Menikahi Adik Sahabatku

Menikahi Adik Sahabatku
Diantar Kak Devan


__ADS_3

Permintaan yang sangat sederhana namun mampu pembawa perubahan dalam hidupnya agar tak kesepian lagi.


Tak ada lagi yang membuatnya sibuk malam ini. Semua terasa biasa saja tak ada kegiatan yang menarik menurutnya. Permasalahan dalam hidupnya saja yang datang bertubi-tubi namun tak terbawa begitu dalam dalam pikirannya.


Setiap permasalahan yang ia tangani selalu berakhir dengan sempurna. Semua atas perhitungan yang sudah ia rancang matang-matang.


Malam ini terasa sangat bosan dan tak seperti biasanya. Arka memasuki kamarnya lagi lalu merebahkan tubuhnya di sana, tak ada yang ia lakukan membuatnya tertidur hingga esok hari.


Pagi hari Arka bangun melihat jam ponselnya sepertinya semalam ia tidur nyenyak sekali hingga menjelang pagi. Dirinya segera bersiap akan melakukan kegiatan hari ini namun sebelum itu dirinya mendapatkan pesan"Kakak dimana" Tanya Icha di dalam chat yang dikirim semalam.


Tanpa sadar dirinya tersenyum ketika membuka chat dari Icha. "Kenapa" Tanyanya lagi.


Sebelum mandi sempat berdiam diri beberapa saat menunggu balasan chat dari Icha tetapi tak kunjung di balas akhirnya ia mencoba menghubungi no ponsel tersebut. Panggilan tersambung tetapi tak diangkat. Mungkin dia sibuk pikirnya.


Sedangkan Icha diseberang sana sudah bersiap akan berangkat bekerja karena ponselnya yang semalam ia silent sehingga tak mengetahui jika ada panggilan masuk. "Rajin sekali kamu" Ledek kakaknya itu.


"Iyalah harus" Jawabnya sambil bercermin di depan cermin yang berada di ruang televisi itu. "Baguslah kalau begitu,kakak jadi tak begitu terus mengawasimu agar jadi anak yang baik" Devan


"Enak aja, setiap hari aku juga menjadi anak baik tau..." Balasnya lagi


"Hemm iya baik hingga membuat kekacauan dimana-mana" Balas kakaknya lagi. Seketika itu Icha berteriak"Kakaaaaaaak membuatku kesal" Dengan nada cemberut . Devan yang mendengar teriakan adiknya dengan suara yang melengking itu seketika menutup kedua telinganya. "Tak usah berteriak seperti itu, kau jadi seperti singa mukamu jika seperti itu "


"Biarkan saja itu karena kakak senang membuatku kesal" Jawabnya


Hari ini Icha berangkat bekerja di antar oleh kakaknya, sebelum pergi bekerja dirinya sarapan terlebih dahulu dan menata apa saja yang perlu dia bawa. Selesai makan Icha segera menyambar tasnya dan berjalan keluar mengikuti langkah kakaknya.


"Dimana alamat kantormu" Tanya Devan sambil berjalan menuju basemen dimana mobil Icha di diparkirkan. Icha menyebutkan jalan dan nama perusahaanya tempatnya magang itu membuat alis Devan sedikit berkerut.


Didalam mobil Icha menceritakan banyak hal tentang selama ia tinggal di sana dan siapa saja teman-temannya. Padahal kakaknya ini selalu menyuruh orang untuk mengawasi gerak gerik adiknya. Icha saja yang tidak tau apa yang dilakukan kakaknya terhadapnya. Tetapi sebaliknya dengan Devan ia mengetahui semua yang dilakukan Icha dimana pun ia berada.


Semua bukan tanpa alasan tetapi semua itu tak ingin terjadi hal buruk pada adiknya itu. Tentu saja tanpa sepengetahuan Icha. Sedangkan Devan hanya diam mendengarkan celotehan adiknya itu. "Kakak..tau tidak selama aku bekerja disana aku belum pernah bertemu bos perusahaan itu"


"Iya namanya bos mungkin saja banyak yang dia lakukan" Devan


"Iya juga iya sama seperti kakak, kakak kan bos jadi sangat sibuk"

__ADS_1


"Kakak kapan kita jalan-jalan berkeliling naik Kapal Pesiar" tanya adiknya itu


"Sudah ku bilang tadi malam jika kamu menyelesaikan belajarmu dengan baik"


"Ehmm baiklah aku akan rajin belajar, dan jika waktunya tiba aku akan menagih janji kakak ini"


"Baiklah, jangan membuat kekacauan selama di kota orang juga" Jelas Devan lagi


"Kakak apaan sih selama ini aku tak pernah membuat kekacauan" Icha tak terima. Perjalanan mereka di isi banyan cerita hingga tak terasa sudah berada didepan gedung perusahaan itu. Tentu saja kakaknya tahu siapa bos perusahaan ini. Devan melihat orang lalu lalang. "Kakak bukakan pintu mobilnya" Pintanya.


"Cek kau ini sudah seperti ratu saja" Omelnya namun tetap dibukakan. Devan yang saat itu berpenampilan menggunakan kaos rumahan, dan celana pendek namun tetap keren di mata kaum hawa yang melihatnya memang dasar mukanya tampan yang di atas rata-rata. Mika yang baru saja berjalan melewati mereka seketika menghentikan langkahnya menunggu Icha itu.


"Kakak aku masuk duluan iya" Pamitnya pada kakaknya Devan itu


"Hemmm bekerjalah dengan baik" Pesan kakaknya lalu mereka berpisah dengan Icha mengangkat jempolnya sambil berjalan ke arah masuk.


"Siapa, dia pacarmu iya, tampan sekali, aku sampai iri padamu" Tanya Mika bertubi-tubi tanpa memberikan ruang untuk Icha menjawabnya.


"Kau pandai dalam hal asmara"


"Tapi kamu beruntung dalam hal karir" Timpal Icha lagi


"Tetapi semua perempuan normal juga ingin memiliki pasangan yang tampan dan kaya" Ucap Mika


Mereka berbicara masuk melewati lobby menuju dimana lift berada dan masih meneruskan pembicaraan yang seperti cinderella itu.


"Tampan dan kaya jika tak setia juga tak baik buat kesehatan jantung dan hatimu nona" Icha menasehati


"Cek kau ini, itu semua bisa diatur" Mika berdecak kesal, tetapi jika dipikir-pikir benar adanya jika kaya dan tampan tetapi tak setia akan membuat hati kita tak bisa tenang.


"Lalu apa resepnya dapat pria kaya dan setia sama sepertimu" Tanya Mika lagi.


Seketika itu ide jahil Icha muncul buat mengerjai teman barunya itu. "Kau ingin tahu resepnya bagaimana" Tanya Icha serius pada Mika


"Tentu saja"

__ADS_1


"Jika kau ingin menggaet lelaki kaya maka kamu harus gencar mendekatinya, dan kamu harus pandai merayu" Icha yang saat ini sudah menahan senyumnya tetapi tak di lihat oleh Mika


"Benarkah seperti itu" Tanya Mika memastikan


"Iyalah, lihat saja pacarku sangat kaya dan setia, sehingga selalu menempel padaku"Ucapnya sambil menyombongkan dirinya.


"Tetapi bagaimana jika pria kaya itu risih pada kita" Mika jadi ragu sebelum maju


"Cek kau ini belum juga maju sudah mundur lagi" Kesal Icha


"Baiklah akan aku coba nanti jika bertemu pria kaya" Mika sambil senyum membayangkan.


"Polos sekali Mika ini" Batin Icha, padahal dirinya juga tak tahu menahu soal pacaran sedikit pun. Lalu mereka menuju meja kerjanya masing-masing dan memulai pekerjaannya hari ini. Ketika duduk hal pertama yang Icha buka adalah ponselnya.


Sepertinya pesan Icha semalam baru dapat balasan tadi pagi, "Kak Arka habis menelpon" Batinnya, Icha segera mendial nomor Arka dan menelpon balik.


Sedangkan Arka saat ini sedang berada di ruangan pelatihan diklat itu. Mendengar suara ponselnya segera saja ia mengangkatnya. "Hallo" Suara di seberang sana yang sangat cempreng.


"Iya ada apa" Tanya Arka singkat


"Kakak dimana, aku mau bercerita sama kakak, kenapa kakak tak ada padahal hari ini kakakku mengunjungi aku "


"Hemm benarkah, kakak sedang berada diluar kota" Arka


"Lalu kapan kakak pulang" Icha


"Minggu depan" Arka


"Kenapa lama sekali, pasti akan tidak seru jika tak ada kakak" Terdengar suara sedih diseberang telepon


"Tak usah bersedih, seminggu itu waktu sebentar" Hiburnya


"Hemm baiklah" Kemudian mereka mengakhiri percakapan itu dan


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2