
"Selamat malam selamat tidur" Pesan itu ia kirim pada seseorang yang saat ini telah menguasai hati dan pikirannya. Sepertinya ia telah menemukan tambatan hati
Pagi menjelang hari ini adalah hari awal pekan di mana semua orang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing begitu pula dengan Icha ia telah bersiap-siap mandi, beberes dan juga menyiapkan peralatan apa saja yang akan ia bawa ke kampus hari ini.
Icha berjalan menuju basemen dimana letak mobilnya berada. Kemudian mengendarai mobilnya menuju kampusnya.
Sebelum masuk Icha mampir dulu keruangan perpustakaan untuk membaca buku-buku sambil membawa minuman yang tadi ia beli kantin kampus.
Kringg kringg
Suara ponselnya membuyarkan konsentrasinya saat ini ketika Icha sedang membaca sebuah buku. "Hallo Megan" Iya Icha kemaren sebelum berpisah dengan Megan telah bertukar nomor ponsel dulu agat mereka bisa saling menghubungi jika ada sesuatu karena kebetulan mereka juga kuliah dijurusan yang sama.
"Kamu dimana" Tanya Megan di dalam percakapan mereka
"Aku di perpus"
"Hah di perpus, ngapain di perpus" Tanya Megan
"Kalau di perpus yah sedang baca buku lah nona masak iya tiduran" Jawab Icha dengan becanda
"Hemm cepat kemari, karena kuliah sebentar lagi akan di mulai jika tidak segera kemari dan kamu telat maka kamu akan mendapat masalah nanti" Terang Megan ke Icha dengan nada seperti sedang menasehati anak kecil
"Hemm ya baiklah nona, aku akan jalan menuju kesana, daa" Icha
Lalu memutuskan sambungan teleponnya dan berjalan menuju ruangan yang telah di tentukan oleh dosen kemaren.
Setelah sampai di ruangan Megan melambaikan tangannya sebagai tanda agar Icha tak sulit untuk menemukan dirinya. Kemudian duduk di samping Megan. "Aku kira dosennya sudah datang"
"Belum, mungkin sebentar lagi, tapi tetap saja mahasiswa harus datang lebih awal ketimbang dosennya"
"Apa kau mau dapat hukuman dengan datang terlambat" Tanya Megan sambil menunjuk Icha seperti sedang menakut-nakuti
"Hemm tidaklah, tapi jika terlalu lama menunggu juga membosankan" Icha
"Bersabarlah kenapa" Megan
Tak berselang lama dosen Arka datang dan memasuki ruangan kelas itu untuk segera memulai mata kuliahnya hari ini. "Hallo selamat pagi saudara-saudara apa kabar" Sapa dosen Arka pada mahasiswanya itu
"Pagi Prof, kabar kami baik" Jawab mereka dengan serempak
namun berbeda dengan Icha ia malah tak menjawab sapaan dosen Arka itu. Semua tak luput dari pandangan dosen Arka.
"Hemm baiklah nona jika kau tak membalas sapaanku pagi ini maka lihatlah nanti aku akan memberimu kuis tebak-tebakan" Batin dosen Arka mengancam
__ADS_1
"Baik hari ini kita akan memulai kuisnya dan di urut dari bangku yang paling tengah" Sambil menunjuk ke arah Icha
Icha yang ditunjuk diam dengan santainya. "Siapa ilmuan penemu lampu pijar pertama kali" Dosen Arka memberikan pertanyaan random yang keluar dari mulutnya sambil pandangannya tak lepas dari Icha
"Tomas Alva Edison" Jawab Icha singkat
dilanjut dengan kuis kedua dan ketiga ternyata Icha bisa menjawab semua. Niat hati ingin menghukum mahasiswanya yang telah abai itu ehh malah tidak jadi.
"Hemm baiklah kita lanjutkan materi hari ini dengan tugas yang nanti akan saya kirim lewat email kalian masing-masing"
"Tugasnya berbeda-beda dari anak yang satu dengan yang lainnya"
"Baik Prof" Jawab mereka serempak
"Kamu yang duduk di bangku tengah temui saya, di ruangan saya, saya tunggu sekarang juga" Tunjuk dosen Arka pada Icha itu
***
Tok tok suara ketukan pintu itu terdengar dan sang empunya mempersilahkan masuk kedalam. "Silahkan masuk "
"Permisi Prof, ada apa memanggil saya" Tanya Icha pada dosen Arka itu
Dosen Arka saat ini telah sibuk mengecek tugas-tugas mahasiswanya. "Duduklah dulu"
Icha memposisikan diri duduk di kursi di depan dosen Arka itu. "Apa kamu tidak ingat jika tadi malam aku akan memberikan kamu hukuman" Tanya dosen Arka pada Icha
"Hukumanmu adalah bantu aku mengirim semua tugas-tugas mahasiswa ke anak-anak yang lainnya"
"Semua soal sudan berada di leptop ini, dan file bisa kau buka di flashdisk ini"
"Apa kau mengerti" Tanya dosen Arka pada Icha yang kelihatannya masih bingung itu. "Perasaan aku tak melakukan kesalahan, tapi kenapa aku di hukum" Begitulah kira-kira batin Icha saat ini hingga ia tak tahan untuk tidak berucap
"Echh tunggu dulu Pro, memangnya apa salah saya Prof sehingga mendapatkan hukuman " Tanya Icha
"Tadi malam aku memberimu perintah apa jika kita hanya berdua saja" Tanya dosen Arka dengan singkat
"Hehe memanggil kaka" Jawab Icha dengan cengirannya
"Nah sekarang sudah tahu salahmu itu dimana"
"Tapi kan langsung saja memberitahuku kenapa pakai hukuman segala Prof eh kak" Tanya Icha sedang protes
"Tak ada bantahan, apa kamu mau menambah hukuman mu"
__ADS_1
"Eh eh ti..tidak Prof eh kak baiklah aku akan menjadi asisten kakak hari ini jika begitu"
"Hemm duduklah di kursi sana, dan kerjakan dengan baik"
"Ini daftar mahasiswa yang akan kau kirim soal-soalnya"
Icha menerima sebuah leptop lengkap dengan fkesdisknya kemudian duduk di tempat duduk sofa sebelah kaca yang berada di ruangan itu.
"Jika tidak ada yang kamu mengerti atau kamu butuh sesuatu bisa kamu tanyakan"
"Aku butuh coklat hangat dan juga es krim supaya pekerjaan ini berjalan lancar" Jawab Icha asal
"Hallo kirim coklat hangat dan juga es krim sekarang ke ruanganku"
Tok tok
Selang beberapa menit pesanan dosen Arka telah datang
"Ini pesanan anda Prof"
"Hem letakan di sebelah sana" Perintah Arka sambil menunjuk meja di depan Icha
"Saya permisi dulu Prof" Pegawai kanti kampus itu berlalu pergi dari sana setelah mengantarkan pesanan tadi
"Baik sekali dosen Arka ini" Batin Icha bermonolog
"Sekarang kamu butuh apa lagi" Tanya dosen Arka tetapi masih fokus dengan kertas-kertas yang ada di depannya itu
"Hemm aku butuh cemilan" Kata Icha
"Kenapa tak sekalian tadi mintanya" Sepertinya dosen Arka sedang kesal sekarang dengan permintaan Icha yang banyak maunya itu
Sebenarnya bukan karena permintaan Icha yang banyak maunya tetapi ia kan telfon bolak balim pada pegawai kantin itu dan sangat tidak efektif bila pesan sesuatu tidak sekalian.
"Ya itu karena tadi aku belum memikirkannya makanya aku baru bilang sekarang, elak Icha"
"Hemm baiklah jika aku merepotkan mu aku akan pergi ke kantin sendiri kalau begitu" Icha dengan badannya yang siap berdiri dan akan pergi keluar.
"Siapa yang mengizinkanmu keluar" Tanya dosen Arka sepertinya sangat gemas dengan ulah Icha itu
"Hemm tidak ada Prof .. eh kak maksud saya"
"Duduk kembali dan lanjutkan pekerjaanmu" Perintahnya pada Icha
__ADS_1
kemudian dosen Arka menelpon ke kantin lagi untuk mengantarkan pesanan berikutnya.
Bersambung