
"Iya karena tadi kamu sudah mengejek Megan, kamu tahu kalau seseorang itu tak boleh saling mengejek satu sama yang lain."
Icha diam memasang muka cemberutnya, Lalu tak lama pelayan datang mengantarkan pesanan mereka, dan menghidangkan di atas meja satu per satu.
Sejenak mereka terdiam sebentar. Setelah pelayan kembali tentu saja mereka akan beraksi lagi, tetapi di hentikan oleh dosen Arka.
"Berhentilah berdebat, sekarang makan dulu, dan tak ada yang boleh berbicara."
Dosen Arka menoleh pada Icha dan Megan secara bergantian, rasanya tangannya sudah gatal, ingin menjewer mereka berdua satu persatu, karena tak ada yang mau berhenti berdebat.
Kali ini mereka semua saling diam, karena sedang menyantap makanannya masing-masing, sehingga tak ada yang bersuara, sesekali Icha mengamati ponselnya.
Beberapa menit kemudian selesai mereka makan, akan kembali melanjutkan perjalanannya lagi.
Benar-benar seperti ayah yang sedang memiliki dua anak gadis saja Arka saat ini, dirinya selalu menjadi penengah di antara perdebatan mereka, dan akan menghukumnya jika mereka salah.
Saat ini mereka sedang berada di kamarnya, sebelum memulai kembali perjalanannya telah di beri waktu dua jam oleh dosen Arka untuk beristirahat sebentar.
Icha duduk di balkon di sofa panjang sambil bermain ponselnya, di ikuti Megan yang duduk di kursi tunggal yang posisinya menyamping dari posisi Icha saat ini.
"Megan jika aku punya permintaan, apa kamu bisa menuruti aku?"
Megan mendongak menatap wajah Icha, dan bertanya-tanya apa yang di maksud oleh Icha tersebut.
"Permintaan apa?" Tanya Megan balik.
"Sebentar lagi kan aku akan kembali ke Korea itu," kata Icha.
"Lalu." Megan mengangkat sebelah alisnya, masih menyimak pembicaraan Icha dengan seksama.
"Bagaimana kalau kamu bekerja denganku saja."
Megan terdiam beberapa saat, masih mencerna ucapan Icha barusan. Apa katanya tadi, bekerja padanya, memangnya dia itu sekaya apa, sehingga mengajak dirinya untuk bekerja sama.
"Memangnya kalau aku bekerja padamu, aku akan menempati posisi apa?" Tanya Megan tak kalah serius dari Icha.
"Kamu akan aku jadikan asistenku,"
"Bagaimana, apa kamu mau?"
"Memangnya kamu bekerja dimana."
"Ck...kau ini, iyakan saja kenapa." Kata Icha berdecak kesal pada Megan.
"Sudah iyakan saja kenapa, aku akan memberimu gaji tinggi dan tunjangan,"
"Kamu ini kenapa, suka memaksa sekali."
"Baiklah, karena kamu suka memaksaku."
"Maka akan aku terima bekerja bersama kamu, tapi jika aku ingin pulang menjenguk ibuki, apa kamu tak keberatan?"
"Itu terserah padamu, aku akan memberikan tiket ekslusif untukmu, jika kamu ingin pulang kampung." Kata Icha terdengar serius.
Sedangkan Megan seperti masih ragu dalam dirinya dengan keputusan yang diambil saat ini.
"Kamu tak usah bimbang begitu, aku memang membutuhkan asisten." Kata Icha yang mengamati Megan.
"Baiklah aku percayakan semua padamu."
Megan akhirnya mengikuti keputusan yang telah di buat oleh Icha barusan.
"Ehhh tunggu-tunggu, jika aku bekerja bersama kamu, lalu itu artinya aku akan ikut kamu ke korea, terus aku akan tinggal dimana, tidurku dimana, lalu biaya makan dan lainnya bagaimana?" Tanya Megan bertubi-tubi tanpa memberikan kesempatan pada Icha untuk menjawab pertanyaannya satu-satu.
"Hei soal itu kamu tak usah khawatir, di sana aku memiliki tempat tinggal yang nyaman, dan soal makan, setiap hari kamu akan makan enak, tak perlu susah payah memasak untukku."
Icha menjelaskan panjang lebar pada Megan. Megan seperti tak percaya saja, kelihatan dengan tatapan matanya.
"Kalau kamu tak percaya, aku akan memberimu masa percobaan selama tiga bulan, bagaimana?"
__ADS_1
"Apa kamu setuju?"
"Baiklah akan aku coba." Megan akhirnya mantap dengan keputusannya mengikuti Icha pergi ke Korea.
"Hemmm itu bagus, kamu masih muda harus mengeksplore masa mudamu dengan banyak berkunjung ke berbagai Negara."
Icha sepertinya sudah mau mencuci otak Megan dengan pemikirannya, dalam dirinya yang membuat senang itu adalah traveling ke berbagai Negara.
"Maksud kamu apa?"
"Itu berlaku untuk orang sepertimu yang memiliki banyak uang, tidak dengan diriku yang memiliki kehidupan bahkan bisa di bilang pas-pasan,"
"Aku sampai di titik ini saja sudah sangat bersyukur." Kata Megan berusaha menutupi kesedihan di hatinya.
"Kamu tak usah pesimis seperti itu, kamu masih muda dan baru saja lulus kuliah, kamu harus berani mengejar mimpimu." Kata Icha serius.
"Akan aku coba."
"Memangnya kamu memiliki mimpi apa?" Icha bertanya pada Megan dengan serius.
"Aku ingin membukakan usaha toko kue untuk ibuku, agar dirinya tak perlu lagi bekerja keras menjadi buruh pabrik dan mencari pekerjaan tambahan sana sini, hanya untuk bisa memenuhi kebutuhanku."
"Bahkan ibuku mengesampingkan keinginannya, yang terpenting kebutuhanku terpenuhi dulu." Megan bersedih dengan kehidupan ibunya dan dirinya.
"Baiklah jika itu mau kamu, aku akan mewujudkannya untuk ibumu."
"Hey tidak semudah itu nona, aku perlu modal dan aku harus bekerja keras untuk mendapatkannya."
"Iya kamu akan bekerja padaku, dan aku akan mewujudkan mimpimu itu." Kata Icha santai.
Tetapi Megan seolah menganggap omongan Icha tadi angin lalu, dan tak serius. Karena Icha mengucapkannya dengan santai tanpa beban.
"Lalu apa impian kamu selanjutnya?" Tanya Icha penasaran.
"Impianku selanjutnya yaitu memiliki karis yang menjanjikan, yang bisa menghidupi diriku sendiri."
"Kalau impian kamu apa, dari tadi hanya aku saja yang bercerita." Megan.
"Aku ingin sekolah penerbangan "
"Hei kamu ini cewek nona, apa kamu sudah gila ingin sekolah penerbangan." Ucap Megan berapi-api.
"Iya tapi itu salah satu impianku."
Megan berjalan mendekat ke arah Icha, lalu tangannya mengulur salah satu, memegang kening Icha.
"Tidak panas, lalu kenapa kamu bicaranya melantur begitu." Kata Megan terdengar sangat menjengkelkan.
"Hey aku serius, baiklah terserah padamu saja mau percaya atau tidak." Icha membuka kembali ponselnya dan berbalas besan di gruop chat dengan ke tiga sahabatnya yang saat ini berada di Korea.
"Memangnya kamu ini bisa tidak membuat cita-cita itu yang seperti orang normal pada umumnya." Kata Megan.
"Memangnya apa yang tidak normal, aku rasa normal-normal saja, bahkan pilot sekarang banyak juga itu yang perempuan."
Icha tak mau kalah, menimpali pembicaraan Megan. Sepertinya Megan tak begitu mengenali dirinya dengan baik. Jika sehari-hari nanti bersama dirinya, mungkin Megan akan tau keseluruhan karakter dari seorang Icha.
"Lalu kalau kamu sekolah penerbangan dan menjadi Pilot, akan menikah di usia berapa?" Tanya Megan lagi.
"Mana ku tahu, menikah sepertinya belum ada dalam daftar rencana aku ke depan."
"Hei tapi kamu harus menikah, agar memiliki banyak anak yang lucu-lucu dan menggemaskan untuk menjadi penerusmu kelak."
"Iya aku mengerti, tetapi aku belum memikirkannya."
Lama mereka berbincang banyak hal di balkon kamar hotel itu. Tak lama kemudian pintu kamar mereka di ketuk dan akan meneruskan perjalanannya.
***
.
__ADS_1
.
Kali ini mereka akan pergi ke Hyde Park, Hyde Park atau Taman Hyde adalah salah satu taman terbesar yang berada di pusat kota London.
Taman ini mempunyai lebih dari empat ribu pohon, sebuah danau besar, padang rumput, serta berbagai bunga hias yang sangat indah.
Selain itu, salah tempat wisata terbaik di London ini para pengunjung dapat berenang, bermain skateboard, dan bersepeda.
Kemudian, taman ini juga mempunyai restoran tepi danau yang menghidangkan berbagai macam makanan.
Sepertinya jalan-jalan mereka kali ini sangat berwarna,di selingi dengan canda tawa mereka berdua.
Sebenarnya sendiri juga senang tinggal di sini, tetapi dirinya harus melanjutkan karirnya, karir impiannya lebih tepatnya.
Sedangkan pada sore harinya dilanjutkan dengan perjalanan pergi ke British Museum, yang merupakan salah satu museum terbesar dan terkenal dalam sejarah budaya manusia di dunia yang berada di London.
British Museum didirikan pada tahun seribu tujuh ratus lima puluh tiga dan menyimpan lebih dari delapan juta benda.
Di tempat ini menyimpan berbagai macam koleksi benda dan artefak dari berbagai macam belahan dunia.
***
.
.
Waktu berputar begitu cepat, hari ini rencananya Icha akan pergi ke kampusnya, untuk menemui dosen Arka dan berpamitan dengannya.
Dirinya pergi ke sana sendirian, dan tidak di temani oleh Megan, karena Megan juga akan ada perlu sendiri, sehingga Icha pergi ke kampus dengan mengendarai mobilnya.
Dirinya berjalan santai, memang sudah biasa jika dirinya berjalan, lalu menjadi pusat perhatian banyak orang, karena memang dirinya bukan penduduk asli lokal, sehingga perbedaan di antara mereka tentu saja sangat mencolok.
Baik laki-laki maupun perempuan sering memusatkan perhatiannya pada Icha, jika dirinya berada di sana, sebenarnya banyak juga lelaki yang mendekatinya. Tapi Semua selalu di halangi oleh Arka, jika ada yang ingin mendekatinya.
Dari situlah awal Icha tak memiliki teman laki-laki sama sekali. Tapi itu tak membuatnya patah semangat, karena Icha bisa terlindungi dari lelaki buaya.
Baru saja dirinya akan membuka pintu, tetapi sudah di kejutkan dengan perempuan lain yang berada di sana. Betapa terkejutnya Icha yang mengintip pintu yang tidak di tutup dengan rapat itu menampakkan perempuan seksi, yang jika dilihat dari sudut pandangannya sangat dekat seperti sedang berciuman.
Seketika itu dirinya berbalik, tak jadi memasuki ruangan itu.
"Siapa perempuan tadi, itu seperti pacarnya dosen Arka." gumamnya pelan.
Memang Icha tak memiliki hubungan apa pun dengan dosen Arka saat ini, lalu kenapa dirinya seperti habis mengetahui pacarnya yang sedang selingkuh, dan sangat cemburu.
Icha balik lagi ke apartemennya dan menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Seperti ekspresi istri yang sedang kesal melihat tingkah suaminya.
Tetapi setelah di pikir-pikir, memangnya siapa dirinya. Pacar bukan, tunangan apa lagi, lalu untuk apa dirinya cemburu.
Jika di bandingkan dirinya dengan perempuan tadi, maka akan sangat jauh, karena dirinya yang sangat langsing dan tak memiliki bodygol seperti perempuan tadi, seketika dirinya menjadi insecure.
Ehh tapi bodoh amat lah, mau perempuan tadi itu cantik, atau seksi, adalah dirinya, dan tak bisa di banding-bandingkan dengan perempuan tadi.
.
.
.
Bersambung
Kira-kira Icha merajuknya gimana iya????
Icha: Dasar dosen mesum
Arka: Apa tadi kamu bilang.....??
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian iya, supaya aku semakin lancar menghalunya.
Like, komen dan share juga boleh
__ADS_1