendiri saking terkejutnya.


"Sepertinya aku harus mengadakan syukuran ini."


Hai hai kalian yang membaca cerita ini jangan lupa tinggalkan jempol dan komen kalian dong


Lope lope pokoknya


Yang malam pertama siapa yang girang siapa

__ADS_1


huhu


__ADS_2