Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Mengunjungi Orang tua


__ADS_3

Ahh ia jadi ingin mendengar langsung dari mulut ayahnya sendiri rasanya.


Malam hari Arka sedang meneruskan pekerjaannya yang belum selesai itu, dirinya masih duduk didepan laptop mengecek seluruh file yang belum sempat terbuka tadi saat dikantor.


Dirinya baru mengingat jika ia pernah menjanjikan mengundang tuan Gunawan untuk makan malam.


Tuuuuut suara ponsel yang disambungkan ke seseorang diluar sana, siapa lagi jika bukan Alex asisten andalannya yang telah mengatur jadwal untuk dirinya beraktivitas setiap hari.


"Hallo" suara Alex diseberang sana


"Hemmm ya Al tolong buatkan jadwal aku dengan tuan Gunawan untuk sebuah jamuan makan malam, terserah mau di restauran mana"


"Cek baiklah" Alex berdecak malas namun tetap menuruti perintah dari bosnya sekaligus sahabatnya itu


"Baiklah, dan juga undur jadwalku untuk besuk aku akan mengunjungi ayahku" perintahnya


"Hemmm iya baiklah" Alex


"Ya sudah itu saja yang mau aku sampaikan" Arka


Alex meneruskan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda. Ia mempercepat pertemuannya dengan ayahnya itu. Iya saat ini ayahnya tinggal di kota Tokyo bersama ibunya.


****


Esok hari seperti rencananya Arka kemaren jika hari ini dirinya akan mengunjungi ayahnya dan juga ibunya. Ia segera melajukan kendaraanya itu menuju rumah orang tuannya.


Rumah orang tua Arka terletak di Denenchofu disebuah pinggiran kota dengan gaya Eropa kelas atas dengan taman yang indah dan jalan-jalan yang mewah, Denenchofu memiliki tata letak seperti kota London lingkungan ini merupakan banyak ditempati pengusaha-pengusaha kelas atas, olahragawan, bintang film serta orang penting lainnya.


Arka mengendari mobilnya seorang diri menuju kerumah orang tuannya itu. Semenjak orang tuannya berpindah kesini belum pernah ia berkunjung kemari, mereka hanya berkomunikasi lewat jaringan seluler saja.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lamanya dengan kecepatan rata-rata sampailah ia dilokasi dimana orang tuannya berada.


Tring...suara bel pintu rumah. Seorang penjaga rumah membukakan pintu. " Anda siapa ada perlu apa" tanyanya pada Arka, Iya yang membukakan pintu rumah saat ini merupakan penjaga rumah baru dan belum pernah melihat Arka sama sekali, jadi wajar saja bila dirinya harus waspada terhadap tamu yang baru pertama kali dilihatnya.


" Kenalkan saya Arka, apa tuan Felix berada dirumah" tanya Arka sambil memperkenalkan dirinya sendiri terhadap penjaga baru itu.


Penjaga batu itu melihat Arka dari atas hingga bawah, ia mengamati dengan seksama. "Saya orang baik" Arka akhirnya berujar seperti mengetahui isi kepala penjaga baru itu.


Sementara nyonya Felix yang sedang merawat tanamannya di depan melihat ke arah luar, sepertinya penjaganya itu telah berbicara dengan seseorang.


"Siapa pak" tanyanya akhirnya

__ADS_1


"Ini nya ada tamu yang mencari tuan Felix"


Nyonya Felix yang penasaran langsung menghampiri mereka. Betapa terkejutnya nyonya Felix ketika melihat putra kesayangannya itu pulang kerumah, ia menyambut dengan heboh


"Anakku kau masih ingat rumah orang tuamu" nyonya Felix


Arka diam saja tanpa ekspresi melihat ibunya yang sangat heboh menyambut kedatangan putranya itu.


Sedangkan penjaga yang sempat meragukan dirinya tadi juga tak kalah terkejut jika yang datang adalah anak majikannya.


"Lain kali kalau ada tamu itu disuruh masuk saja pak" pintanya pada penjaga itu


"Ayo masuk, kau tak kangen ibumu ini" nyonya Felix menggandeng tangan anaknya masuk dan ia memanggil seluruh pembantu di keluarga ini. Nyonya Felix memberi tahu jika anaknya telah pulang, saking hebohnya hingga menimbulkan suara gaduh. Tua Felix yang berada di belakang mendengarkan suara istrinya yang sangat berisik tentu saja sangat penasaran.


Tuan Felix berjalan ke arah sumber suara. "Kau pulang Son akhirnya"


"Hemmm iya, bagaimana kabar ayah" Arka


"Ayah sangat sehat son, seperti yang kamu lihat"


"Sepertinya ayah jauh lebih sehat dari yang terakhir kali aku lihat"


"Kau masih mengingatnya"


Dan membuatkan minuman untuk mereka. Ayah dan anak itu sama-sama kaku bila bertemu, tentu saja sifat itu diturunkan dari tuan Felix.


Mereka berbincang antara ayah dan anak. "Hemm iya saat itu kondisi ayah kurang baik" Arka


"Ngomong-ngomong ayah melakukan pengobatan kemana saja" tanya Arka penasaran


"Iya semua ini berkata seorang gadis itu, ayah sangat takut dengan operasi, namun Tuhan masih berbaik hati padaku sepertinya hingga mempertemukan ayah dengan gadis itu"


"Lalu" Arka yang sudah dilanda rasa penasaran mendengarkan dengan seksama cerita ayahnya.


"Dia membantu mengobati sakit ayah, gadis itu sangat unik" ucap tuan Felix bercerita sambil mengingat hari itu saat dirinya ditolong oleh gadis itu


"Bagaiman tidak unik, penyakit ayah ini jika di tangani secara medis harus melakukan tindakan operasi, tetapi gadis itu berhasil mengeluarkan penyakit ayah hanya dengan tangannya saja "


"Hanya dengan tangannya saja" ulang Arka


"Iya kau pasti tak percaya kan" tua Felix

__ADS_1


"Sama ayah pun rasanya juga tak percaya, tapi itu memang benar adanya"


"Bagaiman bisa seperti, sepertinya mustahil jika dikeluarkan lewat tangan saja, apa jangan-jangan gadis itu memiliki ilmu sihir" Arka menerka-nerka


" Kalau soal itu aku tak tahu, tapi menurut ayah ia gadis yang polos"


"Benarkah, siapa nama gadis itu" tanya Arka lagi


"Salahnya ayah di situ, ayah sangat menyesal karena setelah menolong ayah anak itu pergi terburu-buru, dan setelah anak itu pergi ayah baru mengingatnya jika ayah belum menanyakan namanya"


"Cek kenapa ayah bisa lupa namanya" Arka


"Itulah yang ayah sesalkan hingga sekarang"


"Jika di suatu hari nanti ayah bertemu dengan gadis itu ayah akan memberinya imbalan"


"Memang ayah tak memberinya imbalan apa-apa" Arka


"Belum, ayah hanya memberinya uang saku saja, sepertinya gadis itu sedang berkemah di sana bersama teman-temannya"


"Berkemah, sudah berapa tahun kejadian itu jika dihitung" Arka tak bisa menutupi rasa penasarannya


"Jika dihitung-hitung kalau tidak salah tiga tahunan mungkin"


"Kira-kira umur gadis itu masih sangat belia" tuan Felix


"Cek baiklah jika suatu hari nanti ayah bertemu dengannya jangan lupa untuk memberinya imbalan yang pantas" Arka mengingatkan


Obrolan ayah dan anak itu walaupun terkesan kaku tetapi cukup menghangatkan hati nyonya Felix. Nyonya Felix yang sibuk di dapur dibantu dengan beberapa asisten rumah tangganya itu membuat kue Black Forest kesukaan Arka.


Makan siang sudah siap semua, nyonya Felix sibuk menghidangkan menu-menu itu di atas meja, kemudian berjalan ke arah ruang keluarga dimana ayah dan anak itu berada.


"Ayo makan semua, makanan sudah jadi" teriak nyonya Felix memekikkan telinga


"Ibu ini selalu saja berteriak" Arka berdecak kesal melihat kelakuan ibunya itu.


Jika dipikir-pikir mirip sekali dengan seseorang, ah ya dirinya jadi teringat Icha jika mendengar teriakan ibunya.


Sifatnya hampir sama jika soal berteriak seperti ini," ah bagaimana kabar anak itu". dalam hati Arka


Mereka makan siang bersama

__ADS_1


dan


Bersambung


__ADS_2