
"Maaf tuan Alex jika kedatangan saya terlambat." kata Hana sambil tersenyum dan membungkukkan badannya.
"Ah tidak nona Hana, hanya lebih cepat lima menit dari saya." jawab Alex.
"Mari silahkan duduk."
Pertemuan Hana dan Alex kali ini membahas tentang kerjasama. Alex yang akan menjadikan Hana menjadi brand ambassador sebuah produk tas bermerk ternama yang baru saja diluncurkan perusahaan Arka yang dia kelola.
"Silahkan anda baca dulu SOP nya nona Hana." kata Alex, menyodorkan sebuah map berisi sebuah perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak.
"Kenapa anda langsung membubuhkan tanda tangan anda nona?" tanya Alex, menaikkan sebelah alisnya.
"Saya sudah membacanya dan saya sudah yakin akan perjanjian kerjasama ini tuan." jawab Hana yakin tanpa ragu. Salah satu tangannya membubuhkan coretan diatas kertas bermaterai.
"Kenapa anda seyakin itu nona? apa anda sudah memahami seluruh isinya?" tanya Alex sekali lagi.
Hana tersenyum manis, dan mengangguk. Lalu menyodorkan map itu kembali di depan Alex. "Apa nona Hana tidak takut jika saya melakukan penipuan?" tanya Alex. Matanya menatap fokus ke arah lawan bicarannya.
"Well, saya rasa tidak ada hal lain yang mencurigakan kan?" tanya Hana balik menggedikan bahunya.
Namun Alex terlihat menyeringai, dan menarik sudut hidungnya. "Ah tindakan anda jika seperti ini sangat membahayakan diri anda sendiri nona."
"Bagaimana jika ini terjadi selain bukan saya?"
"Atau bagaimana jika saya menulis sesuatu di sana yang malah merugikan anda?" tanya Alex, menegakkan punggungnya.
"Tapi anda tidak menulis yang aneh aneh kan tuan Alex?" tanya Hana curiga.
"Ahh maafkan saya nona, saya hanya bercanda."
"Jangan dimasukkan kehati, tapi saya rasa jika anda menemui klien selain saya, hal seperti ini tidak terjadi lagi pada anda." kata Alex.
"Kita tidak tahu isi hati seseorang, dan maksud tertentu seseorang, bisa saja mereka menyalahgunakan hal baik, sehingga malah merugikan diri sendiri."
Hana mengangguk mengerti, "Ah iya sampai lupa jika anda belum pesan minuman sama sekali." kata Alex, menggaruk kepalannya yang tidak gatal.
Alex melambaikan tangannya untuk memanggil salah satu pelayan, mereka memesan minuman dan makanan khas daerah. Banyak yang mereka bahas mulai dari surat perjanjian kerjasama, lokasi pengambilan gambar, waktu yang dijadwalkan dan masih banyak lagi.
"Tuan Alex bolehkah saya bertanya sesuatu?" tanya Hana, di sela sela kegiatan mengunyah makanan.
"Boleh boleh saja, tidak ada yang melarang." jawab Alex datar namun santai.
"Apa anda sudah lama bekerja dengan tuan Arka?"
Mendengar pertanyaan Hana demikian membuat kegiatan mengunyah Alex terhenti, Alex menjadi memiliki pendapatnya sendiri tentang Hana.
__ADS_1
"Iya, dari sewaktu dulu kuliah, kami sudah kerja bersama."
"Tapi sebelum itu kami teman sejak SMA."
Alex menceritakan sekilas kehidupannya, ketika ditanya Hana hal demikian. "Tapi dia bosnya dan aku karyawannya."
"Ah anda sangat merendah tuan Alex." Hana.
"Itu faktanya, jadi tak bisa diganggu gugat kan."
"Ah iya, tapi sepertinya yang mengendalikan segala situasi di perusahaan itu anda." jawab Hana, lalu dirinya tertawa, salah satu tangannya menutup mulutnya yang terbuka.
"Ternyata nona Hana sangat humoris."
"Humoris bagaimana?"
"Aku memang seperti ini, jika bersama orang yang sudah aku kenal." kata Hana. Lalu melanjutkan lagi kegiatan makannya, dan sesekali menyesap just lemon tea.
"Tapi menurut aku anda sangat humoris dan ceria."
"Tidak juga, di asrama yang lebih humoris lagi masih banyak, ada Hyun dan juga Icha."
Disela sela kegiatan makan siangnya, terdengar ponsel Alex berbunyi, yang ia letakkan diatas meja. "Sebentar nona, saya akan mengangkat telepon dulu tidak apa apa kan?"
Lalu Alex menswipe tombol yang berwarna hijau, dan berjalan menjauh. Agar dirinya lebih fokus dalam berbicara. Namun nampaknya tidak lama, dan dirinya kembali lagi ke tempat duduknya.
"Cuman sebentar?" tanya Hana.
"Iya begitulah jika bos sedang menelpon." kata Alex mengedikan bahunya tidak tahu.
Mendengar nama bos membuat jantung Hana berdetak tidak karuan. Ah nama itu, begitulah batin Hana.
"Sepertinya jadwal anda sangat sibuk?"
"Iya begitulah, karena Around the world sudah dimulai."
Alex mengangguk mengerti. Mereka terdiam beberapa saat, Alex dengan pemikirannya sendiri, begitu pula Hana.
"Apa anda setelah ini ada acara lagi?" tanya Alex.
"Saya rasa tidak tuan."
"Aku ingin mengajak nona Hana pergi ke suatu tempat, tapi nanti saja jika makannya sudah selesai."
Hana terdiam, tidak merespon sama sekali ajakan Alex. "Oh Tuhan, apa tuan Alex akan mengajakku kesuatu acara, atau tempat dan nanti akan bertemu dengan tuan Arka, bagaimana bisa aku akan bertemu dengan idamakanku, sementara dandanan aku berantakan begini." batin Hana bermonolog sendiri.
__ADS_1
"Bagaimana nona Hana? apa anda setuju?" tanya Alex sekali lagi, karena melihat Hana yang sama sekali tidak merespon pertanyaan Alex sedari tadi.
"Ehmm maaf tuan Alex tadi saya tidak mendengarnya, tadi anda berbicara apa iya?"
"Bukan apa apa, apa anda setuju nona ikut bersama saya?"
"Oh, tentu saja."
Alex melirik piring Hana, semua isi makanannya sudah habis tak tersisa, "Apa bisa kita pergi sekarang?"
"Sekarang?" tanya Hana terkejut.
"Iya sekarang, tadi nona Hana sudah menyetujuinya kan?"
"Ehmmm ii... Iyya tuan, tapi saya mengira jika kita perginya nanti."
"Ehhmm nanti, eh maksud saya kita bisa pergi sekarang kok ayo." kata Hana menjadi tergagap sendiri dengan ucapannya.
Lalu mereka berdua berdiri dari tempat duduknya, untuk pergi kesebuah tempat yang akan Alex tunjukkan.
"Apa tempatnya jauh tuan?"
"Lumayan." jawab Alex kembali datar.
"Oh Tuhan, ini orang kenapa dingin sekali sih, membuatku sebal saja." batin Hana.
"Bisa basa basi sedikit begitu, supaya aku tidak merasa menjadi patung begitu ketika di hadapannya." batin Hana lagi.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil Alex. Alex sendiri yang mengendarai mobilnya, menuju sebuah tempat.
Waktu yang mereka tempuh memakan waktu kurang lebih satu jam setengah dari tempat makan Hana tadi. Sampailah pada sebuah yang mirip gudang. Namun ketika semakin masuk dan berjalan mendekati bangunan bangunan itu, ternyata adalah sebuah pabrik.
"Ini tempat apa tuan? seperti sebuah pabrik?" tanya Hana konyol.
"Anda benar nona, inilah pabrik tas yang akan anda promosikan nanti." kata Alex.
Membuat Hana menggelengkan kepalannya, pasalnya ekspektasi dan kenyataan sangat jauh berbeda. Jika dirinya berekspektasi pergi ke sebuah tempat pesta atau perjamuan dan bertemu Arka, tapi kenyatannya malah mendatangi sebuah pabrik.
"Jadi inilah proses pembuatan tas tas mahal yang salah satunya aku pakai itu tuan?" tanya Hana terheran.
"Wawww bukankah itu kulit buaya?"
Hana melihat kesana kemari, melihat ketangkasan para pekerja, yang masing masing melakukan tugasnya. Bahkan tadi sebelum mereka masuk, di wajibkan menggunakan pakaian khusus, agar di dalam ruangan sana tetap steril dan terjaga kebersihannya.
"Wawww menakjubkan lihatlah itu tuan, ah aku rasa aku sedang bermimpi berada di tempat seperti ini."
__ADS_1