Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Cambridge Terrace


__ADS_3

"Hem baiklah aku akan memilih Black puding saja"


"Dua black puding dan juga orange jus" Kata Megan pada pelayan itu.


Black Pudding Meskipun nama makanan ini bernama pudding, akan tetapi bukan berarti makanan khas tersebut berbentuk pudding. Black Pudding merupakan salah satu jenis makanan yakni sosis yang merupakan makanan tradisional ala Inggris. Meskipun pada dasarnya bahan yang dibuat merupakan bahan dari babi,tetapi disini disajikan dengan bahan dasar daging sapi.


pelayan itu pamit undur diri. Sambil menunggu pesanan mereka datang mereka mengobrol banyak hal. "Icha kau berasal dari mana" Tanya Megan mengakrabkan diri pada Icha


"Aku dari Australia" Ayo main ke rumahku jika ada waktu ajak Icha pada Megan


"Hem iya jika aku dan kamu memiliki banyak waktu liburan" Jawab Megan


"Kalau kamu dimana" Tanya Icha balik pada Megan


"Aku didekat sini sekitar dua jam an kurang lebih" Kata Megan


"Wah berarti dekat dong" Icha


"Hemm ya kapan hari ayo kau main ke rumahku juga " Ajak Megan


"Baik jika ada banyak waktu libur" Lalu mereka tertawa bersama


"Apa kau sudah memiliki pacar " Tanya Icha asal pada Megan


"Hemm iya tapi saat ini sedang sibuk" Jelas Megan


"Kalau kamu sendiri" Megan


"Aku punya tapi..masih dalam angan" Icha


"Dasar kau ini tukang khayal saja" Megan


Merek telah menyelesaikan acara makan-makannya itu hingga tak terasa waktu telah menunjukkan sinar senja kala itu. Megan pulang dengan naik taksi sedangkan Icha pulang menaiki mobilnya menuju apartemennya itu.

__ADS_1


Icha telah sampai pada apartemen barunya itu kemudian membersihkan diri dan tiduran sambil membuka ponsel miliknya itu.


Tok tok .....Suara pintu diketuk dari luar terdengar sampai kamar Icha yang saat ini sedang santai. Ceklek pintu telah dibuka dan menampakan wajah dosen tampan itu.


"Waah ada apa prof datang berkunjung kemari"


" Ini aku ada sedikit kue untukmu , karena ku pikir kamu adalah tetangga baruku"


"Oh ya dan satu lagi jika diluar lingkungan kampus jangan kau panggil aku dengan sebutan Prof" Tegas Arka pada Icha


"Lalu aku harus memanggilmu apa" Tanya Icha sambil mengambil kue yang dibagi dari dosen Arka itu ditangannya


"Panggil Arka saja"


"Rasanya aneh dan sangat tidak sopan, bagaimana kalau aku memanggilmu kakak" Usul Icha dengan gaya imutnya


"Hemm terserah kau saja, tetapi apa seperti ini caramu menyambut tamu yang datang berkunjung kemari"


"Hemm ini dosen ternyata bermulut pedas" Batin Icha


"Kau bilang apa tadi" Arka dengan mata tajamnya seperti siap menerkam mangsanya


Icha yang menyadari kekeliruan dalam ucapannya spontan langsung menutup mulutnya


"Ehmm ti..tidak bukan begitu Prof tadi saya hanya salah bicara saja, anggap saja saya tadi tak pernah ngomong apa-apa, tolong dimaafkan ya perbuatan tercela saya tadi" Mohon Icha sambil mengatupkan kedua tangannya di dadanya.


"Ini anak walaupun bar-bar tingkahnya lucu juga" Batin Arka begitulah saat ini


"Aku sedang meminta maaf tetapi kenapa anda malah tersenyum-senyum Prof, apa ada yang lucu dengan permintaan maafku tadi?" Tanya Icha pada Arka


"Siapa yang senyum-senyum mungkin kau salah melihat, aku sedang memikirkan hukuman apa yang cocok karena mahasiswanya telah bersikap tak sopan pada dosennya, ditambah lagi suka membangkang" Jelas Arka mengelak


"Iya tapi tadi kan aku udah mintak maaf" Icha berubah dengan wajah memelasnya

__ADS_1


" Lalu dimana letak salahku yang membangkang itu" Tanya Icha yang bingung sambil mencicipi kue yang dibawa itu


"Kau tidak tau dimana letak salahmu itu dimana" Tanya Arka


"Iya kalau aku tahu juga aku tak akan tanya bambang" Icha


"Kau mengataiku lagi"


"Haah ti..tidak bukan begitu Prof" Cengir Icha


"Jika kau tak ingin dihukum maka besuk temui aku selesai jam mata kuliahku"


"Sekarang kau tidurlah karena ini sudah larut dan besuk kau masuk pagi kan, dan jangan terlambat jika terlambat maka hukumanmu juga akan bertambah, apa kau mengerti"


"Hemm ya kalau begitu aku mau mau pamit masuk" Icha


"Apa kau tak ada niatan mengucapkan terimakasih jika diberi sesuatu sama orang lain" Arka


"Ah iya aku lupa, jadi terimakasih Prof kuenya besuk-besuk lagi iya dan yang enak-enak kalau bisa " Icha sambil berlalu pergi menutup pintu apartemennya


Iya tak disangka ternyata Icha dan juga Arka adalah tetangga satu komplek di apartemen itu. Awalanya Arka tak mengetahui jika tetangga barunya itu adalah Icha mahasiswanya sendiri. Setelah mengetahui di samping unit apartemennya itu ada penghuninya jadi ia hanya berniat membagi makanan pada tetangga barunya itu dan mengantarkannya langsung malam itu sepulang ia dari kampus.


Arka telah lama mengajar di University Oxford itu sebagai dosen ekonom yang sebagian mahasiswanya ketika nanti praktek ditempatkan di beberapa perusahaannya yang dekat dengan kampus itu.


Ada juga yang menjadi karyawannya ketika sebagian dari mereka memiliki prestasi yang bagus, solid dalam bekerja dan memiliki wawasan yang luas.


Tetapi rata-rata mahasiswa yang magang di sana memiliki nilai minimum dan melalui beberapa tahapan serangkaian tes untuk menjamin kelayakan nanti.


Sehingga mahasiswa banyak yang berlomba-lomba ingin magang di perusahaan Arc corp itu. Rata-rata yang magang di sana mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Memang perusahaan Arc Corp sangat mentereng mampu bersaing dengan yang lainnya dan gaji nya pun cukup menjanjikan ditambah tunjangan setiap enam bulan sekali dan ada tunjangan keluarga serta kesehatan. Sehingga menjadi impian para mahasiswa memasuki perusahaan tersebut termasuk Icha salah satunya.


Malam ini Arka telah menyelesaikan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda. Sebagai pemimpin perusahaan besar dan juga dosen Arka dibuat sangat sibuk dengan tumpukan-tumpukan kertas itu. Tetapi Arka adalah tipikal orang yang tepat waktu dan sangat disiplin sehingga semua pekerjaannya selesai dengan hasil yang sangat memuaskan. malam semakin larut namun tak menyurutkan Arka untuk membuatnya lelah, tetapi ia malah membuka file di MeckBook nya dan melihat data mahasiswa baru di sana. Satu persatu tak luput dari penglihatannya tibalah gilirannya Icha


"Aku seperti mengenali marga nama anak ini, tapi siapa aku lupa" Arka berbicara sendiri sambil mengingat-ingat marga siapa dibelakang nama Icha itu

__ADS_1


Namun lama berfikir tak kunjung ia ingat. Akhirnya ia tutup kembali Meckbooknya itu, ia letakkan di meja nakas dan beralih melihat ponselnya.


"Selamat malam selamat tidur" Pesan itu ia kirim pada seseorang yang saat ini telah menguasai hati dan pikirannya. Sepertinya ia telah menemukan tambatan hati


__ADS_2