
jangan lupa like comment dan boleh di share ya, happy reading.
Sudah sehari semalam, begitu Icha sampai di rumah nenek kakeknya, iya sama sekali belum keluar kamar. Hanya neneknya yang bolak-balik mengantarkan makanannya ke dalam kamar, setiap kali Frans ditanya oleh Arka ia tidak bisa memberikan penjelasan yang memuaskan Arka.
Kali ini Frans hanya bisa mondar-mandir di depan kamar Icha, tanpa berani mengetuk pintu kamarnya, mungkinkah nona mudanya itu sedang kelelahan berat sehingga tidak keluar kamar sama sekali.
Kebetulan Nenek sedang akan mengantarkan makan siangnya kali ini. "Tuan Frans Anda ada perlu dengan Icha?"
"Ah Nenek, bagaimana saya menjelaskan kepada anda? Tuan Arka sedang mencari istrinya."
Wanita tua yang masih terlihat cantik di usia senja itu menganggukkan kepalanya, " Baiklah nanti akan saya sampaikan pada Icha, apakah ada pesan atau ada perlu apa lagi?"
Frans menggelengkan kepalanya sopan lalu berpamitan undur diri dari hadapan nenek Icha. Baru saja Frans akan menuruni anak tangga sampai di tengah, sudah ada teriakan dari arah sumber kamar Icha.
"Tuan Frans bisa tolong cucuku sekarang sedang tidak enak badan, tolong panggilkan dokter cepat, aku tidak mau terjadi sesuatu dengan cucuku." teriak nenek Icha yang terlihat panik luar biasa. Kebetulan sekali Frans sedang melakukan panggilan telepon dengan Arka, tanpa Frans sadari Arka juga mendengarkan teriakan dari nenek Icha.
"Baiklah nek tunggu sebentar," tanpa berpamitan pada Arka karena ikutan panik. Frans mematikan telepon sepihak dari Arka.
Begitu selesai melakukan panggilan dengan dokter keluarga. Frans ikut mengecek suhu tubuh Icha. Ternyata benar Icha sepertinya demam tinggi terlihat dari bibirnya yang pucat dan tubuhnya yang menggigil.
"Apakah dia salah makan dari sejak kemarin ketika dalam perjalanan kemari? atau dia memang sudah merasakan tanda-tanda seperti ini?" tanya nenek menyelidik.
Ingatan Frans kembali saat di dalam pesawat dan sudah merasakan aura jika Icha sedang tidak enak badan, tetapi saat itu Icha masih menyangkalnya.
"Maaf Nek, makanan nona Icha sama seperti biasanya yang nona Icha makan. Tidak ada yang berubah, bahkan saya sendiri melihatnya."bantah Frans pelan, tetapi tak menghilangkan rasa hormatnya.
Tidak berapa lama obrolan mereka terhenti, karena dokter keluarga sudah datang menyambangi keluarga mereka. Nenek Icha juga mempersilakan dokter untuk segera mengecek kondisi cucunya saat ini.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi cucu saya dokter? apakah baik-baik saja atau ada penyakit yang membahayakan dirinya?" tanya nenek Icha terbata.
Dokter itu menggeleng pelan lalu tersenyum pada nenek Icha. Frans yang berdiri di samping nenek Icha juga ikut panik dengan kondisi Icha. Bagaimana tidak, selama dalam masa perjalanan ini dialah yang bertanggung jawab atas diri Icha. Jika terjadi sesuatu dengan nona mudanya, entah bagaimana nasib pekerjaannya. Bahkan Frans bisa jadi kehilangan pekerjaannya karena telah lalai menjaga Icha.
"Tidak ada yang serius nek, hanya masalah pencernaan saja. Ini saya resepkan obatnya untuk diminum tiga kali sehari sebelum makan. Sepertinya tadi dia habis muntah karena kondisinya sangat mual dan pusing setelah saya cek tadi." terang dokter kepada nenek Icha.
"Anda benar dokter, dia habis mual dan muntah. Tadi dia mengeluh pusing, jadi saya mengantarkan makanan ini seperti bubur yang mudah dicerna."
Nenek Icha menjelaskan panjang lebar sambil menunjuk bubur yang masih terletak di nampan dan segelas teh hangat yang tersaji di atas meja nakas.
"Baiklah Ini obatnya, bisa segera diminum. Jika muntah lagi minum lagi obatnya, sampai obatnya benar-benar meresap. Baru nanti mual muntahnya akan mereda." kata dokter memberikan keterangan.
Begitu dokter itu keluar dari kamar Icha, Frans segera membantu menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh nenek Icha, seperti meminum obat dan makan siang untuk menambah energinya.
***
.
.
.
Kesepakatan siapa modelnya juga sudah ditentukan, jadwal pengambilan gambar dan kapan produk itu akan segera di launching kan. Untuk target pasar selanjutnya setelah Eropa ke Asia bahkan Ke mancanegara, agar mereka mengenal produk yang saat ini disusun dengan strategi marketing baru dengan menggunakan global ambassador dari model salah satu kpop terbesar di dunia yang sangat digemari kaum muda-mudi.
Salah satu tak-tik inilah yang membuat Arka begitu meroket bisnisnya dan membuatnya berjaya di sepanjang ia menjadi pemimpin perusahaan.
Bahkan caranya iya memasarkan produknya juga berbeda dari perusahaan yang lain, ia akan mencari celah target pasarnya supaya tepat sasaran dan membuat para investor berbangga diri padanya, yang menguntungkan banyak orang baik kalangan model, investor, dan ribuan karyawan.
__ADS_1
Begitu semua sudah tersusun dengan sempurna, rapat telah selesai dan Arka kembali ke kursi kebesarannya, ia mengingat jika selama ini Arka sama sekali belum menghubungi Icha. Bahkan ia terlihat mengabaikan Icha, sesekali ia hanya mengabarkan lewat Frans bodyguard suruhannya.
"Halo Frans, bagaimana keadaan istriku? Apakah dia baik-baik saja selama di bawah pengawasan mu?" tanya Arka di suatu siang ketika Arka baru saja merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Maaf tuan istri Anda masih belum keluar kamar, sejak sehari semalam setelah kedatangan dari New York kemarin."
"Apa bagaimana mungkin dia tidak keluar? cek sekarang. Apakah terjadi sesuatu dengan dirinya? kenapa kamu tidak becus mengurus satu orang saja, apakah kamu tidak mengecek makannya atau segala keperluannya ia inginkan? gajimu bulan ini bisa kupotong jika kau tidak mengurusnya dengan baik." ancam Arka berapi-api sepertinya emosinya sudah berada di ujung tanduk.
"Maaf tuan sepertinya nona muda sedang istirahat. Karena saya baru saja mengecek dan menanyakan keadaannya kepada neneknya."
Dan di saat bersamaan, nenek Ica berteriak meminta pertolongan dari Frans. Tanpa disadari oleh Frans, Arka telah mendengar teriakan permintaan tolong itu. Telepon dimatikan sepihak oleh Frans.
Saat itu juga Arka memanggil Alex untuk meminta menyiapkan pesawat, untuk penerbangannya menuju Tokyo saat ini juga.
Situasinya sangat genting. Alex bisa membaca dari raut mukanya saja sudah tidak bersahabat. Yang biasanya Alex mengajaknya berdebat dulu kali ini tanpa banyak bicara Alex langsung menuruti perintah dari Arka.
Saat itu juga Arka terbang dari New York menuju ke Tokyo, dengan penerbangan selama empat belas jam. Mau tidak mau dirinya harus bersabar menunggu waktu, karena jarak yang tidak bisa ditempuh sesuai kemauannya.
Padahal saat ini dirinya sudah gundah gulana, apalagi ia lama meninggalkan Icha karena kesibukannya di dunia bisnis. Membuatnya mengurangi perhatian kasih sayangnya kepada Icha.
"Maafkan aku sayang, aku telah lengah menjagamu." bisik Arka lemah. Bahkan Arka mengatupkan kedua tangannya dan memejamkan kedua matanya tanpa ia sadari air matanya menetas.
Arka tidak tahu rumor apa selama ini yang diberitakan oleh media. Kenapa setiap kali ia bertemu temannya selalu menyalahkan dirinya yang mengetahui status ia sebenarnya yang sudah menikah.
"Kenapa semua orang menuduhku selingkuh?" bisik Arka lemah.
.
__ADS_1
.
.