Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Hari Yang Sepi


__ADS_3

"Tak usah bersedih, seminggu itu waktu sebentar" Hiburnya


"Hemm baiklah" Kemudian mereka mengakhiri percakapan itu dan kembali ke rutinitasnya masing-masing.


Seminggu telah berlalu Icha seperti biasa kembali pada rutinitasnya, kakaknya sudah kembali ke Jerman, kakak Icha telah mengembangkan usahanya di sana.


Hari ini Arka ada temu janji dengan asisten sekaligus sahabatnya yang bernama Alex itu di sebuah restauran.


Seperti biasa Icha telah melakukan pekerjaannya dengan baik hari ini, tak ada yang janggal menurutnya.


Sedangkan Arka telah datang menemui Alex di restauran yang sebelumnya di reservasi atas nama tuan Alex.


Mereka bertemu di ruangan yang sangat private sekali. Ruangan yang tertutup dan kedap suara tanpa ada cctv sehingga pembicaraan mereka terjaga privasinya.


"Apa kau sudah lama menunggu" tanya Arka sambil memposisikan tubuhnya duduk di sofa tunggal itu.


"Tidak juga" terlihat dimeja mereka belum ada apa pun itu artinya mereka tidak lama datang karena belum memesan sesuatu minuman atau makanan.


Tak lama kemudian pelayan datang dengan membawa buku menu, dan mencatat minuman serta makanan yang mereka pesan. Alex dan Arka melanjutkan pembicaraan yang tadi sempat terhenti.


"Bagaimana apa kamu sudah ada rekomendasi" tanya Arka langsung pada intinya.


"Hemm anak ini sangat jenius, dia juga bisa merubah dua satelit dalam satu waktu sekaligus" Alex menggebu-gebu


"Hemm segeralah hubungi dia, dan iya satu lagi, dia tak usah datang ke perusahaan yang akan membuat pegawai atau pengkhianat di sana curiga padanya".


"Kau tenang saja kalau soal itu, ia bisa mengerjakannya dimana saja" Alex


"Benarkah, baiklah jika begitu aku mempercayakan soal ini padamu, dan bonusmu bisa kau ambil setelahnya"


"Apa aku boleh mengambil cuti" setelah mendapatkan bonusan niat hati Alex juga akan pergi jalan-jalan untuk menyegarkan otanknya, tetapi sepertinya bosnya itu sangat pelit jika menyangkut soal libur kerja dalam tepo seminggu.


Sedangkan Icha berjalan ke lantai bawah melewati ruangan staf perbendaharaan itu, ia tak sengaja mendengar percakapan itu.


"Kau jangan sembarangan mencairkan uang itu jika orang perusahaan tak ingin curiga pada kita"


Icha berhenti sejenak di dekat almari, karena mereka berbicara dua orang dengan posisi pintu tak di tutup rapat.


Icha menutup mulutnya terkejut. Namun ia tak mendengarkan sampai selesai setidaknya ia sudah bisa melihat wajah mana yang berkhianat pada perusahaan ini.


"Sepertinya sangat serius soal masalah penggelapan dana perusahaan ini" batin Icha


Ia berjalan ke bawah dan ingin meminta tanda tangan yang terlewati pada staf bagian pembelanjaan.


***

__ADS_1


Sudah seminggu ini Icha tak bertemu Arka, mereka hanya berkirim pesan lewat chat atau sesekali lewat vidio call.


"Kemana perginya kak Arka, kenapa tak kunjung kembali"


"Apa aku telpon Megan saja iya" gumamnya pada dirinya sendiri


Icha ke kamar mengambil ponselnya dan memencet no Megan. "Ya Hallo" Megan


"Apa kamu sedang sibuk" tanya Icha


"Kamu menanyakan aku malam ini atau besuk"


"Jika malam ini aku sibuk, kalau besuk juga sibuk" Megan


"Sibuk apa memangnya" Icha menajamkan pendengarannya untuk mendengar penjelasan Megan lebih lanjut.


"Jika besuk tentu saja aku sibuk magang, tetapi jika malam ini aku sibuk berbicara denganmu"


"Cek kau ini, ku kira kamu akan berbicara sibuk berkencan dengan kekasihmu" Icha


"Semua lelaki sama saja semua menyakiti" Megan berbicara dengan berapi-api


"Kenapa memangnya dengan kekasihmu" tanya Icha penasaran


"Itu artinya dia belum jodoh kamu nona" Icha menenangkan Megan yang sepertinya sedang rapuh saat ini.


"Kau tak usah bersedih hanya untuk satu pria brengsek, di luaran sana masih banyak populasi lelaki yang jauh lebih tampan, lebih kaya, perhatian, setia dan baik hati" Icha


"Mana ada aku bersedih karena dia"


"Iya kau berbicara seperti itu, tapi sepertinya kau tak pandai berbohong nona"


"Baiklah aku mengaku jika aku sedang rapuh saat ini dan butuh hiburan" Megan


"Besuk sepulang kerja datanglah ke tempatku, aku tunggu"


"Baiklah tunggu aku besuk" Megan


"Oke sekarang aku sudah mengantuk dan bersiap akan pergi berlayar"Icha


"Memangnya hari ini kau sedang berlayar kemana" tanya Megan penasaran seketika


"Berlayar ke pulau mimpi nona, apa kamu mau ikut" Icha ingin sekali tertawa saat ini juga namun ia tahan


"Cek kau ini ku kira sedang berlayar berkeliling pulau"

__ADS_1


"Ya kapan hari belajarku selesai aku akan jalan-jalan berlayar mengelilingi beberapa negara" jelas Icha pada Megan


"Baiklah terserah padamu, tapi ajak aku juga jika kau kau kelebihan uang"


"Oke baik, sampai jumpa besuk"


"Hemmm" Megan


Kenapa semua orang hari ini bermasalah, heran Icha duduk sebentar di depan televisi yang masih menyala itu, Megan habis putus dengan pacarnya, di perusahaan tadi bertemu siapa biang masalah keuangan perusahaan, dan dirumah dirinya kesepian.


Icha juga bertanya-tanya pada dirinya sendiri kira-kira kemana Arka pergi kali ini, seperti hilang di telan bumi saja.


Sambil memikirkan itu semua Icha berjalan memasuki kamarnya setelah tadi mematikan televisinya, dan bersiap akan tidur, dalam hati ia berdoa semoga semuanya baik-baik saja seperti harapannya.


Sedangkan Arka saat ini sedang menyelesaikan urusannya di Tokyo, sehari setelah bertemu Alex ia langsung pergi ke Tokyo melihat situasi di sana apakah baik-baik saja atau bukan,


Kali ini ia harus lebih teliti lagi, jika tidak maka kebaikan hatinya akan di manfaatkan oleh orang lain, bahkan keluarga saja bisa menjadi pengkhianat jika itu menyangkut soal jabatan serta kekuasaan.


Arka singgah di apartemennya kali ini, dan berencana akan menemui ayahnya jika urusannya sudah selesai nanti.


Tak ada yang Arka pikirkan selain urusan pekerjaan yang cepat selesai dan kembali lagi ke Oxford.


Sudah dua hari sejak kepulangannya dari pelatihan kemaren Icha tak menghubunginya, beberapa kali ia melihat layar ponselnya itu namun tak ada notifikasi apapun.


Yang ada hanya notifikasi tentang pekerjaannya. Jika saat ini di Tokyo jam dua siang hari Selasa, berbeda jika di Oxford, Britania Raya menunjukkan pukul enam sore hari Senin.


Arka menyelesaikan tumpukan kertas-kertas dihadapannya untuk ia cek satu per satu dengan teliti.


"Cek tak ada yang aneh, semua berjalan sesuai semestinya" gumamnya dalam hati


Sepertinya hari ini terasa sangat membosankan bagi Arka bagaiman tidak orang yang membuat berisik dalam hidupnya tak ada bersamanya saat ini.


Selesai mengecek sebagian dari file-file tadi, sisanya ia bawa pulang ke Apartemen dan di teruskan hingga tengah malam baru selesai. Dirinya kali ini bekerja dengan baik.


Besuk rencananya setelah kerjaannya selesai ia ingin berjumpa dengan ayahnya walaupun hanya sebentar, setidaknya ia mengetahui kabar tentang ayahnya. Sepertinya ayahnya selama ini diam-diam menyuruh seseorang untuk mengawasi pergerakannya.


Namun Arka juga tidak mempedulikan soal hal itu. Begitu pun Arka juga melakukan hal sebaliknya "Bagaimana kabar papa" gumamnya


"Semoga dia baik-baik saja"


Ia mendengar kabar bahwa ayahnya telah di selamatkan seseorang waktu berada di Hosinoya Fuji beberapa tahun lalu saat sakitnya kambuh.


Ahh ia jadi ingin mendengar langsung dari mulut ayahnya sendiri rasanya...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2